
...Soundtrack//lighting up your world-janet//...
...Sikapmu terkadang membuatku bingung,sebenarnya kamu membenciku atau bahkan sebaliknya?...
...-mina-...
Setelah mengancamku tadi mas Astan keluar dari kamar dan kembali lagi.
Aku masih terduduk dilantai,masih terasa kecewa sebenarnya tapi dari pada saat astan nanti marah dan memukuli ku lebih baik aku diam saja,mungkin belum saatnya aku makan enak.
"Kenapa masih duduk seperti pengemis disitu? " Tanya mas astan.
Terserah mu lah mas mau ngatain aku pengemis atau pakir miskin terserah saja.
"Kamu lagi lagi tidak menghiraukan saya? Waahh apa lebih baik kita hitung saja sudah berapa kali tepatnya kamu tak menjawab pertanyaan saya?agar saya tau berapa kali harus menghukum mu," Tutur mas Astan lagi lagi membuat kekuasaannya untuk membuatku tak bisa mendiamkan dia.
"Baik tuan saya berdiri,,apa tuan masih ada keperluan yang harus saya kerjakan?kalau tidak saya ingin keluar sebentar mungkin mas Alga belum selesai makannya," Ucapku.
Dia tertawa bahkan hampir terbahak bahak"hahahaha."
Apa yang dia tertawakan?aku tidak sedang melucu loh,bahkan dari wajahku saja terlihat kalau saat ini aku ingin menjambak rambut rapinya itu,memukul dadanya sekeras yang aku bisa, menjengkelkan saja.
Dia masih tertawa tanpa alasan,ingin kutinggalkan saja tapi takut dihukum lagi"Baru kali ini saya bertemu dengan orang yang tidak tau malu seperti mu hahahahah,sudah meninggalkan dia sendiri tadi dan sekarang kamu ingin datang lagi dengan niat ingin ikut makan? Hahahha lucu sekali."tawa mas Astana belum juga reda.
Baru kali ini juga aku bertemu dengan manusia jahat seperti mu mas,sudah merebut waktu makan enakku dan tak ada rasa bersalah sama sekali,bisa bisanya dia masih tertawa begitu?
"Kalau tuan sudah tidak ada keperluan saya permisi," Ucapku berlari keluar dan langsung menuju meja security.
"Mas Alga,,, mas dimana? " Tanyaku berkali kali.
Tak ada mas Alga disini,kotak makanan itu juga ikut menghilang.
Habis sudah harapanku,ini semua gara gara mas Astan.
Aku duduk dikursi security melihat kearah jalan raya yang tidak terlalu ramai karena hari ini hari libur mungkin orang orang lebih memilih beristirahat.
Biasanya aku tak akan bisa menghitung berapa mobil dan motor yang sedang lewat saking ramainya,tapi kali ini aku bisa menghitung 26 motor dan 17 mobil yang lewat.
"Permisi neng,ini pesanannya," Ucap seorang sopir GO-FOOD seperti yang mas Alga pesan tadi,apa mas alga memesan lagi?tapi dimana mas Alga.
"Mbak,, tolong tanda tangan nya," Ucap petugas pengantar itu"ahh iya Pak,,"ucapku hampir memegang pulpen itu.
Tapi mas Astan sudah lebih dulu meraih pulpen itu dan menandatangani nya"Ini pesanan saya pak."mas Astan lalu meraih kantung plastik berisi makanan sepertinya.
Kenapa banyak sekali sih?apa mas Astan ingin berbagi dengan ku?.
Seperginya tukang go food itu, mas Astan berjalan masuk.
"Tuan,, kenapa tiba tiba tuan memesan makanan sebanyak itu?" Aku mengikuti mas Astan hingga sampai disofa ruang tamu.
Dia tak menjawabku, dia malah sibuk membuka kotak makanan itu, apa dia sedang membalasku yah?karena sejak tadi aku tak menghiraukan pertanyaan dia.
Ayo Mina! Jangan menyerah tetap semangat dan bujuk mas Astan agar mau berbagi dengan mu.
"Tuan,, bukankah tuan memesan terlalu banyak yah?kalau tuan tidak keberatan saya siap kok membantu tuan dengan ikhlas hati," Ucapku berdiri dihadapan mas Astan yang mulai menggigit sepotong paha ayam goreng.
Aku menelan ludah merasa ingin,sungguh ini adalah penyiksaan yang sebenarnya.
Dia tak menjawab dan lanjut makan,melihatku saja pun tidak,memang makanan enak bisa membuatmu lupa diri.
Dia tiba tiba mengangkat wajahnya dan melihat kearahku, apa mas Astan tergerak untuk memintaku bergabung?sudah kuduga mas Astan pasti akan memintaku ikut makan,karena makanan itu sangat lah banyak tak akan mampu dimakan jika itu seorang diri.
Dia melihatku lama dan tak berkedip sekalipun,apa mengucapkan ayo ikut makan sesusah itu yah? Lama sekali sih sudah tak sabar aku.
"Mau sampai kapan kamu berdiri seperti orang bodoh disana? " Tanya mas Astan.
Akhirnya dia mengajak ku juga,dari pertanyaan nya saja aku sudah faham kalau ia menyuruhku ikut duduk dan bergabung makan dengan nya.
"Terimakasih tuan, tuan memang baik hati,"ucapku duduk disampingnya dan mengambil sepotong ayam goreng lalu hampir menggigitnya.
Namun,,,,
Lagi lagi,, mas Astan mencekal tanganku hingga ayam goreng itu jatuh ke lantai.
"Sedang apa kamu? " Tanya mas Astan.
"Bukankah tuan yang meminta saya bergabung ikut makan,tuan berkata mau sampai kapan kamu akan berdiri disana?bukankah itu pertanda bahwa tuan ingin saya ikut duduk dan makan disini kan?" Aku tersenyum merasa bangga karena kali ini aku berhasil memahami ucapan mas Astan.
Mas Astan juga tersenyum,apa dia juga senang yah karena kali ini ia tak perlu marah marah agar aku faham"sepertinya kamu memang tak memiliki otak yah?saya sedang menyuruh kamu pergi dari hadapan saya,kamu menghalangi saya yang ingin menonton televisi,dengar tidak gadis berotak kayu?"tutur mas Astan tepat dihadapkan ku dan tidak lupa juga dengan telunjuknya yang menekan kepalaku tepat diarea otak.
Duhh malunya mina!!
Lagi lagi gagal makan enak.
Aku menunduk memandangi ayam yang jatuh ke lantai itu,sayang sekali sih.
Ini lebih baik dari pada jatuh ditanah seperti tadi,lagian lantainya juga bersih kok tak masalah sepertinya jika aku makan.
"Tuan,, tuan sudah pasti tak akan mau dengan ayam yang sudah jatuh ini kan? " Tanyaku pelan.
Hampir lagi masuk ke mulutku mas Astan mengacau lagi dengan merebut ayam jatuh ku, apa sih maunya mas Astan?kenapa sangat tega begitu bahkan ayam jatuh yang ia tolak tadi masih ingin ia kuasai.
Sudahlah Mina, sadarlah posisimu!tak mungkin mas Astan akan membiarkan tahanannya makan enak dan hidup bahagia.
Air mataku jatuh,aku sungguh sudah berkali kali kecewa hampir menggigitnya,kenapa hanya satu gigitan saja sangat susah aku dapatkan?.
Aku menghadap kearah lain dan menghapus air mataku dengan pelan.
Tapi kali ini menurutku mas Astan sudah keterlaluan,ayam yang jatuh itu sudah jadi milikku sekarang kenapa ia merebutnya dariku?.
"Hiks,, tuan!! Bukankah tuan sudah mengatakan kalau tuan tidak ingin ayam yang sudah jatuh tadi? Kenapa tuan merebutnya dari saya hiks,, padahal saya sudah pengen makan ayam itu hiks,, " Aku menangis dihadapannya.
Kenapa dengan ku?aku sungguh merasa tak tega melihatnya begini,biasanya aku merasa tak tega karena melihat dia terlihat seperti dyva, tapi kali ini beda, dia tidak terlihat seperti dyva tapi aku tak sanggup melihatnya menangis begini
"Hiks,,,tuan jahat," Ucapku sambil menangis.
Mas Astan masih terdiam dan menatapku dengan tatapan yang sulit untuk aku fahami.
"Hiks,, tuan pasti belum pernah merasakan bagaimana rasanya saat orang susah seperti saya sangat ingin memakan makanan seperti itu dan saat mendapat kesempatan tiba tiba saja kehilangan kesempatan itu,, hiks,, tu,,, mphhh,,," Aku tak bisa melanjutkan kata kataku.
Apa ini?
Apa mas Astan sedang mencium bibirku?
Aku mematung diam saat mas Astan tiba tiba mencium bibirku.
Kenapa dengan mas Astan?kenapa ia menciumku?.
Tidak,,, tidak,,, ini tidak benar,ciuman pertama ku? Inikan ciuman pertama ku,aku tau kalau mas Astan adalah suami ku tapi mengingat hubungan kami yang tidak baik ini aku merasa ini tidak benar,aku hanya ingin memberikan ciuman pertama ku untuk orang yang kucintai dan mencintai ku juga.
Aku berontak mencoba melepaskan ciuman mas Astan, tapi mas Astan masih saja menciumku bahkan aku dapat merasakan dia semakin meng*lum bibirku semakin dalam.
Belum lagi ia juga menggerakkan bibirnya dan sesekali menghisap bibir bawah dan atasku bergantian.
Rasanya sangat aneh,kenapa jantungku berdetak sangat kencang?apa sebenarnya yang terjadi dengan ku? Setiap berada didekat mas Astan aku selalu merasakan getaran aneh didalam diriku.
Mas Astan belum juga melepaskan bibirku,ia malah semakin semangat menghisap bibirku dengan cepat.
Dan kali ini aku merasakan mas Astan memaksa lidahnya masuk kedalam mulutku dan menggerakkan nya di dalam sana.
Apa sebenarnya yang mas Astan lakukan?.
Mas Astan menggerakkan lidahnya di rongga mulutku dan menyentuh lidahku, ia menggerakkan lidahnya tepat di lidahku hingga menimbulkan kesana geli.
Aku tak mau berlama-lama disini,aku tak tau apa yang mas Astan mau dari dalam mulutku,tapi bagaimana caraku bebas?.
Tenaga mas Astan sangat kuat,belum lagi saat aku mencoba membebaskan diri mas Astan malah semakin kuat menghisap bibirku.
Aku tak suka dibeginikan, sudah jelas mas Astan tak memiliki perasaan apapun terhadap ku,tapi ia menciumi ku apa aku serendah itu dihadapan mas Astan?.
Air mataku jatuh"hiks,, "aku menangis disela sela hisapan demi hisapan bibir mas Astan di bibirku.
Hingga akhirnya mas Astan melepaskan ******* bibirnya dari bibirku.
Aku menunduk menghapus air mataku.
Mas Astan tersenyum melihat kearahku" Kenapa menangis?untuk mendapatkan sesuatu pasti harus merelakan sesuatu juga kan?jadi untuk bisa makan enak seperti keinginan mu kamu bisa melakukan hal tadi,jadi silahkan dimakan karena kamu sudah membayar nya,"ucap mas Astan lalu beranjak pergi.
Jadi mas Astan mencium bibirku untuk meminta bayaran dari makanan ini?.
Baiklah kalau begitu!!
Jadi jangan sia siakan Mina, habiskan semua jangan sampai tersisa karena kamu sudah membayar mahal untuk ini.
Aku memakan semua makanan dimeja itu.
Anehnya aku harusnya senang mendapat kesempatan memakan semua ini tapi kenapa hatiku terasa terluka?.
Kenapa dengan ku?.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Wahh gila sih si Astan.
Ngk punya hati emang yah,bisa bisanya dia perlakuin minat gitu.
Mina juga ngk ngerti kalau saat ini astan baru aja ngerendahin dia.
Bagaimana pendapat kalian tentang part ini? Kasih masukan yah say.
🔷🔷jangan lupa vote anda komen yang tayang tayang🔷🔷
♦♦jangan lupa untuk follow author ♦♦
Laffyouall buanyak buanyakk ❤