
Harapan Xiao Ji untuk bertemu kakaknya terpaksa di kubur saat pintu kamar itu terkunci. Dia mengetuk dan beberapa kali berusaha mendobraknya namun tidak berhasil.
Sebenarnya Fu Chen ingin membukakan pintu, namun melihat Xiao Jung menggelengkan kepala, ia lekas membatalkan niat.
"Senior, sebenarnya apa yang terjadi pada ayah anda?" Fu Chen tidak tahan lagi untuk bertanya.
Sudah lima belas menit Xiao Jung habiskan untuk membantu ayahnya, keringat bahkan sudah membanjiri tubuhnya. Sedangkan suara di balik pintu itu semakin gaduh, Fu Chen terpaksa menggunakan tubuhnya agar tidak ada yang menerobos masuk.
Napas Xiao Jung terputus-putus. "Itu…" Xiao Jung sedikit ragu, informasi tentang kondisi ayahnya sangat di rahasiakan. Bahkan tidak ada yang mengetahuinya selain orang-orang yang tinggal di kediaman ini.
Setelah berpikir beberapa saat, Xiao Jung hanya menghela napas pelan. Lagipula anak ini hanya juniornya, meski ia beritahukan sekalipun tidak akan merubah apa-apa.
"Ayahku… dia terkena racun mematikan dari seorang pendekar. Aku tidak bisa menjelaskannya, namun racun ini sudah bersemayam di tubuhnya selama tiga tahun." Wajah Xiao Jung nampak bersalah.
"Racun?" Fu Chen mengerutkan keningnya, pendekar mana yang berani meracuni Kepala keluarga Xiao? Pikirnya.
"Iya…" Xiao Jung mendesah. "Tabib terhebat di Kekaisaran Song bahkan sudah angkat tangan untuk mengobatinya."
Wajah Fu Chen seolah mendapat pencerahan. Ia sekarang memahami alasan Xiao Jung membeli pil-pil mahal di lelang itu.
Namun yang membuat Fu Chen terheran, raut muka dari ayah seniornya ini tidak berubah sedikit pun meski telah menelan habis dua pil yang Xiao Jung dapatkan.
"Mungkinkah racun itu lebih hebat dari racun Kelabang Raja?" Pikir Fu Chen. "Ah benar, aku tidak perlu memikirkannya. Mungkin di dalam cincin ini ada pil yang sedikit berguna." Fu Chen melirik cicin di tangannya.
Di saat Fu Chen masih mencari tahu dari ingatan yang ia dapatkan, Xiao Jung masih tetap berusaha mengalirkan qi karena percaya jika khasiat pil Matahari Bulan yang ia berikan belum sepenuhnya terserap.
"Aku menemukannya," Fu Chen berseru dalam hati. "Pil Phoenix Api? Ini luar biasa! Pil ini bahkan mampu menawarkan racun terhebat di Benua Tengah di masa jayanya!"
Fu Chen menegak ludahnya, mungkinkah pil ini mampu menyembuhkan ayah seniornya? "Tapi jumlah pil ini sangat sedikit, bahkan di dalam cincinku hanya ada 20 butir." Fu Chen merenung sejenak.
"Ah, sudahlah. Kehilangan satu butir tidak akan jadi masalah kan?" Fu Chen tidak ingin memikirkannya lebih jauh. Ia kemudian memanggil seniornya.
"Ada apa Chen'er?" Xiao Jung masih tetap fokus pada kegiatannya.
"Senior, maukah anda mempercayaiku kali ini?"
"Apa maksudmu?" Xiao Jung tidak paham dengan arah pembicaraan Fu Chen.
"Aku menemui Xuan Rong setelah lelang kemarin, dia memberikanku sebuah pil penyembuh. Dia bilang pil itu adalah pil terbaik yang di miliki organisasi." Fu Chen membuat wajahnya terlihat meyakinkan.
Xiao Jung mengerutkan kening, bukan karena mencurigai Fu Chen namun ia merasa di permainkan oleh organisasi itu. "Apa kau tahu nama pil itu?" Xiao Jung ingin mememastikannya.
Fu Chen menggeleng pelan, "Dia tidak mengatakannya, namun pil ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Termasuk juga racun yang mematikan."
Xiao Jung ragu, namun ia segera menggertakkan gigi karena tidak ada piliha lain. "Berikan pil itu padaku, aku akan mengurusnya."
"Tapi, qi di tubuh senior sudah hampir habis. Lebih baik senior segera memulihkan diri dan biarkan aku yang melakukannya."
Fu Chen tahu jika Xiao Jung telah memaksakan dirinya sejak tadi, ia banyak mengeluarkan qi agar proses penyerapan itu dapat berlangsung cepat.
Xiao Jung memandang Fu Chen dari atas sampai bawah. Sebelumnya dia tidak menyadari jika kekuatan Fu Chen telah meningkat karena praktiknya masih sama. Selain itu, energi qi di tubuh Fu Chen terasa sedikit berbeda.
"Baiklah, mohon bantuannya."
Fu Chen mengangguk dan segera mengganti posisi Xiao Jung. Dia meminumkan pil Phoenix Api itu pada ayah Xiao Jung, kemudian melakukan yang tadi Xiao Jung lakukan.
Energi qi yang dimiliki Fu Chen lebih murni dari seniornya, karena itu ia cukup percaya diri. Selain itu, ilmu yang ia pelajari lebih efektif di gunakan agar khasiat pil itu terserap sepenuhnya.
Karena tidak ada ada lagi yang menahan pintu kamar itu, kakek Xiao Jung segera mendobraknya dan membuat pintu itu terbuka.
Su Xiang yang berniat memukul wajah Xiao Jung segera membatalkannya karena Xiao Ji lebih dulu memeluk pemuda itu.
"Ayah…! Apa yang kau lakukan pada ayah?" Xiao Yin dan Xiao Yan berteriak serentak. Keduanya berniat mendekati Cu Chen. namun, langkahnya segera terhenti karena Xiao Jung datang menghadang.
"Anak tidak tahu diri! Apa lagi yang kau lakukan pada ayahmu!" bentak Su Xiang penuh amarah melihat wajah suaminya di penuhi keringat.
Amarahnya semakin bertambah karena Xiao Jung membiarkan Bocah tidak di kenal itu menyiksa suaminya.
Sepertinya namanya, pil itu mampu membakar semua racun di tubuh si penelannya. Namun, karena efeknya yang terlalu kuat membuat Fu Chen juga bisa merasakannya.
Beruntung Kepala keluaraga Xiao itu setingkat pendekar Raja. Jika tidak, entah bagaimana nasibnya menahan rasa sakit yang terus menjalar itu.
"Ibu! Dengarkan penjelasanku lebih dulu." Xiao Jung berusaha menenangkan ibunya meski mendapat beberapa tamparan.
"Nak, jika sesuatu lebih buruk terjadi pada ayahmu. Maka aku tidak akan tinggal diam," ucap kakek Xiao Jung bernama Xiao Pei. Nada bicaranya dingin dan penuh intimidasi.
"Baik, ku mohon… setidaknya biarkan dia melakukan urusaanya hingga selesai." Xiao Jung berlutut di kaki Xiao Pei.
Xiao Pei menghela napas berat. "Xiang'er, tenangkan dirimu dulu, biarkan anakmu ini menjelaskan situasinya."
Su Xiang mendengus pelan, kemudian mendekati suaminya dan mengelap wajah pria itu. Xiao Jung segera menceritakan maksud dan tujuannya setelah itu.
Tangan Fu Chen sedikit bergetar setelah beberapa lama. "Sial! Racun ini ternyata bersarang di kepalanya!" Ia mengumpat dalam hati.
"Aaahk! A-AAARGH! AAAARGHK!!"
Xiao Feng Mengerang kesakitan saat tubuhnya terasa semakin panas dan perih. Api yang membakar organ dalamnya terasa berkali-kali lipat lebih panas seiring waktu.
Su Xiang dan sisi ruangan itu menjadi panik. Bahkan Su Xiang sudah mengambil inisiatif untuk menyingkirkan tangan Fu Chen.
"Hentikan!" Xiao Pei menahan tangan Su Xiang.
"Ayah! Apa kau tidak melihatnya? Bocah ini akan membunuh suamiku!" Su Xiang memberontak.
"Tenanglah Xiang'er! Anak itu tahu apa yang di lakukannya!" Xiao Pei menjauhkan Su Xiang dari sana. Dengan pengalamannya selama ini, ia tahu jika bocah itu sedang berusaha membantu Xiao Feng saat ini.
Keringat Fu Chen semakin banyak hingga membasahi bajunya. Rahangnya menegang dengan kening yang terus berkerut. "Ayo bertahanlah! Ini hampir mencapai puncaknya!"
Fu Chen mengalirkan lebih banyak qi dan membaginya, sebagian memulihkan kondisi Xiao Feng dan sebagian lainnya ia gunakan untuk membantu Xiao Feng menahan rasa sakitnya.
Meski begitu, teriakan Xiao Feng tidak kunjung berhenti, bahkan tubuhnya sempat meronta beberapa kali.
Beberapa saat kemudian, Xiao Feng memuntahkan seteguk darah kental berwarna hitam sebelum hilang kesadaran. Darah itu mengeluarkan aroma tidak sedap dan sedikit berasap saat menyentuh selimut.
Xiao Pei segera memeriksa tubuh anaknya, matanya kemudian melebar. "Cepat panggilkan tabib!"
Sulit untuk mempercayainya, namun kondisi Xiao Feng sudah lebih baik.
Fu Chen kemudian bangkit dan berjalan sempoyongan mendekati Xiao Jung.
"Bagaimana, Chen'er?" Xiao Jung bertanya cemas, semua orang di kamar itu juga menanti penjelasan Fu Chen.
"Senior, aku berhasil. aku berhasil membuang racun itu." Fu Chen tersenyum hangat sebelum tubuhnya terjatuh.
Xiao Jung segera menangkapnya dan mendapati juniornya sudah tidak sadarkan diri. Cepat-cepat ia membaringkannya di kursi panjang dekat sana.
Seorang tabib kemudian memasuki kamar dengan tergesa-gesa. Selama ini ia di percaya untuk merawat kondisi Xiao Feng. Karena itu, saat melihat seorang pelayan mencarinya dengan panik, ia segera meningalkan semua kegiatannya.
Xiao Pei segera menyingkir saat tabib itu tiba. Tabib itu lekas memeriksa mata, napas dan juga aliran darah Xiao Feng.
"Ini…" Tabib itu tidak menyudahi ucapannya, pandangannya mengarah pada Xiao Pei dengan senyum yang berkembang.
"Tuan, racun di tubuh anak anda sudah menghilang sepenuhnya. Bahkan organ tubuhnya bekerja dengan baik," ucap sang tabib, wajahnya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Xiao Pei, Su Xiang dan anak-anaknya sangat terkejut mendengarnya, mata mereka mulai berkaca-kaca sebelum akhirnya air mata itu tumpah.
Bibir Su Xiang bergetar, tidak mampu lagi menahan rasa bahagianya yang teramat sangat. "Xiao Feng… suamiku…" ucapnya lirih.
"Ayah…" Xiao Yin dan adik-adiknya mengikuti sang ibu untuk memeluk ayah mereka.
Xiao Jung dan Xiao Pei hanya memandangnya dengan air mata berlinang. Xiao Jung juga ingin memeluk ayahnya, namun ia berusaha untuk menahan diri.
Xiao Pei memandang cucunya dengan bangga. Ia mendekati pemuda itu dan memeluknya. "Maafkan kakek, maafkan kami Jun'er."