Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.72 - Hari Yang Di Tunggu


Sebagian perwakilan sekte-sekte besar segera menuju ke sebuah bangunan tinggi dengan enam lantai. Di bangunan itu terdapat sebuah papan besar yang bertuliskan Menara Bintang Permata dengan tinta berwarna emas. Tempat itu amat ramai saat ini karena mereka lah yang menyelenggarakan pelelangan itu.


Saat Xiao Jung dan Fu Chen memasukinya, ruangan di dalam sana ternyata cukup luas. Organisasi ini juga memamerkan kekayaan mereka sebagai sambutan bagi pengunjung yang datang. Fu Chen mengedarkan pandangannya ke segala arah, banyak sekali jenis-jenis pil yang di pamerkan di sana.


Di beberapa sisi ruangan itu juga terdapat ruangan lainnya dengan sebuah papan nama di atasnya. Fu Chen mengamatinya satu per satu dan menemukan jika ruangan-ruangan menyediakan jenis pil yang berbeda.


Cukup banyak jenis pil yang ada di tempat itu dan yang membuat Fu Chen sedikit terkejut adalah mereka juga menjual pil pengumpul energi yang sebenarnya cukup langka.


Selain itu ternyata mereka juga menyediakan berbagai sumber daya yang di perlukan para pendekar. Namun, Fu Chen agak heran karena organisasi ini hanya memamerkan sumber daya yang mereka miliki. Seharusnya dengan status mereka saat ini mereka dapat menjual pusaka-pusaka tingkat tinggi.


Fu Chen kemudian melirik ke arah Xiao Jung, dia teringat jika keluarga seniornya ini hanya menjual keperluan pendekar berupa pusaka dan jenis-jenis senjata lainnya. Mungkin ini semacam perjanjian yang telah mereka buat untuk membagi bagian masing-masing.


Saat keduanya memasuki salah satu ruangan lainnya, kedatangan mereka di sambut oleh seorang wanita berusia 20 tahun dengan paras lumayan. Wanita itu membungkuk sejenak lalu memberi tanda agar Xiao Jung dan Fu Chen mengikutinya.


"Saya akan menemani anda selama pelelangan berlangsung, Tuan," ucap wanita itu.


Xiao Jung tidak menanggapi apapun, dia hanya mengangguk-anggukkan kepala dan mengikuti wanita itu. Mereka berdua di bawa ke sebuah ruangan yang bertuliskan Aula Utama.


Fu Chen menghalangi pandangannya dengan tangan kiri saat cahaya menyilaukan mengenai wajahnya ketika ia masuk. Perlahan-lahan pandangannya mulai kembali, beberapa saat kemudian mulutnya sedikit terbuka tanpa ada suara yang keluar.


Aula itu terlihat seperti sebuah tribune berbentuk lingkaran dengan sebuah panggung besar di tengahnya. Panggung itu sepertinya akan digunakan untuk memamerkan barang yang akan dilelang.


Selain itu, sudah banyak pendekar yang hadir dan menempati posisi mereka masing-masing, susunan bangku di sana terlihat semakin menjulang ke atas di bagian belakangnya.


Fu Chen melihat adanya lantai dua di aula itu yang berisi bilik-bilik khusus, semua bilik itu tampak menghadap langsung ke arah panggung. Fu Chen menduga jika bilik-bilik itu adalah tempat untuk tamu undangan ataupun mereka yang telah membayar mahal untuk mendapatkannya.


Jumlah bilik itu tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 15-17 bilik saja. Wanita yang tadi menyambut Xiao Jung mengantar mereka naik ke lantai dua melalui jalan khusus yang di sediakan. Mereka kemudian memasuki bilik dengan nomor 10, sesuai dengan yang Xiao Jung pesan.


Meski tidak terlalu besar, namun ruangan di dalam bilik itu cukup nyaman untuk di tempati. Sudut pandang yang di dapatkan juga sangat pas untuk melihat ke arah panggung.


"Orang-orang dari Benua Tengah memang sangat mengesankan, kalian bahkan memasang formasi ruang pada bilik kecil ini." Xiao Jung berdecak kagum.


Dia merasakan adanya semacam penghalang energi di bilik ini, dia juga merasakan hal yang sama saat melepaskan auranya untuk mengecek bilik lain yang telah diisi dengan orang lain.


Seperti yang ia ketahui, formasi ruang seperti ini hanya dapat di kuasai oleh mereka yang berada di ranah Pendekar Suci tahap akhir. Selain itu, pemahaman mengenai aturan ruang juga sangatlah sulit. Kitab-kitab yang membahas mengenai formasi ruang juga sangat langka, sehingga tidak banyak yang dapat mempelajarinya.


Di Kekaisaran Song sendiri masih belum di temukan orang yang dapat melakukannya. Xiao Jung hanya bisa menggeleng dengan kagum melihat seberapa besarnya potensi yang di miliki Menara Bintang Permata ini.


"Itu hanya sebuah pelayanan khusus untuk tamu undangan kami. Kami akan senang jika tamu yang kami undang merasa puas dengan pelayanan ini," jawab wanita itu sambil memasang senyum sederhana.


Xiao Jung tertawa kecil mendengarnya, "Kalian memang pantas untuk menggantikan keluarga Huang dari tempat duduk lima Bangsawan besar di Kekaisaran ini."


Sebelum munculnya Menara Bintang Permata di Kekaisaran Song. Keluarga Huang adalah Bangsawan yang menguasai perdagangan dalam hal pengobatan dan sumber daya. Namun, seiring berjalannya waktu bisnis mereka semakin merusut, orang-orang mulai beralih ke organisasi yang memiliki dedikasi tinggi pada pelanggannya. Dan mereka adalah Menara Bintang Permata.


Fu Chen hanya diam mendengarkan perbincangan mereka, dia sendiri tidak mengetahui apa-apa mengenai organisasi ini. Pandangannya lalu menyapu seluruh hadirin yang ada di lantai satu melalui jendela besar yang ada di sana.


"Senior, kenapa pendekar-pendekar yang mengikuti pelelangan ini tidak cukup banyak?" Fu Chen terheran karena masih ada beberapa bangku yang kosong di lantai satu. Dia pikir pelelangan ini akan di penuhi banyak orang karena hanya di selenggarakan dalam waktu-waktu tertentu.


Xiao Jung ikut melirik ke arah luar setelah mendengar pertanyaan Fu Chen, kemudian berkata, "Ini wajar, lagipula pelelangan ini bukanlah pelelangan akbar. Menara Bintang Permata mungkin hanya ingin memperkenalkan produk baru mereka dalam lelang kali ini."


Fu Chen mengangguk paham sedangkan wanita di belakang Xiao Jung sedikit menaikkan alisnya.


Setelah berbincang-bincang selama beberapa saat, sebuah suara serak nan lantang menggema di aula itu.


Xiao Jung menghentikan perbincangannya dan memandang ke arah panggung, menyadari jika pelelangan akan segera di mulai.


Seorang pria paruh baya dengan baju berwarna putih dan sedikit kecoklatan telah berada di tengah panggung. Corak emas di baju pria itu membuatnya terlihat sangat mewah.


"Perkenalkan, saya adalah Ye Kong! Dan saya yang akan memimpin pelelangan kali ini!" ucap pria itu dengan mengalirkan qi pada suaranya.


Seisi aula yang awalnya cukup bising kini memilih diam dan memperhatikan apa yang di ucapkan pria itu. Sementara itu, Ye Kong tersenyum puas melihat reaksi yang di tunjukkan para hadirin.


Ye Kong kemudian melanjutkan perkataannya, "Seperti biasa, sebelum memulai pelelangan ini saya akan menjelaskan beberapa peraturan yang harus kalian patuhi."


"Pelelangan kali ini memiliki dua peraturan sederhana yang bertujuan agar pelelangan dapat berjalan lancar dan kondusif. Jadi saya harap kalian mendengarkannya dengan baik."


Ye Kong melepaskan aura nya untuk mengintimidasi orang-orang di sana. Terutama bagi mereka yang ada di dalam bilik karena biasanya orang-orang itu selalu bertindak sesuka hati.


"Peraturan pertama dan paling penting! Pemegang hak tertinggi di pelelangan kali ini adalah kami, Menara Bintang Permata! Siapapun yang menggunakan kedudukan atau kuasanya untuk menekan pihak lain, maka kami tidak akan segan-segan untuk mengusirnya."


Xiao Jung tersenyum simpul mendengarnya, "Kurasa aturannya tidak ada yang berubah sejak dulu."


Menurut pengalamannya sendiri, akan selalu ada pihak-pihak yang dengan sengaja memperkenalkan diri mereka untuk mengancam pesaing yang lain. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan harga rendah.


Namun ada beberapa kejadian yang membuat orang-orang tak berlatar belakang tinggi akan di buru setelah meninggalkan pelelangan. Motif dari perampasan itu tentu saja karena barang yang mereka inginkan di dapatkan oleh orang lain.


Ye Kong kemudian melanjutkan ucapannya setelah mengambil nafas sejenak.


"Peraturan kedua, kalian hanya boleh menawarkan harga dengan kelipatan 50% harga awal. Hal ini berguna untuk menghindari kecurangan yang tidak berarti."


"Seharusnya peraturan itu segera di hapus. Pelelangan ini tidak akan menarik jika tidak ada perang harga yang memanas." Xiao Jung menghela napas, dia menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan lesu.


Wanita di belakang Xiao Jung tersenyum pahit mendengarnya. Dia pernah melayani seorang Bangsawan muda saat pelelangan sebelum ini. Namun Bangsawan itu mengalami kerugian besar lantaran lawannya memiliki beberapa trik untuk menikkan harga dengan signifikan.


**


**malem senin gk ada update ya,,, othor ada tugas animasi dari sekolah, jadi libur dulu^^