
❄Selamat membaca❄
Seperti yang kukatakan tadi, kami pun segera pamit kepada ibu juga bapak. Mereka mengatakan untuk kami menginap tapi aku tidak bisa karena masih harus ke kantor untuk memberitahu pihak kantor kalau aku sudah kembali dan sudah lama aku tidak melihat bagaimana keadaan kantor tanpa aku.
"Kami berangkat yah buk, pak. " Mina tersenyum dan menyalami ibu juga bapak begitu pula dengan ku yang saat ini sedang menggendong alfa yang sudah tertidur itu. Ia lelah setelah bermain dengan kakeknya lalu tertidur kembali.
Kami pun mulai meninggalkan pekarangan rumah dengan setir yang dikuasai oleh mina. Ia sejak tadi ngotot ingin membawa setir dengan dalih kalau aku sudah lelah menyetir sejak tadi.
Aku pun menurut saja membiarkan ia menyetir seperti yang ia inginkan. Aku hanya ingin ia beristirahat saja karena aku masih merasa khawatir dengan stamina nya yg sudah habis kuharap semalaman dan pagi tadi juga beberapa kali. Aku takut ia kelelahan.
Mungkin karena angin sepoi menjelang malam itu aku merasa sedikit ngantuk kini. Tapi dengan cepat kutahan karena aku tak ingin mina membawa mobil sampai rumah.
"Kamu tidur aja mas, aku kuat kok sampai rumah nanti."ia tersenyum dan dengan cepat kugelengkan Kepala ku tidak setuju dengan usulnya itu.
"Kamu nyetir sampai jalan tol saja sayang, abis itu kasih alfa makan dulu yah sejak tadi ia belum makan. Alfa kalau tidur suka ngk ingat waktu."
Alfa belum makan sejak tadi, karena keenakan tidur dan bermain. Aku takut ia sakit jika dibiarkan begitu saja, aku memang sengaja membawa bekal tadi memang hanya beberapa jenis roti dan sereal namun setidaknya bisa membuat kenyang.
Mina pun dengan cepat mengangguk setuju dengan usul ku itu.
Setelah sampai di jalan tol kami bertukar posisi lalu kulajukan mobil lagi menyusui jalan tol itu.
"Sayang, bangun dong bang makan dulu mamah punya makanan enak loh. Waahhh nanti papah abisin gimana kalau abang ngk bangun. " Mina tersenyum mengatakan itu alfa langsung saja terpancing dan membuka mata sembari mengerjapkan matanya.
"Akanan apa mah? Papah jan abicin dong. " Ia mengerucutkan bibirnya seperti saat mina Sedang kesal. Aku sampai tak bisa menahan senyuman ku karena nya.
"Makan dulu yah sayang, abis itu kalau mau bobok lagi ngkpp. " Alfa menurut dan mulai memakan roti itu begitu juga dengan mina dan sesekali ia menyuapiku yang sedang menyetir itu.
Aku tersenyum melihat kehangatan ini. Aku sungguh tak percaya aku bisa kembali merasakan ini dengan kedua malaikat ku ini.
"Enak ngk bang? Tambah lagi? " Mina bertanya kepada alfa yang sedang minum itu.
"Ndak agi mah, afa antuk nih. " Alfa langsung kembali ke belakang dan tidur disana aku dan mina tersenyum karena melihat betapa lucunya alfa yang sangat menggilai tidur itu.
"Sayang, nanti malam kamu mau kan? " Aku bertanya padanya yang sedang pokus membereskan peralatan makan alfa tadi.
Ia terlihat bingung dengan pertanyaan ku itu.
"Mau apa mas? Kok nanya nya tanggung gitu? "
Aku tersenyum dan menggeleng "ngk ada deh, heheheh kamu tidur aja sayang nanti mas bangunin kalau udah sampai. " Dan seperti biasa ia akan menolak dan ia menemaniku berbicara hingga kini barulah kami sampai dirumah tepat pukul 22.15 pm.kami menghabiskan banyak sekali waktu di jalan tadi.
Ku angkat tubuh alfa yang sedang nyenyak tidur itu sedangkan mina mengeluarkan semua barang barang dari mobil dan membawanya masuk.
Kubaringkan alfa diatas tempat tidur lalu menyelimuti nya sedang mina baru naik kekamar kini.
"Mas mandi aja duluan, aku mau beresin kamar dulu mas. " Aku langsung setuju dengan perintahnya itu karena aku juga sudah merasa tubuhku ini lengket sejak tadi tak pernah mandi.
Ku lihat mina yang sedang membereskan sofa langsung berbalik karena malu. Masih saja malu padahal sudh sering lihat si junior ku ini.
Aku langsung memasuki kamar mandi dan melanjutkan aksi mandiku disana.
Sedang mina kini masih saja memegang dadanya yang terasa berdebar itu.
"Ayolah mina, kamu kenapa masih selalu ini? Kalian sudah sering melakukan hal yang lebih tapi kenapa kamu seperti baru pertama melihat nya? " Mina berkali-kali meyakinkan dirinya.
Kini ia pun fokus melanjutkan aksi bersih-bersih nya dengan pelan takut alfa terbangun karena merasa terganggu.
Setelah itu ia duduk diatas sofa dan mengingat bagaimana kesan nya saat bertemu dengan orang yang berbaik hati telah menolong astan dulu.
"Aku harap mereka akan panjang umur dan juga sehat selalu agar aku dan mas Astan bisa membalas budi mereka dengan benar. " Mina tersenyum karena itu.
Ia melirik sekilas kearah alfa dan tersenyum lagi"Kita harus bersyukur nakal, karena masih diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul dengan papah. Mamah merasa sangat bahagia kini. "
Mina bangkit berdiri dan berjalan menuju ranjang memperbaiki posisi tidur alfa dan memperbaiki selimut itu agar tidak menutupi wajahnya alfa ia takut alfa akan terganggu saat bernafas nantinya.
Ceklek.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Astan yang keluar dengan handuk yang melilit tubuh proposional miliknya belumagi rambut hitamnya yang basah itu menambah kesan seksi untuk nya.
Mina bahkan sempat menelan ludah saat melihat itu, rasanya jantung nya kini tak ada di tempat nya lagi. Ia berkeringat banyak setelah melihat astan seperti itu.
Mina bahkan sudah berfantasi kini karena melihat tubuh indah astan.
"Tenanglah mina, kenapa kamu menjadi seperti ini sekarang? Jangan grogi atau kamu akan malu. " Mina terus saja meyakinkan dalam dirinya untuk tetap bersikap biasa saja meski ia sudah sangat grogi kini.
"Sekarang kamu mandi sayang, mas sudah siapkan air hangat agar kamu tidak masuk angin."astan datang kearah mina dan memberikan handuk kepada mina yang masih saja merasa kan hawa yang semakin memanas itu.
Astan sampai bingung dibuat nya. Saat hendak bertanya mina sudah lebih dulu memasuki kamar mandi dan menutup nya dengan cepat.
" Apa dia kebelet yah? Kenapa sampai berkeringat begitu? "Bingung astan dan mengambil pakaian dari lemari.
Setelah itu ia memakai nya dengan cepat. Setelah itu ia duduk diatas sofa.
" Ia bahkan lupa membawa pakaian nya ke dalam kamar mandi. Biasanya ia akan membawanya dan berpakaian disana karena malu padaku. Padahal kan tidak usah malu, aku sudah lebih dari melihat itu berkali-kali. "Astan tersenyum mengingat betapa pemalu nya mina istrinya itu.
Memang mina sangat pemalu bahkan hingga kini.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.