
Soundtrack//you Were beautifull-day6//
Pernah aku berhenti berharap namun, kamu datang dan menjadikan harapanku itu menjadi lebih terlihat jelas
-mina-
Air mata ku masih saja mengalir lebih deras lagi dari yang tadi. Sedangkan mas Astan berkali-kali bertanya apa yang membuatku masih saja menangis seperti ini?.
"Sayang,kamu kenapa hmmm? " Mas Astan turun dari sofa dan berjongkok dihadapanku menghapus bulir penuh haru itu dengan pelan dengan kedua jempolnya.
Tangisanku semakin pecah dan segera aku menghambur kedalam dekapan mas Astan yang dengan cepat ia balas dan sesekali menepuk pelan punggung bergetar ku.
"Diam yah sayang,mas minta maaf kalau mas ada salah"
Mendengar itu lagi lagi aku merasa jahat, aku yang banyak salah pada mas astan, tidak ada saat ia sedang butuh butuhnya dengan kehadiranku.
"Udah dong sayang nangisnya, mas jadi ikutan sedih liatnya, nanti kepala kamu malah sakit sayang" Mas astan.
"Aku minta maaf mas, hiks,,, aku minta maaf karena sudah tidak ada disaat mas butuh seseorang untuk merawat mas" Aku semakin tidak berdaya karena rasa bersalah yang kian bertambah diulu hatiku.
Mas astan tersenyum kearahku dan menghapus kembali air mata yang masih deras itu"Hei, mas sungguh tidak apa apa sayang,sudah yah kamu nanti bisa sakit jika terus terusan menangis. Sejak tadi siang hingga kini malam kamu sudah sering menangis sayang "mas astan merapikan rambutku yang terkena wajahku.
Aku mencoba untuk tetap tenang,ucapan mas astan memang berhasil membuatku sedikit tenang namun tetap saja rasa bersalah itu masih tetap ada.
" Yasudah kita tidur yah sayang "mas Astan tiba-tiba mengangkat tubuhku ala bridal style dengan tanganku melingkar sempurna dilehernya.
Aku memeluk erat leher mas astan dengan kepalaku aku sandarkan didada bidang sandarable miliknya.
Mas astan membuka pintu kamar dengan pelan dan kembali menutupnya dengan pelan pula.
Tubuhku ia baringkan diatas tempat tidur dan disusul oleh mas astan yang juga ikut menaiki kasur dan memeluk tubuh ku dengan erat.
" Tubuh ini yang mas rindukan setiap malam, hari, jam, menit hingga detik"bisik mas astan ditelinga ku hingga aku sedikit merasa geli.
"Mas sangat merindukan kamu sayang" Mas astan mengangkat wajahku hingga kini wajah kami sangat dekat dengan mata yang saling mengunci pandangan satu sama lain.
Mas astan mendekatkan wajahnya kearahku hingga aku memejamkan mataku menunggu bibir sedikit tebal itu melu*mat dan menghisap bibirku seperti biasanya.
Namun sampai kini tak ada tanda tanda sebuah bibir sedang menempel di bibirku.
Aku membuka mata dan mendapati mas astan yang sedang tersenyum menertawakan aku yang sudah salah sangka tadi.
"Kamu mikir apa hmmm? Pengen yah mas cium? " Goda mas astan.
Memang tidak pernah berubah yah?Masih saja suka menggoda aku.
Aku dengan cepat menarik wajah mas astan dengan merangkul lehernya dan bibirku dengan pasti sudah mendarat dibibir mas astan dengan mata terpejam aku perlahan melu*mat bibir yang sudah sangat lama aku rindukan luma*tannya dan juga hisapan nya.
Mas astan sendiri yang sedang tertawa tadi tiba-tiba bungkam dan menatap bingung ke arah ku, terdiam menunggu dan memperhatikan sampai sejauh mana aku akan bertindak.
Ia masih saja diam saat aku sedang gencar gencarnya menghisap bibir atas juga bawahnya secara selang seling.
Aku melepaskan pa*gutan itu dan setelah itu aku langsung merasa malu sendiri dengan menutup tubuhku dengan selimut hingga menutupi wajahku.
"Hei,, kenapa langsung tidur sayang? Kamu malu? Padahal tadi kamu sangat seksi sayangas astan masih saja mencoba menggodaku lagi.
Sungguh aku sangat malu sekarang,kenapa aku bisa seliar itu tadi? Pasti rasa rinduku sudah membuat aku kehilangan urat malu sesaat.
Aduhh aku sungguh sangat malu kepada mas astan.
" Sayang,, kamu tidak sedang malu kan? "Tanya mas astan mencoba menarik selimut yang aku tahan itu.
Dan dengan satu tarikan mas astan berhasil menariknya hingga wajah memerahku sudah terlihat jelas saat ini.
Namun mas astan dengan cepat menindih tubuhku dan melahap bibirku tanpa ampun.
Ia kul*um besar bibir imut ku tanpa henti dengan hisapan yang terdengar jelas di pendengaran ku.
Suara bibir kami yang beradu itu terdengar sangat jelas apalagi bibirku yang sudah basah terkena saliva mas astan yang saat ini masih saja setia melu*mat dan mengecup berkali-kali bibirku yang sudah terasa bengkak itu.
" Akh,, "mas astan turun ke leherku dengan kecupan kecupan dan hisapan hingga begitu banyak tanda Merah merah disana sini.
" Akhh,, akhh "aku tak bisa menahan desahan ku saat mas astan juga menghisap sedikit belahan dadaku.
Ia juga menjilat nya tepat diantara gunung kembar itu dengan sesekali menghisap lagi lagi meninggalkan tanda disana.
" Akhhh"mas astan dengan cepat membungkam bibir penuh desahan itu dengan bibirnya yg masih saja haus akan ciuman ku itu.
Aku pun mengalungkan tanganku dileher mas astan dan membalas ciuman itu hingga kami berdua seolah sedang berlomba siapa yang paling rakus saat melu*mat dan menghisap satu sama lain.
Mas astan masih saja mencium bibir ku dengan tangan nakal yang mulai masuk kedalam baju terusan tidur pendek ku.
Aku memang tidak sedang memakai celana saat ini dan hanya mengenakan CD dan juga beha lalu ditutupi dengan baju tidur terusan diatas lutut.
Dapat aku rasakan kalau tangan liar mas astan sudah berhasil membuka kancing kut*ang ku.
"Akhhh" Remasan demi remasan ia berikan kepada gunung ku sebah kiri dan kanan bergantian.
Masih dengan mengenakan pakaian lengkap aku mengerang berkali-kali karena tangan liar mas astan yang masih terus terusan meremas kedua gunung ku itu.
"Akhhh,, sakit mas,, akhhh" Lirih ku dan dibalas dengan senyuman dari mas astan.
"Nanti juga enak sayang" Mas astan membuka bajunya sendiri dan kembali lagi kearea bibirku yang sejak dulu menjadi candu bagi mas astan.
Aku tidak tau apa yang menjadikan bibirku ini sangat membuat mas astan selalu bergairah, ia tak pernah bosan melahap bibirku ini hingga bengkak.
"Akhhh" Tangan nakal itu lagi lagi mulai menyentuh segala bagian sensitif di tubuhku.
Sungguh mas astan pasti sedang mencoba menggodaku.
"Akhhh mas,, akhhh" Desahan itu lagi lagi keluar dari bibirku padahal aku sudah mencoba menahannya.
"Jangan ditahan sayang,kita akan masuk kedalam intinya"
Bajuku dengan mudah dilepas oleh mas astan bersamaan dengan kedua kain pelindung itu.
Dan kami berdua masuk kedalam selimut dengan mas astan yang langsung melakukan intinya hingga aku tak bisa berhenti mendesah nikmat dalam malam panjang itu.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Tulunggggg🤤🤤🤤🌚🌚🌚.
Mereka berdua sedang melepas rindu gaes, jadi maklum yah🤤
🔷🔷jangan lupa like, komen dan rate 5 yah🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Cinta kalyan🖤
Follow my instagram@sopiakim_