Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.75 - Persaingan Singkat


Fu Chen sangat terkejut mendengar seniornya langsung menaikkan harga begitu tinggi. Meski ia baru pertama menghadiri pelelangan ini, namun yang di lakukan seniornya mungkin saja dapat merugikan dirinya sendiri.


Seniornya terlalu menarik perhatian, mungkin akan ada orang yang ingin menghambatnya atau sekedar mempermainkannya karena menyadari jika bilik nomor 10 pasti sangat memerlukan pil itu.


"Senior, apa anda yakin melakukan ini?" tanya Fu Chen khawatir.


"Tenang saja. Aku telah mencari informasi mengenai orang-orang yang ada di dalam bilik. Tidak akan ada dari mereka yang tertarik dengan pil ini." Xiao Jung mengatakannya dengan serius. Selain itu, dia ingin menunjukkan pada Menara Bintang Permata jika ia akan membeli pil itu berapapun harganya.


Mendengar ucapan Xiao Jung, Nie Mi mengerutkan keningnya hingga alisnya hampir menyatu. Informasi mengenai penghuni bilik sangat di rahasiakan, hal itu juga bertujuan untuk menjamin keselamatan orang tersebut.


Namun, melihat Xiao Jung mendapat begitu banyak informasi rahasia membuatnya sedikit curiga. Mungkinkah ada orang dalam yang membocorkannya? Dia harus segera melaporkan ini pada atasan setelah lelang berakhir.


"Tawaran pertama dari bilik nomor 10, 20.000 keping emas!" Ye Kong mengulangi tawaran Xiao Jung karena tidak ada lagi yang menawar dengan dengan harga lebih tinggi setelah itu.


"23.000!" Seseorang dari bilik nomor 4 memberi penawaran.


Xiao Jung menatap tajam ke arah bilik itu, wajahnya terlihat tidak senang. "Pangeran? Kenapa ia ingin mengambil pil itu? Setahuku tidak ada yang sakit di istana kekaisaran. Apa dia hanya ingin bermain-main? Ck, sial."


"Orang-orang di dalam bilik memang gila! Mereka rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah pil?"


"Bagus, seperti inilah yang seharusnya terjadi." Ye Kong menarik sudut bibirnya dan tersenyum simpul.


"Bilik nomor 4 telah memberikan perlawanan. Apakah akan ada bilik lain yang ingin ikut campur untuk menghentikan bilik nomor 10!? Mari kita saksikan!"


"Ck."Lidah Xiao Jung berdecak, namun beberapa saat kemudian ia menghela napas panjang. "Aku tidak boleh gegabah untuk menghadapi orang itu. Mari kita lihat, berapa banyak uang yang kau miliki, Pangeran."


"28.000!"


"Bagaimana ini? Apa kau masih ingin menawar? Sepertinya dia tidak akan menyerah dengan mudah," ucap Pangeran Song pada Meng Tian.


"Kakak…" Meng Zhi menatap kakaknya dengan cemas. Wajah kakaknya sangat tegang dengan tangan yang terkepal keras.


"Serahkan sisanya padaku." Meng Tian melirik ke arah bilik nomor 10 dengan tajam. "34.000!" ucapnya lantang.


"Oh… bilik nomor 4 nampaknya ingin menantang bilik nomor 10. Lelang ini semakin memanas mendekati puncaknya!" ucapan Ye Kong membuat suasan kian memanas.


"Apa yang akan kau lakukan Tuan Muda Xiao? Orang di dalam bilik itu bukanlah sesuatu yang dapat kau lawan dengan uang keluargamu," Ye Kong menyeringai lebar dalam hatinya. Ia adalah pemimpin lelang kali ini, tentu ia sudah mengetahui siapa saja yang ada di dalam bilik itu.


Xiao Jung mengerutkan keningnya mendengar tawaran itu, ia tidak mengerti apa tujuan Pangeran saat menyadari ia menaikkan harga begitu tinggi. "Baiklah, aku akan melayanimu dengan sopan," ucap Xiao Jung setelah mengigit bibir bawahnya.


"37.000," ucap Xiao Jung dengan senyum tipis.


Meng Tian berdecak kesal, dia melirik ke arah Meng Zhi dengan tatapan rumit. "Aku harus tenang, ini semua demi adikmu," ucapnya dalam hati sambil menarik napas.


"40.000."


Pangeran Song menyandarkan kepalanya lalu menggeleng pelan. Dia tersenyum tipis setelah beberapa saat melihat Meng Tian menawar. "Aku tahu dia adalah anak seorang Kaisar. Tapi aku tidak menyangka jika ia membawa uang sebanyak itu. Di mana ia meletakkan uang itu sebenarnya?"


Dilain pihak, Xiao Jung mendengus pelan dan kembali melakukan penawaran. Hal itu terus berlanjut hingga harga pil Air Mata Dewi itu mencapai angka 61.000. Terjadi jeda selama beberapa saat karena kedua belah pihak nampak menarik nafas masing-masing.


Para hadirin di lantai satu hanya bisa menelan ludah mereka melihat harga yang sudah melambung tinggi itu. Meski uang dalam jumlah itu cukup biasa bagi mereka yang berada di ranah Pendekar Raja, namun tidak ada yang rela mengeluarkannya hanya untuk sebuah pil.


Terlebih itu adalah pil penyembuh, dengan kemampuan regenerasi tubuh mereka sebagai Pendekar Raja. Pil semacam itu sebenarnya tidak terlalu berguna.


"Kakak, sudah… hentikan. Lagipula pil itu belum tentu dapat menyembuhkanku. Kita ke tempat ini hanya untuk mencari informasi mengenai hal itu saja," bisik Meng Zhi pada Meng Tian.


Pangeran Song tidak mendengarkan ucapan Meng Zhi, namun ia turut mengingatkan Meng Tian. "Saudara Tian, aku tidak tahu apa yang kau inginkan dari pil itu. Tapi, sebaiknya segera kau hentikan. Dengan uang sebanyak itu kau dapat mencari sumber daya berharga lainnya."


Meng Zhi melirik ke arah Pangeran Song, "Itu benar kakak, percayalah padaku." Ia kembali memandang kakaknya dengan wajah khawatir.


Meng Tian nampak berpikir keras, namun setelah beberapa saat ia akhirnya mengela napas berat sambil memejamkan mata. "Baiklah, aku menyerah."


Meng Zhi tersenyum bahagia mendengarnya, lekas ia memeluk tubuh kakanya itu dengan erat.


"Senior, apa anda baik-baik saja?" Fu Chen bertanya khawatir.


"Tidak apa, ini masih dalam perhitunganku," balas Xiao Jung tanpa menoleh.


Kakinya menopang lengan yang sedang mengepal dengan kuat. Sorot matanya begitu serius memandang siluet orang-orang di dalam bilik nomor 4. "Uang yang ku bawa sekitar 150.000. Jika harga pil ini terus berlanjut maka aku terpaksa harus melepasnya," batin Xiao Jung sambil terus berpikir.


Nie Mi nampak tersenyum melihat ketegangan Xiao Jung, entah mengapa namun perasaanya terasa lebih baik melihat Tuan Muda itu menderita.


"61.000 pertama!"


"Ada apa ini? Apakah bilik nomor 4 sudah menyerah dengan tawaran mereka? Sayang sekali, sungguh sangat di sayangkan. Tontonan seru ini nampaknya akan segera berakhir." Yeng Kong berniat untuk kembali memancing bilik nomor 4.


Ye Kong kemudian tersenyum simpul saat melirik ke bilik nomor 10. "Bagaimana Taun Muda Xiao? Pada akhirnya kau harus membayar hampir dua kali lipat dari yang kau tawarkan saat itu."


"61.000 ke-2!"


Para hadirin juga ikut menyuarakannya untuk memanas-manasi orang yang ada di dalam bilik nomor 4. Namun sayangnya tidak ada balasan apapun dari mereka.


"61.000 ke-3!"


Buk! Buk! Buk!


Xiao Jung mendengus dengan kesal setelah itu. "Jika kau ingin melihat tontonan, maka aku akan menyuguhkan sesuatu yang menarik padamu," dia bergumam pelan.


"Melihat bagaimana panasnya persaingan tadi tentu membuat kita tidak sabar untuk melihat apa yang terjadi pada item utama ke-3 ini. Tapi sebelum itu, izinkan aku untuk memperkenalkannya, sambutlah pil terhebat di Kekaisaran Song ini! Pil Matahari Bulan!"


Setelah Xuan Rong menarik kain penutup itu. Tepat di tengah kotak kaca itu terlihat pil berwarna gelap dengan sedikit corak emas di permukaanya. Warna pil yang begitu gelap bagai gerhana matahari itu sangat mendeskripsikan namanya.


"Seperti yang kita semua ketahui, racun terkuat di Kekaisaran Song saat ini-… tidak, bahkan mungkin menjadi salah satu yang terkuat di antara tiga Kekaisaran di Benua Timur. Dia adalah racun Kelabang Raja dari sekte Awan Merah."


"Racun itu sangat mematikan! Bahkan seorang Pendekar Sakti tahap awal sekalipun tidak berdaya di hadapannya. Racun yang sangat kuat itu akan sangat berbahaya jika tidak segera di lawan."


"Karena itu, kami dari Menara Bintang Permata telah berusaha keras untuk mencari cara menanangani racun tersebut. Dan jawabannya adalah pil ini! Pil Matahari Bulan."


"Dengan penelitian kami selama bertahun-tahun, pil ini bahkan mampu menjadi penawar racun yang lebih hebat lagi. Dengan adanya pil ini, racun Kelabang Raja bukan lagi sebagai ancaman."


"Harga di mulai dari 15.000 keping emas!"


Beberapa peserta lelang yang mendengar penjelasan itu awalnya sangat bersemangat, terutama mereka yang mempelajari ilmu alkemis maupun para tabib. Namun setelah mendengar harga awal dari item itu, mereka jadi kehilangan minat.


Menurut mereka ini adalah perjudian besar. Meski Menara Bintang Permata telah menjaminnya, namun tidak ada bukti pasti jika pil itu benar-benar dapat menaklukan racun terkuat saat ini, yaitu racun Kelabang Raja.


"Orang bodoh mana yang akan percaya dengan bualan itu? Bahkan alkemis terhebat di kekaisaran sekalipun masih belum menemukan penawar dari racun itu. Jangan membuatku hilang kepercayaan karena omong kosong ini!"


Beberapa orang mulai memberikan komentar miring. Mereka semua masih belum mengetahui asal usul organisasi ini, karena itu mereka tidak akan percaya jika alkemis dari organisasi ini dapat menemukan penawar yang bahkan belum bisa di temukan oleh alkemis ternama di Kekaisaran Song.


Xiao Jung bangkit dari tempat duduknya sambil tersenyum lebar. Pandangannya terkunci pada pria kekar di tengah aula itu. "30.000," ucapnya dengan senyuman yang masih bertahan.


"Bagaimana menurutmu Pak Tua? Aku telah menyelamatkan barang istimewa itu dari sana. Racun Kelabang Raja bukan sesuatu yang dapat kau singgung dengan mudah, meski kau membawa nama organisasi mu sekalipun."


Xiao Jung menyeringai. Sebelum lelang ini di umumkan, sebenarnya ia telah mendatangi Pak Tua Ye Kong itu untuk membeli pil Matahari Bulan dengan harga tinggi. Bahkan lebih tinggi dari penawaran yang saat ini ia ajukan.


Namun sayangnya, Ye Kong justru menolaknya dengan dalih jika pil itu adalah item yang tidak dapat di hapus dari daftar lelang. Dan sekarang dia akan menyadari, jika orang-orang masih belum sepenuhnya mempercayai organisasi Menara Bintang Permata.


Sementara itu, kening Nie Mi tampak berkerut dengan mata tajam yang ter-arah pada Xiao Jung. "Tuan, aku akan keluar dan mengambil item yang anda dapatkan tadi. Mohon berikan aku ijin."


Xiao Jung hanya meliriknya dari sudut matanya, lalu mengangkat tangan kiri untuk menyetujui permintaan Nie Mi itu.


Nie Mi membungkuk dan berjalan mendekati pintu. Setelah menutup pintu itu, raut wajahnya berubah rumit. Dia menarik napas panjang sebelum bergegas ke lantai satu.


Xiao Jung tersenyum sinis menyadarinya. "Sudah ku katakan. Kalian salah dalam memilih orang," ucapnya dingin.