Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
malu


...Soundtrack//zero mile-nct 127//...


...Aku tak percaya dengan yang aku rasakan saat ini....


...-mina-...


Perlahan aku membuka mataku yang sedikit berat itu,aku tak tau kenapa seluruh persendian ku merasa sangat lelah.


Jantung ku berdetak tak karuan saat aku membuka mata dan mendapati mas Astan sedang berbaring dihadapanku dengan memeluk erat pinggang kecilku.


Aku juga kaget sekali melihat mas Astan tanpa pakaian begitu juga dengan ku😱😱😳.


Ingatan semalam terputar lagi di kepalaku saat aku berada dalam tindihan mas Astan membiarkan dia mengendalikan semuanya.


Aku tak percaya telah melakukan itu dengan mas Astan, rasanya seperti mimpi.


Aku memperhatikan wajah mas Astan yang sedang tertidur itu dengan seksama,kapan lagi aku akan memiliki kesempatan untuk memandangi wajah damai mas Astan ini?karena aku tidak tau apakah setelah bangun nanti mas Astan akan bersikap seperti apa?ia sangat tidak dapat ditebak.


Aku dengan ragu perlahan memegang pipi mas Astan yang sangat ingin aku elus itu.


Aku tak percaya kalau saat ini mas Astan sedang berbaring dihadapan ku dan sangat dekat sekali.


Jantung ku sejak tadi tak bisa diam karena melihat mas Astan.


"Khem,, sedang apa memegangi wajah saya?" Tanya mas Astan tersenyum dan membuka matanya hingga jantungku hampir saja melompat pergi.


Aku buru buru hendak bangkit namun aku terhenti saat aku melihat tubuh telanjang ku saat ini,bagaimana ini? Aku tak mungkin berdiri seperti ini.


"Maaf tuan." Aku meminta maaf dan mencoba menutupi tubuhku.


Mas astan menarik tubuhku lagi hingga jatuh keatas tubuhnya.


Aduhh sangat terasa sekali kalau dadaku menekan dada mas Astan.


"Kenapa buru buru sekali? " Tanya mas Astan.


"Eung,, itu tuan saya akan siapkan air untuk tuan mandi." Aku mencoba melepaskan diri namun mas Astan memutar tubuhku hingga berada dalam tindihannya.


Aku takut sekali.


Mas Astan menatap wajahku dengan lekat.


Aku menatap kearah lain karena tak sanggup bersitatap dengan mata mas Astan.


Mas Astan memutar wajahku hingga mata kami bertemu lagi dan itu sangat tidak baik untuk kesehatan jantung ku.


Aku takut setelah ini aku mendadak didiagnosis memiliki masalah jantung.


Cup,,,


Mas astan melu*mat bibirku dengan lembut dan merapatkan tubuh kami lagi.


Aku sendiri masih diam membiarkan mas Astan berbuat sesukanya.


Aku tak tau harus berbuat apa lagi.


"Balas ciuman ku sayang." Mas Astan tepat ditelinga ku.


Apa yang barusan mas Astan katakan? Sa,, sayang? Apa aku salah dengar?sudahlah mina berhenti berhalusinasi.


Mas Astan seolah sedang mengajari ku Berciuman, ia menuntun bibirku untuk bergerak mengikuti bibirnya yang sedang bergerak liar di bibirku.


Aku pun mengikuti bibir mas Astan,menghisap dan saling me*agut satu sama lain.


Kenapa kami melakukan ini pagi ini?.


Mas Astan melepaskan tautan bibir kami hingga ada benang benang saliva tinggal dibibir ku dan tentunya mas Astan akan langsung menjilatnya.


Mas Astan pindah dari atas tubuhku ke samping ku lalu memeluk tubuhku dengan erat.


"Tu,, tuan,saya harus bangkit untuk menyiapkan air mandi tuan," Ucapku pelan.


Mas Astan menatapku tapi kali ini aku tidak merasa terintimidasi dengan tatapannya.


Ia mengelus rambutku dengan pelan dan lembut.


Ada apa sih dengan mas Astan? Membingungkan sekali tiba-tiba lembut begini, bukan seperti dirinya biasa.


"Kenapa kamu selalu memanggil laki laki lain dengan akrab sedang kepada saya kamu begitu formal,saya juga ingin dipanggil seperti cara kamu memanggil orang lain." Mas astan tiba tiba berbicara dengan lembut lagi.


Jantung ku lagi lagi tidak bisa tenang.


Bukannya dia yang ingin dipanggil begitu? Dulu saja saat aku pertama kali disini, ia marah saat aku panggil mas tapi kini kenapa ia malah bertanya?.


"Bagaimana hmmm? " Tanya mas Astan.


"Eugh,,, jadi tuan ingin saya panggil bagaimana? " Tanyaku pelan.


Dan rasanya semakin tidak nyaman saja karena kami masih berpelukan tanpa busana sama sekali.


Sangat geli sekali.


Mas Astan tak menjawab pertanyaan ku dan malah diam memperhatikan wajahku.


Membuat malu saja ih.


Aku sampai kaget.


"Tuan,, saya,, ha,, mppph." Bibirku ia kecup sedikit lama dari yang tadi.


Ada apa sih dengan mas Astan? Sedang menggoda ku yah?.


"Tu,, mpph." Mas Astan lagi lagi menarik tubuhku hingga berada diatas tubuhnya dan mencium bibirku dengan nafsu.


Ia me****** nya dengan cepat dan juga menekan tengkuk ku hingga ia bisa memperdalam ciumannya.


Aku tak tau harus bereaksi apa sekarang?sungguh aku tak mengerti dengan suasana ini.


Mas Astan berubah drastis sekali.


Mas Astan melepaskan bibirku lagi dan menatap wajahku dengan seksama.


"Jangan panggil saya dengan sebutan itu lagi, saya tidak suka." Mas Astan.


Aku mengeryit heran dengan ucapan mas Astan.


"Panggil saya mas." Mas Astan tersenyum saat mengatakan itu.


Dag dig dug saja hatiku dari tadi, apalagi saat melihat senyum mas Astan.


Aku mengangguk dengan cepat"I,, iya mas."aku dengan sedikit ragu.


Mas Astan tersenyum lalu mengelus rambutku dengan pelan"Anak pintar" Ia berbicara seolah seperti seorang guru yang sedang mengajari anaknya.


Aku terdiam saat sedang diperlakukan seperti itu.


"Mas,, aku siapkan air untuk mas mandi dulu." Ucapku mencoba bangkit dengan menutupi tubuhku dengan selimut.


Mas Astan bangkit dan mengangkat tubuhku dengan cepat membuang selimut yang menutupi tubuhku itu dengan asal tanpa peduli aku yang setengah mati menahan malu dalam gendongan nya.


"Mas,, mas sedang apa? " Tanyaku takut takut.


"Aku tau kalau itumu masih sakit karena sehabis aku masuki,jadi aku gendong kamu saja biar tidak sakit." Mas Astan berbicara dengan bahasa yang sulit aku fahami lagi.


Aku hanya pasrah dalam gendongan mas Astan.


Rasanya sungguh memalukan sekali😳.


Mas Astan memasukkan aku kedalam bath-up dan ia juga masuk.


Aku menutupi tubuhku dengan kedua tangan ku karena menahan malu aku juga menunduk malu.


"Kenapa hmm? " Mas Astan mengangkat wajahku.


Mungkin wajahku sudah seperti kepiting rebus saat ini.


"Aku malu mas." Aku jujur.


Mas Astan tertawa sangat lebar, baru kali ini aku mendengar tawa dari bibirnya itu.


"Apa yang membuatmu malu?kita bahkan sudah melakukan hal yang lebih intim dari ini." Mas Astan lagi lagi berbicara dengan bahasa yang tak kumengerti.


"Intim itu apa mas? " Tanyaku karena tidak tau.


Mas Astan mendekat ke arahku"Jangan memancing nafsu saya manis."


Apa lagi sih? Emang salah yah kalau kita bertanya hal yg tidak kita tau?.


"Saya tidak tau apa itu intim mas." Aku masih bersikukuh ingin tau.


"Akhhh,, " Aku mengerang tertahan saat mas Astan memasukkan jarinya keare sensitif ku.


"Begitulah yang dikatakan intim sayang." Mas Astan mencium leherku dengan menghisap nya juga.


Ia menarik pinggang ku lebih dekat.


Dan kami melakukan itu lagi dikamar mandi.


Kalau aku bandingkan dikamar mandi Lebih enak daripada dikamar.


Astaga mina, mikir apa kamu ini?.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Duh duh duh,, awas ada yang kehujanan tuh🌚.


Gila sih, astan ternyata semesum itu gaes🌚heran kenapa selama ini ia bisa tahan yah wkwkwkw.


Kasian dah lu mina jadi korban kemesuman astan.


Diam diam gitu ganas juga yah.


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow author juga♦♦


Laffyouall buanyak buanyakk ❤