
...Soundtrack//can i love you? -kim so hyun feat iu(dream High) //...
...Terkadang beberapa orang hadir dan pergi dalam hidup kita....
...Bisakah kita tetap bersama?...
...-mina-...
"Tidak sadar yah betapa berbahayanya dirimu itu? " Lagi lagi ucapan mas Astan tadi terngiang-ngiang di kepalaku.
Aku masih memikirkan apa yang akan aku berikan besok kepada mas Alga tidak fokus karena perkataan mas Astan tadi, apa segitu berbahaya nya aku?.
Mas Astan sedang berbaring diatas tempat memainkan hape miliknya.
Aku melirik hape yang berukuran sama dengan hape mas Astan ditanganku.
Bagaimana yah menggunakan hape ini?menghidupkannya saja aku tak pandai, awalnya tadi aku merasa sangat senang diberikan hape oleh mas Astan,tapi mengingat aku yang tak pandai menggunakannya jadi tak berarti sama sekali.
Menanyakan ini kepada masyarakat Astan sama saja cari gara gara,dia akan mengataiku bodoh dan tak berguna.
Mas Alga juga akan pergi besok, bagaimana ini? Apa aku tanya pak umar saja besok besok, sekarang fokus ke hadiah yang akan aku berikan untuk mas Alga saja.
Setelah berpikir selama berjam-jam aku memutuskan akan memberikan surat tanda terimakasih saja kepada mas Alga, aku tak punya uang dan barang yang berharga yang bisa aku berikan jadi mau tak mau hanya suratlah yang bisa aku berikan.
Aku dengan semangat berdiri dari lantai lalu menuju keranjang tempat peralatan tulis yang mas Astan berikan.
Aku mengambil kotak peralatan itu dan duduk kembali di lantai.
Sekilas aku melihat mas Astan merasa heran sedang apa aku?namun setelah itu ia kembali fokus ke hapenya.
Aku menyobek selembar kertas berwarna pink dari buku yang masih baru itu.
"Cantik sekali, sangat cocok untuk kertas sebuah surat," Gumamku pelan.
Lalu aku merauh pena berwarna hitam, karena kertasnya sudah berwarna jadi akan lebih cantik kalau tintanya berwarna hitam polos saja.
Aku menulis sambil memikirkan kata apa yang tepat untuk menunjukkan rasa terimakasih ku kepada mas Alga karena sudah banyak membantuku dalam banyak hal, mulai dari menjadi teman dan juga guru yang baik.
Dan dengan cepat aku hampir menyelesaikan tulisan itu.
Setelah selesai aku menulis beberapa hiasan seperti bunga ditepi tepi setiap tulisan hingga terlihat cantik.
"Wahhh,,, aaa," Aku yang awalnya terlihat kagum dengan hasilnya tiba tiba berteriak kaget saat kudapati mas Astan tengah memperhatikan aku yang sedang menulis itu dari tempat tidur, wajah kami sangat dekat sekali.
"Kenapa setiap melihat wajah saya kamu berteriak begitu? Apa saya se menyeramkan itu?" Kesal mas Astan.
Aku langsung menggeleng "Tidak tuan,, maafkan saya, saya hanya kaget tadi," Ucapku.
Mas Astan melirik kertas ditangan ku"Sedang membuat apa kamu sampai terlihat sangat senang begitu? "Mas Astan terlihat sangat ingin tau.
Aku awalnya ragu ingin mengatakan apa tapi apa salahnya mas Astan tau? " Eugh,, begini tuan, mas Alga akan kembali ke luar kota untuk kuliah lagi, jadi saya buatkan hadiah kecil untuk mas alga karena saya tak punya uang jadi saya buatkan surat tanda Terima kasih saja,"ucapku tersenyum semangat berharap mas alga memang menyukainya.
Mas Astan terlihat tidak suka namun sesaat kemudian ia kembali duduk dan tak berucap apa apa.
Aku kembali membacanya dengan seksama dari awal kalimat untuk memperhatikan apakah ada kesalahan kata.
"Mini!!" Panggil mas Astan lagi lagi mini, bagaimana yah caranya agar mas Astan memanggilku dengan benar, namaku mina.
"Ada apa tuan? " Tanyaku.
"Cepat kebawah, ada yang ingin saya lakukan dikamar ini, sekarang juga," Perintah mas Astan tiba tiba.
Aku langsung berdiri dan mencoba membereskan barang barang dilantai namun.
"Tidak usah dibersihkan sekarang, nanti saja,saya sedang buru buru nih,"ucap mas Astan.
Aku langsung keluar meninggalkan semuanya dilantai termasuk surat itu, apa sih yang membuat mas Astan seburu buru itu?.
Jadi alasan Astan nyuruh mina keluar adalah untuk membaca Surat untuk Aga itu.
"Berani sekali gadis bodoh itu menggunakan kertas yang aku beli untuk menulis surat buat laki laki lain." Astan terlihat kesal dan membaca surat itu.
ππππππππππππππ
Dari: mina
Untuk: mas alga.
Maaf mas aku hanya bisa memberi surat ini untuk hadiah perpisahan seperti yang mas katakan.
Terimakasih banyak sudah menjadi teman dan guru yang baik untuk Mina,kalau tidak ada mas mungkin Mina akan selamanya jadi orang yang tak pernah punya teman.
Terimakasih sudah memperbaiki tali jemuran sehingga aku bisa dengan mudah menjemur tanpa harus terjatuh lagi hingga kepalaku sering terluka.
Terimakasih sudah mau berteman dengan orang seperti ku,rasanya memiliki teman seperti mas Alga sangat berharga buat Mina,aku merasa diperlakukan layaknya manusia dan aku seperti merasakan hangatnya sebuah keluarga dari mas alga.
Terimakasih sudah mengajari Mina banyak hal,mas adalah guru yang bijak dan baik.
Mas bilang kalau mas telah selesai belajar akan datang lagi untuk menemuiku, aku sarankan mas tidak usah lagi datang menemuiku.
Aku sangat tidak pantas mendapat kebahagiaan dan teman,aku takut mas akan terkena masalah jika terus terusan berada disekitarku,aku adalah manusia pembawa penderitaan kepada semua orang, jadi sebelum mas terkena masalah itu, lebih baik kita jangan pernah bertemu lagi setelah ini.
Mas pernah mengatakan kalau kita akan menjadi sebuah berlian jika kita menghargai diri kita sendiri,itu tidak berlaku untuk orang seperti ku mas, hanya saja mas tidak tau siapa aku yang sebenarnya,mungkin kalau mas tau, mas akan menjauh dan tak akan mau berteman dengan ku lagi, aku bahkan tak menginginkan kelahiranku ini, apa gunanya orang pembawa derita seperti ku ini.
Terimakasih banyak sudah pernah menjadi teman terbaik untuk mina,semoga mas berbahagia dikehidupan selanjutnya dan dijauhkan dari hal hal buruk.
Terimakasih mas Alga
ππππππππππππππ
Astan yang membaca surat dari Mina terdiam sejenak.
"Apa apaan gadis itu? Dia sedang curhat atau berterimakasih?" Astan terlihat kesal.
"Kenapa aku merasa kesal setelah membaca surat sialan ini?kenapa dia banyak sekali memuji si Alga Alga itu? Sudah jelas sekali kalau aku lebih baik dari dia cih," Kesal Astan melemparkan surat itu dan menaiki tempat tidur.
"Apa aku kurang baik yah?aku memberikan dia tempat untuk menumpang,membelikan ia baju dan juga mengizinkan ia makan makanan dirumah ini, apa itu kurang baik juga? " Astan masih saja kesal karena mengingat ingat isi surat Mina.
"Kita lihat siapa yang lebih baik aku atau si Alga Alga sialan itu,baru mengajarkan sedikit pelajaran anak SD saja sudah ia sebut guru yang baik,aku bahkan bisa lebih dari itu." Astan tak hentinya merasa kesal.
"Apa?dia baik hanya karena memperbaiki tali jemuran?terus aku yang mengobati luka luka ditubuh gadis itu apa? Belum baik juga?heran."Astan memukul tempat tidur dengan keras.
"Berani sekali gadis itu telah bersuami masih saja dekat dekat dengan pria lain." Astan semakin kesal.
Astan tak sadar kalau dia sedang cemburu tanpa sebab.
Ingin disebut baik tapi tidak sadar bagaimana selama ini ia memperlakukan mina.
...//bersambung//...
...π·π·π·π·...
Wkwkwk Astan cemburu gaes.
Situ jahatnya minta karma mau disebut baik? Ngaca mas ngaca.
π·π·jangan lupa vote and komen yah sayπ·π·
β¦β¦jangan lupa follow author yahβ¦β¦
Laffyouall buanyak buanyakk β€