
Soundtrack)//jika-melly goeslaw (cover by aldhi feat peby putri) //
Kau meninggalkan aku dalam keadaan yang tak stabil
-mina-
Kami masih saja duduk diruang depan.
"Kamu istirahat saja dulu,kondisi kamu terlihat sangat tidak stabil saat ini. " Kak adin merasa cemas.
Aku menggeleng menolak itu, aku tak akan bisa beristirahat saat tau kalau mas Astan benar benar hilang dan tak tau keberadaannya.
"Kamu memang butuh istirahat sekarang,bagaimana kalau kamu jadi drop dan semakin parah? Alfa masih kecil sekali, ia tak tau apa yang terjadi dengan papahnya dan sekarang kamu ingin ia kehilangan kamu juga? " Mas ken kalau ngomong memang suka jleb tapi benar banget.
Kak adin mengangguk setuju dengan ucapan mas ken.
"Yasudah mas, kamu pergi saja mencari kabar tentang astan biar aku saja yang menjaga mina dan alfa disini" Ucap Kak adin.
Mas ken mengangguk bangkit dan menyetujui untuk menggantikan aku mencari mas astan.
"Mas kabarin yah kalau ada sesuatu" Kak adin.
Mas ken akhirnya keluar menuju lokasi.
"Yasudah kamu istirahat dulu yah biar kakak masak dulu" Ucap Kak adin bangkit dan berjalan menuju dapur.
Aku masih saja terdiam bengong mencoba mencerna kejadian ini.
Alfa tiba-tiba menangis keras dalam pamgkuanku, dan bodohnya aku ikut menangis melihat itu.
Aku seolah merasakan kalau saat ini alfa juga sedang merindukan mas astan yang tak kunjung pulang.
"Kamu rindu papah yah sayang? Hiks,, kita sama-sama berdoa semoga papah sehat dan kembali pulang" Aku mencoba mendiamkan alfa yang masih saja rewel itu.
Lagi lagi kalau alfa rewel begini pasti sedang lapar.
Akupun memberikan asik kepada alfa dan dia langsung diam saja menyusu dengan tenang.
Aku mengelus pelan kening alfa dan menciumnya memberikan kekuatan kalau kami pasti bisa bertahan menunggu saat dimana mas astan akan kembali pulang dan berkumpul lagi.
"Maafin mamah yah sayang tadi udah ninggalin kamu sendiri disini" Aku merasa bersalah sekali sampai lupa dengan alfa yang masih kecil kutinggalkan sendiri dirumah tanpa pengawasan.
"Kamu janji yah bakal sehat dan ikut mamah nungguin papah" Aku menangis sendiri setelah mengatakan itu.
Sedang alfa ia sudah mulai terlelap dialam mimpi tanpa tau apa yang terjadi saat ini.
Satu demi satu anak tangga aku naiki menuju kamar, namun langkah ku sangat berat saat ini bahkan untuk sekedar masuk karena aku masih merasakan kehangatan mas astan disana.
"Hiks,,, mas, aku rindu" Aku membuka pintu dan tentunya kosong melompong,tak ada seseorang disana.
Aku meletakkan alfa di keranjang nya dan duduk diteliti kasur melihat setiap sudut ruangan yang selama ini kami tempati.
Meja disudut tempat mas astan sering bekerja mulai dari berkutat dengan laptop dan beberapa berkas yang tak ada habisnya.
Aku seolah melihat ia tersenyum kearahku sembari mengenakan kaca mata anti radiasi dan melihat mas astan yang sesekali menyuruh aku untuk memijit dia saat sedang bekerja.
Bulir-bulir bening itu kian menderas tak bisa kutahan lagi, hanya saja aku menahan suara tangisanku agar alfa tak terganggu saat sedang tidur.
Aku melihat lagi kearah balkon tempat dimana aku dan mas astan sering duduk disana melihat pemandangan luar dengan sesekali mas astan melakukan banyak sekali cara untuk menggodaku dan sering membuat aku jengkel karena perlakuannya yang tak pernah bosan Menjahili ku.
Kami terlihat sangat bahagia kala itu, mas astan menarik bahuku agar semakin dekat dengannya dan memeluk tubuhku erat dan saat ini sudah tak bisa aku rasakan dekapan hangat dan nyaman itu.
Aku semakin tak kuasa menahan tangis, kugigit bibirku keras menahan tangisan yang semakin menjadi jadi itu.
Aku membaringkan tubuhku menutup seluruh tubuhku dengan selimut namun bukannya merasa tenang aku semakin merasakan sesak mengingat mas astan.
Biasanya setiap aku menoleh kesamping akan ada mas astan disana tersenyum dan membelai wajahku.
"Kamu kemana mas?,, kamu dimana? " Aku berbicara seolah saat ini mas astan sedang dihadapan ku.
"Kamu tau tidak? Aku merasa sangat sakit saat ini, aku butuh kamu"
Aku menghapus air mataku dengan cepat.
"Aku rindu hiks,,, " Aku memeluk diriku sendiri mencoba memberikan kekuatan padaku yang mulai terlelap karena kelelahan.
Aku berharap bertemu dengan mas astan bahkan dalam mimpi sekalipun itu.
Sementara adin yang sudah selesai memasak itu berjalan menaiki tangga untuk sekedar memanggil minat untuk makan tapi ia urungkan saat melihat minat yang sudah terlelap itu.
"Dia pasti sangat terpukul dengan kenyataan ini" Prihatin dengan kondisi mina yang terlihat sungguh putus asa itu.
"Dia masih sangat muda untuk menghadapi ini sendirian" Adin menutup pintu dengan pelan.
Panggilan masuk dan segera ia angkat karena itu dari ken suaminya.
"Halo mas,, bagaimana? " Tanya adin sangat penasaran dengan keadaan disana.
Ken terdengar sangat putus asa dari tarikan nafasnya yang sungguh berat itu.
"Ba,, bagaimana mas? Apa ada sesuatu yang memberikan kita petunjuk? " Adin semakin takut saja karena mendengar helaan nafas berat itu dari Seberang.
"Saat ini tim evakuasi sedang berusaha mencari beberapa korban yang dinyatakan hilang, dan untuk saat ini yang mereka temukan masih berjumlah 25 dan satupun tidak ada yg selamat, jadi kalaupun astan ditemukan mungkin kecil sekali harapan untuk ia selamat" Adin saja yang bukan siapa-siapa nya astan merasa sangat kaget dan jantungnya berdetak sangat kencang.
Bagaimana kalau mina yang mendengar ini? Pasti dia akan gila rasanya (╥ω╥`).
"Untuk saat ini kita rahasiakan dulu dari mina, karena kita juga tidak tau bagaimana pastinya, kita doakan saja semoga ada keajaiban yang menjadikan astan selamat dalam musibah besar ini" Ken dengan suara yang terdengar putus asa.
"Iya mas, aku sendiri tak akan sanggup mengatakan ini pada mina,aku takut ia semakin merasa terpukul" Adin menghapus air mata yang lolos dari pelupuk matanya merasa kasihan kepada mina.
"Hmm, dimana dia sekarang?"
"Dia sedang tidur mas, mungkin karena kelelahan"
"Yasudah mas tutup yah sayang, kamu jaga mina dan alfa, mas lanjutkan lagi membantu tim evakuasi untuk mencari korban lainnya dan semoga saja astan cepat ditemukan" Ken
Dan adin mengiyakan lalu memutuskan sambungan telepon.
Adin masih saja merasa sangat terkejut dengan berita yang suaminya sampaikan tadi.
Membayangkan ia berada diposisi mina membuat ia merasakan bagaimana perasaan mina saat ini.
"Semoga saja astan selamat dan kembali kepada anak dan istrinya" Adin berdoa dengan sepenuh hatinya.
//Bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Huuuuᕕ( ཀ ʖ̯ ཀ)ᕗ🤧🤧🤧
Aku lagi lagi mewek nulisnya.
Ngk kebayang aja gitu kalo kita diposisi mina saat ini.
🔷🔷jangan lupa like, komen, favorit dan rate 5 yah cuyung cuyung ku 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga heheh♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤
🌿🌿follow my instagram 🌿🌿
@sopiakim_