Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.88 - Siluman Beruang Hitam II


Di suatu tempat yang masih belum di ketahui keberadaanya, Fu Chen berlarian tanpa arah dengan panik. Segala cara telah ia lakukan untuk dapat kembali ke tubuh aslinya.


Fu Chen bahkan sempat mencubit hingga memukul wajahnya sendiri dengan harapan kesadarannya segera kembali. Namun tidak terjadi apa-apa setelahnya.


Tempat ini seolah tak berujung, Fu Chen telah mencoba berlari sejauh yang ia bisa namun penampakan tempat ini masih sama.


"Apa yang harus aku lakukan?" Fu Chen mencengkeram rambut frustasi, "Aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini…"


Namun setelah beberapa saat, tubuhnya ambruk ke genangan air di tempat itu. Fu Chen tidak berusaha untuk bangkit, tatapannya kosong lantaran lelah dengan perjuangan yang tidak berarti ini. Sementara itu, ia mulai tenggelam secara perlahan.


Genangan air itu ternyata sangat dalam, terlalu dalam hingga cahaya tidak berani menerobos masuk. Anehnya, Fu Chen masih dapat bernapas tanpa tersedak oleh air yang memasuki hidungnya.


***


Sosok yang mengendalikan tubuh Fu Chen sedikit menjauh dari lokasi siluman Beruang Hitam saat menyadari keberadaan Ye Huolang. Meski ia telah mendapat wadah baru bagi jiwanya, namun tubuh ini masih terlalu lemah.


Sangat berisiko baginya untuk melawan Ye Huolang dan siluman itu sekaligus, terlebih dengan kedatangan tetua sekte dan lainnya membuat sosok itu terpaksa mengurungkan niat.


Ia duduk di atap sebuah bangunan dengan santai, aura gelap di tubuhnya sudah menghilang karena tidak ingin keberadaanya di sadari oleh siluman Beruang Hitam maupun sekelompok pendekar Raja itu.


"Ah… dunia benar-benar berpihak padaku. Jiwa siluman ini setidaknya dapat memulihkan satu persen dari kekuatanku." Fu Chen menjilat bibirnya sambil mendesah pelan.


"Kemudian saat orang-orang itu melemah, aku akan mengambil kesempatan dan melahap jiwa mereka juga. Hahaha… kebangkitanku kali ini sungguh sangat nikmat!" Fu Chen menyeringai lebar, matanya menangkap siluman Beruang Hitam sudah mulai melakukan pergerakan.


"HAHAHA… lihatlah! Lihatlah ke agungan ini!" Hang Guan berusaha untuk berdiri meski sedikit kesusahan karena kedua tangannya telah terputus.


"Dengan makhluk ini aku akan melantakkan Kekaisaran Song!" ucap Hang Guan yang di ikuti tawa lebar.


Tanah kemudian bergetar saat siluman Beruang Hitam melangkah, ia berhenti saat tiba di belakang GmHang Guan.


Hang Guan menolehkan wajahnya secara perlahan, sedikit perasaan ngeri untuk melihat rupa makhluk itu secara langsung.


"A-apa lagi yang kau tunggu? Segera bunuh mereka!" Hang Guan berkata dengan tertawa hambar.


Siluman Beruang Hitam hanya mendengus, sejurus kemudian ia menangkap tubuh Hang Guan.


Hang Guan terkejut sekaligus takut, kakinya menerjang ke segala arah berusaha melepaskan diri. Namun tangan siluman Beruang Hitam itu terlalu besar, bahkan genggamannya terasa semakin kuat.


"A-apa yang kau lakukan!? Lepaskan aku! Yi Wen, cepat perintahkan makhluk ini untuk berhenti! Yi-" Mata Hang Guan melotot saat melihat kepala sosok bertudung yang tergeletak di depan mulut goa.


Di sekitar sana juga ada bagian-bagian anggota tubuh yang terpisah-pisah.


"K-kau-… Lepaskan! L-lepaskan aku…!" Hang Guan semakin panik mengetahui makhluk ini di luar kendalinya.


"Tidak, tidak, tidak… TIDAAAAK-!" Hang Guan berteriak lantang saat makhluk itu berniat memakannya.


"T-TOLONG… SELAMATKAN AKU! SELAMATKAN-! AAAARRRHK-!"


Siluman Beruang Hitam mulai melahap tubuh Hang Guan, darah mencuat ke mana-mana. Siluman itu kemudian menatap Ye Huolang dan lainnya dengan beringas, seolah mengetahui jika mereka adalah lawan yang kuat.


"GROOAAAARR!"


Siluman Beruang Hitam bergerak cepat ke arah Ye Huolang dan lainnya.


"Menghindar!" seru Ye Huolang ketika siluman Beruang Hitam melancarkan serangan. Tiga garis cakaran cukup dalam kemudian berbekas di tanah tempat mereka tadi berpijak.


"Kalian incar dari sisi berbeda! Aku akan mengalihkan perhatiannya!"


"Baik!" Dua pengikut dan Xiao Jung menyahut bersamaan, sementara tetua sekte hanya mengangguk pelan.


Tetua sekte sadar, meski kekuatannya di atas Ye Huolang namun kecepatan pemuda itu sangat di perlukan untuk mengalahkan siluman ini.


"Lawanmu adalah aku!" Ye Huolang melepaskan tebasan energi saat saat siluman itu mengalihkan pandangan darinya.


Siluman Beruang Hitam dengan mudah menepis tebasan energi itu, tangannya kemudian membeku namun hanya beberapa saat sebelum akhirnya kembali normal.


Ye Huolang tidak ingin gegabah dengan langsung mendekati siluman Beruang Hitam, setidaknya dia harus menemukan satu titik sebagai objektif serangannya.


"Ini tidak semudah yang ku pikirkan." Ye Huolang menelan ludah pahit melihat serangannya tidak meninggalkan bekas apapun.


"Saudara Ye, pancing makhluk ini ke hutan! Kita tidak bisa menyerangnya di tempat terbuka seperti ini." Tetua sekte berseru lantang setelah mengamati situasi. Tinggi makhluk itu setidaknya mebcapai lima belas meter, sangat sulit untuk menyerang area vitalnya tanpa pijakan yang tinggi.


"Baik!" Tanpa pikir panjang Ye Huolang langsung bergerak menyerabg Siluman Beruang Hitam.


Dengan Mengandalkan kecepatan, Ye Huolang dapat dengan mudah mengindari serangan. "Heh… kau terlalu lamban!"


Ye Huolang melompat tinggi hingga tubuhnya sejajar dengan kepala siluman Beruang Hitam. Baru saja ia berniat menyerang, seketika siluman Beruang Hitam mengaum keras, membuat Ye Huolang langsung terpental jauh.


"Tuan…" Salah satu pengikut Ye Huolang bernama Han Durui menangkap tubuhnya saat masih di udara.


"Terimakasih…" Ye Huolang kemudian menatap siluman itu dengan wajah rumit.


"Kemana kau mengalihkan wajahmu, berengsek!" Xiao Jung melakukan tebasan menyilang usai mengatakannya. Pedangnya yang telah di aliri cukup banyak energi qi mampu memberikan luka di wajah siluman itu.


"GRROAAAR!"


Moncong siluman Beruang Hitam itu mengeluarkan darah akibat serangan Xia Jung. Matanya berkilat menyala, wajahnya semakin beringas dan mendekati Xiao Jung yang masih berusaha berdiri.


"Haha… kejar aku, dasar lamban!" Xiao Jung bergerak ke arah hutan dan sesekali masih melayangkan serangan agar perhatian siluman itu terkunci padanya.


"ikuti dia!"


Ye Huolang dan lainnya segera menyusul. Murid-murid sekte dibuat sangat terkejut saat melihat makhluk mengerikan menerobos keluar markas. Beberapa saat kemudian sekelebat bayangan terlihat mengejarnya.


"Hei… yang benar saja. Mau kalian bawa ke mana makananku itu?" Fu Chen berdecak pelan dan ikut menyusul Ye Huolang dan lainnya dari belakang.


"Apa manusia-manusia di zaman ini tidak bisa berpikir jernih? Jelas sekali makhluk itu akan di untungkan dengan keadaan sekitarnya."


Meski tidak di pihak yang sama, namun sosok misterius itu sangat menyayangkan jika rombongan Ye Huolang akan mati setu per satu. Mereka adalah makanan penutup yang berharga.


Ye Huolang dan alinnya kemudian segera menyerang dari sisi kiri dan kanan Beruang Hitam. Tebasan energi dengan tekanan tinggi bergerak cepat dan menghentikan langkah siluman itu.


"Jangan berhenti menyerangnya!"


Dengan mengandalkan pepohonan di sekitar, mereka melancarkan ratusan serangan tanpa henti. Energi qi di tubuh mereka terkuras dengan cepat, setiap serangan yang di luncurkan adalah jurus andalan mereka.


Dari ratusan serangan itu, hanya beberapa yang benar-benar memberikan luka serius. Meski begitu, siluman Beruang Hitam tak kunjung tumbang.


Xiao Jung tidak bisa bergerak secepat sebelumnya karena energi qi miliknya sudah menipis, tubuhnya kemudian menabrak sebatang pohon besar saat berusaha menahan serangan siluman beruang Hitam.


"Aargh…" erang Xiao Jung saat kakinya tidak dapat di gerakkan. "Sial, sial, sial… kenapa harus di saat seperti ini."


Tidak berselang lama, Ye Huolang dan lainnya ikut terpental jauh. Sedangkan siluman Beruang Hitam mulai ambruk usai melepaskan serangan terakhir.


"Ahk-" Ye Huolang menabrak sebatang pohon, ia memuntahkan seteguk darah segar setelahnya.


"Tuan…" ucap Han Durui sambil menahan sakit.


"Sial… bahkan dengan empat pendekar Raja sekalipun tidak cukup untuk membunuhnya." Tetua sekte mengumpat dan menyeka darah di bibirnya.


Meski tubuhnya telah di oenuhi luka, namun siluman Beruang Hitam itu masih berusaha untuk bangkit. Tatapan permusuhan teasa kental dari sorot matanya.


"Ini sudah berakhir?" Sosok yang mengendalikan tubuh Fu Chen menaikkan alis. "Hahaha… kalau begitu aku sangat berterimakasih karena telah menyiapkan makananku ini. Dengan begini, aku tidak perlu bersusah payah menundukkannya.


Fu Chen mendekati siluman Beruang Hitam dalam satu lompatan. Siluman itu mendengus saat Fu Chen di dekatnya.


Mata Xiao Jung terbelalak melihat Fu Chen tiba-tiba muncul dari dalam hutan. "Chen'er! Menjauh darinya! Makhluk itu berbahaya!"


Mendengar teriakan Xiao Jung sontak membuat Tetua sekte dan lainnya mengalihkan pandangan pada Fu Chen.


"Pergi! Apa yang kau lakukan di tempat ini!?" Ye Huolang berteriak cemas, tubuhnya terasa sangat sakit hingga membuatnya tidak bisa banyak bergerak.


Fu Chen hanya tersenyum tipis menanggapinya. Ia berjalan mendekati kepala siluman itu. "Makhluk yang malang, aku juga baru terbangun dari tidur panjangku, namun sepertinya keberuntungan kita sangat berbeda."


Fu Chen mengeluarkan aura gelap dari tubuhnya dan membuat siluman Beruang Hitam meringkuk ketakutan. Xiao Jung amat terkejut melihat perubahan Fu Chen, terlebih karena siluman Beruang Hitam itu tidak berani menatap wajah Fu Chen secara langsung.


Fu Chen meletakkan tangannya di muncung siluman Beruang Hitam, beberapa saat kemudian angin berhembus dari tubuh Fu Chen.


Sosok Beruang Hitam itu terlihat mengurus seiring waktu, tubuhnya kemudian menyusut hingga ke ukuran beruang pada umumnya.


"Ah… nikmat sekali." Wajah Fu Chen mengadah ke langit sambil tersenyum lebar, "Selanjutnya adakah kalian…"


**


kalau agak bingung maaf ya, othor juga bingung soalnya gimana nyebut sosok misterius itu ^^