
Dou Huang meminta Fu Chen untuk segera menenangkan pikirannya sebelum kontrak itu di mulai. Tapi Fu Chen tidak serta merta menurutinya, ia ingin tahu lebih dulu identitas keduanya dan tujuan mereka.
Fu Chen agaknya sedikit mengerti tentak kontrak yang mereka katakan, biasanya kontrak di lakukan untuk menjalin hubungan dengan seekor siluman. Dengan adanya kontrak, si pemilik siluman itu dapat mengendalikannya sesuka hati.
Yang menjadi pertanyaan Fu Chen sekarang adalah siapa diantara keduanya yang akan membuat kontrak dengannya, Fu Chen bahkan tidak mengetahui apakah keduanya adalah siluman atau bukan. Fu Chen tidak ingin mengambil resiko dengan menjalin hubungan dengan makhluk yang tidak jelas asal usulnya.
Fu Chen berpikir keras untuk memulai perbincangan, ia khawatir pertanyaannya akan menyinggung kedua makhluk itu.
"Bisakah aku mengetahui siapa kalian ini sebenarnya? Dan, dari mana kalian berasal…? Ah, perkenalkan namaku Fu Chen, tidak sopan rasanya jika aku bertanya tanpa memperkenalkan diri lebih dulu," tanya Fu Chen sedikit gugup sambil mengelus tengkuk lehernya.
Dou Huang sedikit menaikkan alis, lalu mengusap janggutnya sejenak, "Hmm, kau benar… Pertemuan ini terlalu mengejutkan hingga aku lupa mengenalkan diri," Dou Huang tertawa kecil setelahnya.
"Baiklah, persiapkan mental mu sekarang, aku khawatir kau akan terkena serangan jantung begitu mengetahui jati diriku yang sebenarnya," Dou Huang menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Bersiaplah! Orang yang ada di depanmu ini tidak lain adalah… Dou Huang!" Dou Huang menyebutkan namanya dengan lantang lalu di ikuti tawa keras yang panjang, sudut bibirnya sedikit melengkung hingga menampilkan sebuah senyuman.
Fu Chen tersedak ludahnya sendiri menyaksikan cara perkenalan yang tidak biasa itu, ia memandang Dou huang dengan heran sambil memiringkan kepala, 'Apa aku harus terkejut mendengarnya?' pikir Fu Chen seraya tersenyum kecut.
Dou Huang merajut alisnya mendapati rekasi Fu Chen tidak sesuai dengan harapannya, "Hm? Kau tidak pernah mendengar namaku? Dou Huang? Pendekar Legendaris yang di utus para Dewa ke dunia ini?"
Fu Chen menggeleng pelan dengan wajah bingung, "Emmh… tidak, ini pertama kalinya aku mendengar nama itu…"
"Aku ini leluhur mu, bodoh! Apa ayahmu tidak pernah menceritakannya?!" Dou Huang justru nampak terkejut mendengar jawaban Fu Chen, tapi pemuda itu hanya tersenyum canggung sambil mengalihkan pandangannya.
Dou Huang berpikir keras sampai berjongkok, "Tidak mungkin… apa aksiku saat itu kurang menakjubkan hingga kami di lupakan begitu cepat?"
"Hahaha! Kau benar-benar menyedihkan Dou Huang! Bahkan keturunanmu tidak lagi mengingat jasamu," Feng Bian tertawa lantang sampai air matanya sedikit keluar.
"Leluhur?" Fu Chen bergumam pelan, "Ah, ayahku pernah menceritakannya tapi dia tidak mengatakannya dengan jelas. Tapi, anda bukan hantu kan? Maksudku, anda tidak akan memakan jiwaku atau mengambil tubuhku, kan?"
Fu Chen mendekap kedua bahunya seraya mengambil jarak, ia memandang Dou Huang dengan waspada dan takut. Fu Chen mungkin tidak terlalu terkejut melihat siluman, tapi kalau hantu… membayangkannya saja membuat bulu kuduk Fu Chen berdiri.
Dou Huang berdehem pelan, "Jaga bicaramu Anak Muda, ucapanmu itu membuat hatiku sesak…"
"Apa hantu masih memiliki hati?" Fu Chen mengerutkan dahi.
"Kau!!" Dou Huang menarik napas panjang untuk mengendalikan emosinya, bagaimanapun anak ini adalah penerusnya, dia harus banyak bersabar untuk bicara dengan bocah ini.
"Nak, itu hanya perumpamaan… meski kau adalah keturunanku bukan berarti aku tidak bisa menyakitimu, jadi pahami apa yang aku katakan agar kau tidak banyak bertanya."
Fu Chen hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal lalu mengangguk pelan. Sementara Feng Bian tidak henti-hentinya menertawai Dou Huang.
Dou Huang kembali berpikir, ia sedikit kesulitan untuk menjelaskan identitasnya terlepas dari ketidak tahuan Fu Chen.
"Hmm…" Dou Huang mengelus janggutnya, "Singkatnya, saat ini aku hanyalah sebuah roh, tubuh asliku telah mati sejak ribuan tahun yang lalu. Jika kau sudah mendengar tentang roh leluhur yang menjaga cincin itu, maka orang itu adalah aku…"
Dou Huang tidak menjelaskan semuanya sekaligus, ia hanya memberitahu hal yang dapat Fu Chen pahami. Akan memerlukan waktu cukup lama untuk menjelaskan semuanya, Dou Huang berniat memberi sedikit gambaran dulu pada Fu Chen sebelum masuk lebih dalam.
Sebenarnya alasan Dou Huang meninggalkan Rohnya pada cincin Bumi itu bukanlah atas keinginannya sendiri. Dou Huang harus menjaga pusaka berharaga yang terikat dengan tanggung jawab besar yang terdapat di cincin itu, itulah mengapa Fu Chen tidak dapat membuka sisi lain dari cincin itu.
Dou Huang sebenarnya tidak memiliki darah keturunan sampai ia mati, pada akhir hidupnya Dou Huang hanya menjadi bagian dari sebuah keluarga kecil yang sederhana.
Dou Huang mengajarkan segala pemahamannya dan memberitahu dunia persilatan yang sebenarmya pada mereka, ia juga menanamkan sebuah kepercayaan dan keyakinan atas dirinya pada keluarga Itu.
Dou Huang menyerahkan segala peningalannya pada keluarga itu, berharap mereka dapat memenuhi permintaan terakhir Dou Huang untuk menjaga peninggalan yang dia berikan.
Setelah seratus tahun kepergian Dou Huang, barulah keluarga itu menampakkan dirinya ke dunia persilatan. Tidak ada yang menyadari sepak terjang keluarga itu karena mereka masih bukan apa-apa.
Keluarga kecil itu lalu menjelma menjadi sebuah klan dalam kurun waktu kurang dari seratus tahun, orang-orang seolah tidak mempercayainya tapi klan itu berhasil menunjukkan potensi mereka dan menjadi salah satu klan besar di benua Tengah.
Sekarang, keluarga kecil sederhana itu telah berubah sepenuhnya sampai mereka mendapati julukan Kuda Hitam Dari Langit, klan Tang!
Fu Chen mendengarnya penuh perhatian, dulu ia mengira klan Tang berasal dari keluarga bangsawan atau semacamnya, namun ternyata tidak, klan itu lebih menakjubkan dari yang ia kira.
"Emh… jadi benar kalau anda itu sebebarnya adalah hantu?" Fu Chen dapat menyimpulkannya karena Dou Huang telah mati ribuan tahun lalu.
"Bocaaah! Berapa kali aku katakan, jaga ucapanmu!" Dou Huang mengusap-ngusap wajahnya dengan kesal.
Fu Chen kembali merenung, sebenarnya ada banyak pertanyaan di kepalanya tapi ia ingin mencerna informasi ini satu per satu.
"Alasanku menginggalkan rohku di cincin sebenarnya hanya untuk menemui, Bocah! Saat kau telah berhasil membuka sisi kedua cincin ini, maka misimu yang sebenarnya akan di mulai."
"Misi?" Fu Chen mengangkat kepalanya, "Kenapa aku bisa mendapatkan misi?"
"Itu karena cincin ini memilihmu, atau dengan kata lain akulah yang memberimu misi itu. Pertemuan kita telah di takdirkan, kau tidak bisa menolak atau melarikan diri karena semua yang terjadi padamu selama ini telah di tentukan sejak awal."
Fu Chen mengerutkan dahi, apa maksudnya semua yang dia lalui telah ditentukan? Mungkinkah kematian keluarganya juga berkaitan dengan misi itu? Mulut Fu Chen sedikit terbuka tapi sebelum ia berbicara, Feng Bian segera menyahut ucapan Dou Huang.
"Apa yang kau rencanakan Dou Huang? Kau sadar bukan, kau sudah tidak bisa mengirim anak ini ke dunia atas!" Feng Bian menatap Dou Huang penuh selidik.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan… Misi ini masih berkaitan dengan dia." Dou Huang menggeleng pelan.
"Dia? Siapa yang kau bicarakan? Jangan bilang yang kau maksud adalah orang itu, bukankah kau sudah membunuhnya?" Feng Bian terlihat lebih serius.
"Apa dia masih pantas disebut sebagai orang?" Dou Huang tersenyum tipis seraya menggeleng pelan, "Seharusnya kau sadar bahwa dia itu abadi, satu-satunya jalan untum menghentikannya hanya dengan menyegel jiwanya!"
"Jangan bercanda! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri saat kau membunuh orang itu!" Feng Bian merasa kesal, tubuhnya bergetar hebat mengetahui Tuannya masih hidup.
"Tidak, dia tidak mati, lebih tepatnya dia tidak bisa mati! Di saat aku menyegelnya, sebagain jiwanya berhasil lolos dan segel itu tidak bisa bertahan lebih dari 3000 tahun! Kau tahu, sebagian pecahan jiwanya ada di tubuh anak ini!"
Feng Bian tersentak kaget, matanya lekas mengarah ke Fu Chen dan mengamatinya. "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
Dou Huang terkekeh pelan, "Tentu karena aku selalu berada di sisinya. Kau tidak akan pernah merasakan bagaimana menyenangkannya jika Dewa Takdir berada di pihakmu!"
"Bicara sekali lagi tentang takdir maka akan ku sobek mulutmu itu!" desis Feng Bian kesal.
Dou Huang hanya mengangkat bahunya dan segera melayang ke arah Fu Chen. Fu Chen sempat mengambil langkah mundur tapi tiba-tiba tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
"Nah Anak Muda… sepertinya kau kebingungan dengan percakapan kami, terimalah ingatan ini dan kau akan mengerti semuanya!"
~
Dukung author dengan memberikan like^^