Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
30.aku menciumnya? (S2)


❄selamat membaca❄


     Setelah ku ancam akan menghukumnya jika ia belum juga berhenti menangis ia langsung diam dan tak berani lagi untuk berubah. Terdiam seribu bahasa dilantai.


Aku pun berdiri dan berjalan menuju luar rumah untuk memerintahkan alga mengantar paket ke kantor, tidak lupa juga aku menyuruhnya membereskan semua kotak makanan itu dari meja security.


Aku juga memesan berbagai jenis makanan dari GO-FOOD seperti alga tadi. Sepertinya gadis bodoh itu memang sangat menginginkan nya. Ah bukan bukan sepertinya aku yang menginginkan nya bukan dia, jadi dia bukanlah alasan untuk aku memesan makanan ini.


Setelah memesan dari hape aku kembali menuju kamar disana ia masih saja terdiam dilantai. Apa ia sungguh takut yah hingga tak berani bahkan untuk sekedar beranjak pergi.


"Kenapa masih duduk seperti pengemis disitu? "Ia hanya terdiam mendengar hinaan ku itu. Apa ia lagi-lagi mengabaikan ucapanku yah? Dari mana tepatnya ia mendapat keberanian itu hingga sejak tadi ia sudah berkali-kali mengabaikan ucapanku.


"Kamu lagi lagi tidak menghiraukan saya? Waahh apa lebih baik kita hitung saja sudah berapa kali tepatnya kamu tak menjawab pertanyaan saya?agar saya tau berapa kali harus menghukum mu," Ucapku dengan penuh penegasan.


Dan benar saja ia langsung bergerak panik karena mendengar ucapanku. Kalau ia sungguh tidak bisa melawan aku kenapa tadi ia bersikap seolah akan memberontak.


"Baik tuan saya berdiri,,apa tuan masih ada keperluan yang harus saya kerjakan?kalau tidak saya ingin keluar sebentar mungkin mas alga belum selesai makannya."


Aku tak bisa lagi menahan tawa saat mendengar ucapannya itu. Sungguh ini sangat lucu sekali, apa yang sedang ia pikirkan? Bagaimana ia bisa berkata begitu?.


Aku terus saja tertawa karena merasa ia sungguh sangat lucu, ia terlihat heran dan kesal karena ku tertawakan sejak tadi. Tapi jujur ini sangat lucu.


"Baru kali ini saya bertemu dengan orang yang tidak tau malu seperti mu hahahahah,sudah meninggalkan dia sendiri tadi dan sekarang kamu ingin datang lagi dengan niat ingin ikut makan? Hahahha lucu sekali,"ucapku lagi-lagi menahan tawa karena ini sungguh lucu apalagi wajahnya saat ini mendukung sekali untuk ditertawakan.


Ia terlihat sangat kesal mendengar cemoohan ku tadi. Tali sungguh ini sedikit menghibur. Mengerjai nya memang sangat menguntungkan untuk dijadikan sebagai ajang lelucon.


"Kalau tuan sudah tidak ada keperluan saya permisi."ia keluar dari kamar menuju post mungkin.


Aku tak akan menahannya untuk pergi karena alga dan segala makanan itu sudah tidak ada disana hahaha.


Aku turun menuju ruang depan melihat dari jendela bahwa dia sudah terduduk lesu menatap ke arah luar. Lihatlah dia yg terlihat seperti sedang putus harapan itu.


Kenapa ia sungguh lucu sih?membuat aku tak bisa berhenti untuk mengerjainya.


Tak lama dari itu petugas GO-FOOD datang dengan beberapa kantong plastik pesananku. Saat aku hendak berjalan kesana terlihat gadis bodoh itu sangat bersemangat karena melihat pesanan itu. Apa dia sebegitu inginnya makan makanan itu? Padahal sudah sering aku pesan selama ini dan meletakkan nya diatas meja. Salah sendiri tak dimakan.


Saat ia hendak menandatangani pesanan itu ku tarik dengan cepat dan menyelesaikan segala administrasi nya lalu aku berjalan meninggalkan nya seolah ia tak ada disana.


"Tuan,, kenapa tiba tiba tuan memesan makanan sebanyak itu?"ia berjalan mengikutiku. Dasar gadis bodoh, terlihat sekali ia sungguh menginginkan makanan ditanganku saat ini.


Pembalasan dimulai sekarang. Aku memilih mengabaikan ucapannya dan bersikap seolah ia tak ada disana.


"Tuan,, bukankah tuan memesan terlalu banyak yah?kalau tuan tidak keberatan saya siap kok membantu tuan dengan ikhlas hati,"ucapnya berdiri di hadapan ku menghalangi pandangan ku dari televisi.


Susah sekali untuk menahan tawa saat mendengar ucapannya itu. Kenapa ia sangat lucu hari ini?.


Aku menggigit satu potong paha ayam dihadapan nya hingga ia terlihat sedang menelan ludah Karena merasa ingin. Aku mengangkat kepalaku dan menatap heran kearahnya yang sejak tadi berdiri seperti orang bodoh dihadapan ku.


"Mau sampai kapan kamu berdiri seperti orang bodoh disana? "Aku merasa terganggu melihat ia berdiri disana. Menghalangi ku menonton televisi saja.


Ia dengan semangatnya tersenyum ikut duduk disampingku sembari memegang kotak makanan itu.


"Terimakasih tuan, tuan memang baik hati,"tuturnya meraih sepotong ayam itu dan mencoba untuk menggigitnya namun aku tak akan semudah itu memberikan nya.


Lagi-lagi ayam yang hampir ia makan itu jatuh ke lantai hingga ia lagi-lagi tak bisa makan makanan yang sungguh ia inginkan ini.


"Sedang apa kamu? " Kutanyai ia dengan wajah heran sedang ia terlihat sangat kecewa menatap sepotong ayam itu dengan penuh rasa haru.


"Bukankah tuan yang meminta saya bergabung ikut makan,tuan berkata mau sampai kapan kamu akan berdiri disana?bukankah itu pertanda bahwa tuan ingin saya ikut duduk dan makan disini kan?" Wahh otaknya seperti nya memang tidak ada atau sudah tidak berfungsi lagi. Kenapa ia bisa berpikir seperti itu?.


"Sepertinya kamu memang tak memiliki otak yah?saya sedang menyuruh kamu pergi dari hadapan saya,kamu menghalangi saya yang ingin menonton televisi,dengar tidak gadis berotak kayu?"aku tersenyum mengejeknya dan menekan kepalanya dengan telunjuk ku.


"Tuan,, tuan sudah pasti tak akan mau dengan ayam yang sudah jatuh ini kan? " Aku dengan cepat mengangguk saat mendengar itu. Siapa yang mau memakan makanan yang sudah jatuh seperti itu? Hanya orang tak waras yg mau.


Dan orang waras itu adalah gadis bodoh ini. Diluar dugaan sekali ia berkata demikian.


"Kalau begitu untuk saya saja tuan,"ia dengan semangat mengambil ayam itu dan benar-benar akan memakannya.


Aku dengan cepat mencekal nya dan menarik ayam itu dari tangannya. Dia bodoh atau bagaimana? Kenapa ia sungguh bodoh hingga mau memakan ayam yang sudah jatuh tadi?.


Ia pun terdiam menatap kearah lain. Dan dapat kulihat dengan jelas bahunya bergetar. Apa ia menangis yah? Kenapa ia sungguh random sekali sih?.


"Hiks,, tuan!! Bukankah tuan sudah mengatakan kalau tuan tidak ingin ayam yang sudah jatuh tadi? Kenapa tuan merebutnya dari saya hiks,, padahal saya sudah pengen makan ayam itu hiks,, "ia menangis dengan keras dan berkata ini itu.


Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh saat melihat ia seperti ini. Mataku tak hentinya tertuju kearah bibir merahnya yang terlihat sangat lembut itu. Pasti sangat nyaman saat mengecupnya. Astaga astan kamu mikir apa sih?. Dasar sudah gila yah kamu?.


Aku mencoba mengabaikan dia yg menangis itu dan mencoba menghilangkan pikiran ku yang travel kemana mana itu.


"Hiks,,,tuan jahat." Ia masih menangis dengan wajah yang terlihat kesal.


Aku semakin tidak bisa mengendalikan diri saat melihat bibir merah itu. Bukan kali pertama sih aku merasa tidak tahan melihat bibir merahnya itu. Tapi kali ini berbeda, jarak kami sangat dekat dan akhh..


"Hiks,, tuan pasti belum pernah merasakan bagaimana rasanya saat orang susah seperti saya sangat ingin memakan makanan seperti itu dan saat mendapat kesempatan tiba tiba saja kehilangan kesempatan itu,, hiks,, tu,,, mphhh"


Aku sudah mencoba menahan berkali-kali namun aku sudah tidak tahan lagi. Bibirnya begitu mengundang aku untuk menciumnya.


Ia yang awalnya menangis sembari berkata banyak hal langsung diam karena aku bungkam bibirnya dengan bibirku yang sudah tidak tahan lagi.


Seperti dugaan ku, bibirnya sangat lembut dan jujur rasanya sangat manis membuatku menginginkan lebih dari sekedar menempelkan nya.


Ia yang awalnya kaget dan terdiam kini sadar dan mencoba untuk berontak. Entah kenapa aku sungguh tak ingin melepaskan bibirnya saat ini, aku ingin lebih dan lebih lagi.


Perlahan ku gerakkan bibirku hingga satu kulu*man besar kuraup bibirnya itu. Mel*umat dan menghisap bibir bawah juga atasnya secara bergantian.


Aku tak bisa memungkiri kenikmatan ini. Aku ingin lebih dan lebih lagi.


Aku masih saja melakukan aktivitas yang sama, menghisap bibirnya yang manis itu layaknya seekor lebah yang menghisap madu dari bunga.


Ia diam saja saat ku perlakukan seperti itu. Bagaimana yah,, sepertinya aku mulai menyukai bibir lembut dan kenyal ini.


Seperti yang ku katakan bahwa aku menginginkan lebih dan lebih dari bibir ini hingga aku berinisiatif memasukkan lidahku kedalam mulutnya yang kaku itu.


Aku menggerakkan lidahku didalam mulutnya mulai dari mengabsen satu persatu giginya hingga mengajak lidahnya bergulat disana.


Aku kembali menghisap bibirnya dan memberikan ******* demi ******* disana.


"Hiks,, " Ia menangis disela-sela ******* yang kuberikan hingga aku dengan cepat melepaskan tautan bibir itu.


Tunggu!ada apa dengan ku? Kenapa aku menciumnya? Astan kamu sudah gila yah?.


"Kenapa menangis?untuk mendapatkan sesuatu pasti harus merelakan sesuatu juga kan?jadi untuk bisa makan enak seperti keinginan mu kamu bisa melakukan hal tadi,jadi silahkan dimakan karena kamu sudah membayar nya."


Aku dengan cepat beranjak meninggalkan dia yang aku sendiri tidak tau bagaimana keadaan nya diruang tamu. Aku sungguh merasa bodoh telah melakukan hal bodoh itu.


Jangan bilang kalau aku tergoda hanya karena bibir gadis murahan itu. Akh,, sudah gila aku.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa ya dukungan nya🍁