Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.119 - Dunia Baru


Dukung author dengan meninggalkan like^^


~


Kepala Fu Chen terasa seperti tersengat listrik yang amat dahsyat hingga ia kesulitan mempertahankan kesadarannya. Fu Chen pernah merasakan sensasi ini sebelumnya, ketika pertama kali membuka cincin Bumi miliknya, namun di bandingkan sekarang, sensasi saat itu seolah tidak ada apa-apanya.


Fu Chen ingin berteriak, namun mulutnya tidak bisa digerakkan karena jurus milik Dou Huang, isi kepala Fu Chen seolah berputar-putar hingga ia tidak bisa memikirkan apapun. Fu Chen hanya bisa meringis dan tubuhnya bergetar hebat, ingatan yang masuk itu membuat kepalanya terasa ingin meledak.


"Bedebah ini, tindakannya di luar dugaanku…" Feng Bian bergumam pelan, tidak menyangka bahwa Dou Huang sampai berbuat sejauh ini.


Perlu beberapa waktu hingga Dou Huang selesai memberikan beberapa ingatannya pada Fu Chen. Fu Chen yang tidak lagi memiliki tenaga pun ambruk, keringat membasahi tubuhnya hingga membuat tanah tempatnya terbaring ikut basah.


Tatapan Fu Chen kosong selama beberapa saat, napasnya memburu menyaksikan ingatan yang terlihat seperti mimpi itu. Perlahan kesadarannya mulai terkumpul, Fu Chen lekas menatap sosok Dou Huang dengan wajah rumit.


Tidak pernah terbayang di kepalanya selama ini bahwa manusia dapat membelah gunung layaknya memotong kue. Gambaran yang baru saja ia terima terlalu mengerikan, sulit baginya untuk percaya bahwa semua itu nyata.


Ingatan itu memperlihatkan lautan manusia bertempur satu dengan yang lain, di sana juga ada beberapa binatang besar yang ikut serta dalam perang itu. Langit menjadi gelap karena tertutupi awan dan asap, lalu diantara lautan manusia itu terdapat ratusan ribu manusia lainnya yang bertarung di langit.


Pertarungan mereka lebih mengerikan, satu serangan nyasar dari mereka dapat membuat ribuan manusia di bawahnya berhamburan ke udara hingga tubuh mereka terpisah.


Fu Chen mendekap tubuhnya yang mengigil hebat sembari memejamkan mata dengan erat. ia ingin menghilangkan semua gambaran itu dari kepalanya namun dia tidak berdaya.


"Dou Huang, tidakkah kau pikir tindakanmu itu berlebihan? Bagaimana jika mentalnya nanti terganggu?" Feng Bian menatap Dou Huang tajam, sedikit tidak suka dengan sikapnya yang sembrono.


"Ho… jadi kau mengkhawatirkan bocah ini?" Dou Huang menyeringai tipis.


Feng Bian mengumpat dalam hati mendengarnya, lalu berkata, "Cih, apa tujuanmu sebenarnya?"


"Kau akan mengetahuinya saat anak ini sudah tenang," Dou Huang mendekati Feng Bian, "Mau bertaruh? Aku akan membantumu memulihkan inti energimu jika kau menang, bagaimana?"


"Jangan bercanda Dou Huang, aku tahu betul kau tidak pernah bermain dengan nyawa manusia, apa kau juga terpengaruh setelah bertemu denganya?" Feng Bian tersenyum tipis.


"Hahaha… Ayolah, jangan mengaitkanku dengannya. Apa salahnya diriku yang terkurung selama ribuan tahun ini mencari sedikit hiburan?"


"Heh baiklah… kalau begitu apa yang kau inginkan dariku?"


Dou Huang tersenyum tipis, "Mudah saja, aku hanya ingin kau melakukan…" Dou Huang menyeringai lebar usai membisikan sebuah kalimat pada Feng Bian.


**


Fu Chen memerlukan waktu hampir empat jam lamanya untuk mendapat ketenangannya kembali. Ingatan itu belum sepenuhnya ia pahami tapi ada beberapa hal yang Fu Chen mengerti.


Dari ingatan itu dikatakan bahwa dunia ini sebenarnya ada tiga lapis, meski sulit mempercayainya namun informasi itu dapat di buktikan dari gambaran yang dia lihat.


Dunia lapisan pertama memiliki nama Dunia Atas, Fu Chen tidak menemukan banyak informasi mengenai dunia ini, tapi dikatakan jika Dunia Atas adalah tempat tinggal bagi makhluk suci seperti Dewa dan binatang Magis.


Sementara lapisan kedua di kenal sebagai dunia Fana, tempat di mana para manusia hidup dengan segala keserakahannya. Seseorang di dunia Fana juga dapat naik ke dunia Atas jika mereka telah memenuhi syarat dan memdapatkan pentunjuk untuk sampai ke sana.


Nama dunia lapisan dasar sebenarnya telah sering disebutkan oleh orang-orang tapi Fu Chen sungguh tidak menyangka bahwa dunia itu benar adanya. Dunia itu tidak lain adalah Neraka! Tempat dimana jiwa-jiwa manusia akan tinggal setelah kematian mereka.


Fu Chen sedikit bertanya-tanya apakah dunia Atas itu sebenarnya adalah Surga, karena tidak ada informasi apapun mengenainya. Dunia Atas hanya dikatakan sebagai dunia yang tenteram namun terdapat kejahatan besar di balik semua itu.


Sebenarnya ada satu informasi lagi di kepala Fu Chen namun ia tidak ingin memikirkannya saat ini, Fu Chen khawatir informasi itu akan menggangu mentalnya karena gambaran yang di berikan terlalu mengerikan.


Apalagi mentalnya sekarang belum sepenuhnya pulih usai kehilangan keluarganya. Jika boleh jujur, sebenarnya Fu Chen merasa begitu lelah. Jika bisa, dirinya sangat ingin kabur dari dunia ini dan hidup dengan tenang tapi tanggung jawab tetaplah tanggung jawab, Fu Chen tidak ingin semuanya berakhir menyedihkan seperti keluarganya.


Ia harus bisa menyelesaikan semua permasalahannya dan setelah itu, dia akan bebas melakukan apapun. Setidaknya itulah hal memotivasi dirinya.


Semua tekanan ini amat berat untuk seorang anak berusia sembilan tahun seperti Fu Chen.


"Hua… lihatlah Rubah Kecil, sepertinya aku yang memenangkan pertaruhan ini, bahkan dia terbangun lebih cepat dari dugaanku." Dou Huang tersenyum lebar sembari mengelus janggutnya.


"Jangan senang dulu… kita masih belum tau apakah mentalnya baik-baik saja atau tidak!"


"Hehe… Sepertinya kau masih meremehkan anak itu. Yah… otak kecilmu itu pasti tidak percaya dengan apa yang dia lihat…"


Fu Chen mengedarkan pandangannya secara perlahan, kepalanya masih terasa pusing. Fu Chen mendekat ke arah Dou Huang dan Feng Biang begitu menemukan keduanya masih ada di sana.


"Haha… bagaimana keadaanmu, Bocah? Kau baik-baik saja, kan?" tanya Dou Huang sembari tersenyum simpul.


"Bolehkah aku beristrahat sejenak?" tanya Fu Chen lirih.


"Ah tentu, silahkan…" Dou Huang tersenyum lembut, "Jadi bagaimana menurutmu? Bukankah masa mudaku sangat menakjubkan? Yah, meski sedikit mengerikan untuk di lihat tapi tidak banyak orang yang mampu melakukannya, jadi e-- huh?"


"Grrooook!" Fu Chen mendengkur.


"Hoi! Apa-apaan kau ini?! Leluhurmu sedang berbicara! Dengarkan dengan baik dasar tidak tahu diri!"


**


"Jadi… kau sudah bangun?" tanya Dou Huang seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, pelipis matanya sedikit berkedut melihat tingkah Fu Chen yang seperti tidak menaruh hormat padanya.


Fu Chen mengangguk-angguk pelan seraya mengusap matanya, jujur saja tidurnya tidak nyenyak sama sekali, ia terus terbayang dengan sosok mengerikan yang ada di pikirannya.


"Hm… tidak perlu memaksakan diri, lanjutkan istirahatmu jika kepalamu masih sakit." Dou Huang memberi saran.


Fu Chen menggeleng pelan, lalu berkata, "Apa benar dunia ini ada lebih dari satu?"


Dou Huang sedikit menaikkan alis, "Apa yang kau lihat tadi adalah kebenarannya, terserah padamu mau mempercayainya atau tidak, toh suatu saat kau pasti menyadarinya."


"Lalu… sosok berpakaian serba putih dengan sepuluh makhluk aneh yang mengikutinya itu, siapa dia sebenarnya? Dia berpakaian layaknya orang baik, tapi perbuatannya sungguh keji."


"Oh… jadi dia sedikit menarik perhatianmu? Latar belakangnya cukup rumit, aku sengaja tidak memberimu informasi tentang orang itu agar kau tidak terlalu memikirkannya, tapi sepertinya aku salah."


Dou Huang mengatakan orang itu adalah makhluk dari Neraka yang berhasil merangkak naik hingga ke dunia Atas. Dou Huang tidak ingin menjelaskan apa yang di lakukan orang itu hingga ia sampai ke dunia atas.


Tapi, tidak berselang lama setelah orang itu sampai di dunia Atas, dia mulai menimbulkan kekacauan di mana-mana.


Orang itu gemar mengadu domba para penghuni dunia Atas, hingga pada suatu kesempatan dirinya mencuri salah satu teknik terlarang yang di miliki hewan Magis Suci di dunia itu.


Akibatnya, dia diburu hingga tidak ada tempat baginya untuk sembunyi di dunia Atas. Karena tidak ada pilihan lain orang itu memutuskan untuk melarikan diri ke dunia Fana, dan semua hewan Magis yang mengejarnya terpaksa berhenti, ada aturan yang melarang makhluk dunia Atas turun ke dunia Fana maupun Neraka.


Namun, diantara ratusan hewan Magis itu ternyata ada satu diantara mereka yang turun ke dunia Fana. Hewan Magis itu tidak lain adalah Feng Bian, dirinya saat itu telah terhasut dengan ucapan orang itu, membuatnya dengan mudah menuruti permintaanya.


Saat para hewan Magis itu mengetahuinya, beberapa dari mereka segera mengajukan diri untuk memburu Feng Bian. Mereka tidak ingin nama hewan Magis menjadi kotor jika suatu saat Feng Bian menjadi peliharaan manusia.


Setelah kabur dari dunia Atas ternyata orang itu tidak berdiam diri di dunia Fana. Dia punya ambisi kuat untuk menguasai dunia Fana dan membangun kekuatan besar yang akan menyerang dunia Atas.


Memanfaatkan kedudukannya di Neraka, orang itu berhasil membangun kekuatan besar yang menyatukan sebagian dunia Fana dan Neraka. Tapi, di saat bersamaan para Dewa juga mengutus manusia dunia Fana untuk menghentikan tujuan orang itu.


Dengan kekuasaan mereka, para Dewa itu setuju dan mengutus seekor binatang Magis untuk menyerahkan sebuah pusaka dan kitab yang dapat menyegel orang itu.


"Tapi gelar Dewa yang mereka miliki tidak se-suci yang kau kira. Ilmu untuk menyegel orang itu tidaklah sempurna, segel itu akan terbuka dengan sendirinya pada waktu tertentu. Dan orang itu akan bangkit kembali dengan dendam yang lebih besar."


Fu Chen kembali merenung, ia kini sedikit mengerti kenapa peperangan yang sangat mengerikan itu bisa terjadi. Fu Chen mendadak teringat ucapan Dou Huang yang membahas tentang misi, sepertinya Fu Chen dapat menebak misi apa yang akan di berikan Dou Huang.


"Jadi, sebenarnya orang-orang yang tinggal di neraka itu makhluk seperti apa? Kenapa anda hanya menjelaskan bahwa mereka adalah jiwa dari orang-orang yang sudah mati?"


Dou Huang menghela napas panjang, "Itu… aku akan memberitahumu, tapi tidak sekarang-!"


"Kenapa kau sangat berbelit-belit seperti itu? Apa susahnya mengatakan bahwa mereka yang tinggal di neraka adalah Iblis!" Feng Biang menyela ucapan Dou Huang, ia cukup kesal harus mengingat peristiwa lama yang di alaminya.


"Apa yang kau bicarakan? Apa kau tidak memikirkan kondisi anak ini?!" bentak Dou Huang saat terkejut mendengar ucapan Feng Bian, dia sengaja menahannya sejak tadi karena khawatir dengan Fu Chen.


"Iblis…?" Fu Chen bergumama pelan.