
"Paman, apa kau sudah bersiap?"
Seusai kembali dari kediaman Feng Youxin, Xiao Jung mengurung dirinya di dalam kamar sembari merenungkan sesuatu.
Xiao Jung merasa lega karena Feng Youxin mau mendegar rencananya, namun Xiao Jung cukup khawatir dengan keputusan para tetua karena dalam rencana itu nyawa para tetua harus di pertaruhkan.
Xiao Jung juga tidak menyangka jika ancaman yang di terima keluarganya dulu akan membuat banyak nyawa terancam. Xiao Jung berjanji akan melakukan apapun meski harus mempertaruhkan nyawa sekalipun karena masalah ini muncul juga karena dirinya.
Saat waktu yang di tentukan telah tiba Xiao Tian dan Xiao Jung pergi ke aula pertemuan. Ternyata belum banyak yang hadir saat itu, Xiao Tian memilih duduk di salah satu kursi sedangkan Xiao Jung berdiri di belakangnya.
Selama menunggu, perhatian beberapa tetua tertuju kepada Xiao Jung dan Xiao Tian, mereka cukup penasaran kenapa seorang murid Inti bisa ikut dalam rapat ini. Meski begitu, tidak ada yang mencoba bertanya karena sikap Xiao Tian maupun Xiao Jung yang terkenal angkuh dan dingin.
Xiao Jung dapat melihat saat satu per satu tetua sekte mulai berdatangan, wajah mereka masih terlihat berseri dan sebagian masih sempat berguaru dengan yang lain. Sementara Xiao Tian hanya diam sambil memejamkan mata, tubuhnya bersandar di kursi untuk menenangkan pikirannya yang mulai kacau.
"Ah, semoga rapat ini cepat selesai."
"Kau benar, aku masih harus menyelesaikan urusanku setelah ini."
"Masalah apa lagi yang di hadapi Ketua Feng hingga meminta kita berkumpul seperti ini."
"Aku rasa dia ingin kita mencarikan pasangan untuknya, selama ini dia terlalu sibuk mengurus sekte dan tidak punya waktu untuk melakukan hal itu."
"Kau benar hahaha…"
Tidak berselang lama setelahnya Feng Youxin dan Li Han tiba di aula pertemuan, ruangan itu seketika menjadi hening, sepertinya para tetua di sana masih menaruh hormat di hadapan Feng Youxin.
"Ah, sial! Tahun ini banyak sekali boneka ku yang hancur-"
Tetua Mao menghentikan ucapannya saat menyadari seluruh tetua telah tiba dan ternyata dirinya tiba paling akhir. Tetua Mau tersenyum canggung sebelum menghampiri Xiao Tian dan duduk di sampingnya.
Sebelum masuk ke inti pembicaraan Feng Youxin lebih dahulu berterimakasih pada semua tetua karena menyempatkan diri untuk hadir. Di sini Feng Youxin sedikit membahas beberapa masalah sekte dan juga pencapaian sekte selama ini.
"Sebagai Ketua sekte aku sangat berterimakasih karena kalian telah berkontribusi besar untuk kemajuan sekte ini. Selama puluhan tahun kita telah mengurus sekte ini dari berbagai masalah dan hambatan…"
"Sst, kenapa dia berbicara seperti itu? Apa dia akan mengundurkan diri?" bisik seorang tetua pada tetua di sampingnya.
"Entahlah, sebaiknya kita dengarkan dulu."
Setelah selesai membicarakan beberapa mengenai kemajuan sekte Feng Youxin kemudian segera membahas topik inti pertemuan ini.
"Mungkin ini akan sangat membingungkan bagi kalian, tapi aki minta kalian agar mendengarkannya hingga selesai…"
Para tetua saling berpandangan sejenak karena tidak tahu apa yang akan di bicarakan Feg Youxing. Sementara Xiao Tian mulai merasa gugup dan menyiapkan mentalnya.
"Kurang dari dua bulan ke depan sekte kita… sekte Pedang Suci akan mendapat ancaman besar. Sebuah kelompok yang di duga berasal dari luar Kekaisaran Song akan datang dan mengacaukan sekte ini…"
Banyak tetua yang mengerutkan kening mendengarnya, tentu saja mereka tidak percaya namun melihat wajah Feng Youxin yang kusut ketika membicarakannya membuat mereka mengurungkan niat untuk menyela pembicaraan.
Feng Youxin melanjutkan penjelasannya dengan mengatakan jika kelompok itu bergerak karena sebuah pusaka yang menarik perhatian mereka. Feng Youxin sendiri tidak mengetahui secara pasti pusaka seperti apa yang kelompok itu inginkan.
"Di perkirakan mereka akan mulai menyerang sekte satu bulan dari sekarang, karena itu saya mohon-!"
"Tunggu dulu! Seorang tetua bangkit dari kusrinya.
"Bukankah kelompok ini terlalu bodoh karena dengan mudahnya membiarkan informasi seperti ini bocor? Lagipula dari mana anda mengetahui adanya kelompok yang akan menyerang sekte?" tanya tetua itu menyela ucapan Feng Youxin, beberapa tetua lainnya juga terlihat setuju dengan pertanyaan itu.
"Awalnya aku juga berpikir demikian tapi kalian harus mendengar informasi ini dari sumbernya sendiri." Feng Youxin menatap Xiao Tian sejenak sebelum menganggukkan kepala perlahan.
Xiao Tian yang memahami maksudnya segera bangkit dari kursinya, banyak tetua yang kebingungan karena tindakan Xiao Tian yang tiba tiba, bahkan tetua Mao yang di sampingnya hampir tersedak napasnya sendiri.
"Saudara Xiao-lah yang memberikan informasi ini kepadaku, aku hanya perantara untuk menyampaikan informasi ini pada kalian semua," kata Feng Youxin sambil menatap Xiao Tian.
Xiao Tian menarik napas panjang dan memandang tetua lainnya, "Aku tahu sulit bagi kalian untuk mempercayaiku, tapi setidaknya berikan aku kesempatan kali ini."
Xiao Tian kemudian menceritakan kembali apa yang dia ceritakan kepada Feng Youxin, sesaat setelah Xiao Tian memulainya hampir seluruh tetua menatap tajam dan sinis pada Xiao Tian. Namun, kekesalan mereka sedikit berkurang saat mendengar alasan Xiao Tian yang berusaha mengkhianati sekte.
Tetapi sebagian tetua lainnya menilai Xiao Tian telah mengambil langkah yang salah. Seharusnya Xiao Tian dapat bersikap jujur terhadap sesama rekan sekte karena mereka mungkin bisa sedikit membantu.
"Hah… kita tidak bisa menyalahkannya karena dia memang belum berbuat apa-apa, tapi menyimpan niat untuk mengkhianati sekte Pedang Suxi adalah dosa besar bagiku." Salah satu tetua menggeleng pelan sambil menghela napas pelan.
"Ketua Feng, seperti apa dan di mana letak pusak yang mereka incar itu?" tanya seorang tetua bernama Kuang Bei yang tertarik dengan pusaka sekte Pedang Suci.
Feng Youxin menghela napas sejenak lalu melirik ke arah Li Han, ia yakin pusaka itu pasti ada di tangan pria sepuh ini namun melihatnya yang tidak ingin bicara membuat Feng Youxin hanya mencoba mengerti.
"Aku tidak tahu bagaimana bentuk pusaka itu karena masih tersegel di suatu tempat." Feng Youxin sedikit mengarang cerita agar para tetua mau mengikuti rencana yang di susun Xiao Jung nantinya.
Dengan adanya pusaka hebat di sekte ini tentu akan menambah motivasi tersendiri bagi para tetua.
Li Han sedikit menaikkan alis karena ucapan Feng Youxin, selama ini dia tidak pernah menceritakan prihal pusaka pada siapapun tapi melihat Feng Youxin dapat menebak dengan benar sedikit membuatnya terkejut.
Tetua Kuang Bei terlihat tersenyum tipis selama beberapa saat sebelum merubah raut wajahnya kembali. Terlintas sebuah rencana licik di kepala Kuang Bei untuk mendapatkan pusaka itu.
"Apakah Ketua Feng tahu cara membuka segel itu? Jika Ketua Feng bisa melakukannya mungkin kita bisa menggunakan pusaka itu untuk melawan musuh."
Kuang Bei ingin memastikannya sekali lagi, jika ia berhasil mencuri pusaka itu sebelum peperangan terjadi maka itu adalah keuntungan besar untuknya.
Feng Youxin hanya menggeleng pelan menjawabnya, tidak ingin membuat kebohongan lebih jauh.
Li Han merasa ada yang aneh dari pertanyaan Kuang Bei tadi, bukan satu atau dua kali bagi Li Han untuk menilai niat seseorang dari sorot matanya dan ia merasakan niat tersembunyi dari Kuang Bei.
"Ketua Feng, apa kau sudah mempunyai solusi untuk masalah ini?" Tetua Mao yang merasa pembahasan semakin melenceng segera mengajukan pertanyaan.
Feng Youxin mengangguk pelan sebelum tersenyum lembut pada Xiao Jung. Feng Youxin menjelaskannya secara terperinci karena bagaimanapun rencana ini akan melibatkan nyawa para tetua.
Perlu pertimbangan yang panjang bagi para tetua sebelum menyetujui rencana tersebut. Meski mereka mati akan ada generasi selanjutnya yang menggantikan mereka, setidaknya itu lah yang di pikirkan seluruh tetua di rungan itu setelah mendengar penjelasan Feng Youxin.
***
"Aku tidak menyangka rapat ini akan berjalan lancar," ucap Xiao Jung kemudian menarik napas lega.
Berkat bantuan Feng Youxin para tetua akhirnya tidak mempermasalhkan Xiao Tian, mereka lebih mementingkan keselamatan murid dari pada harus menambah masalah internal lainnya.
Xiao Tian juga ikut merasa lega, namun senyum di wajahnya terlihat kaku, "Hah…" Xiao Tian menghela napas panjang, "Mulai sekarang kita tidak bisa bersantai, Kita harus segera menyiapkan misi palsu untuk para murid."
"Paman tenang saja, setelah membantu para murid aku juga akan ikut melindungi sekte."
"Tidak Jung'er, kau akan ikut mengungsi bersama murid lainnya." Xiao Tian menyahut.
Xiao Jung mengerutkan alisnya sejenak namun sebelum ia bisa berbicara Xiao Tian segera mendahuluinya.
"Dengar Jung'er! Kau adalah seorang penerus keluarga Xiao, ada banyak harapan anggota keluarga Xiao di pundakmu. Apa yang harus aku katakan pada ayahmu jika kau sampai mati di sini?" Xiao Tian menggeleng pelan.
"Paman-!"
"Jung'er, paman mohon…" Xiao Tian memandang Xiao Jung dengan tatapan rumit.
"Cih…" Lidah Xiao Jung berdecih sejenak kemudian ia segera pergi menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
Xiao Tian hanya hanya memandangnya dalam diam, "Maafkan paman, Jung'er…"