
"Sepertinya kita akan tiba saat sore hari…" Kuron mengedarkan pandangan, ia telah beberapa kali ke Desa Goryeo, menghapal jalan ke Desa itu lagi bukanlah hal yang sulit.
Selama perjalanan ini Fu Chen mendapat banyak informasi tentang latar belakang Kuron, begitu juga Desa Goryeo yang akan mereka datangi.
Kuron sebenarnya tidak berasal dari sekte maupun kelompok besar, dia hanyalah anggota dari sekumpulan pendekar yang membentuk organisasi.
Organisasi mereka bergerak dalam hal pengawalan, mereka seolah melihat potensi ketika begitu banyak pedagang yang berdatangan ke Kekaisaran Meng.
Kuron sendiri adalah salah seorang terkuat di organisasi, karena itu ia dipercaya untuk menjalankan misi yang cukup penting seperti menjaga Desa Goryeo.
Kuron juga menolak saat Fu Chen mengajaknya ikut serta dalam penelusuran keluarga Muyong. Bagi Kuron pengembangan organisasinya saat ini jauh lebih penting dari memperkaya diri.
Begitu rombongan Fu Chen keluar dari hutan, mereka disambut oleh hamparan ladang gandum. Fu Chen bahkan tidak yakin apakah matanya berhasil menangkap ujung ladang gandum tersebut.
"Bukankah akan sangat sulit untuk melindungi ladang seluas ini hanya dengan beberapa pendekar?" Fu Chen bergumam.
Yin Taeso mengatakan jika siluman yang biasa menyerang adalah siluman tikus. Jumlah siluman itu tidaklah sedikit, bahkan pada musim sebelumnya jumlah mereka mencapai ribuan.
Meski kemampuan Kuron dan rekannya cukup tinggi, namun untuk melindungi lahan gandum seluas ini setidaknya memerlukan lebih dari seratus orang pendekar.
Rombongan mereka ditanyai identitas sebelum memasuki Desa, menandakan tidak sembarang orang dapat masuk disaat seperti ini.
Jin Taeso dan rombongannya segera mencari penginapan, sebab akan banyak pedagang yang mencoba mendapat sumber daya dari para siluman dan mereka perlu tempat untuk menyimpan hasilnya.
Sementara itu Kuron dan Fu Chen pergi ke sebuah bangunan yang sepertinya digunakan untuk meregistrasi pendekar yang ikut dalam menghadang para siluman.
Fu Chen cukup kagum dengan kemajuan Desa ini, bahkan menurutnya lebih tepat memanggil tempat ini sebagai kota kecil.
Kuron menyadari tatapan Fu Chen, ia sendiri juga demikian ketika pertama kali mendapat misi ke Desa Guryeo.
Desa ini dapat berkembang di tengah kekacauan berkat sekte-sekte besar yang ada di belakang mereka. Sekte-sekte itu memberikan banyak dukungan pada Desa Goryeo.
Bahkan pemerintah Kekaisaran Meng juga akan berpikir dua kali untuk ikut campur kedalam Desa ini.
"Desa ini akan jauh lebih ramai tidak lama lagi, utusan dari beberapa sekte besar juga akan datang kesini. Jadi sebaiknya kau mempersiapkan dirimu." Kuron memperingati Fu Chen untuk tidak mencari masalah dengan mereka.
Rembulan bersinar terang malam ini, kereta kuda mulai berdatangan ke Desa. Beberapa terlihat cukup mewah dan beberapa lainnya membawa semacam gerobak di belakang.
Fu Chen memperhatikan semua itu dari balik jendela di lantai atas penginapan, sudah lama ia tidak melihat pemandangan seperti ini.
Fu Chen menghela napas pelan, "Aku akan segera mengakhiri ini dan menyusul mu, Ayah…"
Di hari berikutnya, Fu Chen berniat untuk mempelajari wilayah disekitar Desa. Desa Goryeo terletak di bawah kaki gunung yang cukup besar, Fu Chen beranggapan jika para siluman mungkin akan muncul di sana.
Fu Chen memikirkan cara terbaik untuk melawan para tikus itu. melalui penelusurannya, Fu Chen berhasil menemukan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang para tikus.
"Dari mana saja kau?" Kuron menatap Fu Chen dari atas sampai bawah, ia mencarinya sejak tadi karena para pendekar akan berkumpul untuk diskusi.
"Maaf senior, aku baru saja melihat-lihat Desa." Fu Chen memberikan salam.
"Ikuti aku, para pendekar telah tiba. Sekarang kita akan mendiskusikan rencananya."
"Baik…" Fu Chen mengekor di belakang Kuron, ia ingin melihat seberapa banyak pendekar yang hadir ke Desa ini. Jika jumlahnya lebih sedikit dari yang dia harapkan, maka ia akan mencoba untuk memberikan usulan pada mereka.
Kuron membawa Fu Chen ke sebuah kedai, ketika mereka masuk banyak mata memandang kearah Fu Chen. Tatapan mereka seolah mempertanyakan keberadaan Fu Chen di sana.
Kebanyakan pendekar disana hanyalah pendekar kelas 3 dan kelas 2, hanya segelintir diantaranya yang telah mencapai kelas 1.
Jika perhitungan Fu Chen tidak salah, jumlah seluruh pendekar di ruangan itu tidak lebih dari 60 orang. Jumlah ini masih jauh dari cukup untuk menahan ribuan tikus yang akan muncul.
"Apa yang dilakukan bocah itu disini?"
"Siapa yang tahu? Mungkin dia ditugaskan untuk memungut kotoran para siluman itu."
"Apa yang kau bicarakan? Apa kau pikir dia masih hidup ketika siluman itu muncul?"
"Hahaha…"
Kuron tidak perduli dengan gelak tawa mereka, ia sendiri sudah merasakan jika kemampuan bocah disampingnya tidak dapat diremehkan.
Kuron tersenyum tipis begitu menyadari Fu Chen tidak bereaksi dengan semua ejekan itu. Ia mengira Fu Chen adalah anak yang besar kepala dengan kemampuannya saat ini, namun anggapan itu salah.
"Mengapa kau begitu lama?" tanya seorang pria yang nampak berusia 40 tahun, "Siapa bocah di sampingmu itu? Kenapa kau membawanya kemari?" lanjutnya.
"Maafkan atas keterlambatan-" kalimat Kuron terhenti.
"Hei nak! Apa kau tahu tempat apa ini?" Pria itu kembali menyahut, aura seorang jenderal petarung tahap akhir pun keluar beserta kalimatnya.
Fu Chen hanya tersenyum tipis melihat pria paruh baya ini mencoba mengintimidasinya dengan aura yang seperti ini.
"Pak Tua, apa kau tahu… aku pernah bertemu dengan seekor rubah kecil…" Fu Chen tersenyum tipis, membuat pria itu mengerutkan keningnya. "Dan dia jauh lebih mengerikan dari mainan kecilmu itu!"
Aura Fu Chen mendadak keluar hingga membuat seisi ruangan itu sesak napas, membuat semua orang yang ada di ruangan membuka mata mereka lebar-lebar.
Aura yang Fu Chen latih saat ini setidaknya dapat menekan seorang Pendekar Raja tanpa kesulitan. Dou Huang sebenarnya pernah mengatakan jika aura tidak lagi berpengaruh pada mereka yang di ranah pendekar Suci.
Tidak lama setelahnya Fu Chen kembali menarik aura tersebut, insting mereka mengatakan untuk waspada kepada Fu Chen. Beberapa bahkan segera menjaga jarak.
"Kau! Siapa kau?" Pria sebelumnya mulai berkeringat dingin, bahkan aura miliknya hilang tak berbekas karena tekanan milik Fu Chen.
"Saudaraku! Kenapa kau membawa dia kemari?"
Kuron sendiri terkejut dengan kejadian barusan, ia tidak menyangka Fu Chen menyembunyikan kemampuan seperti itu. Bahkan tidak pernah terlintas di pikirannya anak seusia Fu Chen memiliki kekuatan yang begitu besar.
Kuron membisu, ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Kuron kemudian menatap Fu Chen seolah meminta penjelasan dari anak itu.
"Salam senior! Perkenalkan, diri ini adalah Tang Chen yang berasal dari negeri seberang. Saya harap senior sekalian berkenan untuk melupakan perilaku saya tadi."
Fu Chen sedikit menundukkan kepalanya untuk memberi hormat. Dia tidak akan pernah melupakan jika di dunia persilatan yang kuat yang akan di dengar.
"Apa-apaan ini? Beraninya orang luar ikut campur dalam urusan ini!" Pria itu masih meninggikan suaranya.
"Senior, sebelum anda bicara lebih jauh, bukankah sebaiknya kalian memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu." Fu Chen menatap tajam kearah pria tersebut.
Pendekar yang berada di ruangan itu tidak lebih dari sepuluh orang, dalam pikiran mereka saat ini adalah latar belakang Fu Chen yang membuat pemuda itu berani bertingkah demikian.
Dari semua yang hadir, seorang pria dengan pakaian biru muda lantas berdiri dari posisi duduknya.
"Ah maaf atas situasi yang kurang mengenakan ini. Perkenalkan, namaku Dan Suyu, dia adalah juniorku namanya Sung Woo." Dan Suyu menunjuk seorang gadis disampingnya.
Dan Suyu terlihat cukup muda, jika dilihat dari postur tubuhnya maka setidaknya ia berusia 24 tahun awal, sementara Sung Woo terlihat berusia 20 tahun.
"Kami adalah utusan dari sekte Ujung Selatan. Salam kenal semuanya!"
Melihat Dan Suyu yang merupakan perwakilan sekte besar bersikap demikian membuat mereka yang ada di ruangan saling bertatapan sebelum saling memberi salam.
Mereka sebenarnya cukup enggan, namun mereka juga tidak pernah melihat anak seusia Fu Chen memiliki kekuatan yang begitu besar. Latar belakang Fu Chen juga menjadi sesuatu yang di pertanyakan dan patut diwaspadai.