Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
Mas alga datang


Soundtrack//time for the moon night-gfriend//


Bukan hasilnya tapi prosesnya yang sulit


-mina-


    Aku mengerjakan pekerjaan rumah sembari menjaga alfa yang sedang terbaring disofa.


Aku menyapu dan membersihkan setiap sudut ruangan itu.


Aku melirik alfa sekilas dan ternyata dia sudah tertidur dengan pulas.


Aku tersenyum dan menghampiri alfa yang sangat imut itu apalagi kalau sedang tidur imutnya nambah (*´∀`).。o○.


"Duhh pangeran mamah dah bobok yah? Kamu bobok dikamar aja yah sayang biar mama nyapu taman dulu"


Aku mendekap tubuh kecil alfa dan memindahkan nya ke kamar.


Setelah itu aku menyapu taman membersihkan dedaunan yang kering berjatuhan itu.


Aku tersenyum melihatnya, mengingat saat saat dimana aku pernah terlihat seperti mereka,terbuang dan terinjak.


Namun sekarang aku sadar bahwa tak ada yang tak berguna bahkan itu daun gugur sekalipun,mereka gugur hanya karena tau akan ada daun baru yang lebih indah dibanding mereka.


Saat aku masih menyapu taman aku merasa penglihatan ku tertutup sebuah tangan kekar dari belakang.


Aku kaget sekali.


Siapa dia? Baunya bukan seperti bau mas astan.


Lantas siapa? Tak ada siapa lagi selain  kami, tak mungkin pak umar melakukan hal hal seperti ini kepada ku.


"Mas,, astan? " Tanyaku.


Dan seketika tangan itu terlepas lalu tubuhku diputar olehnya hingga menghadap kearahnya.


"Mas,,, Mas alga? " Kaget ku.


Grebbb,,


Pelukan erat ia berikan untuk ku hingga aku sedikit kurang nyaman.


Ia melepaskan pelukan nya lalu tersenyum lebar sekali kearahku"Hai,, "


Aku tersenyum"Mas alga kenapa bisa disini? "


Ia tersenyum "Kuliah Mas sudah selesai dan alhamdulillah langsung dapat kerja"


Aku tersenyum ikut bersyukur dengan rezeki Mas alga, orang baik pasti dipermudah setiap urusannya.


"Kamu tumbuh dengan baik yah,Mas pikir kamu malah makin kurus hehehe"


Aku menggeleng"Alhamdulillah Mas"


Sebuah bunga mas Alga sodorkan kearahku dan ia juga berjongkok dengan lututnya ditekuk sebelah.


Mas alga sedang apa sekarang? Kenapa perasaan ku tidak enak?.


"Mungkin ini terlalu tiba-tiba untukmu mina, tapias sudah berpikir matang matang dan Mas yakin inilah yang terbaik, maukah kamu menikah dengan Mas? "


Ia menyodorkan sebuah kotak berwarna merah kearahku juga.


Tunggu!!!


Apa aku yang terlalu kepedean? Apa Mas Alga sedang melamarku sekarang?.


Tidak mungkin kan? Apa alasan Mas alga melakukan ini?.


Aku tak menarik, tak cantik dan lebih tepatnya aku sudah menikah.


Apa Mas alga tak tau yah tentang pernikahan ku ini?apa pak umar tidak memberitahu Mas alga tentang itu?.


"Ma,, Mas aku,, "


"Sstt,, kamu tidak usah jawab sekarang, Mas tau ini tiba tiba buat kamu, jadi pikirkan baik baik"


Aku sungguh tak tau bagaimana harus mengatakan ini tanpa melukai hati Mas alga.


Siapa sangka Mas alga akan menaruh hati pada seorang gadis seperti diriku ini.


"Be,, begini Mas,, a,, aku"


Grebb,,


"Mas Kangen sekali padamu, mengingat kepolosan dan tingkah imutmu menyiksa Mas setiap hari"


Aku,,, aku tak tau bagaimana harus bereaksi sekarang.


Kenapa semua ini bisa terjadi? Aku sungguh tak menginginkan ini terjadi.


Mas alga sudah ku anggap sebagai kakak ku,saudara tidak lebih karena aku sudah menganggap pak umar layaknya ayah bagiku.


"Mas,, aku"


"Sudah tidak usah dipaksakan untuk menjawabnya sekarang"


Mas alga mencium pipiku sekilas.


Aku mematung kaget karena ulah Mas alga.


Kenapa aku merasa sangat tidak nyaman mendapat kecupan Mas alga dipipiku.


Aku langsung teringat dengan Mas Astan yang sedang bekerja saat ini.


Aku harus menyelesaikan ini dengan secepatnya agar tak ada yang salah faham.


"Mas" Aku melepaskan pelukan Mas alga dengan sekuat tenaga.


"Dengarkan aku dulu mas, sebaiknya Mas jangan memiliki perasaan apapun padaku Mas"


Mas alga terlihat bingung dengan ucapanku.


"Aku,, aku sudah menikah Mas dan bahkan sudah punya anak"


Mas alga tertawa mendengar perkataan ku"Hahaha kamu yah sedari dulu tak berubah, ingin melucu tapi malah terlihat serius "


Aku menggeleng"Aku sedang tidak melucu Mas, aku serius saat ini, maaf Mas bukan tidak menghargai perasaan Mas, tapi aku tidak bisa Mas"


"Sudahlah tidak usah melucu lagi, Mas tau kamu mungkin lagi nervous sekarang jadi mencoba mencairkan suasana"


Mas Astan tersenyum dan sedikit tertawa ringan.


"Mas tolong serius dulu,apa hal hal seperti pernikahan bisa dengan mudah dibawa menjadi sebuah lelucon?aku benar-benar sudah menikah dengan Mas Astan dan memiliki anak, apa pak umar tidak pernah bercerita yah Mas? "


Mas alga yang awalnya tersenyum tiba-tiba air mukanya jadi sendu.


"Ka,, kamu serius? "


Bunga yang ditangan Mas alga jatuh ke tanah.


Aku tak berniat sama sekali melukai hati Mas alga.


Sungguh.


"Aku serius Mas, aku minta maaf karena sudah melukai hati Mas, aku juga tak tau kenapa sampai sampai Mas punya perasaan kepada gadis seperti diriku ini,maafkan aku Mas"


Mas alga terdiam dan tak menyahuti apa yang aku katakan.


Ingatan saat saat Mas alga mengajariku dulu terputar dalam benakku.


Aku merasa bersalah tapi aku tak bisa berbuat apa-apa untuk Mas alga.


Untuk masalah perasaan apalagi serumit ini aku sungguh tak tau menau.


Mas alga masih terdiam dan menatap kearah bunga yang jatuh itu.


Sungguh membuatku semakin merasa bersalah sekali, aku tak berhak membuat seorang laki-laki baik seperti Mas alga terluka dan kecewa.


"Maaf Mas, aku permisi mungkin alfa sudah terbangun sekarang"


"Apa kamu bahagia?dan itukah alasan dari wajahmu yang terlihat berseri itu?karena saat Mas pertama kali bertemu dengan mu dulu wajahmu memancarkan aura kesedihan dan meminta kasih sayang berbeda dengan wajahmu saat ini penuh gairah dan keceriaan"


Air mataku jatuh mendengar itu, Sungguh dia ternyata memang memperhatikan aku selama ini.


"Saat pergi dari sini, Mas selalu khawatir apakah kamu makan dengan baik, tidur dengan nyenyak dan apakah kamu malah menangis dan kesepian"


Aku semakin tidak tahan mendengar itu.


"Syukurlah, Mas lega kamu ternyata hidup dengan baik, Mas berterima kasih karena menjadi gadis yang kuat"


Aku menunduk memunggungi Mas alga.


Air mataku kian deras saja mendengar itu.


Berikan ia wanita yang pantas ya Allah.


"Tak apa kalau Mas tidak bisa menjadi orang itu, orang yang menjadikan wajah sendumu jadi musim semi,Mas masih bisa kan menjadi saudara yang bisa kamu jadikan tempat untuk bersandar saat sudah tak sanggup lagi menjalani hidupmu? "


Mas alga benar benar sangat baik dan berjiwa dewasa.


Aku berbalik dan menangis"Hiks,, "


Aku anggukan kepalaku sembari menghapus air mataku.


"Hiks,, Terima kasih Mas, Terima kasih sudah menjadi orang yang selalu baik dan mengerti dengan ku"


Mas alga tersenyum tapi kenapa dengan senyuman itu?.


Sungguh menyakitkan saat melihatnya.


"Mas permisi yah, besok Mas datang lagi untuk melihat ponakan mas"


Ia berlalu dengan kepala menunduk.


Kenapa ia terlihat sangat kecewa saat ini?.


Apa aku jahat? Aku sungguh tak tau ini akan terjadi diantara kami.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Du du du...


Alga broken heart gaes🤕🤕kacian cintanya tak terbalas.


Yang mau daftar siapa gaes?


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah say🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤