Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
110.Memuaskan rindu (S2)


❄Selamat membaca❄


   Dia masih saja menangis keras dihadapan ku tak menjawab setiap pertanyaan yang ku lontarkan itu.


"Sayang,kamu kenapa hmmm? "Aku turun dari sofa lalu berjongkok dihadapan nya menghapus setiap bulir air mata yang mengalir itu dengan kedua jempol ku hingga ia masih saja menangis dengan hebat.


Ia langsung menghambur kedalam dekapan ku dan menangis deras disana. Kubalas pelukan nya dan kuelus pelan punggung nya yang bergetar hebat itu.


"Diam yah sayang,mas minta maaf kalau mas ada salah."aku berkata dengan lemah lembut padanya.


"Udah dong sayang nangisnya, mas jadi ikutan sedih liatnya, nanti kepala kamu malah sakit sayang." Aku masih saja mencoba mendiamkan nya yang terus menangis keras itu.


"Aku minta maaf mas, hiks,,, aku minta maaf karena sudah tidak ada disaat mas butuh seseorang untuk merawat mas."


Dia menangis karena itu? Aku sudah katakan bukan. Aku sangat bersyukur ia tak ada saat itu karena aku tak mau ia melihat ku saat sedang dalam keadaan lemah seperti itu, karena akan mengurangi image kesatria ku saja heehe.


Aku tersenyum kearahnya dan kembali menghapus air matanya yang terus saja mengalir dengan deras itu.


"Hei, mas sungguh tidak apa apa sayang,sudah yah kamu nanti bisa sakit jika terus terusan menangis. Sejak tadi siang hingga kini malam kamu sudah sering menangis sayang. "Ku rapikan rambut nya yang terkena ke wajahnya itu.


" Yasudah kita tidur yah sayang."aku dengan cepat mengangkat tubuhnya yang semakin ringan itu ala bridal style dan ia hanya diam saja saat aku melakukan itu.


Ia lingkarkan tangannya dibahuku lalu menyadarkan kepalanya di dadaku. Masih ku rasakan sedikit ia sesegukan karena sehabis menangis tadi.


Kubuka pintu dengan pelan lalu kututup lagi dengan pelan. Ku baring kan tubuhnya itu diatas tempat tidur.lalu ku susul ia berbaring juga disamping nya sembari kupeluk erat tubuh itu dengan erat. Kehangatan yang kurindukan itu kini sudah kudapat.


" Tubuh ini yang mas rindukan setiap malam, hari, jam, menit hingga detik."ku bisikkan kata itu ditelinga nya hingga ia sedikit bergerak tak nyaman.


"Mas sangat merindukan kamu sayang."aku mengangkat wajahnya hingga kami saling memandang satu sama lain.


Ku dekatkan wajahku untuk mencium kening nya namun terhenti saat kulihat ia memejamkan matanya. Pasti ia berpikir aku akan mencium bibirnya. Hahaha menggemaskan sekali sih.


Aku terdiam memandangi ia yang masih saja memejamkan mata menunggu bibirnya kulu*mat, hingga ia pun  perlahan membuka matanya karena aku sama sekali belum mendaratkan bibir ku diatas bibirnya itu.


"Kamu mikir apa hmmm? Pengen yah mas cium? " Aku tersenyum dan tertawa merasa lucu saat ia terlihat salah faham dengan ku tadi.


Namun, saat aku masih saja tertawa mina dengan cepat menarik wajahku dan mencium bibirku dengan nafsu.


Aku sampai kaget dan bungkam karena ulahnya yang begitu tiba-tiba itu, apa ia sadar yah dengan apa yang ia lakukan ini? Ia tidak seperti biasanya. Apa karena ia sudah sangat merindukan ku hingga ia sekitar ini yah?.


Ia menarik leherku dengan kuat dan terus saja memperdalam ciumannya di bibirku, ia juga melu*matnya dengan penuh gairah.


Aku masih saja diam memperhatikan sejauh mana ia bisa bertindak. Karena malam ini ia Sungguh sangat berbeda sekali. Terkesan seksi tidak seperti mina imut yang kukenal.


"Hei,, kenapa langsung tidur sayang? Kamu malu? Padahal tadi kamu sangat seksi sayang. " Aku lagi-lagi menggodanya hingga ia semakin menutup dirinya dengan selimut itu.


Jujur, aku sangat suka versi mina yang tadi. Walaupun hanya sekilas tapi ciuman panasnya masih membekas kini.


" Sayang,, kamu tidak sedang malu kan? "Aku tersenyum senang menggodanya seperti biasanya dan ku coba untuk menarik selimut itu namun ia tahan. Aku benar-benar merasa lucu saat ia bersikap malu-malu seperti ini.


Seperti nya kami bisa melepaskan Rindu satu sama lain malam ini. Mumpung alfa juga tidak ada dirumah kini.


Apa ini juga termasuk rezeki ku bisa memuaskan rinduku malam ini dengan menginap nya alfa dirumah alga. Baiklah aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bercinta dengan mina.


" Sayang, kamu tidak sedang malu kan? "Aku lagi-lagi bertanya namun ia hanya diam saja tak mau menjawab ku.


" Bagaimana kalau kita melakukan itu malam ini? "Aku berbisik kearahnya namun ia lagi-lagi terdiam saja.


" Bagaimana hmm? "Aku lagi-lagi membujuk nya namun ia masih saja menutup wajahnya dengan selimut itu.


" Sayang, mas sudah lama pengen. Ayolah sayang.. Buka selimut nya yah. Mas pengen banget nih. "Aku bernada manja kearahnya namun ia benar-benar diam saja.


Apa ia benar-benar semalu itu yah? Aku benar-benar sangat merindukan sentuhan dan menyentuh nya seperti dahulu.


" Sayang, kamu dengar mas kan? Mas pengen nih sayang. "Aku masih saja menunggu jawaban darinya.


Namun melihat ia yang kini benar-benar sungguh malu itu aku terpaksa harus mengambil inisiatif terlebih dahulu nih.


Ku tarik dengan keras selimut itu hingga terlepas dari tangan nya dan terpampang lah wajah merah padamnya itu. Benar-benar sedang malu rupanya hingga untuk menjawab ku saja ia tak sanggup hahaha.


Ia kemudian mencoba untuk menutupi wajahnya dengan kedua tangan namun segera kutahan aku sungguh sangat ingin melihat wajah malunya itu. Sungguh pemandangan yang indah kulihat.


Ia lagi-lagi ingin menutup wajahnya namun langsung saja bibirnya ku lahap, ciuman yang tadi masih belum cukup untuk ku. Karena bibirnya bagaikan nektar yang selalu membuat ku ingin  dan ingin lagi.


Ku kecup bibirnya dengan pelan terlebih dahulu, lalu semakin cepat dan ganas. Aku sungguh sudah dipenuhi dengan gairah karena tak tahan  melihat wajahnya yang imut itu. Apalagi mengingat ciuman panasnya tadi aku semakin bernafsu saja.


Ia hanya diam saja saat aku dengan semangat menikmati setiap inci dari bibirnya itu. Rasanya sangat memuaskan bisa melakukan apa saja dengan bibirnya itu. Sungguh rinduku selama ini perlahan hilang karena ciuman dibibir nya itu.


Aku sangat bersyukur karena diberikan kesempatan menikmati ini dengan mina istriku. Merindukan ia selama ini sudah cukup menyiksaku namun perlahan hilang terganti dengan kebahagiaan kini.


BERSAMBUNG...


maaf yah gaes ngegantung dulu, karena terlalu panjang nantinya ngk oke😅☺.


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.