
...Soundtrack//kamu dan kenangan-maudy ayunda//...
...Semua kenangan itu tak akan pernah kulupa...
...-mina-...
Astan terkejut dan langsung berdiri dihadapan pintu karena mendengar suara pintu terbuka.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Astan terlihat panik.
Dokter itu sampai kaget mendengar pertanyaan Astan yang begitu tiba tiba dan terlihat sangat panik sekali.
"Tenang dulu pak, tarik nafas dulu." Dokter itu masih saja sempat sempat nya menggoda Astan.
Astan sudah tak peduli lagi, ia sungguh khawatir saat ini.
"Baiklah, bapak tenang saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari istri bapak, untung saja tadi sempat diberikan pertolongan pertama oleh pihak medis dan juga sangat cepat dibawa kerumah sakit ini.Jadi, alhamdulillah istri bapak tidak apa apa, hanya kehabisan sedikit darah saja tadi tapi sudah kami berikan darah tambahan untuk pasien." Tutur dokter itu dengan tenang.
Astan menghela nafas lega setelah mendengar itu dari dokter.
Untung saja pagi ini ia kembali datang melakukan misi untuk membujuk Mina agar kembali kerumah dan ia melihat dari luar kalau Mina hendak melakukan hal mengerikan tadi.
Begitulah astan bisa tiba dengan tepat waktu disana untuk menyelamatkan Mina istrinya.
"Dan satu lagi bayinya juga tidak apa apa, hanya saja istri bapak sangat lemah saat ini, ia butuh banyak vitamin dan energi,kandungan muda seperti itu mudah rapuh pak," Jelas dokter.
Astan membulatkan matanya kaget mendengar sangat dokter berbicara tentang bayi.
Apa Mina hamil?.
"Ba,, bayi dok? Istri saya hamil dok? " Heran Astan.
Dokter sendiri yang lebih heran ada apa dengan pasangan ini, istrinya terluka seperti itu dan suaminya bahkan tak tau kalau istrinya sedang mengandung.
"Bapak tidak tau? Istri bapak sudah mengandung," Jelas dokter itu.
Jantung Astan berdetak tak karuan saat mendengar kabar bahagia itu.
"Benar dok? Istri saya benar-benar hamil dok? " Astan sangat excited saat ini.
Ia bahkan sampai lupa kesedihannya saat tau akan ada malaikat kecil dalam hidup mereka.
Dokter itu mengangguk tersenyum "Silahkan masuk pak, mungkin istri bapak sudah sadar." Dokter itu berlalu.
Astan membuka pintu dengan pelan dan benar saja Mina sudah bangun dan melihat kearah jendela dengan tatapan kosong.
"Sayang,, " Astan memegang tangan Mina.
Namun Mina dengan cepat menepis tangan Astan.
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang." Astan tersenyum dan secepatnya ingin memberitahu berita gembira itu kepada Mina.
"Kenapa mas selamatin aku? Aku tak mau hidup lagi, aku ngk mau liat mas lagi hiks,, " Mina langsung bangkit dan hendak melepas infus ditangan nya.
Namun Astan dengan cepat menahan tangan mina.
"Sayang Jagan banyak bergerak dulu,, kondisimu masih belum stabil,jangan seperti ini sayang, maafkan aku." Astan memeluk Mina namun Mina berontak.
"Hiks,, biarin aku pergi mas, kita akhiri saja semua ini, aku capek mas." Mina memukul mukul punggung Astan dengan tenaganya yang tersisa.
"Sayang,,jangan katakan itu lagi, kita tidak akan pernah berakhir, kita akan selalu bersama, kita sama sama membutuhkan sayang,mari mulai lagi dari awal, aku janji bakal jadi suami dan ayah yang baik untuk kamu juga anak kita. " Astan mengelus pelan perut Mina.
Mina yang semula menangis terdiam, ia kaget Astan berkata ayah dan anak lalu mengelus perut Mina.
"Anak kita ada disini sayang,aku tidak mungkin pergi jauh darimu disaat kamu sedang membutuhkan aku, aku tidak mau anak kita lahir tanpa ayah." Astan mengelus pelan perut rata Mina.
"Anak?maksud mas? " Mina lagi lagi dibuat heran.
"Kamu hamil sayang,ada malaikat kecil kita disini." Astan tak hentinya mengelus sayang perut Mina.
Apa karena ia hamil dia sering kali mual dan juga merasa tak enak badan?.
Jadi ia hampir saja membunuh anaknya juga?.
"Aku hamil mas?" Mina masih belum percaya.
"Iya sayang kamu hamil anak aku, anak kita, malaikat kecil kita, jadi aku mohon berhenti seperti ini, kita harus bersama sayang agar anak kita lahir dengan bahagia."Astan memegang tangan Mina dengan lembut.
Mina hanya terdiam melihat wajah Astan, ia bingung dengan perasaannya sekarang.
Sungguh ia sudah tak sabar ingin melihat wajah buah hatinya nanti.
Awalnya ia sangat putus asa saat tau ia selamat dari percobaan bunuh dirinya namun saat ini ia sangat menyesal dan bersyukur karena ia tak jadi membunuh seorang anak yang tak berdosa.
Tapi lagi lagi ia dilema dengan ucapan Astan, ia sangat ingin bersama dengan Astan dan sangat ingin sekali, tapi ia takut akan membuat Astan terluka.
" Dengarkan mas dulu,maafkan mas sudah berlaku jahat dan kejam kepadamu dulu sayang,mas bahkan salah niat menikahimu namun tanpa sadar perasaan mas tumbuh seiring berjalan waktu, mas butuh kamu dan sangat mencintai kamu sayang. "Astan mencium tangan Mina dengan pelan.
Mina hanya mematung diam memperhatikan Astan dihadapannya itu.
Wajah yang ia rindukan itu.
" Mas sangat menyesal telah melimpahkan segala kesalahan kepada mu sayang, mas salah dan berdosa padamu, maafkan mas sudah memperlakukan kamu secara tidak layak selama ini,sumpah Demi Allah mas tak pernah lega dengan kepergian ayah, mas sudah sepenuhnya ikhlas dengan kepergian Dyva dan ikut terpukul saat tau ayah lebih memilih mengakhiri hidupnya, mas takut kehilangan kamu sayang. "Astan masih saja berbicara mengenai isi hatinya.
Mina menangis mendengar ucapan kejujuran dari Astan itu.
" Mas mohon maafkan mas,mas janji bakal jadi suami dan ayah yang baik buat kalian sayang, jadias mohon mari kita mulai lagi dari awal sayang. "Astan.
Mina menangis dengan lepas tak kuasa mendengar ucapan Astan yang sangat menyentuh itu.
Ia tak pernah sedikitpun menaru kebencian dengan segala perlakuan Astan padanya dulu, ia tau Astan sudah berubah dan sebelum Astan meminta maaf Mina sudah lebih dulu memaafkannya.
" Maafkan mas."Astan tanpa henti meminta maaf kepada Mina.
"Hiks,,, mas,, maafkan aku." Mina dengan cepat memeluk Astan dengan erat.
Dan Astan juga membalas pelukan Mina dengan lebih erat pula.
Air mata bahagia tak dapat Astan tahan lagi sekarang.
Ia tak akan bisa mengutarakan rasa syukur ini,ia berjanji akan menjaga Mina dan membahagiakan Mina.
"Maafkan aku mas,, hiks,, aku hanya takut mas terluka lag.i" Mina menangis dalam dekapan Astan.
Astan menggeleng "Tidak akan sayang, mas janji akan menjagamu dan anak kita,terimakasih sudah memberikan mas kesempatan untuk merubah semuanya." Astan mengecup pelan pucuk kepala Mina.
Mina menangis lepas dalam pelukan Astan, ia juga berterima kasih kepada Astan yang tak menyerah untuknya.
Ia juga akan berjanji menjadi istri yang baik dan juga pengertian dengan Astan.
Semoga ini adalah awal yang baik bagi mereka berdua.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Acie,,, cie,,,
Yang bakal jadi bapak bapak😇
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah say🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga cuyung♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan🖤