
Fu Chen tetap membeli kain itu dan segera pergi menuju ke tempat penjahit yang di maksud. Tempat itu cukup aneh bagi Fu Chen untuk sebuah toko yang cukup terkenal di Ibu Kota. Selain lokasinya yang berada di gang-gang sempit, kondisinya juga tidak terlalu baik.
Fu Chen tidak ingin memikirkannya lebih jauh, ia hanya perlu pesanannya sesuai seperti apa yang di harapkan dan itu sudah cukup.
Seorang pekerja di sana menyambut kedatangan Fu Chen dan Sashuang, kemudian mempersilahkan keduanya untuk masuk dan menunggu giliran. Kondisi di dalam rumah itu ternyata sangat berbeda, bahkan dinding di sana berwarna putih bersih. Fu Chen cukup kagum dengan keanehan penduduk Kota ini.
Sepasang pemuda kemudian keluar dari dalam salah satu ruangan, mereka berdua kemudian duduk tidak jauh dari tempat Fu Chen. Pandangan Fu Chen terpaku pada gadis yang bersama pemuda itu. Bukan karena tertarik, namun gadis itu terlihat cukup pucat meski wajahnya telah di rias.
Sashuang juga menyadari tatapan Fu Chen yang sesekali melirik ke arah gadis itu. Dia kemudian memberi peringatan ringan.
"Apa Tuan tertarik padanya? Saya sarankan agar Tuan tidak membuat masalah dengan mereka. Jika di lihat dari cara berpakaiannya mereka sepertinya berasal dari keluarga Bangsawan besar," ucap Sashuang serius.
Fu Chen justru tidak memahami hal itu, namun ia mencoba untuk mengabaikannya. Lagipula ia tidak memiliki urusan apapun untuk ikut campur dengan pasangan pemuda itu.
Suara gemertak dari gigi gadis itu kemudian sedikit terdengar, dia memeluk lututnya karena tubuhnya terasa dingin. Pemuda di sampingnya sedikit panik, dia segera mengalirkan energi qi untuk menghangatkan tubuh wanita itu.
"Zhi'er, penyakitmu kambuh lagi?" tanya pemuda itu cemas.
Gadis itu tidak menjawabnya, dia tetap meringkuk dengan wajah terbenam.
"Bertahanlah, kakak akan membantumu menghangatkan tubuh." Pemuda yang tidak lain adalah Meng Tian itu segera mengeluarkan sebuah pil dari cincin Bumi miliknya lalu menelannya. Dia juga memberikan Meng Zhi pil yang sama dan membantunya agar dapat mencerna pil itu dengan cepat.
Hawa dingin itu sedikit terasa di tangan Fu Chen yang tidak jauh dari mereka. Fu Chen kembali melirik pada pasangan pemuda itu dengan kening yang sedikit berkerut. Dia mendapati wajah pemuda itu terlihat sedikit pucat dengan keringat dingin yang keluar dari keningnya.
Fu Chen berusaha untuk mengabaikan mereka namun suara desisan dari gadis itu membuatnya penasaran. Dia mendekati mereka karena pemuda itu terlihat cukup kesusahan.
"Apa kau perlu bantuan?" Fu Chen baru menyadari jika pemuda ini sedang melakukan penyembuhan dengan mengalirkan qi miliknya. Namun sepertinya energi qi milik pemuda ini tidak cukup banyak untuk mengembalikan kondisi tubuh gadis itu.
Meng Tian mengerutkan kening saat mendengar tawaran Fu Chen, dia menatap penuh curiga pada pemuda di depannya ini.
Fu Chen hanya tersenyum canggung mendapat tatapan itu. "Jangan khawatir, aku tidak ada maksud apapun. Lagipula aku juga baru melihatmu, tidak ada alasan bagiku untuk menyakiti kalian."
Meng Tian masih terlihat ragu, namun beberapa saat kemudian dia menghela napas pelan sambil memejamkan matanya. "Baiklah, tolong bantu aku. Aku akan memberikan apapun yang kau mau setelahnya."
Meng Tian menerimanya dengan terpaksa, ia sendiri tidak yakin mampu memulihkan kondisi adiknya menjadi lebih baik.
Fu Chen tersenyum lembut lalu duduk di samping Meng Zhi, membuat gadis itu meringkuk di antara dua pemuda ini. Fu Chen kemudian menempelkan tangannya ke punggung gadis itu, ia cukup terkejut karena tubuh gadis itu terasa begitu dingin.
Saat Fu Chen mencoba untuk mengalirkan energi qi pada tubuhnya, energi itu kemudian lenyap begitu saja. Kening Fu Chen berkerut menyadari energi qi yang dia alirkan seolah di serap oleh sesuatu. Ia menarik tangannya kembali sambil memikirkan sesuatu.
Fu Chen hanya tersenyum tipis menanggapinya, ia memasukkan tangannya ke dalam jubah dan mengambil sebuah pil dari cincin Bumi. Fu Chen menyodorkan pil itu pada Meng Tian dan membuat pemuda itu menyipitkan matanya.
"Apa maksudmu?" tanya Meng Tian kebingungan.
"Berikan pil ini padanya-"
Fu Chen tidak dapat menyudahi kalimatnya karena Meng Tian segera menyergap ucapannya. "Aku tidak akan menerima apapun dari orang asing sepertimu!"
"Dengarkan dulu penjelasanku! Pil ini dapat memberikan energi qi yang cukup untuknya, ini jauh lebih baik dari apa yang kau lakukan sekarang," kata Fu Chen sedikit geram.
Meng Tian memandang pil di tangan Fu Chen itu sekali lagi. Dia menggertakkan gigi lalu mengambilnya dan segera memasukkan pil itu ke dalam mulut Meng Zhi. "Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu pada adikku!" desisnya dengan wajah serius.
Fu Chen tidak menanggapinya, dia kembali menempelkan tangannya dan mulai mengalirkan energi qi. "Sekarang kita hanya perlu membantunya untuk menyerap pil itu."
Meng Tian mengangguk setuju dan segera melukan hal yang sama. Dia baru sadar jika pil yang baru saja ia berikan pada adiknya itu memiliki kualitas yang sangat tinggi saat merasakan energi qi yang dihasilkan. Matanya melirik ke arah Fu Chen dengan rasa penuh selidik.
***
"Huffft… aku tidak menyangka jika ini akan sangat lama." Fu Chen menghela napas panjang setelah berhasil menekan hawa dingin di tubuh Meng Zhi.
Mereka telah melakukannya selama hampir satu jam. Bahkan Sashuang sampai jenuh memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Terimakasih telah membantuku. Sesuai janjiku tadi, aku akan memberikan apapun yang kau mau." Meng Tian sungguh tertolong dengan kehadiran Fu Chen. Biasanya ia akan menghabiskan cukup banyak pil restorasi untuk memulihkan energi qi yang di serap oleh tubuh adiknya.
Namun berkat Fu Chen, semua itu dapat teratasi. Adiknya juga langsung tertidur setelah tubuhnya kembali normal. Meng Tian membiarkan adiknya tertidur dalam pangkuannya, ia sendiri masih belum mengetahui apa penyebab dari kondisi adiknya ini. Tujuannya menghadiri pelelangan itu juga untuk mencari informasi mengenai penyakit yang di derita adiknya.
Fu Chen menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. "Aku tidak akan meminta apapun, aku hanya tidak tega melihat seorang Bangsawan seperti kalian terlihat kesusahan di tempat seperti ini."
Meng Tian tersenyum kecut, perkataan pemuda itu seperti sebuah ejekan untuknya. "Kalau begitu terimakasih atas bantuanmu. Aku akan segera mengantar adikku pulang."
Fu Chen tersenyum tipis melihat pasangan pemuda itu berjalan keluar, dia sangat berharap untuk segera bertemu dengan Fu Mei kembali agar dapat merasakan keharmonisan itu. "Ah, benar. Aku belum mwngetahui nama mereka."
"Tuan, mau sampai kapan kita menunggu di sini? Mereka perlu mengukur tubuhmu untuk membuat jubah itu." Sashuang menghela napas pelan setelah menunggu cukup lama dari kejauhan.
Ia menggoyangkan pundak pemuda itu dan membuat lamunan Fu Chen buyar. Pemuda itu tersenyum canggung lalu menuruti perkataan Sashuang.