Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
ini hanya mimpi buruk kan?


Soundtrack//forever young-bts//


Bagaimana ini bisa terjadi? Aku sungguh tak bisa percaya


-mina-


      Aku sudah berkali-kali mencoba menghubungi mas astan masih tak ada sahutan.


Aku gemetar takut sekali dan juga panik karena mas astan benar benar tidak bisa dihubungi dan tak ada kabar sama sekali.


Bagaimana kalau nama yang sama dengan mas astan diberita tadi adalah benar benar mas astan.


"Tidak,,, tidak mungkin,, tidak mungkin" Aku mencoba menenangkan pikiranku berharap kalau aku hanya sedang panik saja dan mas astan sungguh baik baik saja.


Namun aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi saat ini.


Apa mungkin ini maksud dari rasa takut dan khawatir ku akhir akhir ini?.


Buru buru aku menuruni anak tangga karena mendapatkan panggilan telepon melalui telepon rumah yang sudah sangat lama tak pernah berdering itu.


"Halo,, selamat siang" Ucapku masih dengan suara khas orang sedang khawatir.


"Halo dengan nyonya astan jaya ramatha" Ucap seseorang dengan seksama dari seberang telepon.


Aku langsung menyahuti dengan semangat "i,, iya Pak dengan saya, apa bapak rekan kerjanya? Dimana suami saya pak? " Tanyaku panik.


Mereka terdengar sedikit mendengus menarik nafas sedikit berat.


"Apa ibu sudah membaca dan melihat berita baik dari internet maupun televisi? " Tanya nya dengan pelan.


Aku langsung kaget saat mereka memberitahukan kalau saat ini pihak tim SAR dari pihak pelabuhan dan pihak kantor sedang mencari keberadaan mas astan yang ikut menghilang karena terjadinya kecelakaan kapal yang ia tumpangi itu.


Telepon rumah yang aku genggam langsung terjatuh dan menggantung dihadapanku yang sudah tersungkur jatuh bersimpuh tak habis pikir dengan yang aku dengar tadi.


Tolong katakan kalau ini semua adalah mimpi buruk saja!!.


Bagaimana mungkin ini terjadi.


Aku masih terdiam dalam beberapa saat dan masih tidak tau apa yang harus aku lakukan.


Aku seperti seorang yang sungguh bodoh dan tak tau harus berbuat apa.


Aku bingung dan masih tak mengerti dengan suasana ini.


"Tidak,,, tidak mungkin hiks,,, " Air mataku langsung mengalir deras mengingat wajah mas astan saat tersenyum.


Janjinya yang akan pulang dengan cepat langsung kembali terngiang dalam ingatanku.


"Hiks,,, pembohong,, " Aku memukul lantai dengan tanganku yang kecil itu.


"Mas pembohong,,, hiks,, " Aku merasa sangat terluka dengan fakta kejam ini.


Aku bangkit meraih hapeku dan berlari keluar menuju tempat pak umar.


"Pak,, cepat hidupkan mobil kita kepelabuhan tempat mas astan berangkat"


Pak umar bukannya langsung bergerak ia malah kaget melihat aku yang berlari dari dalam rumah dengan dress selutut yang aku kenakan tidak lupa juga wajah sembab sehabis menangis tadi.


"Neng kenapa? " Tanya pak Umar yang mungkin tidak tau apa apa.


Aku menangis lagi"sudahlah pak,, bapak ikuti aja yg saya katakan, antar saya kepelabuhan tempat mas astan berangkat tadi malam hiks,, "


Pak umar langsung bergerak menghidupkan mobil lalu melaju dengan cepat.


Aku sedari tadi tidak bisa diam karena memikirkan mas astan.


"Maaf neng, bagaimana dengan den alfa dirumah? Apa tidak apa apa jika dia ditinggal sendirian? " Tanya pak umar tiba-tiba hingga menyadarkan aku yang sempat lupa dengan alfa saking paniknya.


Aku juga bingung dan tambah khawatir membiarkan alfa sendirian dirumah tanpa ada seseorang disana.


Bagaimana jika ia menangis nanti?.


Aku semakin dibuat pusing memilih Antara melihat bagaimana keadaan di pelabuhan dan mencari kabar tentang mas astan atau kembali kerumah untuk menemani alfa.


Tapi,,, bagaimana bisa aku diam saja dirumah saat tau kalau saat ini suamiku sedang dikabarkan hilang dan aku sendiri tidak tau apakah masih berstatus hidup atau bahkan sebaliknya.


Langsung kutekan saja nomor mas ken untuk meminta mereka kerumah dan menjaga alfa sampai aku datang.


"Halo, mas,, hiks,,." Aku langsung menangis.


Mas ken terdengar sangat khawatir karena tiba-tiba mendapat panggilan dariku dan aku langsung menangis keras.


"Hiks,, aku minta tolong mas sama kak adin datang kerumah dulu buat jagain alfa, hiks,, soalnya aku hiks,, aku harus nyari mas astan hiks,, mas astan hilang mas,, kapal yang mas astan tumpangi mengalami kecelakaan hiks,, " Jelasku.


Pak umar saja sampai kaget dan hampir menabrak pembatas jalan karena mendengar ucapanku tadi.


"Astagfirullah" Pak umar masih terlihat shock.


"Kamu mau kemana sekarang? Iya iya mas dan kak adin bakal kerumah jaga alfa, kamu jangan gegabah dulu kita cari astan sama-sama, saat ini kamu lagi dalam keadaan panik dan tak bisa berpikir jernih jadi lebih baik kamu kembali kerumah dan kita cari solusi sama-sama" Mas ken masih saja menyuruhku untuk kembali kerumah.


Aku tak mungkin diam saja dirumah sedang mas astan hidup atau tidak saja masih dipertanyakan.


"Nanti kita bicara mas hiks,, tolong jaga alfa" Aku langsung mematikan sambungan telepon.


Pak umar juga terlihat sangat khawatir sejak tau apa yang aku bicarakan dengan mas ken tadi.


Ia tak bertanya karena mungkin tak berani melihat aku yang sudah menangis sejak tadi.


"Tolong pak dicepetin" Ucapku masih sesegukan karena mencoba menahan tangisku.


Pak umar hanya mengangguk dan menuruti apa yang aku perintah kan tadi.


Sepanjang perjalanan aku tak hentinya menangis membayangkan hal hal yang tidak tidak dan itu sungguh melukai hatiku sendiri.


Sungguh ini terasa seperti mimpi bagiku.


Baru saja kemarin aku masih bisa melihat wajah tampan dan penyayang itu.


Dan hari ini ia dikabarkan hilang? Apa aku yang lemah karena tak bisa menerima fakta ini atau fakta yang terlalu kejam memaksaku untuk menerimanya?.


"Hiks,,, mas,, mas pasti selamat hiks,, " Ucapku sepanjang perjalanan.


Belum lagi perjalanan sangat panjang dan jauh sekali.


Aku teringat kembali kemarin malam saat mas astan melarang aku dan alfa ikut mengantarnya kepelabuhan karena jaraknya sangat jauh dan mas astan takut aku dan alfa akan masuk angin karena kelamaan di dalam perjalanan.


Air mataku semakin deras saja mengingat itu semua.


Aku merasa sangat sakit dan lemah saat ini, pikiranku tak hentinya dipenuhi dengan mas astan dan mas astan.


Aku sungguh tak tau lagi bagaimana menanggapi situasiku saat ini.


Apakah aku masih bisa bertahan tanpa mas astan?


Aku menggeleng setelah memikirkan itu, mas astan pasti selamat aku yakin itu.


Aku terus saja menangis keras sepanjang perjalanan menuju pelabuhan dimana mas astan menaiki kapal itu.


Pak umar juga terdiam mengemudi dengan rasa khawatir yang sama dengan ku namun ia tak menunjukkan itu dihadapan ku.


//Bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh kenapa aku yang mewek sih huuu(PД`q。)🤧🤧


Apa aku yang baperan orangnya sampe mewek gini pas ngetiknya?.


Ngebayangin posisi mina buat aku jadi ikutan sedih😭😭.


🔷🔷jangan lupa like, komen, favorit, dan rate 5 nya yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga yah♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤


Follow ig aku yah


@sopiakim_