Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
kejutan lagi(2)


Soundtrack//kekasih impian-Natta reza//


Aku bersyukur mendapatkan mu


-mina-


ย  ย  ย  Aku masih terus berjalan menuju tempat yang pak umar maksud tadi.


Langkahku terhenti saat melihat mas Astan duduk disebuah kursi dengan setelan lengkap berwarna hitam.


Dan aku juga dibuat heran saat melihat sebuah gitar berada dalam genggaman mas Astan.


Ia tersenyum dari jauh kearahku hingga membuat aku semakin lemas saja saat melihat senyum mas Astan.


Aku berjalan dan melihat sekeliling dengan wajah kagum melihat pemandangan yang sungguh indah dipenuhi dengan lampu lampu kecil dan beberapa lampion berwarna warni membuat mataku merasa dimanjakan saat melihatnya.


Apa Karena ini yah mas Astan begitu lama tadi?.


Aku sungguh menyukai apa yang diberikan mas Astan ini, sungguh aku seperti seorang abg yg baru dipertama kali diberikan kejutan oleh pacarnya.


Dan memang ini baru pertama kalinya bagiku.


Telingku menangkap petikan gitar dari arah mas Astan yang mulai memainkan alat musik kesukaan banyak orang itu seorang ia sedang mengiringi langkah ku dengan petikan gitarnya.


Sejak kapan mas Astan selihai itu dalam memainkan gitar.


Setauku mas Astan hanya tau bekerja saja dan berkutat dengan berkas juga lap topnya.


Apa mungkin saat mas Astan muda dulu yah dia belajar memainkan itu?.


Aku jadi bisa membayangkan bagaimana dia dulu begitu dikagumi banyak gadis karena wajah dan juga keahliannya itu.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


๐ŸŽต๐ŸŽตsong by: Natta reza(kekasih impian) ๐ŸŽต๐ŸŽต


Aku tak pernah meminta....


Sosok pendamping sempurna....


Cukup dia yg selalu sabar menemani dalam kekurangan ku...


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Aku tersenyum mendengar suara lembut mas Astan saat menyanyi sembari memetik senar gitar itu dengan mata yang menatap lekat kearahku yang mulai dekat dengan dia.


Aku sungguh dibuat terpana dengan suara lembut mas Astan,aku tak tau kalau ia sepandai itu dalam menyanyi.


Pantas saja ia menjadi seorang CEO dari sebuah perusahaan tarik suara.


Aku sungguh bahagia sekali mendapat kejutan ini.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Namun,, Tuhan menghadirkan..


Kamu wanita terhebat,,,


Kuat,, tak pernah mengeluh..


Bahagia ku selalu bersama mu.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Aku sungguh tidak tau mas Astan sedang menyanyi kan lagu siapa.


Tapi aku sungguh terharu dengan lirik lagu yang mas Astan nyanyikan itu.


Seolah olah ia sedang menyampaikan isi hatinya padaku.


Sungguh sangat menyentuh hati sekali.


Mas Astan benar-benar berhasil membuat aku terbang seolah sedang berada diatas awan.


Suaranya yang lembut dan lirik yang menyentuh sungguh memperindah suasana malam ini.


Alfa saja hanya terdiam memperhatikan ayahnya yang sedang memetik gitar sembari tersenyum kearah kami.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Andai ada keajaiban..


Inginku ukir kan...


Namamu diatas bintang bintang


Angkasa....


Agar semua tau


Kau berarti untuk ku...


Selama lamanya...


Minat milikku...


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Air mataku mengalir mendengar lirik yang begitu manis itu.


Mas Astan juga pasti sengaja menukar liriknya menjadi namaku.


Mas Astan mematikan petikan gitarnya dan berdiri memeluk aku yang sudah mewek sejak tadi.


"Hiks,,, " Aku menangis memeluk mas Astan dan alfa tumben tidak menangis.


Biasanya kalau ada yg menangis ataupun tertawa sedikit keras ia akan kaget dan menangis.


"Loh kok kamu malah nangis sih sayang? " Mas Astan mengelus punggung ku dengan sayang.


"Kamu ngk suka yah dengan kejutan yang mas berikan? "


Mas Astan melepaskan pelukan kami dan mentap lekat ke arahku yang mungkin sudah terlihat jelek karena menangis.


Aku menggeleng.


Hanya orang bodoh yg mengatakan tidak suka diberikan hal seromantis ini.


"Aku suka banget mas hiks,, sampai aku menangis hiks,, "


Mas Astan tertawa melihat aku yang menangis seperti anak kecil itu.


"Duhh mamah cengeng yah sayang? "


Mas Astan meraih alfa dariku dan tersenyum mengelus suraiku.


"Sudahlah sayang,, jangan menangis begitu,ini masih belum seberapa untuk membuktikan seberapa sayang dan cinta nya mas padamu" Mas Astan memegang tangan ku dan menautkan jari jari kecilku dijari kekarnya itu.


Aku semakin mewek saja mendengar itu.


Aku berjalan mengikuti mas Astan yang membawaku dengan menarik tangan ku yang masih dalam genggaman mas Astan.


Kami berhenti di sebuah tempat terbuka memang tapi memiliki atap dan disana ada sebuah meja dengan berbagai makanan mewah dengan lilin dan hiasan bunga.


Aku terkejut kagum dengan itu semua.


"Silahkan duduk sayang" Mas Astan menarik kursi dan mempersilahkan aku untuk duduk disana.


Aku sungguh ia perlakuan layaknya tuan putri dari negri dongeng.


Mas Astan turut duduk dihadapanku sembari memangku alfa.


"Kita dinner sayang, kalau mas inget kita belum pernah dinner diluar karena mas sangat sibuk"


Dinner? Dinner itu apa yah?.


"Hehehe kamu bingung yah sayang, dinner itu makan malam"


Aku mengangguk tersenyum malu karena aku tak tau apa yang mas sebutkan tadi.


Otak kampung dan kentang buriq ku tak bisa memprosesnya.


"Alfa kasih ke aku aja mas"


Mas Astan menggeleng"Biar mas saja, kamu puaskan saja memakan apa saja yang kamu mau"


Aku tersenyum senang dan mulai melakukan aksi makan ku.


Mas Astan sampai tertawa melihat aku yang makan seperti orang yang puasa satu bulan saja tak makan makan.


Cup,,,


Mas Astan berdiri dan menutup mata Alfa lalu mengecup bibirku dengan lembut dan sedikit lama.


Aku sampai tersedak karena kaget dan jantung ku dipertanyakan keselamatannya.


Mas Astan buru buru memberiku minum dengan bibir yang terbuka karena tertawa melihat aku yang masih saja gugup jika ia melakukan itu.


"Ihhh mas ngagetin aja" Kesalku dengan pipi yang mungkin sudah semerah strawberry.


"Kamu sih sayang makan aja imut gitu, tadi ada selai dibibir manis kamu jadi mas lap deh" Ia tersenyum kemenangan.


Aku mendecih sedikit kesal karena modus mas Astan itu sudah sering ia tunjukkan padaku.


"Hahahah lanjut aja sayang makannya, biar makin imut kalau makin gemuk" Ia tersenyum


Apa maksud mas Astan tadi menyindir ku yah?.


Aku langsung berhenti memakan makanan itu.


"Loh kok berenti sayang? Udah kenyang yah? Tumben cepet" Mas Astan heran.


"Mas pasti sedang menyindir aku yah? Karena selalu lahap terhadap makanan"


Mas Astan terlihat panik.


"Heii bukan begitu maksud mas sayang, aduhh salah lagi dahh, maafkan mas kalau kamu tersinggung sayang"


Melihat wajah panik mas Astan aku langsung tertawa karena merasa lucu.


"Hahahha mas lucu sekali saat sedang panik begitu"


Mas Astan mencubit kecil pipiku karena gemas.


"Kamu yah, suka banget bikin mas panik"


Kami tak hentinya saling menggoda satu sama lain.


Aku sungguh merasa akulah wanita yang paling bahagia didunia.


//bersambung//


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท


Duhh pengen juga huuu๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


Ke kentanganku meronta gonta saat mengetik ini.


Dan satu lagi just info kalau aku suka banget sama lagu Natta reza ini, duhh baperan mulu kalau muter lagu itu.


Apalagi author tuh orang nya baperan tingkat dewa.


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ทjangan lupa like dan komen yah gaes๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท


โ™ฆโ™ฆjangan lupa follow akun aku jugaโ™ฆโ™ฆ


Laffyouallโคcinta kalyan๐Ÿ–ค