
❄Selamat membaca❄
Aku terbangun dan melihat alfa masih terbaring seperti ku. Sedang mina pasti sudah bangun sejak tadi.
Aku bangkit dari kasur dan melihat hari begitu cerah, aku tidak masuk kantor hari ini karena bertepatan dengan hari libur dan saat mina menghubungi pihak kantor juga tidak ada hal yang mendesak.
"Bang, ayo bangun sayang. Mandi dulu abis itu kita sarapan nasi goreng buatan mamah. " Aku mencoba membangun kan alfa tapi ia sama sekali tak bergerak.
Saat mina membangun kan ia langsung bangun tuh, kenapa saat aku tidak yah?.
"Sayang bangun dong, nanti papah abisin sendirian deh nasi goreng nya. Papah pergi mandi dulu ah abis itu mamam nasi goreng kata mamah kalau belum mandi ngk bakal dibolehin makan. " Aku tersenyum dan bangkit.
Ia langsung bangkit dengan mengucek matanya berkali-kali "papah jan abicin yah, afa uga mau pah. " Aku tersenyum mengangguk.
"Kalau abang udah bangun papah ngk jadi abisin deh, yuk bang mandi bareng papah. " Aku tersenyum dan mengangkat tubuh kecilnya itu menuju kamar mandi.
Kami pun melanjutkan aktivitas mandi kami dan kami sama-sama keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi.
"Eh abang udah mandi yah bareng papah? " Mina ternyata sudah menunggu disana.
Alfa langsung berlari menuju mina dan langsung diangkat oleh mina keatas tempat tidur untuk dipakai kan baju.
"Khem,, ngk sekalian masnya dipakein baju sayang. " Aku memainkan mataku kearahnya hingga ia langsung menatap horor kearah ku.
"Mas jangan aneh-aneh yah. Ada alfa nih. " Aku langsung tersenyum dan memakai sendiri bajuku.
Alfa sendiri hanya fokus menari-nari tidak jelas saat mina memberikan telon pada perutnya.
"Afa au naci goleng mah, papah uga kan? " Ia bertanya padaku dan langsung kubalas anggukan dengan tersenyum.
"Iya sayang mamah udah masak tuh dibawah, abang pake baju dulu yah. " Mina pun mulai memasukkan baju alfa dan merapikan rambut alfa dengan sisir.
Saat kulihat alfa Sedang melihat kearah lain langsung kusambar bibirnya mina hingga ia kaget.
"Morning kiss sayang. " Aku tersenyum namun ia melihat kesal kearah ku.
"Afa uga mau pah. " Aku dan mina kaget mendengar itu. Apa alfa melihat nya yah?.
"Ihh mas, tuh kan alfa pasti liat. Kamu jangan ajarin yg enggak enggak yah mas sama alfa. " Aku tersenyum melihat mina yang kesal itu.
"Mau apa bang? Papah ngk ngerti. " Aku lagi-lagi menggoda mina dan benar saja ia sudah melihat horor padaku.
"Mau kayak mamah. " Ia menunjuk bibirnya.
"Ooh abang mau kayak gini yah sayang? " Tanyaku langsung menyambar bibir mina lagi dengan sekali luma*tan.kutebak habis ini mina akan memukul bahuku.
Alfa langsung mengangguk setelah itu dan benar saja mina langsung memukul bahuku kesal"Ngk usah pentingin papah sayang, ayok makan nanti mamah abisin loh. "Alfa langsung mau mau saja digendong mina mencoba meninggalkan ku namun langsung kuikuti dari belakang.
Kami pun makan bersama dengan sesekali tertawa karena ulah alfa yang melakukan banyak hal lucu saat makan.
" Oh iya sayang, tadi bunda nelpon kalau bunda mau ngajak abang main bareng adik zifa mandi bola loh. Abang mau ngk ikut? "Tanya mina dan alfa langsung mengiyakan itu.
" Yahh padahal kan papah juga pengen jalan-jalan bareng abang. "Aku tersenyum.
" Nanti abang juga bisa makan es lim loh. "Mina tersenyum dan alfa langsung semangat sekali tak sabar ingin pergi.
14.35pm.
Masih jam dua siang tapi hari sudah mulai gelap karena mendung.
Alfa sudah pergi jam 12 tadi dengan adin juga ken, mereka sangat senang saat membawa alfa belum lagi ia memaksa mina untuk mengizinkan nya membawa alfa menginap satu malam saja.
Mina pun mengizinkan nya karena ia yakin adin akan menjaga alfa. Ia tak perlu khawatir karena nya.
" Mau kemana sayang? "Tanyaku bingung saat kulihat mina berjalan keluar.
" Itu mas, air tersumbat mungkin ada sesuatu yang menghambat diluar. "Ia berjalan keluar.
Harusnya dia memberitahu ku, aku ikut dengannya keluar rumah dan benar saja selangnya longgar dan perlu diikat agar tidak lepas lagi.
Aku mengambil tali dan mulai mengikatnya namun terasa sedikit susah. Hujan juga sudah mulai turun.
" Sayang kamu masuk saja, biar mas yang urus. "Ucapku saat hujan sudah mulai deras.
Ia menggeleng menolak" Aku nemenin mas aja disini. "
"Nanti kamu sakit sayang, liat tuh baju kamu udah basah. " Aku melanjutkan kerjaanku dan ia masih saja berdiri disana hingga sekujur tubuhnya basah seperti ku saat ini.
Setelah selesai aku langsung menghampiri nya"Sudah selesai sayang, ayo kota masuk nanti kamu bisa sakit. "Aku menarik tangannya namun ia menolak.
" Mas aku mau mandi ujan dulu yah, mas juga ikut yah, yah, aku udah lama pengen nih. "Ia terlihat sangat senang saat berada dibawah hujan deras itu.
Aku tersenyum apalagi mengingat umurnya yang masih sangat muda itu aku faham dengan perasaan nya itu, ia pasti sangat ingin mandi hujan terlihat dari matanya yang berbinar itu.
" Khem,, mas sih mau mau saja sayang tapi kamu harus janji turuti apa mau mas nanti kalau udah selesai mandi hujannya. "
Saking girangnya ia ingin mandi hujan ia langsung mau mau saja tanpa tau apa niat terselubung ku mengatakan itu. Polos sekali sih dia, jadi gemes liatnya.
"Iya mas aku mau, jadi mas mau kan mandi hujan bareng aku? Yah yah. " Ia lagi-lagi bertingkah imut dengan memeluk lenganku seolah ia sedang mencoba membujuk ku agar mau mandi hujan bersama dengan nya.
Aku langsung mengangguk mengiyakan nya. Apalagi mengingat hujannya seperti nya aman tak ada kilat juga gemuruh dan ia juga terlihat sangat ingin sekali.
"Yeayy hore,, masnya mau. Makasih sayang. " Ia memeluk ku dengan erat saking semangatnya.
Aku juga ikut tersenyum dan membalas pelukan yang ia berikan sembari mengelus rambut nya yang sudah basah itu.
Hal-hal seperti ini saja sudah membuat ia begitu senang, betapa sederhana nya dia. Dan itu yang membuat ku semakin menyanyangi dan mencintai nya. Aku bangga bisa memiliki nya dalam hidup ku ini.
BERSAMBUNG...
Aaaa aku juga mau dong satu yang kayak astan, mau nemenin mandi ujan☺
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.