
Tikus itu mendesis sejenak sebelum kembali menjaga jarak, mahluk itu tidak menduga seseorang dapat bergerak sangat cepat dan menghalau serangannya.
"Senior sekalian, aku harap kalian siap dengan serangan kejutan lainnya." Fu Chen sungguh kagum dengan kecerdasan tikus ini.
Sepertinya tikus itu mengerti, jika menghabisi beberapa lawan yang lebih lemah akan membuat pergerakannya lebih leluasa.
Dan Suyu berdecak pelan karena ia tidak menyadari tujuan tikus itu. Dan Suyu seolah sadar jika dirinya terlalu meremehkan siluman tikus dihadapannya.
Tikus itu kembali melesat namun Fu Chen segera mengikutinya, meski sedikit kesusahan namun Fu Chen berhasil mengimbangi kecepatan tikus itu.
Dan Suyu dengan cepat menyusul Fu Chen, mereka berdua bekerja sama untuk menghabisi tikus itu. Ekor tikus yang sekeras besi juga terkadang membuat mereka kerepotan.
Ekor itu seolah memiliki kesadarannya sendiri, ia dapat menyerang titik buta dari musuhnya. Bulu tikus itu juga cukup kuat, beberapa kali pedang Dan Suyu berhasil menggapai tubuh makhluk itu, namun pedangnya tidak berhasil menembus tubuhnya.
Tikus itu memang terlihat sedikit mengabaikan serangan Dan Suyu, dia fokus pada pergerakan Fu Chen yang menurutnya cukup berbahaya dan sulit di halau.
Beberapa tetua di sana tidak hanya berdiam diri, mereka ikut bergerak sembari mencari celah. Namun setiap serangan mereka berhasil di tangkis oleh ekor tikus yang panjangnya melebihi tubuhnya sendiri.
"Selain serangannya yang mengerikan ternyata pertahanan juga tidak bisa diremehkan." Dan Suyu berdecak kesal, selain karena serangannya yang hanya memberikan goresan kecil, dia juga cukup kesal karena tikus itu seolah mengabaikannya.
Tapi itu juga salah satu celah yang telah Fu Chen ciptakan. Dengan seni pedang Fu Chen yang seolah terus mengalir membuat tikus itu tidak bisa mengalihkan pandangan pada Fu Chen.
"Mau sampai kapan kau terus seperti ini? Tunjukkan kekuatanmu yang lain!" Fu Chen membentak seraya tersenyum lebar, suaranya terdengar oleh yang lain hingga membuat mereka terheran.
Melihat wajah Fu Chen yang seolah meremehkannya membuat tikus itu tersulut emosi, ia menarik napas dalam kemudian berteriak hingga membuat hempasan udara.
Fu Chen serta yang lainnya terseret mundur sejauh beberapa meter. Tidak berselang lama setelah tikus itu berteriak, suara gemuruh mulai terdengar dari belakang mereka.
Mereka sontak menolehkan kepala ke belakang seolah diberi aba-aba. Awalnya hanya satu tikus seukuran bayi manusia yang muncul, namun tidak berselang lama puluhan tikus lainnya mulai terlihat.
"Sial dari mana asalnya tikus-tikus ini?" salah satu tetua berdecak.
Ketika mereka sedang fokus ke tikus-tikus itu, seorang pendekar mendadak berteriak dan membuat mereka sadar ada musuh yang lebih berbahaya dibelakang mereka.
Fu Chen bergerak cepat menghadang tikus itu, ia mengalirkan lebih banyak Qi ke pedangnya hingga memancarkan aura biru yang begitu tajam.
"Senior, mari kita bagi tugas! Tolong urus tikus-tikus itu, aku akan membantu Junior Tang!" Dan Suyu segera melesat usai mengatakannya.
Tikus itu nampak terkejut karena kekuatan Fu Chen seolah meningkat drastis, bahkan aura yang dipancarkan Fu Chen mulai membuat tikus itu kesulitan bergerak.
Pertukaran serangan terus terjadi, tak terhitung luka yang mereka dapatkan karena tidak berhasil menghalau serangan.
Meski ilmu pedang yang diajarkan Dou Huang berhasil menyudutkan tikus itu, namun Fu Chen tidak dapat terus menggunakannya karena menguras banyak Qi dan tenaga.
Perbedaan tiap tahapan di pendekar Raja sangatlah jauh. Meski Dan Suyu telah mencapai pendekar Raja tahap awal namun ia tidak dapat memberikan serangan yang cukup dalam.
Napas tikus itu terdengar mulai berantakan, namun hal yang lebih buruk juga terjadi pada Dan Suyu dan Fu Chen. Sementara tikus-tikus yang di lawan para tetua semakin sedikit.
Fu Chen melirik Dan Suyu dari sudut matanya, napasnya mulai tersengal-sengal. Fu Chen dapat melihat tangannya mulai lemas hingga kesulitan untuk menggenggam pedang.
Fu Chen pun demikian, ia merasa perlu mengakhiri pertarungan ini secepatnya.
"Senior, apakah kau masih bisa melanjutkan-! Keuuk!" Fu Chen tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya, tubuhnya semakin lemas, pandangannya juga mulai kabur.
"Kau seharusnya tidak memaksakan dirimu sejak awal…"
"Tubuh ini benar-benar sudah mencapai batas." Dou Huang berbicara menggunakan tubuh Fu Chen.
Tikus itu menyadari perubahan yang terjadi pada Fu Chen, ia merasa manusia dihadapannya berubah menjadi sosok yang berbeda.
Dan Suyu baru menyadari perubahan Fu Chen ketika Dou Huang berbicara. Namun sebelum dirinya sempat berbicara, ia telah kehilangan kesadaran tanpa mengetahui apa penyebabnya.
Hal terakhir yang ia ketahui adalah rambut Fu Chen yang berubah putih menyala.
Seluruh tua juga ikut pingsan, memberikan para tikus kesempatan untuk menyerang. Namun sebelum mereka melakukannya Dou Huang telah bergerak dan membunuh mereka dengan satu tebasan.
"Tubuh ini masih belum cukup kuat untuk menahan kekuatanku." Dou Huang bergumam sambil meregangkan tangan Fu Chen.
Sementara itu tikus dengan mata merah sebelumnya kini telah bersujud ketakutan dengan tubuh bergetar. Dia seolah sadar jika orang dihadapannya bukan sesuatu yang dapat ia pandang.
"Kau memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Aku menyukainya, tapi cukup sampai disini riwayatmu."
Dou Huang menempelkan pedangnya ke kepala tikus itu. Perlahan tubuh tikus itu semakin kurus hingga tulangnya seolah hanya terbungkus kulit.
Dou Huang kemudian menghampiri induk tikus yang sekarat tidak jauh dari sana. Ia mengelus tubuh tikus itu sejenak.
"Sebagian jiwamu telah pergi… berbanggalah karena dirimu dan keturunanmu akan menjadi awal dari kebangkitan raja ini."
Usai melakukannya Dou Huang kembali memeriksa tubuh Fu Chen, "Sayang sekali, sepertinya aku masih harus menunggu lebih lama."
Kini goa itu mulai hening, tidak ada lagi suara tikus maupun kebisingan lainnya. Yang terdengar hanyalah tetesan air yang menimpa bebatuan di sana.
Dan Suyu kembali mendapat kesadaran, kepalanya terasa sakit. Pandangannya menelusuri ke segala arah dan mendapati tetua yang lain juga terbangun.
"Apa yang terjadi?" Dan Suyu mencoba mengingat kejadian terakhir yang di alaminya, namun hal itu justru membuat kepalanya semakin sakit.
"Ah benar junior Tang Chen!" Dan Suyu kembali mengedarkan pandangan, ia melihat tubuh Fu Chen masih tergeletak di samping induk tikus.
Dan Suyu mendekatinya sambil tertatih-tatih, seluruh tubuhnya terasa sakit. Ketika sampai ia melihat tubuh Fu Chen menjadi sedikit kurus, ia memeriksa nadi dan napas Fu Chen dan mendapati pemuda itu masih hidup.
"Syukurlah…" Dan Suyu menghela napas lega. Dia tidak mengerti bagaimana ini bisa berkahir, tapi ia cukup bersyukur karena masih selamat setelah melakukan ide gila ini.
Dan Suyu meminta para tetua untuk beristirahat sejenak. Mereka tidak tahu apa yang menunggu di luar, jadi setidaknya mereka harus memulihkan sedikit stamina.
Setelah merasa cukup, Dan Suyu membawa Fu Chen di punggungnya. Dan Suyu cukup kagum bahkan dalam keadaan tidak sadarkan diri, Fu Chen masih tetap menggenggam pedangnya.
Mereka melewati dengan cukup hati-hati. Obor yang padam karena hembusan angin sebelumnya membuat pandangan mereka terbatas.
Beruntung Fu Chen telah memberikan tanda pada setiap jalan yang telah mereka lewati sebelumnya.
Dan Suyu menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari. Udara segar yang mereka hirup membuat mereka bernapas lega.
Para pendekar yang telah menunggu diluar pun mendadak bersorak gembira menyambut mereka. Pagi itu adalah pagi yang melegakan bagi mereka.
Dan Suyu hanya bisa tersenyum sederhana, ia tidak percaya rencana menakjubkan ini muncul dari seorang anak kecil yang latar belakangnya tidak diketahui.
Jumlah korban dalam penelusuran sekaligus penyergapan ini bahkan jauh lebih kecil dari musim sebelumnya.
"Mari kita sebarkan kabar gembira ini pada penduduk Desa!" sorak Dan Suyu seraya tersenyum lebar.