
❄selamat membaca❄
Aku sungguh tak menyangka aku akan melakukan hal bodoh ini hingga sampai satu bulan lamanya. Aku terlalu nyaman hingga tak ingin mengakhirinya.
Katakan saja aku memang sudah tidak waras karena terus berpura-pura tak berdaya dan menggunakan kakiku juga tanganku hingga mendapatkan lebih banyak perhatian dari minat. Aku juga tak tau kenapa aku sangat nyaman mendapatkan perhatian juga kasih sayang darinya.
Aku bahkan sudah cuti bekerja begitu lama kemudian melimpahkan semua pekerjaan kepada miska yang aku sendiri tidak tau kenapa ia begitu Sabar melakukan semua itu.
Setiap hari ia melakukan semua hal untuk ku. Mulai dari memberikan makan,menuntunku saat ingin ke suatu tempat bahkan memandikan ku adalah dia. Meskipun untuk hal yang satu itu sangat tidak nyaman tapi aku harus tahan agar akting ku berjalan dengan lancar.
Saat ia hendak menolak aku pasti menggunakan satu hal ini untuk membuat ia tak bisa menolak"Kamu tidak lupa kan penyebab saya seperti ini adalah karena bodohnya dirimu? "Padahal sesungguhnya akulah yang sangat bodoh disini bertingkah seperti ini bukanlah sesuatu yang wajar lagi untuk ku lakukan tapi tetap saja rasa nyaman itu terus membuatku ingin dan ingin melanjutkan nya.
" Mini! "Kupanggil keras namanya dari kamar. Aku sedang berbaring kini seolah aku benar-benar tidak bisa bergerak.
Tak ada sahutan bahkan tanda ia akan datang kekamar ini. Sedang apa sih dia hingga lupa dengan pasien satu ini?.
" Mini! "Ku keraskan suaraku hingga ia dengan tergesa membuka pintu kamar.
" Iya tuan, saya datang."ia berjalan pelan sedang aku masih berbaring diatas tempat tidur.
"Dasar lamban, tidak berguna sama sekali,sekali dipanggil langsung datang kenapa rupanya? "Aku berpura-pura kesal lagi. Padahal ini masih pagi, apa aku terlalu cepat yah melakukan itu.
" Maaf tuan,"ucapnya tapi wajahnya seolah menggambarkan kalau ia sedang kesal pasti ia sedang menyumpahi ku dalam hatinya.
"Minta maaf mulu bisanya terus besoknya ngulang lagi, dasar manusia."ia terlihat semakin kesal tapi tertahan. Aku semakin ingin membuat ia kesal hingga bicara.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? "
"Jelas jelas banyak yang harus kamu bantu bodoh, masih saja bertanya, kamu suka sekali yah bikin saya emosi."apa aku sudah kelewatan yah? Ahh sudahlah aku memang harus membuat ia kesal.
" Maaf tuan. "Ia malah terus saja meminta maaf tak merasa kesal sama sekali? Kenapa malah aku yang dibuat kesal oleh sifatnya itu?.
"Sekali lagi kamu minta maaf saya blender mulut kamu itu."
"Memangnya tangan tuan sudah bisa yah digerakkan?kalau begitu alhamdulillah tuan,"tuturnya tersenyum senang.
Aku sedang mengancamnya loh bukan sedang bermain-main. Kenapa ia terlihat tenang dan malah aku yang merasa sangat kesal saat ini.
"Dasar, memang kamu itu bodohnya sudah tidak tertolong yah,saya sedang mengancam kamu bodoh."
"Kalau begitu tuan ingin saya melakukan apa?"
"Saya merasa gerah, ingin mandi dan membilas rambut."sebenarnya untuk hal ini aku sangat ingin melakukannya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi yah aku harus tetap melakukan akting bodohku itu dengan baik.
Ia sendiri terlihat sangat tidak nyaman setelah mendengar perintah itu.
"Ba,, baik tuan,saya sudah siapkan air tadi."ia berjalan pelan menuju ranjang membantu ku berdiri dengan badan kecilnya itu serasa memeluk pinggang ku agr aku tidak jatuh.
" Khem, "aku sendiri bingung kenapa aku berdehem begitu. Apa karena aku merasa tidak nyaman yah sekarang?.
" Aaa,, pelan pelan bodoh, kamu sengaja yah? "Aku Lagi-lagi melakukan itu untuk menambahkan bunga-bunga aktingku.
Ia juga percaya dengan mudah hingga panik begitu.
" Tunggu apa lagi?kamu pikir saya tahan dengan kegerahan ini?"untuk menyelesaikan sesuatu kita harus mengerjakannya dengan cepat bukan? Begitulah saat ini. Aku harus cepat keluar dari tempat ini.
Ia mendekat kearahku dan mulai membuka satu persatu kancing bajuku. Sungguh suasana seperti ini sangat menyiksa bagi kami kaum pria. Menahan diri adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan.
"Khem,, " Aku tak bisa menahan rasa canggung ini.
Setelah selesai dengan membuka pakaian ia mulai mengguyur tubuhku dengan air hingga aku terkejut karena merasa dingin.
Dan inilah yang paling menyiksa saat ia mengusap tubuhku dengan sabun. Aku sudah tidak bisa lagi menahan diriku. Ini benar-benar sangat menyiksaku.
"Kenapa tuan? Apa saya mengusap nya terlalu keras?"apa ia menangkap wajah tidak tenang ku?.
"Terlalu enak eh,, cepat keraskan sedikit, kamu pikir kotoran dalam tubuh saya akan hilang jika kamu menggosok nya begitu lembut? "Apa yang sedang ku katakan? Aihh bisa gila aku. Aku sendiri yang memakan umpan ku.
Ia juga dengan telaten membilas rambut ku dan memberikan shampoo disana. Harum sekali baunya namun tiba-tiba aku merasakan perih saat shampoo itu mengenai mataku.
"Akhh,, mata saya," Aku benar-benar tidak tahan karena terasa perih.
Seketika aku merasakan air mengguyur wajahku. Pasti itu ulah minat. Aku mencoba mengucek mataku namun masih terasa perih untuk dibuka hingga aku merasakan sebuah tiupan tepat dimataku hingga dengan mudah terbuka.
Saat mataku terbuka wajahnya sangat dekat dengan bibir yang sedikit maju hendak meniup kembali mataku. Kamu pasti bisa menahan dirimu astan. Ahhh sial bibirnya itu sejak tadi selalu mengalihkan pikiranku.
Tuk,
Kulemparkan busa shampoo itu tepat mengenai wajahnya.
"Tuan,, kenapa tuan malah melempar busa sabun ke wajah saya?"dengan cepat ia bilas wajahnya dengan air.
Aku tak bisa menahan senyum lagi karena dia begitu manis"kamu pikir saya tidak tau kamu sengaja kan membuat mata saya kemasukan busa shampo."
Ia terlihat tidak Terima dengan tuduhan ku itu hingga ia dengan semangat meraih botol shampoo dan menghasilkan busa ditangannya. Dan entah dari mana ia mendapatkan keberanian itu hingga melemparkan nya ke wajahku.
"Ohh balas dendam ceritanya? "Aku dengan pasti meraih selang disampingku dan mengguyur tubuhnya dengan air diselang itu.
Saat kulihat ia sudah basah kuyup aku langsung berhenti melakukan nya karena baju yang ia kenakan itu sangat transparan saat sedang basah hingga semua lekuk tubuhnya terpampang jelas didepan mataku. Dadanya yang berisi itu terlihat menyembul keluar dari balik branya dan ia juga tak mengenakan tanktop sebab kubuang semua. Aku tak tau kenapa aku melakukan itu.
Aku tak akan bisa berlama-lama melihat itu. Sebelum sesuatu bangun aku harus bertindak" Khem, cepat ambilkan baju saya yang itu? "Kutunjukkan baju dalam ember itu dan dituruti olehnya.
Ku tarik ia dengan tanganku lalu melilitkan diarea dadanya dengan pelan.
"Tutupi bodoh, kamu pikir saya bukan laki laki normal yah? "Setelah ku katakan itu ia pun memilih memakai bajuku yang sangat kebesaran untuk ia pakai.
Ia dengan cepat menyelesaikan acara mandi ini setelah suasana canggung tadi.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen dan vote.
Saya harap kalian berkenan untuk mendukung saya❤