Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.137 - Identitas


"Tuan Kong, seseorang ingin bertemu dengan anda." Xuan Rong mengetuk pintu ruang kerja Ye Kong beberapa kali, lalu menunggu jawaban dari pria itu.


"Masuk!" sahut Ye Kong dari dalam.


Xuan Rong masuk lebih dulu, kemudian di ikuti oleh Fu Chen, pemuda itu kembali memakai tudung dan topengnya untuk menutupi wajah. Fu Chen telah berpesan pada Xuan Rong untuk tidak menyebutkan namanya jika Ye Kong bertanya.


Alis Ye Kong sedikit mengerut ketika ia melihat Fu Chen, ia merasa familiar dengan penampilan itu namun tidak berhasil mengingatnya dengan jelas.


"Baiklah, anda bisa meninggalkan kami berdua, Nona Rong…" ucap Ye Kong seraya merapikan meja kerjanya.


Xuan Rong lantas membungkukkan badan sejenak sebelum pergi, meski banyak pertanyaan tentang urusan keduanya tapi wanita itu menahan diri untuk ikut campur.


Tanpa menunggu ucapan Ye Kong, Fu Chen segera duduk di salah satu kursi panjang dekat meja kerja Ye Kong. Kursi itu juga di lengkapi dengan meja panjang, tempat ini sepertinya di gunakan untuk berdiskusi dengan tokoh-tokoh penting yang datang ke tempat ini.


"Saya rasa anda sudah mengenal siapa saya, bukan? Jadi mari kita lewati perkenalan ini," Ye Kong berjalan ke arah Fu Chen dan duduk berhadapan dengan pemuda itu, "Ada urusan apa yang membuat Tuan sampai datang ke tempat ini?"


"Sepertinya anda benar-benar sibuk, Tuan Ye." Fu Chen tersenyum tipis melihat Ye Kong tidak memperdulikan identitasnya, ia kemudian lekas memberikan salam, "Perkenalkan, namaku Tang Chen."


Kening Ye Kong seketika langsung berkerut, dia menatap Fu Chen dengan tajam selama beberapa saat. Marga itu jelas sangat ia kenal, mendengar seseorang menyebutkan namanya dengan marga itu hampir membuatnya terperanjat.


Tapi Ye Kong lekas mengendalikan diri, ia mendengar kabar jika setelah beberapa tahun terjadinya kekacauan di benua Tengah saat itu. Banyak orang yang memanfaatkan nama klan Tang untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Ye Kong menebak jika Fu Chen adalah salah satu diantara mereka.


Ye Kong masih memperlihatkan wajah tenangnya, dia sebenarnya telah berusaha membaca Fu Chen namun tidak menemukan sesuatu yang berguna. Ye Kong merasa ada kekuatan aneh yang menghalangi pengamatannya.


"Sebenarnya aku hanya ingin membeli beberapa pil, tapi sepertinya kualitas pil-pil itu jauh lebih rendah dari rumor yang beredar di luar sana."


Fu Chen sebenarnya cukup bingung kenapa Ye Kong masih terlihat biasa saja setelah mendengar marga itu, tapi mungkin ini adalah bentuk profesionalitas pria ini sebagai manager.


Ye Kong terlihat sedikit kebingungan saat mendengar ucapan Fu Chen, seharusnya semua pil yang di jual organisasi ini adalah yang terbaik di Kekaisaran Song, bahkan mungkin benua Timur sekalipun.


Saat Ye Kong telah membuka mulutnya untuk bicara, mendadak ia mulai menangkap ucapan Fu Chen. Selain menjual sumber daya, sebenarnya organisasi Bintang Emas juga punya kelompok tertentu untuk mengumpulkan informasi.


Ye Kong tahu betul bahwa tidak ada rumor yang berlebihan tentang organisasi mereka, sepertinya rumor yang di katakan Fu Chen adalah julukan Klan Alkemis Terhebat yang di sandang klan Ye saat masa jaya mereka.


Ye Kong masih terlihat tenang tetapi jantungnya mulai berdetak lebih cepat, dari pengamatannya tangan pria di hadapannya ini terlihat seperti seorang pemuda, jadi Ye Kong mengira kalau dia hanya asal bicara, "Mungkin aku hanya terlalu memikirkannya." Ye Kong segera menepis pikiran tersebut.


Ye Kong pun menghela napas pelan setelah mempertimbangkan beberapa hal, lalu berkata "Jadi apa yang anda inginkan? Kami selalu mengedepankan kualitas, jadi boleh saya tahu mengapa anda mengatakan bahwa kualitas pil kami ini buruk?"


Fu Chen sedikit tersenyum kecut, memang kesalahannya karena membandingkan pil-pil yang ada di toko ini dengan pil yang tersimpan di cincin Bumi miliknya.


"Itu hanya kritik, menandakan bahwa keluarga kalian telah mengalami kemunduran cukup jauh." Fu Chen kembali mencoba untuk memancing Ye Kong, rencananya tidak akan terwujud jika Ye Kong masih memandangnya sebelah mata.


Ye Kong sedikit menyipitkan mata, penuturan orang ini tidak bisa di katakan melenceng, membuat Ye Kong harus berhati--hati dengan ucapannya.


"Boleh saya tahu dari mana anda mengetahui semua itu?" Ye Kong tidak bisa menahan rasa penasarannya, setiap ucapan yang keluar dari mulut orang di hadapannya ini terus memenuhi pikirannya.


"Bukankah itu sudah jelas? Setiap orang yang mengetahui keluarga kalian dan datang ke tempat ini pasti akan berkata demikian." Fu Chen menaikkan alisnya, dia menangkap kalau Ye Kong sudah mulai terpancing.


Fu Chen menarik sudut bibirnya saat menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencana.


"Sebenarnya maksud kedatanganku adalah untuk melakukan negosiasi…" Fu Chen menyerahkan sesuatu yang tertutupi oleh kain dari balik jubahnya. Dia meminta Ye Kong untuk memeriksa kain tersebut.


Ye Kong memandang kain itu dan Fu Chen secara bergantian, dugaannya semakin besar tentang latar belakang Fu Chen.


"Ini mungkin terdengar seperti lelucon untuk bernegosiasi dengan organisasi sebesar Bintang Emas. Tapi saya harap anda mau mendengarkan penjelasannya sampai akhir." Fu Chen kembali bicara saat Ye Kong mulai membuka kain itu secara perlahan.


Napas Ye Kong seketika tertahan, tangannya bergetar hebat sedangkan matanya melotot lebar saking terkejutnya dengan sebuah lencana yang ada di hadapannya sekarang.


"I-ini-!" Ye Kong sampai tidak bisa berkata-kata, ia tahu betul kalau lencana ini adalah asli karena terdapat beberapa detail kecil dan aura tipis yang menyelimutinya.


"Bagaimana menurut anda, Tuan Ye? Apa sekarang anda dapat mempercayai ucapan ku?" tanya Fu Chen setelah Ye Kong membuka kain itu.


Ye Kong hanya membisu seraya mengamati lencana yang ia pegang, kejadian ini terlalu mengejutkan, bukannya mempercayai Fu Chen tapi ia malah lebih waspada pada pemuda itu.


"Si-siapa anda sebenarnya? Dari mana anda mendapatkan lencana ini?" Ye Kong sedikit meningkatkan kewaspadaan, dia harus berjaga-jaga karena dirinya tidak dapat mengukur kekuatan Fu Chen.


"Bukankah sudah saya katakan sebelumnya, nama saya adalah Tang Chen." Fu Chen sudah menduga reaksi Ye Kong akan demikian, tapi ia tidak menyangka orang sehebat ini pun akan meningkatkan kewaspadaannya hanya karena sebuah lencana.


Ye Kong menggertak kan gigi, ia tidak tahu orang ini orang adalah suruhan atau bukan, kepalanya juga tidak bisa berpikir jernih.


"Saya akan mengatakan beberapa informasi yang mungkin dapat membuat kekhawatiran di kepala anda berkurang. Cukup dengan satu syarat sederhana saja." Fu Chen menyenderkan tubuhnya ke kursi, ia menunggu jawaban Ye Kong.


"Apa itu?" tanya Ye Kong dengan raut wajah serius.


"Jangan beritahukan kedatanganku kepada siapapun selain Patriark keluarga Ye yang sekarang, dan buatlah pertemuan ku dengan Patriark itu dalam waktu dekat." Fu Chen menjawab sambil meletakkan kedua sikutnya di atas lutut.


Kening Ye Kong sedikit berkerut, "Bukankah anda hanya meminta satu syarat-?"


"Oh…" Fu Chen mendesis pelan, aura bertarung yang sangat kental seketika merembes dari tubuh pemuda itu, "Jika anda sampai melanggar syarat tersebut, maka aku sendiri yang akan mencari anda sampai ke pelosok negeri sekalipun!" lanjut Fu Chen sambil memperlihatkan wajah dingin, meski sekarang ia tengah memakai topeng.


Ye Kong sedikit menelan ludah, aura yang keluar dari tubuh Fu Chen cukup untuk menekan pria itu. "Baik… aku akan segera mengabari Patriark dan mengatur jadwal untuk kalian…"


Ye Kong masih sedikit ragu, ini akan menjadi pertama kali setelah sekian lama mereka melakukan pertemuan dengan anggota klan Tang.


Fu Chen mengangguk puas, ia meminta Ye Kong untuk memberikan jaminan bahwa dia tidak akan berbohong dan Ye Kong terpaksa membuat sebuah perjanjian dengan Fu Chen. Pemuda itu kemudian mengelus dagunya seraya berpikir akan dimulai dari mana dia harus memperkenalkan diri.


"Apa anda mengenal Tang Shu?" tanya Fu Chen sambil menyerahkan sikat kertas pada Ye Kong, "Saat peperangan itu terjadi, usia ayahku seharusnya tidak lebih dari 20 tahun…"


"Ayah?" Ye Kong melebarkan matanya, "Maksudmu kau adalah…" Ye Kong tidak menyudahi kalimatnya, dia segera mengambil kertas yang tadi di serahkan Fu Chen, pria itu seketika terperanjat saat membaca isi kertas itu.


Fu Chen lantas membuka topeng dan tudung yang menutupi wajahnya, dia hanya tersenyum penuh makna saat Ye Kong menatapnya dengan mulut terbuka. Pria itu nampak tidak percaya saat mengetahui aura bertarung sebelumnya berasal dari pemuda yang bahkan terlihat belum mencapai usia 15 tahun.