
❄selamat membaca❄
Setelah selesai dengan memandikan alfa juga memakaikan pakaian aku langsung turun ke bawah melihat mina masih sibuk dengan urusannya didapur.
Aku pun duduk di sofa dengan alfa yang dalam pangkuan ku menonton televisi kesukaan kami. Aku sesekali melirik kearah mina yang terlihat sibuk melakukan pekerjaan nya.
"Jagoan papah udah laper yah? " Aku menimang-nimang tubuh kecil alfa dengan sayang dan ia juga terlihat nyaman dengan itu.
Alfa tersenyum dengan senang saat sedang kutimang timang.
"Mas makan yuk. " Mina datang ke arah kami dengan tersenyum dan meraih alfa dari pangkuan ku.
"Kamu ngk laper yah sayang? Lebih enak main yah ketimbang makan hmmm? " Mina berjalan kearah meja yang saat ini aku sudah ada disana yang sedang menyendokkan nasi keatas piring.
Mina langsung membuka kancing bajunya dan memberikan alfa asi yang dengan cepat dilahap oleh alfa yang terlihat kelaparan itu. Duhh bikin iri aja nih anak satu.
Aku pun beralih menyuapi mina yang sibuk menyusui alfa dan dengan semangat ia meraih suapanku itu.
"Mas,, maafkan aku merusak kejutan yang mas buat."ia terlihat sangat merasa bersalah dengan kejadian semalam tapi aku yang lebih merasa bersalah karena sudah membuat ia begitu terpuruk semalam.
"Siapa bilang kejutan mas cuma sampe disitu?mas masih punya yang lain ibarat kata yah sayang akal mas itu melebihi kantong doraemon."aku tersenyum dengan semangat berharap ia benar-benar akan merasa tenamg setelah itu.
"terus apa lagi kejutan mas yang lain? "Ia terlihat begitu antusias dengan kejutan yang kumaksud.
Tentunya tidak akan semudah itu ku ungkap"Nanti juga kamu tau sayang, sekarang kita makan dulu yah."
Ia langsung terlihat penasaran dengan kejutan yang ku maksud itu. Memang sih mina adalah tipikal orang yang sangat ingin tau lebih cepat dan tidak suka dengan rasa penasaran.
"Heii kamu mikir apa sayang? "Aku merasa heran saat melihat ia terlihat sangat berpikir keras.
"Aku penasaran banget sama kejutan mas."
Aku tersenyum sembari mengacak rambutnya dengan gemas""Nanti kamu juga tau sayang."ia pun langsung mengangguk saja.
Aku mengatakan akan berangkat ke kantor kepada mina tapi sebenarnya aku sedang mencari tempat untuk mengadakan surprise kedua yang kumaksud tadi. Aku ingin memberikan hal sederhana tapi berkesan untuknya.
Sudah lebih dari 6 tempat yang kulihat tapi satupun tidak ada yang menarik menurutku. Hingga aku berhenti tepat disebuah tempat dimana sepanjang jalan ditanami pohon cemara yang menjulang tinggi, pasti sangat cocok untuk dipasangi dengan lampu-lampu tumbler berwarna-warni dan juga beberapa lampion digantung disekitarnya. Aku tersenyum saat membayangkan nya.
Aku berjalan menyusuri jalan itu dan langsung mendapat ide bagaimana nantinya aku akan memberikan mina sebuah kejutan.
Dan sampailah aku disebuah bangunan ber-atap tapi tidak memiliki dinding. Sangat cocok untuk kami jadikan sebagai tempat dinner nanti malam.
Aku langsung senang karena sudah mendapatkan tempat dan juga ide untuk kejutan ku nanti malam.
Segera ku hubungi nomor HP mina ingin memberitahukan kalau aku benar-benar punya sesuatu untuk nya nanti malam. Membuat ia mati penasaran adalah hal yang sangat kusuka karena wajah imutnya sangat menggodaku.
"Halo mas." Sapanya setelah mengangkat panggilan ku itu dengan cepat.
" I,, iya mas. "Ia juga terdengar gugup tanpa alasan.
"Yasudah mas lanjut kerja yah sayang, alfa baik baik aja kan? "Maaf yah sayang mas bohong kali ini.
"Iya mas lanjut aja, alfa lagi nonton bareng aku heheh."apa ia sesenang itu yah?.
"Mas matiin yah sayang."setelah mendengar sahutan darinya buru-buru kematian ponselku karena layanan tempat ini sudah datang.
"Bagaimana keinginan tuan terhadap tempat ini? " Ia bertanya dengan ramah.
"Begini mbak, bisa kan sepanjang jalan dihiasi dengan beberapa lampu tumbler berwarna warni juga Digantungi lampion berwarna warni juga. Soalnya istri saya sangat suka dengan hal yang berbau warna warni. " Aku tersenyum saat mengingat wajah mina.
Petugas layanan itu mengangguk dan ikut tersenyum "Baiklah tuan, apa ada hal lain lagi yang tuan inginkan? "
"Ah, tolong juga siapkan sebuah kursi tepat ditengah jalan ini dengan sebuah gitar yah. Dan untuk makan malam bisa kan disediakan disana? " Tunjuk ku ke arah tempat tadi.
"Baiklah tuan, akan kami siapkan segera. " Ia berlalu kemudian para petugas lainnya mulai membersihkan tempat itu.
Aku duduk saja melihat mereka bekerja. Sebenarnya bisa saja aku meninggalkan tempat ini untuk kembali kerumah Tapi aku tidak ingin melewatkan cara pembuatannya takut-takut nanti ada yg tidak sesuai dengan selera mina. Karena hanya aku yang tau apa selera nya.
Meskipun mereka sangat profesional mereka juga merupakan seorang yang kritis dalam bekerja bahkan hingga jam 19.lebih mereka belum juga selesai mengerjakan nya. Bagaimana jika mina merasa kelamaan menunggu yah?.
Kulihat mereka masih mengerjakan meja makan dan beberapa hidangan lainnya disana.
"Semua sudah selesai tuan, kami berharap semoga acaranya lancar, kami pamit undur diri. " Aku tersenyum saja kearah mereka dan berharap hal yang sama agar kejutan ku kali ini berjalan lancar.
Setelah selesai aku meraih sebuah totebag dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk menggantikan pakaian ku yang sempat kotor tadi karena aku juga ikut serta mengerjakannya bahkan meski mereka menolak untuk aku ikuti.
Aku memperbaiki posisi rambut ku dengan tangan dan juga mengambil tisu dari totebag itu lalu membersihkan wajahku dengan cepat. Sebenarnya aku tadi sudah berniat akan kembali ke villa untuk mandi tapi aku takut mina akan kelamaan menunggu ku.
Aku meletakkan totebag yang di dalamnya kini baju kotor kedalam mobil lalu duduk di tempat yang sudah disediakan untuk ku sembari memegang sebuah gitar.
Kuhubungi pak umar untuk memberitahukan agar ia mengantarkan mina juga alfa kesini.
Dan kalian tau bagaimana gugupnya aku saat ini. Seolah ini adalah acara lamaran aku takut akan menggagalkan semua acara ini dan mina tidak menyukainya. Bagaimana ini? Aku benar-benar sangat gugup sekarang.
Aku menunggu sembari berlatih lagi takutnya nanti malah ngk bagus padahal aku sudah terbiasa melakukan ini. Apa karena ini untuk mina aku menjadi nervous tanpa alasan yah?.
Aku berkali-kali menelan ludah gugup dengan ini. Kenapa aku menjadi seolah sedang melakukan pengakuan cinta? Aku benar-benar merasa kaku saking gugupnya.
Semoga mina suka.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like komen dan vote❤.