
Soundtrack//sunrise-gfriend//
Kita memang tidak sempurna dan baik dalam melakukan banyak hal, tapi yakinlah suatu saat proses itu akan menjadikan kita lebih berpengalaman.
-mina-
Kami sudah sampai dirumah dan mas astan juga sudah selesai mandi.
Alfa sudah tertidur dari tadi tapi aku tak hentinya memperhatikan alfa yang sedang tidur itu.
Mas astan mendekat kearahku lalu mengelus pelan rambutku"sudahlah sayang, alfa baik baik saja"
Aku mengangguk namun setelah itu terdiam menunduk.
Sejak pulang dari rumah sakit tadi aku hanya terdiam entah apa yang aku pikirkan tapi aku tetap berpikir.
Selalu was was dengan kondisi alfa saat ini, karena mungkin aku yang gagal dalam menjaga alfa yang menjadikan aku se was was ini.
"Kamu kenapa sayang? Sejak tadi diam melulu? "
Aku menggeleng"Tidak apa apa mas"ucapku pelan tapi masih saja melihat alfa yang masih terlelap.
Mas astan memutar tubuhku agar menghadap ke arahnya.
"Mas tau kalau saat ini kamu sedang tidak baik baik saja, apa kamu masih memikirkan ucapan mas tadi? Mas sungguh bukan bermaksud mengatakan itu, mas hanya panik saja melihat alfa sedang sakit" Jelas mas astan.
Aku menggeleng, benar bukan karena ucapan mas astan aku jadi begini, aku hanya sedang memikirkan hal yang aku sendiri tidak tau apa.
Aku merasa aku masih kurang merenung dan memikirkan bagaimana aku menjaga alfa.
"Tidak mas, aku tau kalau mas tidak bermaksud mengatakan itu, lagian aku yang salah mas tidak tau kalau alfa sedang sakit padahal aku adalah ibunya sendiri, ibu macam apa aku ini mas? Sungguh pasti mas kecewa dengan ku hiks,, maafkan aku mas, aku janji akan lebih berguna lagi untuk mas dan alfa" Aku menunduk merasa bersalah.
Mas astan menggeleng dan mengangkat wajahku hingga mata kami bertemu.
Ia usap pelan air mataku dan menatap ku"Kamu menangis,aku sudah berjanji tidak akan membuatmu menangis"mas astan menghapus air mataku.
"Kamu sudah lebih dari baik sayang, kamu ibu yang hebat, alfa pasti bangga punya ibu sehebat kamu,perjuangan mu dulu hingga sekarang bahkan mengorbankan nyawamu untuk alfa anak kita, aku yang salah dan tak bisa menjaga ucapanku, sungguh mas minta maaf karena sudah berkata seperti itu padamu,mas gagal dalam janji mas, mas sudah membuatmu menangis" Mas astan memeluk aku dengan erat.
Aku menangis disana bukan karena merasa sakit hati tapi aku tak menyangka mas astan benar benar sudah berubah.
Aku sempat takut tadi, aku takut mas astan akan kembali seperti dulu.
"Mas, aku sebenarnya tidak pernah berniat memberikan alfa kepada pria tadi,dia yg merebut alfa dariku" Jelasku.
Mas astan mengangguk "mas tau, mas yang salah faham sayang, sudahlah sekarang kita tidur, kita anggap ini semua adalah proses menuju keluarga yang bahagia"
Aku mengangguk mengikuti mas astan naik ke tempat tidur.
Aku berbaring disamping mas astan dan memeluknya membenamkan wajahku didada bidangnya itu.
"Selamat malam sayang" Mas astan mencium kening ku pelan.
Aku mengangguk dan mulai memejamkan mata.
Namun belum juga beberapa saat aku bangkit kembali merasa khawatir dengan kondisi alfa saat ini.
Aku berdiri berjalan menuju keranjang tidur alfa dan men-chek suhu tubuhnya.
Aku bernafas lega karena alfa sudah tidak panas lagi.
"Tidur yang nyenyak yah sayang" Aku mencium kening alfa lalu kembali ke tempat tidur dimana mas astan sedang menatap heran ke arah ku.
"Kenapa hmmm? " Mas astan menarik aku ke dalam dekapannya.
Aku menggeleng "aku hanya khawatir sama alfa mas" Ucapku pelan.
Mas astan ber-oh-ria dan mengelus rambutku mencoba menidurkan aku.
Aku mulai terlelap namun lagi lagi aku merasa was was dengan alfa.
Apa semua ibu seperti ini yah saat sedang menghawatirkan anaknya?.
"Sudahlah sayang, alfa baik baik saja, mas tau kamu Khwatir tapi nanti alfa terbangun gara gara kamu liatin terus" Mas astan tak membiarkan aku bangkit.
Ia mendekap tubuhku lebih erat lagi"sekarang kita tidur, kamu juga butuh istirahat sayang "
Aku akhirnya memilih pasrah dan ikut mas astan untuk tidur.
Semoga besok lagi alfa sudah sembuh dan baik Baik saja.
Mamah menyayangimu sayang.
08.35Am
Aku sudah selesai memasak untuk sarapan kami pagi ini.
Aku menaiki tangga untuk menjemput alfa dan mas astan agar makan.
"Mas, makanan udah siap" Aku masuk kekamar dan mendapati mas astan yang sedang mengancing kemejanya dan alfa yang sedang tiduran diatas kasur.
Aku mendekat kearah mas astan dan membantunya mengancing kemejanya kemudian memakaikan ia dasi.
Cup,,,
Mas astan mengecup kening ku tiba tiba.
Kebiasaan memang.
"Ihh mas, itu ada alfa loh" Aku menyelesaikan ikatan ku di dasias astan.
Mas astan tertawa "Kening doang padahal, belum juga bibir"
"Udah ah mas, yuk makan kebawah"
Aku mencoba mengangkat alfa namun mas astan masih saja sempat nya mencuri ciuman dibibirku.
"Mas,, ya ampun ini alfa bisa liat loh" Kesalku.
"Hahahaha,, imutnya kalau lagi marah"
Mas astan malah menganggap itu sebagai lelucon.
Ngk ada akhlak emang jadi bapak bapak dia.
"Kamu lapar yah sayang? " Alur berjalan turun kebawah mengikuti mas astan yang sudah jalan duluan.
Mas astan duduk dikursi dan mengambil sendiri makanan untuknya, katanya dia bisa sendiri ngk usah diambilin nanti kamu capek.
"Alfa sayang mau ngk tukeran sama papah"
Mas astan tiba tiba berbicara seperti itu saat aku hendak menyusui alfa.
"Hah? Mau? Beneran nih? Kamu mau makanan papah terus makanan kamu buat papah, ini lebih enak loh sayang" Mas astan datang duduk tepat dihadapan ku.
Plak,,,
Langsung saja aku geplak itu bahu mas astan.
Ngomong suka ngk bener sama anak sendiri,aku tau apa maksud mas astan tadi, pasti maksud dia tuh alfa makan nasi terus dia nyusu ngk ada akhlak emang.
"Mas kalo ngomong gitu lagi sama alfa, awas aja ngk aku kasih jatah apapun termasuk ciuman"
Aku kesal sekali, alfa masih kecil udah mau diajarin jadi fakboi sama bapaknya sendiri.
Miris kan yah!!.
Mas astan langsung kicep denger ancaman aku tadi.
Giliran diancem ngk dapat jatah aja takut dia.
"🎶Sayang tolong jan marah marah🎶"
Mas astan menyuapi ku makan sambil nyanyi gitu.
Lagu dari mana sih itu? Alay sekali.
"Nanti mungkin mas pulang agak lama yah, kalian hati hati dirumah"
Aku mengangguk saja dan menerima suapan dari mas astan.
"Udah kenyang yah sayang? " Aku mengangkat tubuh alfa.
Mas astan mengancingkan baju ku lalu kembali menyuapiku.
"Nanti kalo mas pulang mau dibeliin apa sama papah sayang? " Mas astan meraih alfa dariku.
Aku bangkit daneraih tas mas astan yang tadi sudah ia bawa ke meja makan.
Mas astan berbincang bincang dengan alfa seolah olah memang topik mereka nyambung padahal tidak.
"Papah berangkat yah sayang,jangan nakal sama mamah, nanti papah ngk jadi beliin kamu mainan kalo nakal" Mas astan mencium pipi alfa berkali-kali.
Alfa sudah menolak tapi mas astan masih saja Menghujani alfa ciuman hingga alfa menangis.
"Mas ihhh udah dong, liat alfa udah nangis gitu"
Aku meraih alfa yang sudah mewek karena diciumi oleh mas astan berkali-kali.
Mas astan tertawa terbahak namun menyadari alfa yang sudah mulai menangis lagi ia berhenti.
"Kamu juga mau yah sayang? Muahh,,, muahh,, ".as astan memang yah.
" Ihh mas, nanti telat kantor loh "
"Gimana kalau mas bolos aja sayang? Lagian kantor sendiri kok"
"Mas berangkat ngk? Atau beneran nih mas mau puasa selamanya? "
"Dadah sayang,, papah berangkat"
Giliran diancem gitu langsung nurut aja yah.
Mas astan pun menghilang dibalik pagar.
Aku masuk kedalam rumah dengan alfa yang mulai tenang itu.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhhh makin gemezz sama mereka.
UWuuuu banget yah❤❤❤
🔷🔷jangan lupa like komen yah sayang🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤