Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
apa astan yang jatuh cinta?


...Soundtrack//maze-kim na young//...


...Apakah kamu merasakan hal yang sama dengan ku juga?...


...-mina-...


Sejak tadi aku mendengar ketukan pintu dari luar memanggil nama mas Astan berkali-kali.


Baru kali ini rumah mas Astan kedatangan tamu apalagi sepagi ini.


Tunggu!! Kenapa suaranya sangat jelas?dari pintu depan hingga ke lantai dua ini terdengar?.


Aku membuka mata dan dibuat heran ternyata aku sedang tidak ada dirumah,ooh aku lupa ternyata kami sedang di hotel sekarang gara gara mas Astan masih harus rapat masalah perusahaan.


Lantas dimana mas Astan?aku melirik sekeliling dan mendapati mas Astan sedang terbaring di sofa.


Bagaimana ini? Habis aku habis,apa mas Astan akan marah yah?aku telah merebut ranjang mas Astan.


Lagian siapa suruh pulang lama.


"Astan,,, buka." Lagi lagi aku mendengar panggilan itu.


Mas Astan tidur batuk banget sih,suara kencang gitu ngk didengar?.


Aku berjalan pelan dan membuka pintu kamar hotel.


Ternyata mbak Miska?kenapa datang pagi pagi begini memanggil nama suami orang? Dasar ganjen!!.


"Ada apa yah mbak?" Tanyaku mengikat rambut ku.


Mbak Miska tidak langsung menjawab, ia melihat penampilan ku mulai dari bawah hingga atas dengan wajah heran.


"Kenapa kamu ada dikamar Astan?." Tanya mbak Miska.


Ya haruslah kami kan suami istri.


"Ada masalah apa mbak? Kenapa memanggil mas Astan pagi pagi begini?." Tanyaku balik karena tak ada alasan untuk aku harus menjawab pertanyaan nya itu.


"Saya tanya kenapa kamu ada dikamar Astan?dan lihat penampilan kamu ini,dasar wanita penggoda,"tuding mbak miska.


Aku menghela nafas berat, tidak tau diri sekali dia, harusnya aku yang tanya kenapa dia datang pagi begini memanggil nama suamiku?.


" Saya tidak harus kan menjawab pertanyaan mbak?."Tanyaku.


"Astan,,, Astan,,. " Panggilnya bersikeras.


Aku menghalangi dia ingin masuk"Kenapa mbak sangat tidak sopan sih?bagaimana kalau mas Astan terbangun?tolong mengerti mbak mas Astan sedang lelah,"ucapku pelan dan tidak suka.


Aku tak mengerti kenapa mbak Miska semakin menatap kesal kearah ku.


"Ooh jadi kamu sudah berhasil menggoda Astan dengan memberi tubuhmu itu?wahh baru pertama kali ini saya bertemu dengan jal*ang hina seperti mu." Hina mbak Miska.


Aku menampar pipi mbak Miska karena kesal dan tidak suka ia menghinaku seperti itu.


Jika mas Astan yang mengataiku ini itu aku tak masalah karena mas Astan berhak atas diriku, namun mbak Miska punya hak apa mengataiku seperti itu?.


"Kurang ajar sekali kamu,berani menampar saya?lihatlah tangan hinamu itu tidak berhak menampar wajah saya, dasar wanita murahan yang rela memberikan tubuhnya ditiduri orang lain," Umpat mbak miska menampar balik wajahku dengan keras hingga aku merasakan sedikit robek disudut bibirku.


Aku menatap kesal kearah mbak Miska, memang sejak awal aku sudah ber firasat kalau mbak Miska bukanlah gadis baik.


Dia juga terlihat sangat menginginkan mas Astan, apa yang dia incar adalah harta mas Astan?.


Tidak akan aku biarkan ia mendekati mas Astan bagaimana pun itu.


"Apa dengan matamu itu? Menantang saya yah?gadis miskin dan hina seperti mu bukan tandingan saya, lihat saja setelah mendapat tubuhmu itu astan akan membuang jauh sampah yang sudah tak berguna lagi," Ucapnya mendorong ku hampir jatuh namun aku merasakan ada yang menopang tubuhku.


Mas Astan? Apa dia terbangun karena keributan ini?mati aku pasti yang disalahkan adalah aku, bagaimana ini?.


Aku buru buru berdiri tegak dan menunduk meminta maaf, terlihat mbak Miska tersenyum merasa menang.


"Maaf,, tuan."aku benar benar takut sekarang,mas Astan paling benci saat tidurnya diganggu.


" Ada apa pagi pagi datang kesini?"tanya mas Astan menghampiri mbak Miska.


Lihatlah pasti mas Astan marah padaku, ia bahkan tak melirik ku sedikitpun.


Aku pasti akan mendapatkan amukan mas Astan nanti.


"Astan,, lihat pipiku memar begini karena wanita sialan itu. " Tunjuk mbak Miska kearahku.


Mas Astan melirik kearahku dengan wajah datarnya, mati aku, aku lebih baik menunduk saja.


"Ada apa pagi pagi datang kekamar saya?" Tanya mas Astan tak menghiraukan apa kata mbak Miska.


Mbak Miska terlihat kesal karena mas Astan malah mengabaikan apa yang ia katakan, kenapa aku ingin tertawa sekarang tapi aku takut mas Astan marah.


"Astan,, kamu dengar ngk sih? Kenapa kamu bisa satu kamar dengan gadis hina ini?belum lagi dia sangat kasar padaku." Adunya lagi.


Apa dia tidak takut yah sama mas Astan? Sudah sangat jelas saat ini mas Astan sedang tidak ingin diganggu masih saja bertele tele, dia masih harus berguru padaku bagaimana memahami emosi mas Astan.


"Sudahlah kalau tidak ada yang perlu lagi,nanti saja kita bicara." Mas Astan menutup pintu kamar membiarkan mbak Miska memanggilnya dari luar.


Aku menahan tawa setengah mati, entah kenapa rasanya sangat senang saat mas Astan mengabaikan mbak Miska.


Seketika aku yang tadi sangat ingin tertawa kembali mematung kaku karena mas Astan berbalik dan berjalan mendekatiku.


Mati aku, pasti sekarang giliranku yang akan kena batunya.


Aku terdiam kaku melihat mas Astan yang semakin dekat saja dengan ku.


Aku menghindar takut saat tangan Astan terangkat, mampus aku, pasti mas Astan akan memukuli ku.


"Ampun tuan,, maafkan saya. " Aku langsung bersujud jatuh dibawah kaki mas Astan.


Mas Astan berjongkok dihadapan ku"Apa yang kamu minta maafkan?. "Tanya mas Astan.


Tangan mas Astan lagi lagi terangkat dan aku menunduk takut.


" Kenapa kamu takut sekali dengan saya?"tanya mas Astan tiba tiba mengangkat wajahku dan menyentuh sudut bibirku.


"Akhh," Aku meringis sakit.


Kenapa? Kenapa aku tak sanggup melihat wajahnya?ringisan itu membuatku teringat dengan kejadian semalam, hampir saja aku menidurinya,gila aku


Astan tak sanggup melihat bibir Mina, ia seketika terbayang dengan ciuman panas mereka semalam, dimana Mina juga ikut membalas ciuman Astan dan bahkan membalas menghisap bibir Astan.


Astan menggeleng mencoba mengusir bayangan itu namun ia semakin mengingatnya saat melihat banyak sekali tanda kemerahan dileher dan diarea mendekati dada Aina.


"Uhuk,, " Astan seketika terbatuk karena melihat banyak sekali tanda hisapan bibirnya dileher Mina.


Ia tak tau kalau ia semesum itu terhadap Mina.


Kenapa aku begitu bernafsu sekali kepada gadis bodoh ini? Dia jelas bukan tipeku


"Tuan,, tuan kenapa?" Mina mendekat dan memeriksa suhu tubuh Astan hingga ia sangat dekat dengan Astan.


"Uhuk,, " Astan terbatuk lagi saat tak sengaja melihat dada Mina yang ada dihadapannya.


Ia teringat lagi saat ia memegangi nya tadi malam bahkan ia sempat meremas nya sekali hingga Mina mendesah membuat ia semakin tak bisa mengendalikan dirinya.


Apa hanya aku yang tidak nyaman sekarang?apa gadis bodoh ini tidak sadar apa yang hampir kami lakukan semalam? Hanya aku yang sadar? Sialll.


"Bagaimana tuan? Apa tuan baik baik saja?." Tanya Mina mendekatkan dirinya ke wajah Astan.


Astan seketika mendorong tubuh Mina agar menjauh dari dirinya.


"Siapkan air untuk saya mandi, dan kenapa kamu berkeliaran hanya dengan tank top sialan mu itu? " Tanya mas Astan kesal.


Tunggu? Iya yah? Kenapa aku hanya mengenakan tank top saja?apa aku lagi lagi mengingau dan membuka bajuku sendiri?.


Sudahlah tak perlu dipusingkan,aku lebih baik siapkan air untuk mas Astan mandi saja.


15.36 pm.


Barulah urusan mas Astan dan juga kantor selesai.


Aku sebenarnya heran dengan mas Astan, apakah kaki dan tangannya sudah sembuh?.


Semalam sangat jelas kalau mas Astan masih membutuhkan bantuan ku untuk berjalan dan mengambilkan ini itu, tapi sekarang dia bisa berjalan sendiri dengan normal.


Apa mas Astan selama ini membohongiku agar aku kesusahan? Pantas saja ia tak mau aku bawa periksa ke dokter.


Aku berdiri memperhatikan mbak Miska dan mas Astan yang sedang berbincang bincang itu.


Lihatlah, mbak miska masih saja terlihat sedang menggoda mas Astan, mas Astan tidak risih rupanya?.


Menjengkelkan.


Aku kesal!!.


"Hei, belum pulang rupanya? " Tanya mas Ken tiba tiba turun dari mobil.


Aku mengangguk"Iya nih mas, lagi nunggu mas Astan "aku cemberut.


" Kenapa hmm? "Tanya mas Ken heran melihatku tidak sedang dalam mood yang bagus.


Aku menggeleng" Tidak apa apa ma,,, eh"mas Ken tiba tiba memeluk ku erat sekali.


Dan ia juga mengelus punggung ku dan juga rambutku.


"Ma,, mas, kenapa tiba tiba sekali? " Tanyaku heran.


"Sebentar saja begini,, mas akan pergi dan kita juga tidak tau kapan bisa bertemu kembali," Tutur mas Ken.


Aku pun akhirnya menjadi relax kembali dan ikut membalas pelukan mas Ken.


Aku tidak mungkin menolak pelukan dari seorang yang aku sudah anggap kakak sendiri, sejak aku masuk sekolah dulu hanya dia yg melihatmu seperti manusia.


Saat orang orang sibuk mencaci dan membully ku hanya dia yang membantu dan membelaku,bahkan ia juga sempat ikut menjadi korban karena ku.


"Terimakasih untuk semuanya mas." Aku mengeratkan pelukanku padanya.


Mas Ken juga demikian.


Aku jadi merasa sedih, kenapa rasanya seperti akan berpisah lagi.


"Maafkan aku mas, sudah sering membuatmu kesusahan,mulai sekarang hiduplah bahagia tanpa harus mencemaskan aku." Aku menahan tangis.


Astan yang melihat Mina dan Ken berpelukan erat dan sangat lama entah kenapa merasa sangat marah?.


Mina tidak pernah mau melakukan itu kepada Astan dan ia melakukan itu kepada laki laki lain?.


Astan dengan cepat menarik tangan Mina dengan kasar dan membawanya menuju mobil dengan paksa walaupun Mina berontak.


"Tuan,, ada apa?saya belum pamit kepada mas Ken" Mina tak bisa diam di dalam mobil padahal mobil sudah melakukan sangat kencang.


"Diam atau aku tabrakkan mobil ini? " Astan membentak Mina sekeras mungkin.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Ada yg cemburu nih gaess😅


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah wan kawan 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga😅♦♦


Laffyouall buanyak buanyakk ❤