Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
kamu tega mas


Soundtrack//a poem called you-taeyon (SNSD)//


Aku merindukan kamu sampai mau gila rasanya


-mina-


        Aku masih tertidur pulas dalam dekapan diriku sendiri.


Aku merasakan elusan pelan dipucuk kepalaku sendiri dan aku tau sekali elusan ini.


Aku tidak mungkin bermimpi kan? Ini benar-benar elusan yang sering mas astan lakukan saat sedang Menjahili dan memberikan aku kasih sayang.


Aku perlahan membuka mata dan dikagetkan oleh mas astan yang saat ini duduk dihadapanku sembari tersenyum merentangkan tangannya berharap aku menghambur kedalam dekapan dada bidangnya itu.


Aku langsung menangis dan melompat kedalam dekapan hangat itu.


Aku meluapkan tangisanku sekeras-kerasnya mungkin.


Elusan dan tepukan pelan dapat aku rasakan dari tangan kekar mas astan.


Apa ini nyata?aku sungguh merasakan ini sangat nyata dan pelukan ini sungguh sangat nyata sekali.


Mas astan melepaskan pelukan kami dan mengangkat wajah sendu penuh air mataku itu agar menghadap kearahnya.


Ia mengusap pelan pipiku, menyeka setiap air mata yang tersisa disana.


Ia tersenyum namun senyuman itu terlihat sangat menyakitkan sekali untuk dipandang.


"Kenapa menangis hmmm? Padahal baru sehari saja mas tak disampingmu sayang" Ucapnya mengelus pipiku menghilangkan bekas air mataku itu.


Aku semakin menangis mendengar itu"dan dalam satu hati itu semuanya sungguh menyiksaku mas hiks,,, kamu kemana saja? Aku telpon tidak menjawab dan mas dikabarkan menghilang hiks,, kamu tega mas"aku semakin menangis sekeras yang aku bisa.


Mas astan menggeleng dan menarik tanganku"mas tidak pernah menghilang sayang, mas ada disini selamanya"ia meletakkan tangannya tepat di dadaku seolah mengatakan kalau ia akan selalu abadi di dalam hatiku.


Aku memeluk mas astan lagi dan lagi, mengeratkan tanganku seolah aku sungguh tak ingin kehilangan mas astan.


"Kamu jangan menangis lagi sayang, mas ada disini di dekatmu"


Aku mengangguk mencoba untuk menyudahi tangisanku yang sangat menyakitkan itu.


"Mas janji jangan buat aku takut seperti ini lagi hikss"


Mas astan mengangguk tersenyum dan mendekatkan wajahnya padaku.


Sedikit lagi bibir kami akan bersatu aku tiba-tiba tersadar dan sedikit kaget.


Mataku terbuka lebar dan melihat langit langit dikamar itu.


Aku bangkit dan duduk.


Apa aku Hana bermimpi tadi? Jadi kedatangan mas astan hanya mimp6dan ilusi ku semata?.


Kenapa rasanya sangat nyata sekali, wajah mas astan dan juga dekapannya sungguh sangat nyata kurasakan.


Aku menangis merasa sakit hati bahkan dalam mimpi saja kami tak di ijinkan untuk bersama lebih lama lagi.


"Hiks,,, mas jahat sama aku hiks,, " Aku memeluk diriku sendiri merasa sangat sesak.


Aku sungguh berharap tidak usah bangun lagi agar tetap bisa bersama mas astan bahkan dalam mimpi sekalipun.


Kenapa rasanya semakin menyesakkan sekali setelah memimpikan mas astan.


Seolah aku merasakan kalau mas astan semakin menjauh dan jauh dariku.


"Hiks,,, " Aku menangis sekeras yang aku bisa hingga pintu terbuka memperlihatkan kak adin yang panik berlari ke arahku.


"Kamu kenapa dek? " Kak adin duduk disamping ku dan memeluk tubuhku dengan sayang.


Aku dapat merasakan ke khawatiran dari pelukan Kak adin.


"Hiks,,  mas astan Kak,, hiks,,  "


"Kita harus kuat dek, kakak yakin astan pasti sedang berjuang juga untuk bisa kembali kerumah ini berkumpul dengan mu dan alfa"


Setelah mengatakan itu adin merasa sangat jahat memberikan harapan pada mina padahal sudah sangat tipis sekali harapan untuk astan akan bisa berkumpul dengan mereka lagi.


Mina menangis keras dalam pelukan adin.


"Rasanya sungguh menyakitkan Kak hiks,, aku seperti ingin mati saja hiks,, "


Adin mengangguk "kakak mungkin tidak merasakan segala rasa sakitmu itu dek, tapi kakak juga tau betapa kamu sangat tersiksa karena ini semua, kakak mohon kamu kuat dan bertahan"


Adin masih saja merasa bersalah karena menutupi fakta bahwa astan memiliki kemungkinan yang kecil untuk selamat.


Alfa mungkin terganggu dengan tangisan mina yang sangat keras tadi atau karena ikatan batin antara mina dan alfa hingga alfa terbangun dan menangis sangat keras.


Adin langsung berdiri mengangkat alfa dari keranjang dan mencoba mendiamkan alfa.


Mina yang semula menangis keras itu langsung menangis dalam diam.


Menutup mulut dengan deraian air mata tak ingin alfa tau kalau saat ini ia sangat hancur dan berantakan.


Sungguh ia sudah hilang harapan dan sangat ingin menghilang juga dari dunia fana ini.


Tapi lagi lagi kembali ke alfa yang masih sangat membutuhkan ia sebagai seorang mamah.


Ia tak boleh egois mementingkan perasaan nya saja tanpa peduli kepada alfa yang tak tau menau tentang semua ini.


Mina meraih alfa dari adin dan memeluknya dengan erat.


"Oh iya kak, ada ngk kabar dari mas ken? " Mina sudah mulai tenang dan menimang nimang alfa dalam pangkuannya.


Adin terlihat sangat kaget dengan pertanyaan mina tadi.


"Emmm tadi mas ken nelpon kalau saat ini mereka masih saja melakukan pencarian" Ucap adin tanpa mengatakan selebihnya lagi.


Minat hanya terdiam menunduk karena ia sungguh berharap ada kabar baik dari ken.


"Kakak bisa ngk jagain alfa dulu, biar aku ikut nyariin mas astan" Mina tiba-tiba bangkit dan berniat mencari astan seperti yang saat ini ken lakukan.


Adin menggeleng "kaka tidak masalah jika harus menjaga alfa, tapi ini bukan lagi kuasa kita, bahkan tim evakuasi yang sudah berkali-kali menangani hal seperti ini belum juga menemukan astan, apalagi kita yang tak tau apa apa, jadi kakak mohon kamu tenangin diri kamu dulu baru nanti kita pikirkan bagaimana cara kita mencari astan" Adin menahan mina.


Mina langsung terduduk kembali.


"Tapi kak, aku ngk bisa diam aja dirumah sementara orang lain sibuk mencari mas astan hiks,, "


Lagi lagi hanya air mata yang bisa ia tumpahkan.


"Kakak tau betul bagaimana perasaanmu, tapi coba pikirkan jika kamu gegabah seperti ini bukanlah ide yang baik, kakak mohon tolong tenangin dulu pikiran kamu lalu kita cari jalan keluar" Adin juga ikutan stress memikirkan semua ini.


Mina terdiam sembari memangku alfa yang masih saja diam dan terlihat tenang itu.


Ia memang mengakuinya,yang adin ucapkan benar sekali karena saat ini pikiran mina sangat kacau dan bisa saja sewaktu-waktu ia melakukan hal hal aneh dan membahayakan dirinya sendiri seperti tadi saat tiba di pelabuhan.


Namun kembali lagi kerasa resah yang ia rasakan, bagaimana ia bisa diam menunggu kabar saat orang orang sibuk mencari dan mencari.


Rasanya hidup ini sungguh berat bagi mina, cobaan ini terlalu berat dan hampir tak sanggup ia hadapi lagi.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh aku sedih beneran ini🤧


Ngk sanggup lagi buat ngetik nya huuuu(╥ω╥')(╥ω╥')


🔷🔷jangan lupa like, komen, favourite dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤


🌿follow my instagram 🌿


@sopiakim_