
"Tuan Muda Xiao, sebenarnya sudah sejauh mana anda mengenal anak itu?" tanya Ye Kong pada Xiao Jung, kedua orang ini telah pergi cukup jauh dari tempat Fu Chen dan Ye Singsui.
Xiao Jung hanya menghela napas panjang, ia sendiri tidak yakin jika benar-benar telah mengenal Fu Chen.
"Entahlah Tuan Ye, aku hanya mengenal Fu Chen sebagai juniorku di sekte Pedang Suci. Tapi setelah kejadian itu, aku merasa ada yang berbeda darinya…"
'Fu Chen?' Ye Kong sedikit menaikkan alis, mungkinkah pemuda Xiao ini belum mengetahui identitas anak itu yang sebenarnya? Ye Kong lantas mengelus dagu untuk sesaat, jika Fu Chen masih belum membongkar identitasnya maka dia juga tidak akan memberitahukan pada orang lain.
Setelah Ye Kong mencermati beberapa informasi tentang latar belakang Fu Chen, kejadian-kejadian yang dialami pemuda itu memang terasa menjanggal pikiran Ye Kong. Ye Kong menyimpulkan jika penyebab serangan pada Desa Bintang Jatuh dan sekte Pedang Suci adalah di karenakan kelompok yang masih memburu harta peninggalan klan Tang itu.
Jika semuanya diurutkan memang terdengar masuk akal, tapi ia masih tidak menyangka akan ada orang yang nekat memburu sisa-sisa anggota klan Tang sampai sejauh ini.
"Sepertinya meningkatkan kekuatan keluarga Ye adalah pilihan bijak untuk sekarang," batin Ye Kong seraya berharap Patriark Ye dapat melihat potensi Fu Chen saat ia dewasa nanti.
"Bagaimana dengan Tuan Ye sendiri? Anda terlihat cukup dekat dengan Chen'er." Xiao Jung melirik Ye Kong seraya tersenyum kecut, seingatnya pria ini tidak pernah seramah itu pada orang lain.
"Hahaha… apa yang kau harapkan dari pria tua yang hanya bisa bekerja ini?" Ye Kong lantas tertawa lepas.
Sejujurnya Ye Kong masih tidak menyangka anak itu telah merencanakan semua ini dalam waktu yang cukup singkat. Dirinya mungkin perlu waktu lebih lama untuk dapat berpikir jernih kembali, setelah apa yang Fu Chen alami.
***
"Patriark Ye, Sebaiknya anda singkirkan niat anda untuk menekan saya dengan aura itu, karena itu tidak akan mempengaruhi apapun," ucap Fu Chen sebelum tersenyum sederhana.
Fu Chen agaknya sudah mengerti jika Patriark keluarga Ye ini hanya berniat mengetesnya. Tapi, ini terlalu berlebihan. Meski begitu, berkat adanya Dou Huang di sisi Fu Chen membuat pemuda itu tidak perlu khawatir akan tekanan aura tersebut.
Ye Singsui hanya mendengus pelan, sejak tadi ia sudah penasaran dengan aura aneh yang menyelimuti Fu Chen, tapi ia tidak menemukan jawaban meski telah mengamatinya lebih jauh.
"Mulutmu cukup licin untuk seukuran bocah!" kata Ye Singsui seraya menyipitkan mata.
Fu Chen masih memperlihatkan ekspresi tenang, lelaki paruh baya ini memang sudah memanggilnya bocah saat perbincangan keduanya semakin dalam, tapi Fu Chen menganggap kata itu sebagai tanda bahwa Ye Singsui telah menghapus pembatas diantara keduanya.
"Sepertinya pepatah memang selalu benar… Seribu kebaikan akan dengan mudah tertutupi oleh satu keburukan." Fu Chen tersenyum tipis mengingat sejarah klan Tang dan klan Ye di masa lalu, "Tuan Ye, mengenang sejarah memanglah penting, tapi-"
"Tapi masa depan tidak akan sama!" Ye Singsui memotong ucapan Fu Chen, "Klan Tang memang berhasil mencapai puncak dengan kekuatan mereka, tapi apakah kau dapat mengulanginya?"
Fu Chen tidak segera menjawab, namun segera membaca Ye Singsui untuk menentukan kalimat apa yang akan dia ucapkan.
Sebelum berbicara, Fu Chen lantas menghela napas panjang, "Sayangnya saya tidak berniat untuk membangkitkan klan itu lagi. Saya hanya akan membuat orang-orang mengenang nama klan itu dengan cara berbeda."
Fu Chen menggeleng pelan, menurutnya membangun sebuah klan dari nol adalah hal yang rumit. Ada banyak yang harus di perhatikan, belum lagi mencari pengikut yang setia adalah hal lain.
Ye Singsui lantas memandang mata Fu Chen untuk memeriksa kebohongan dari kalimat itu, ia tidak ingin hanya mendengar sebuah kalimat omong kosong belaka.
Diskusi keduanya kemudian berlanjut dengan kepala yang lebih dingin, Ye Singsui sendiri mulai memberikan perhatiannya pada rencana Fu Chen.
Setelah mendengar beberapa jawaban yang di berikan Fu Chen atas pertanyaannya, Ye Singsui merasa jika orang-orang di benua Tengah juga sudah mulai bergerak. Baginya tidak masalah untuk mengambil sedikit resiko demi keuntungan yang lebih besar.
Fu Chen juga tidak segera menyerahkan formula milik gurunya saat Ye Singsui berniat untuk melihatnya. Ia berniat menyerahkan formula itu jika Ye Singsui telah menandatangani perjanjian kerja sama secara tertulis.
"Lantas apa yang kau inginkan dari penjualan pil-pil ini? Untuk masalah keluarga Huang, aku perlu membicarakannya dengan tetua yang lain."
Ye Singsui cukup yakin pemuda ini tidak akan menyerahkan formula itu hanya untuk memojokkan keluarga Huang. Jika masih ada keuntungan besar, mengapa tidak mengambilnya sekalian? itulah yang akan di pikirkan Ye Singsui jika ia menjadi Fu Chen.
"Tidak masalah, saya telah mendapatkan hal yang cukup berguna dari Tuan Ye Kong." Fu Chen menunjukkan kartu perak yang ia selipkan diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Saya hanya berharap dengan kartu ini saya dapat meminta informasi dari setiap cabang toko kalian di Kekaisaran ini." Fu Chen melanjutkan ucapannya.
Ye Singsui sedikit menaikkan alis, jika mengingat harta yang ada di tangan pemuda ini sekarang, kartu perak itu memang jauh lebih berharga untuknya ketimbang kepingan emas. Hanya saja Ye Singsui tidak menyangka jika Ye Kong akan menyerahkan kartu miliknya pada pemuda ini.
"Haha… sepertinya kau memang masih awam dalam dunia bisnis, bocah." Ye Singsui terkekeh pelan, "Jangan samakan pemberian pribadi dengan keuntungan bisnis, jika kau menyerahkan formula itu tanpa persyaratan berarti, maka keuntungan itu akan sepenuhnya menjadi milik kami. Yang artinya, kau bisa saja di telantarkan sewaktu-waktu."
Ye Singsui melihat Fu Chen memiliki kemampuan yang ada sangat tinggi untuk anak seumurannya, tapi mau bagaimanapun pengalamannya masih terlalu minim untuk terjun ke dunia yang luas ini.
Fu Chen nampak sedikit terkejut, ia memang berencana untuk menyerahkan formula itu agar Ye Singsui sangat berterimakasih padanya, tapi sepertinya pemikiran itu terlalu naif.
Fu Chen cukup senang melihat Ye Singsui masih memperingatinya akan hal ini, keuntungan yang diperoleh dari penjualan pil itu pasti sangat besar, yang menandakan Ye Singsui tidak hanya memikirkan keuntungannya saja. Hal itu membuat Fu Chen semakin mempercayai keluarga mereka.
"Kalau begitu… saya akan meminta 30 persen penjualan pil-pil itu setiap bulan, anda dapat memotong kunjungan itu saat saya mengambil sumber daya dari cabang organisasi kalian. Ah, saya ingin anda memotong 10 persen keuntungan saya untuk di berikan pada Xuan Rong. Wanita itu berkerja di organisasi kalian, anda bisa mengatakan uang itu sebagai kenaikan gaji wanita itu."
Meski sedikit heran, tapi Ye Singsui tidak menanyakan alasan Fu Chen. Dia cukup puas karena Fu Chen hanya meminta 30 persen dari hasil penjualan, itu adalah angka yang besar, namun tidak bagi Ye Singsui. Pria itu dapat membayangkan keuntungan seperti apa yang akan dia dapatkan dengan persentase bagi hasil ini.
"Baiklah… kalau begitu kita sepakat." Ye Singsui menjulurkan tangannya, meminta Fu Chen untuk saling berjabat tangan. Pria itu lantas meminta seorang pelayan untuk mengambilkan sebuah kertas yang ada di meja di sudut ruangan.
"Saya cukup yakin kau tidak akan menempatkan nama anda sebagai pemilik formula ini, jadi nama apa yang ingin kau gunakan?" tanya Ye Singsui seraya bersiap untuk menulis.
"Tentu saja tidak, karena formula ini adalah titipan guru saya." Fu Chen tersenyum tipis, Ia tahu ini adalah bagian yang cukup penting bagi seorang alkemis untuk mengklaim karya mereka.
Ye Singsui baru mengingat jika pemuda ini memiliki seorang guru yang membimbingnya. Jika di lihat dari pembawaan Fu Chen sejauh ini, Ye Singsui dapat menebak guru pemuda ini adalah seorang pendekar hebat. Sepertinya keputusan untuk tidak melampiaskan dendamnya adalah hal yang tepat.
"Lalu siapa nama gurumu?"
"Dou Huang." Fu Chen menjawab singkat.
"Dou Huang…"Ye Singsui bergumam pelan seraya mengingat-ingat marga seperti itu, "Nama yang asing."
Fu Chen lekas memeriksa isi perjanjian itu saat Ye Singsui menyerahkannya, ia mengangguk puas, selain urusan dengan keluarga Huang semua perjanjian itu memang sesuai dengan keinginannya. Karena tujuan Fu Chen sebenarnya bukanlah keuntungan, melainkan untuk menjalin hubungan dengan keluarga Ye.
"Ini adalah formula yang saya janjikan." Fu Chen menyerahkan sikat kertas dari balik jubahnya. Pemuda itu nampak menahan senyuman saat ia melihat Ye Singsui mulai memeriksa kertas itu.
"Hm… saya dapat memastikan jika formula ini memang benar, bahkan jauh lebih baik dari milik kami. Tapi, apa maksudnya sumberdaya Keringat Rubah Suci ini?"
Ye Singsui sebenarnya sangat terkejut karena baru mengetahui pembuatan pil dapat di lakukan dengan cara demikian. Organisasinya mungkin memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk masa percobaan, tapi yang menjadi pertanyaan Ye Singsui adalah bahan terakhir yang ia sendiri baru pertama kali mendengarnya.
"Sumberdaya itu adalah kunci kenapa pil milik guru saya dapat dimurnikan hingga 100 persen. Anda tidak akan bisa mendapatkannya di manapun, karena yang menemukan sumberdaya itu adalah guruku sendiri."
Fu Chen sedikit tersenyum canggung, ia memberikan nama Keringat Rubah Suci karena memang cairan itu berasal dari seekor rubah binatang magis.
Ye Singsui mengerutkan keningnya cukup dalam, ia mulai menangkap maksud tersembunyi dari ucapan pemuda ini.
"Dasar Rubah Kecil! Jadi apa yang kau inginkan?" Ye Singsui mendesis pelan, sepertinya ia terlalu meremehkan pemikiran anak ini.
Fu Chen hanya terkekeh pelan, lalu memperlihatkan sebuah botol giok kecil ke atas meja.
"Aku akan memberikan harga segini untuk setiap botolnya." Fu Chen menunjukkan kelima jarinya pada Ye Singsui.
"Lima?" Ye Singsui menaikkan alis, ia mengira harga sumber daya itu hanya lima koin emas, dan mungkin paling tinggi hanya 500 koin emas.
Fu Chen mengangguk pelan, "Ya, 5000 koin emas-!"
"Uhuk-uhuk-!" Ye Singsui tersedak ludahnya sendiri mendengar angka itu, "Bocah, jangan bercanda di saat seperti ini!" ucap Ye Singsui setelah menenangkan diri.
"Saya tidak sedang bercanda, Patriark Ye. Itu adalah harga yang sesuai karena satu botol ini dapat kalian gunakan hingga tiga sampai lima bulan."
Fu Chen menyerahkan seikat kertas lainnya yang berisi informasi tentang cairan itu pada Ye Singsui.
Ye Singsui mengamati kertas dan botol giok berisikan Keringat Rubah Suci secara bergantian. Ia sadar tidak bisa mundur dengan penawaran ini atau semuanya akan sia-sia.
"Nak, tapi 5000 koin emas itu…" Ye Singsui menghela napas panjang, ia merasa berat melepas uang sebanyak itu untuk sebuah cairan yang belum jelas kadarnya.
"Saya mengerti Patriark Ye, karena itu saya akan menyerahkan satu botol ini dengan potongan harga 50 persen. Anda dapat menggunakannya sebagai percobaan kalau harga yang saya tawarkan adalah sesuatu yang murah."
Ye Singsui mendesis pelan seraya menegangkan rahangnya, meski itu adalah potongan harga 50 persen namun angkanya masih tetap tinggi dan sayangnya ia tidak punya pilihan lain.
"Ck," lidah Ye Singsui berdecak, "Aku akan meminta Ye Kong untuk memberikan uangmu nanti…"
Fu Chen dan Ye Singsui lantas sedikit menggores ujung ibu jari mereka dengan pisau kecil hingga mengeluarkan darah. Mereka kemudian menempelkan jempol mereka pada kertas itu sebagai tanda jika keduanya telah sepakat.
Ye Singsui kemudian menjabat tangan Fu Chen sekali lagi, "Senang bekerja sama dengan anda, Tuan Muda Tang!" ucapnya seraya tersenyum kecut.
"Haha… anda juga, Patriark Ye," balas Fu Chen sambil tertawa canggung, cengkraman tangan pria ini terasa semakin kuat hingga membuat tangannya sedikit sakit.
~
Hp Othor habis di sita guru, sore tadi baru sempet ngambilnya maaf ya,, T^T padahal UAS udah kelar tapi masih aja ada razia loh