
❄Selamat membaca❄
Aku masih duduk diatas sofa menunggu mina menyelesaikan acara mandinya. Memang masih belum lama ia memasuki kamar mandi tapi aku sudah khawatir ia akan masuk angin jika masih berlama-lama disana.
Kulihat pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan kepalanya yang sedang mengintip kesana-kemari. Pasti sedang mencariku karena ia ingin memakai baju dia pasti tidak ingin aku melihat nya.
Aku pun berpura-pura memainkan hapeku agar ia bisa keluar tanpa ragu dan benar saja saat iya yakin aku sedang fokus pada hpku aku melihat ia berjalan dengan pelan dari kamar mandi menuju ranjang tempat pakaian nya terletak.
Aku melirik sekilas tubuhnya yang sedang dibalut dengan handuk itu, tetap saja berhasil membuat ku ingin apalagi setiap melihat paha mulusnya itu aku ingin menerkamnya saat ini juga dan membuat ia mendesah dibawah kendali ku.
" Sudah selesai sayang? "Tanyaku berbasa-basi hingga ia langsung kaget seperti ke-gep nyolong sendal tetangga saja.
" Su,, sudah mas."ia benar-benar gugup hingga berbicara saja ia sampai terbata-bata begitu.
Aku tersenyum senang karena nya.
"Kamu kenapa gugup begitu sayang? Kamu sakit? " Aku berjalan ke arah nya yang sedang mengenakan pakaian dalamnya juga BH nya dengan gerakan kilat. Setakut itu yah dia langsung kuterkam. Hahaha lucu sekali.
Kuletakkan tanganku di dahinya seolah sedang men-cek kondisinya padahal aku tau ia sedang gugup karena ku"Kamu tidak panas kok, tapi kenapa pipimu merah begitu yah sayang? Kamu benar-benar tidak sedang sakit kan? "Aku pun masih saja menggodanya dengan mendekat kan wajah kami hingga ia semakin gugup saja. Aku tertawa dalam hati merasa berhasil menggodanya.
" Aku baik baik saja mas."ucapnya mengenakan pakaian tidur terusan yang ukuran nya sangat kecil hingga hanya sampai di pahanya saja bisa dibilang celana dalamnya yang berwarna pink itu pun terlihat karena tidak hanya pendek tapi juga berbahan tipis. Ini pasti ulah ami pemilik butik langganan ku, setiap aku memesan pakaian untuk mina ia akan memberikan yang seperti ini sebagai bonus. Tapi ada untungnya juga.
"Kamu berniat menggoda mas yah sayang? "Kutatap tubuhnya yang kini dihadapanku. Terbalut memang tapi dengan mudah kuterawang hahaha.
Ia mengikuti arah pandang ku dan langsung dikagetkan dengan pakaian yang ia kenakan itu, aku tau ia sama sekali tidak tau dengan baju itu. Kalau ia tau ia tak akan pernah mau memakainya.
"Ti,, tidak mas, aku juga tidak tau kalau baju ini pendek. Aku ganti dulu yah mas."ia mencoba berjalan menuju lemari.
Kenapa diganti? Aku bahkan lebih suka dengan baju yang lebih pendek dari itu atau bahkan ia tak usah memakai baju saja itu lebih indah untuk kupandangi hahahah mesum memang. Tapi kan mesum sama istri siapa yang larang?.
Aku langsung menahan nya dengan mengangkat tubuhnya ala bridal style hingga ia tak bisa melanjutkan niatnya itu.
Ternyata saat ku angkat tadi bajunya tersingkap hingga memperlihatkan seluruh pahanya juga celana dalam nya itu. Dengan sudah payah ia menutupi nya padahal nanti juga akan kubuka.
"Iih mas mau apa? "Ia terlihat sangat gugup.
Aku tersenyum dan berkata dengan nada sensual" Aku mau kamu sayang. "Hingga ia terlihat bergidik ngeri.
Ku baringkan ia diatas sofa yang sengaja kuganti dengan berukuran besar hingga kami bisa melakukan nya dengan leluasa. Karena diatas tempat tidur saat ini ada alfa yang sedang terlelap. Aku takut ia terbangun dan menggagalkan acara bercinta kami.
" Akhh. "Kulahap bibirnya dengan tangan yang mencari keberadaan pengait banyak hingga kini telah berhasil kubuka lalu tanganku bermain-main disana.
Ia membalas ciumanku seolah ia juga sedang ingin saat ini. Aku tersenyum disela ciuman itu dan kembali melu*mat nikmat bibirnya itu.
Ia melenguh berkali-kali dengan bibir terbuka menggoda saat aku mencium lehernya meninggalkan tanda cintaku disana. Belum lagi saat ini aku menurunkan resleting dress tidurnya yang berada didepan hingga kini gundukan itu sudah ada didepan wajahku.
Langsung kusambar dengan menghisap nya seolah seorang bayi yang sedang menyusu kepada ibunya.
"Kamu selalu berhasil membuat mas tegang sayang." Ucapku lalu kembali menciumi dadanya hingga banyak sekali tanda merah disana.
"Akhh,, mashh,, akhh. " Ia tak tahan lagi menahan desahannya saat aku menyingkap bajunya keatas dan mulai menjamah bagian sensitif yang masih dibalut kain itu.
Memang hobiku bermain disana untuk sekedar mendengar suara desahannya. Karena ia akan menggila jika aku mengusapnya hingga ia tak hentinya menggelinjang tak karuan karena nya.
Kuputar posisi kami hingga kini ia yang ada diatas tubuhku. Dengan wajah yang bergairah kulihat ia menggigit bibirnya saat junior ku menggesek segitiga pembungkus area basahnya itu.
Kucium bibirnya dengan tangan yang mulai bergerak dibawa sana. Kuelus sebentar areanya itu hingga ia merem melek karena merasa sensasi yang nikmat.
Perlahan ku tarik celananya kebawah dan dengan begitu tanganku akan lebih leluasa mengelus nya.
"Akhh,, akhh. " Ia tak tahan lagi dan menggigit bibirnya menahan desahan.
"Akhh,, udah dong mas,, akkhh." Ia terlihat frustasi dan menampar bahuku hingga aku sedikit tertawa karena nya.
"Jangan menggigit bibir seperti itu sayang, mas bisa gila melihatnya."kuhisap gunungnya yang menggantung indah dihadapanku karena saat ini ia ada dihadapan ku. Belum lagi tanganku terus saja melakukan aksinya dibawah sana.
" Akhh,, mashh, akhh. "Ia mencium bibirku karena tak ingin mengeluarkan desahannya.
Aku pun mulai membuka resleting celana ku ingin memasukkan nya pada area mina yang sudah mulai basah itu.
"Mamah ama papah ain apa? Kok ndak ajak afa? "Alfa tiba-tiba bangun dan melihat kearah kami. Mina langsung jatuh di dadaku dan menarik celananya hingga sampai keatas aku yang merasa digantung hanya bisa pasrah saja apalagi kini si junior sudah tidak tahan ingin masuk kedalam surganya.
Mina memperbaiki Posisi bajunya tanpa mengenakan bra karena sempat kubuka tadi. Aku hanya diam pasrah diatas sofa sembari menarik keatas resleting ku yang sempat kubuka tadi.
"Mamah tadi cuma lagi mijitin papah yang kecapean sayang."mina tersenyum kearah alfa yang mengangguk faham itu.
Jujur saja sangat tidak enak digantung seperti ini, aku ingin sekali sekarang tapi aku tau mina juga tidak mungkin ingin menggantung ku.beginilah resiko orang tua.
"Papah kenapa masih disitu? Ayok tidur disini sama alfa."mina dengan wajah penuh rasa bersalah nya itu langsung membuat rasa kesal ku hilang.
"Ayok tidur sayang."aku bangkit dari sofa dengan bertelanjang dada dan alfa langsung semangat berbaring lagi.
Langsung ku tarik selimut menutup tubuh kami dan alfa langsung terlelap karena kuusap pelan kepalanya begitu juga dengan mina yang mulai terlelap itu.
" Mari istirahat sayang."ia mengangguk dengan mata penuh kantuk.
"Enak sekali bisa tidur begitu saja. " Aku bangkit dari tempat tidur dan masukin kamar mandi.
Harus sabar astan, kamu sekarang sudah jadi ayah.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.