
Pertarungan antar peserta terus berlangsung di berbagai arah. Beberapa pertarungan yang terjadi menyebabkan dampak yang cukup besar, hingga membuat beberapa binatang buas disana terusik.
Bagi pendekar dengan kemampuan tinggi, binatang buas bukanlah hambatan untuk mereka. Tapi bagi mereka yang masih di ranah pendekar kelas 3 dan kelas 2, mengamuknya binatang buas bisa menguras tenaga mereka.
Keributan yang terjadi di berbagai tempat itu juga membuat peserta lain ikut campur dalam pertarungan. Hal itu terus terjadi sehingga peserta yang gagal terus bertambah.
Bahkan dalam keributan itu, beberapa peserta berhasil membuat kelompok. Hal itu memudahkan mereka untuk menghasilkan lebih banyak pin dan menjamin keselamatan mereka.
Para pengawas hanya membiarkan hal ini terjadi begitu saja. Dengan begini peserta yang berkurang akan meningkat dan tujuan awal dari turnamen ini bisa terwujud.
Sementara semua orang sibuk bertarung, Fu Chen terus mempelajari struktur hutan. Hal ini akan memudahkannya untuk bertahan, terutama untuk dirinya yang tidak membuat kelompok dengan siapapun.
"Sialan! Para bajingan itu tidak ada habisnya." Liu Zhiyong menghela napas panjang. Akhirnya dia berhasil kabur dari sekelompok orang yang mengejarnya.
Dia terpaksa membuang makanan yang dia dapatkan untuk bertahan dari sergapan. Liu Zhiyong berhasil mengalahkan orang-orang yang datang pada awalnya. Namun pertarungan itu mengundang lebih banyak orang, sehingga membuatnya terpaksa kabur.
"Sekarang aku justru mendapatkan banyak pin dari mereka." Liu Zhiyong mulai berpikir untuk berburu pin juga.
Meski dia tidak tertarik dengan turnamennya namun akan buruk jika dia keluar tanpa satupun pin yang dia bawa. Mungkin akan ada rumor akibat dari itu. dia juga bisa mendapat makanan setelah mengalahkan peserta lain.
Dalam perjalanannya, Liu Zhiyong kembali bertemu dengan Fu Chen. Liu Zhiyong melihat Fu Chen yang sedang mengintai pertarungan antar dua kelompok tidak jauh dari sana.
"Apa-apaan bocah itu? Kenapa dia selalu bergelantungan di atas pohon ketika aku melihatnya?" gumam Liu Zhiyong.
"Bo-cah…" sebuah pisau kecil berhasil menggores pipi Liu Zhiyong ketika dia ingin bicara.
"H-hei… apa kau serius?" Liu Zhiyong tersenyum lebar sembari mengusap darah di pipinya.
Liu Zhiyong lantas mengumpulkan qi di kakinya kemudian melompat ke atas pohon, tempat Fu Chen berada. Liu Zhiyong menarik pedang dan menghunuskan ke arah Fu Chen.
"Apa yang kau lakukan?" Fu Chen menatap tajam kearah Liu Zhiyong.
"Wah-wah… lihatlah bocah ini! Kau membuatku ingin mencongkel mata yang sombong itu!"
Fu Chen lantas menghela napas sejenak. Jika Liu Zhiyong berniat membunuhnya seharusnya dia segera melakukannya sejak dia tiba di atas. Tapi melihatnya yang cukup hati-hati membuat Fu Chen harus membaca niat orang ini.
Fu Chen lantas menarik belatinya yang hampir mengenai perut Liu Zhiyong.
"Apa yang kau mau dariku kali ini?" tanya Fu Chen sembari mengamati pertarungan di dekat mereka.
Liu Zhiyong baru sadar ketika Fu Chen menjauhkan belatinya dari perut Liu Zhiyong. Jika saja Liu Zhiyong memutuskan untuk bertarung, maka dapat dipastikan dia yang akan mati lebih dulu.
Liu Zhiyong menelan ludah sejenak. "Jika kau memberikan makanan yang kau punya, maka aku akan memaafkan tindakanmu yang melempar pisau ke arahku tadi."
Fu Chen lekas mengambil kantung miliknya, dia memberikan semua makanan yang ada di kantung itu pada Liu Zhiyong.
"Te-terimakasih…" Liu Zhiyong tidak habis pikir Fu Chen akan memberikan makanannya semudah itu.
"Apa kau bisa pergi sekarang?" Meski tidak merasakan niat lainnya dari Liu Zhiyong namun tetap waspada, mengingat Liu Zhiyong juga salah satu peserta turnamen.
"Hei bocah… apa kau berniat ikut campur disana?" Liu Zhiyong menyandarkan tubuhnya ke batang pohon.
Liu Zhiyong mulai tertarik dengan Fu Chen. Baginya, Fu Chen memiliki ketenangan yang tidak dimiliki anak seusianya, bahkan ketika sebuah pedang tepat di depan lehernya Fu Chen masih memikirkan jalan untuk melakukan serangan balik.
"Bocah apa kau mendengarku?" Liu Zhiyong cukup kesal melihat Fu Chen yang terus mengabaikannya. Liu Zhiyong berniat mengajak Fu Chen untuk bergabung dalam kelompoknya jika Fu Chen memiliki kemampuan yang mumpuni.
"Sepertinya mereka hampir selesai, jika kau berniat ikut campur sebaiknya kau menunggu hingga salah satu diantara mereka-! Hei apa yang kau lakukan?!"
Sembari melompat dari atas pohon Fu Chen melempar beberapa belati di tangannya hingga mengenai peserta yang masih sibuk bertarung.
Fu Chen menarik katana miliknya dan mulai membuat keributan. Fu Chen menyerang kelompok yang sedang unggul dan membuat konsentrasi kelompok itu terbelah.
"Apa yang kalian lakukan! Hentikan bajingan itu!" ucap salah satu peserta. Ketua mereka saat ini sedang fokus dalam pertarungannya sehingga ia belum menyadari keberadaan Fu Chen.
Liu Zhiyong tidak habis pikir dengan keputusan yang diambil oleh Fu Chen. Akan sangat berbahaya jika kedua kelompok itu masih bertahan, bisa jadi keduanya justru menyerang Fu Chen bersamaan.
Liu Zhiyong lantas terdiam melihat permainan pedang Fu Chen yang menakjubkan, ia belum pernah melihat teknik pedang sehebat itu sebelumnya.
"Kurasa aku tidak bisa menilai orang dari penampilannya mulai sekarang," gumam Liu Zhiyong.
Kelompok yang diserang Fu Chen berjumlah tujuh orang sementara kelompok lainnya hanya lima orang. Ketika Fu Chen selesai mengurus musuhnya, pertarungan antar ketua di dekatnya juga telah selesai.
"Apa-apaan? Bajingan mana yang melakukannya?" ucapnya dengan napas terputus.
Ketua itu terkejut begitu menyadari anggotanya mengerang di tanah.
"Jadi kau yang terakhir?" Fu Chen mendekati ketua kelompok, dia mulai memasang kuda-kuda dan menyerang ketua itu.
Ketua itu menahan pedang Fu Chen, namun hasilnya dia terpental beberapa langkah. Pedangnya bergetar, sementara tangannya mati rasa untuk sesaat.
"Bagaimana bocah bisa ini memiliki kekuatan begitu besar?" gumam ketua.
Fu Chen lekas melanjutkan serangannya dan membuat ketua kelompok itu tidak berkutik.
"Sial! Sial! sial!"
Nampak jelas jika ketua kelompok itu sangat marah, dia bahkan tidak diberi kesempatan sekedar untuk membalas serangan.
tidak butuh waktu lama bagi Fu Chen untuk mengalahkannya, ketua kelompok itu berakhir dengan memar dan patah tulang di sekujur tubuh.
"Te-terimakasih sudah membantu kami-!"
Ketua kelompok lainnya menghampiri Fu Chen sambil di papah oleh salah satu rekannya. Namun kalimat segera terhenti ketika Fu Chen menghunuskan pedang ke arahnya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya ketua kelompok sambil berusaha tersenyum.
"tentu saja aku memintamu untuk menyerahkan semua pin yang kau punya," sahut Fu Chen.
"Lalu kenapa kau menyelamatkan jika-"
Fu Chen segera memotong ucapan ketua kelompok itu, "Jadi kau ingin aku menghajar mu seperti mereka?"
Fu Chen melepaskan niat membunuhnya hingga membuat ketua dan rekannya itu gemetar.
"Ba-baiklah…"