Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bangun sayang


...Soundtrack//cherry blossom-chen(ost 100 days with my prince)//...


...Aku takut tidak bisa kembali lagi...


...-mina-...


   Suara tamgisan bayi dapat Astan dengar dengan menggema keluar ruangan tempat Mina ditangani tim medis.


Astan yang semula sudah lemas tak berdaya dilantai karena sudah menunggu berjam-jam lamanya dengan pikiran yang tak bisa tenang dengan harapan yang tak pernah berhenti berdoa untuk keselamatan Mina dan anaknya langsung berdiri dengan cepat dan menuju pintu depan.


Mata Astan berbinar saat tak senagaja melihat si kecil dari kaca pintu yang ukurannya sangat kecil itu.


Astan terharu saat melihat buah hatinya dengan Mina ternyata lahir dengan selamat.


Namun setelah itu Astan kembali diburu rasa takut saat melihat Mina yang tak bergerak sama sekali.


Astan mencoba berpikir positif dengan beranggapan kalau biusnya belum juga habis hingga Mina sampai sekarang belum sadarkan diri.


Tangan gemetar dengan jantung yang berdetak tak beraturan begitulah saat ini kondisi Astan.


Seperti sedang diburu namun tak sedang berlari.


"Suami dari pasien?" Dokter itu datang lagi namun kali ini dokter yang berbeda.


"De,,dengan saya dok." Astan mengepal tangan kuat seperti sedang tidak sanggup mendengar kabar apa yang akan dokter itu sampaikan padanya.


"Ba,,bagaimana kabar istri dan anak saya dok?" Astan gugup setengah mati.


Dokter itu menghembus nafas dan mendengar itu Astan semakin gugup saja.


"Alhamdulillah anak bapak lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa apa,dan berjenis kelamin laki-laki,saya juga kaget sekali dengan keajaiban ini pak,biasanya anak yang dikandung oleh seorang ibu hamil yang berusia muda seperti pasien akan mengalami kelahiran ptematur dimana si bayi kekurangan berat badan dan akan memiliki kelainan,namun alhamdulillah sekali bahwa anak bapak lahir tanpa kekurangan apapun,istri bapak sangat pandai dalam merawat kandungan nya."


Astan bernafas lega mendengar itu.


Ia sangat berterima kasih kepada istri nya karena telah menjadi ibu yang baik untuk buah hati mereka.


"Namun,,,maaf karena saya harus mengatakan ini pak,saat ini kondisi istri bapak sedang tidak stabil dan masih mengalami koma,dalam perkiraan kami kalau pasien tidak akan lama dalam masa komanya namun ada juga beberapa faktor yang mengancam keselamatan pasien mulai dari kurangnya darah dan juga energi yang sudah mulai habis."


Astan terjatuh karena mendengar berita mengerikan itu.


Mendengar nyawa Mina sudah ada diamabang antara hidup dan mati membuat Astan seolah sedang dihukum sekarang.


"Bagaimana ini dok?apakah ada yang bisa saya bantu?apa saja asal istri saya bisa selamat dok,anak saya butuh ibunya."


Astan menangis seperti seorang anak kecil yang membutuhkan bantuan.


Dokter itu juga paham dengan ketakutan yang Astan alami saat ini.


"Kami mengerti dengan perasaan bapak,kita hanya bisa berdoa dengan lapang dada dan berharap semoga pasien lekas sehat dan sembuh,kami sudah mencoba sebisa kami dengan memberikan perawatan extra." Tutur sang dokter.


"Oh iya dok,bukankah tadi dokter bilang kalau istri saya kekurangan darah?,dokter bisa ambilkan darah saya dan transfer sebanyak-banyaknya untuk istri saya." Astan terlihat sangat panik.


Dokter itu memggeleng"Alhamdulillah untuk stok darah pihak rumah sakit tidak kekurangan dan saat ini pasien sedang melakukan terima transfer darah,bapak bisa pulang sekarang karena pihak media masih menangani pasien,baoak belum bisa menjenguknya begitu juga dengan putra  bapak,masih butuh pemeriksaan terlebih dahulu sebelum di izinkan bertemu dengan wali."


Astan hanya bisa mengangguk setelah dokter itu pergi Astan langsung duduk memikirkan apa sebenarnya yang terjadi sekarang.


Tanpa sebab pikirannya kosong.


Ia terus dihantui rasa takut karena perkataan dokter tadi yang mengatakan kalau ada beberapa faktor yang akan membahayakan keselamatan Mina istrinya.


Ia sungguh tak ingin kehilangan mina istri kecilnya itu.


Sedang dari luar saja Astan sudah merasa Damai melihat putra kecilnya yang bergerak gerak tak bisa diam itu.


Air mata astan jatuh,ia bingung dengan air mata itu,apakah air mata bahagia karena bersyukur bisa melihat anaknya lahir kedunia ini atau malah sebaliknya air mata itu adalah air mata kesedihan karena sampai saat ini pihak medis belum juga selesai menangani Mina.


"Sayang,,kamu sehat yah disana,biar papah punya teman nungguin mamah bangun,papah ngk mau sendirian."


Air mata astan semakin menderas saja melihat putranya itu bergerak gerak tak mau diam seperti sedang mencari sosok ibunya.


"Hiks,,,maafkan papah kalau sekarang belum bisa bawa mamah kesana buat meluk kamu sayang,papah mohon kamu bertahan yah kita sama sama berjuang apalagi mamah saat ini sedang berjuang keras biar bisa liat wajah tampan mu putraku."


Astan sudah tak sanggup lagi.


Dadanya serasa sangat sesak sekali.


Ia sudah pernah membayangkan kalau setelah anak mereka lahir kedunia ini mereka akan jadi keluarga yang sangat utuh dan harmonis.


Membayangkan mereka berjalan bersama-sama dengan satu tangan putra mereka digenggam oleh astan dan satu lagi di genggam oleh mina.


Tertawa bersama dan menemani si kecil saat bermain juga belajar.


Astan kecewa dengan angan dan harapannya sendiri, dengan melihat Mina bangun saja ia sudah sangat bersyukur.


Kebahagiaan yang selama ini ini Astan impikan harus ia simpan dulu untuk sesaat ini.


Astana kembali lagi menuju ruangan Mina dirawat.


Ia berdiri didepan pintu menatap Mina yang terbaring lemah diatas ranjang dengan mata tertutup dan beberapa selang dibagian tubuhnya.


Hatinya semakin hancur melihat itu.


"Aku mohon sayang bangunlah, anak kita butuh kamu, aku juga butuh kamu."


"Kamu pasti kuat, aku yakin kamu pasti sangat ingin melihat anak kita kan? Jadi aku mohon bangunlah dan lihat wajah tampan malaikat kita."


"Dia butuh kamu sayang, dia sedang mencari ibunya sekarang."


"Hiks,, " Astan terduduk didepan pintu.


Hatinya lagi lagi tak bisa menahan rasa sakitnya.


Ia sungguh tak ingin ini semua terjadi, ia sungguh tak ingin sama sekali.


"Bagaimana aku tanpamu sayang? Hiks,,, aku tak mau kehilangan kamu."


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Aihhh kasian liat astan kalau udah gini mah🤧


Coba kita bayangin bagaimana perasaan astan saat ini, istrinya sedang koma dan anaknya sedang butuh seorang mamah.


Jangan bilang kalau minat ngk bakal selamat soalnya sudah sangat lama para tim medis mencoba Menangani mina tapi belum kunjung sadar.


So, if you want to know this story please keep wait for next update yeah😅


Tolong kasih komentarnya yah dan jangan lupa like dan follow akun aku yah cuyung ❤


Laffyouall❤cinta kalyan🖤