Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
ayah dan suami yang baik


Soundtrack//flower road-saejong(gugudan)//


Aku mencintai kalian


-mina-


       Saat ini aku sedang memasak untuk sarapan pagi kami.


Sudah berbulan-bulan sejak aku keluar dari rumah sakit.


Mas astan sedang membawa alfa berjalan jalan diluar.


Mas astan sangat banyak berperan sebagai ayah untuk alfa,sejak aku keluar dari rumah sakit mas astan tak hentinya membantuku melakukan ini itu apalagi saat alfa rewel mas astan akan menggantikan aku bekerja asalkan alfa tidak rewel lagi.


Mulai dari memasak, mencuci dan juga membersihkan rumah mas astan jabanin semua, aku tak tau sejak kapan mas astan jadi ahli dalam melakukan itu semua padahal setauku dari dulu mas astan tidak pernah berhadapan dengan itu semua.


Dan yang lebih membuat aku salut adalah mas astan tak hentinya membuat aku merasa nyaman dan tidur nyenyak, saat alfa rewel ditengah malam mulai dari mengompol bahkan poop sekalipun mas astan tak akan membiarkan aku bangkit dari tempat tidur.


Ia akan bangun dan menyuruhku tidur lagi, kemudian dia akan menggantikan baju alfa lalu menidurkan alfa kedalam keranjangnya lagi.


Aku sampai tak tau lagi harus bereaksi apa dengan sikap mas astan ini.


Sungguh ayah dan suami yang baik buat aku dan alfa.


Apa yang bisa aku lakukan untuk menggambarkan rasa senang dan syukur ini?.


"Mas,, makanan udah sipa nih, mari makan biar alfa juga makan"


Mas astan tak menyahuti panggilan ku, padahal aku merasa sudah berteriak keras loh.


Aku akhirnya memilih keluar saja menghampiri mereka berdua.


Aku tersenyum menghampiri mereka yang sedang duduk di rumput hijau itu dengan mas astan duduk memangku alfa yang sedang bermain-main dengan daun daun hijau itu.


Sungguh pemandangan yang indah sekali dipandang mata.


Aku terdiam sejenak menonton mereka, sungguh aku tak tega menganggu kebersamaan mereka ini.


"Nanti kalau alfa udah besar harus rajin yah nyiram mereka,, janji yah sama papah" Mas Astan berbicara dengan alfa yang bahkan belum mengerti dengan janji yang mas astan berikan itu.


Aku tersenyum melihat itu.


"Eh mamah, kok diam aja disitu? Makanan udah masak yah mah? " Mas astan berdiri dan alfa dengan cepat ingin aku gendong dilihat dari tangannya yang bergerak kearahku.


"Duhh alfa gitu yah, giliran liat mamah udah mau berpaling aja, penghianat banget sama papah sendiri, tadi aja maunya ngetekin papah mulu" Mas astan terlihat menggoda alfa yang bahkan tak peduli dengan ucapan mas astan.


"Kamu lapar yah sayang? Iya mamah kasih makan yah, tadi main apa sama papah? " Aku berjalan masuk kerumah dan di ikuti oleh mas astan juga.


Aku duduk dikursi dan mas astan juga ikut menarik kursi disamping kursiku.


Saat aku hendak menyendok nasi untuk mas astan, mas astan malah tidak membiarkan aku melakukan itu.


"Biar mas aja sayang, kamu nyusuin alfa aja"


Mas astan pengertian sekali dengan ku.


"Loh tumbenan banget mas mau makan sebanyak itu?biasanya kalaupun masakan aku enak banget mas ngk pernah mau makan sebanyak itu" Heranku melihat mas astan memasukkan banyak sekali nasi di piringnya.


Mas astan tersenyum "Siapa bilang ini buat mas sendiri? Ini buat kita berdua sayang, aku tau kamu pasti kesusahan makan sambil ngasih makan alfa, jadi kamu ngasih alfa makan terus mas ngasih kamu makan deh, keren kan ide mas? "


Aku tersenyum sangat lebar, selalu saja mas astan punya caranya untuk membantuku dalam segala hal bahkan untuk makan pun ia memiliki cara agar aku tidak kesusahan.


Orang orang selalu berkata menjadi ibu itu sangat melelahkan dan juga repot ini itu, tapi semenjak aku menjadi seorang ibu aku belum pernah merasakan itu karena aku yakin mas astan yang merasakan itu.


Aku selalu dibuat nyaman oleh mas astan.


Aku bersyukur sekali memiliki suami seperti mas astan.


Akupun menyusui alfa dan mas astan menyuapiku dengan pelan lalu ia juga menyuapi dirinya sendiri.


Sungguh romantis sekali sih suasana ini.


Bisakah waktu berhenti sebentar saja dan aku ingin mencatat kisah manis ini dalam sejarah hidupku.


"Kenapa sayang? " Tanya mas Astan yang mungkin menangkap wajah tidak nyamanku dari tadi.


Aku menggeleng"Ngk kok mas,cuma sampai sekarang aku masih ngk nyaman aja pas nyusuin alfa, masih ngerasa geli gimana gitu pas alfa ngisap pu*ting aku mas,padahal udah berbulan-bulan loh"


Aku malah tertawa dengan ucapan mas astan "Yakali mas mau ngasih alfa asi ahahaha"


"Yaudah nih makan lagi sayang" Mas astan menyuapiku.


"Alfa sayang mau ngk berbagi sama papah" Mas astan ngomong apa sih?.


Perasaan ku tidak enak tiba-tiba.


"Hah? Mau? Emang papah minta apa coba? " Goda mas astan sama alfa yang lagi nyusu itu.


"Kita bagi dua yah punya mamah, kamu yang sebelah kira papah yg kanan, jadi jangan ambil yah jatah papah, papah maunya minum malam nanti aja kamu sekarang"


Mas astan ya ampun!!!


Bisa bisanya ngomong gitu sama anak sendiri.


"Mas yah, jangan ngomong gitu sama alfa ih, ngajarin yg enggak enggak padahal anaknya masih kecil gini ya ampun mas, jatah apaan mas,jatah anak sendiri mau diambil juga" Kesalku.


Mas astan tertawa puas selalu saja menggoda aku dan alfa"Hahahha emang mas ngajarin apa sayang?"


"Tau ah,, suapin lagi mas" Mas astan pun menurut menyuapi aku dengan suapan besar.


"Sudah dong sayang nyusunya biar mamah mandi terus kita pergi keluar buat main main"


Aku kaget kemana mas astan ingin membawa aku dan alfa siang siang begini?.


"Kita emang mau kemana mas?" Aku heran.


Mas astan mengancing bajuku dan meraih alfa lalu berdiri menggendong alfa.


"Tadi alfa minta diajak jalan jalan keluar kan sayang? " Mas astan seolah bertanya kepada alfa yang bahkan tak tau apa arti jalan jalan.


Pasti mas astan liat liat catatan aku deh.


"Mas liat catatan aku yah? " Aku bingung.


Mas astan mengangguk tersenyum "kamu sih suka nyimpen nyimpen, kalau kamu mau keluar tinggal bilang sama mas aja sayang, jangan dipendam" Mas Astan mengelus suraiku.


Aku tersenyum kikuk"Aku mana berani mas minta keluar apalagi akhir akhir ini aku udah banyak ngerepotin mas, belum lagi mas harus ngantor"


"Berapa kali mas bilang kalau sampai kapanpun kamu dan anak kita adalah prioritas mas, urusan kantor mas bisa kasih ke karyawan lain, kamu jangan pendam pendam lagi sayang, mas ngk pernah ngerasa direpotkan oleh kamu, karena ini juga tanggung jawab mas sebagai suami kamu"


Air mataku menetes lagi karena ucapan mas Astan.


Aku tak hentinya merasa terharu karena mas Astan.


"Hiks,,, mas,,, " Aku memeluk mas Astan yang masih menggendong alfa.


Alfa jadi ikut menangis melihat ku menangis.


Mas Astan tertawa "Duhh mamah sama alfa kok nangis nangis gini sih? Papah ikutan ahh huuuu"


Mas Astan berpura-pura menangis hingga alfa terdiam karena heran.


"Sudah yah sayang nangisnya,iat tuh alfa jadi ikut nangis, nanti alfa malah ngira kalau aku jahatin mamah cantiknya ini,sekarang kamu mandi yah sayang biar kita pergi jalan jalan ya kan afa sayang nya papah? "


Aku melepaskan pelukan ku dan menghapus air mataku lalu tersenyum mengangguk.


Aku memang sudah menjadi seorang ibu tapi aku bukannya semakin dewasa dihadapan mas Astan malah aku semakin kekanakan dan manja.


Aku juga tak mengerti dengan diriku sendiri.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duh  Astan mah, ada niat ngk sih nambah bini, pen juga ngerasain jadi mina😄


🔷🔷jangan lupa like komen yah gaess🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤