Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.136 - Persetujuan


"Pertama-tama kita harus fokus pada masalah para prajurit itu, pihak Kekaisaran pasti akan mendatangi Nona Su dalam waktu dekat, karena itu…"


Fu Chen meminta Su Anna untuk melaporkan masalah penculikan itu saja, tanpa mengaitkannya dengan keluarga Huang. Akan sangat merepotkan jika langsung menuduh tanpa bukti yang kuat.


Fu Chen juga menyarankan untuk tidak mengaitkan dirinya, Fu Chen tidak ingin terlibat dalam masalah ini hingga berurusan dengan pihak Kekaisaran.


"Aku hanya ingin kalian mengawasi gerak-gerik keluarga Huang terutama menyelidiki Kota Dianxi itu. Jika bisa, aku sangat berharap kalian dapat menekan keluarga itu secara perlahan."


Fu Chen menyadari hal itu adalah pilihan terbaik saat ini. Lagipula ini adalah batas maksimal yang dapat ia lakukan untuk melindungi Desa Bintang Jatuh.


"Chen'er, sebenarnya untuk apa kau melakukannya sampai sejauh ini?" Xiao Jung menatap Fu Chen dengan rumit, ia tahu jelas kalau masalah keluarga Huang ini tidak akan berpengaruh apa-apa pada pemuda itu.


"Alasan ya…" gumam Fu Chen sambil menarik napas panjang, "Aku rasa anda sudah mengetahuinya senior, lokasi Desa Bintang Jatuh hanya terpaut beberapa kilometer saja dari Kota itu, aku tidak ingin pengaruh keluarga Huang terus meluas dan mengancam keselamatan penduduk Desa."


"Begitu ya…" Xiao Jung menghela napas berat, Sekarang ia mulai paham, apalagi sudah beredar kabar tentang hancurnya beberapa Desa di daerah itu karena ulah para bandit.


"Hem… apa hanya itu solusi yang kau berikan nak? Keluarga Huang adalah salah satu sosok penting di Kekaisaran ini, membuat mereka semakin terpuruk tanpa menyiapkan pengganti akan sangat sulit," ujar Xiao Feng sambil menatap Fu Chen.


"Sebenarnya untuk alasan itulah aku mendatangi anda, aku ingin mendapat dukungan dari kalian untuk meyakinkan keluarga Ye agar mereka mau menggantikan keluarga Huang dari lima bangsawan besar di Kekaisaran ini."


"Keluarga Ye? Bukankah itu adalah keluarga yang membangun organisasi Bintang Emas itu?" Napas Xiao Feng tertahan, keluarga itu memang layak untuk di sejajarkan dengan lima bangsawan, bahkan saat ini saja pengaruh mereka sudah cukup besar di dunia persilatan.


Fu Chen lantas menyerahkan sebuah kertas kecil yang terlipat ke tas meja, ia meminta Xiao Feng untuk membuka kertas itu. Su Luoru juga penasaran isi kertas itu tapi ia menahan diri untuk bertanya.


"Ini-" Suara Xiao Feng tertahan, di dalam kertas itu ada sebuah kalimat dan potongan kertas yang memiliki simbol sama dengan keluarga Ye. Tapi yang membuat Xiao Feng terkejut adalah kalimat yang tertulis di sana.


"Nak, aku tau kau adalah anak yang berbakat, tapi… apa kau yakin dengan ini semua?" Alis Xiao Feng sedikit mengerut, ia sungguh tidak bisa menerka isi kepala pemuda itu.


Su Luoru semakin penasaran dengan isi kertas itu, alhasil ia pun merenggutnya dari tangan Xiao Feng, ekspresinya tidak jauh berbeda dengan Xiao Feng saat membacanya, "Hahaha ini rencana yang mengesankan!"


Fu Chen lantas tersenyum sederhana, "Ini adalah saran yang di berikan oleh guru ku, persentase keberhasilannya juga cukup tinggi."


"Baiklah… aku ikut dalam rencana mu, selagi ini masih menguntungkan maka katakan saja apa yang kau inginkan." Su Luoru tersenyum lebar, ia melihat adanya peluang besar dalam rencana ini.


"Huft… baiklah, mari kita lihat apakah kau berhasil membujuk keluarga itu atau tidak." Xiao Feng menghela napas panjang.


***


"Fyuh… tadi itu cukup menegangkan, duduk diantara orang-orang seperti mereka memang berbeda." Fu Chen mengelus dada seraya menghela napas panjang.


Pemuda itu sekarang tengah melangkahkan kakinya untuk mendatangi bangunan milik organisasi Bintang Emas. Perbincangan nya dengan Xiao Feng telah selesai dan mereka sepakat untuk bekerja sama dengannya.


Kali ini Fu Chen telah kembali dengan penampilan samarannya, jubah yang ia kenakan telah di serahkan pada Xiao Ji lantaran anak itu terlihat sangat menyukainya.


"Guru, apa anda sungguh bisa membuat pil? Setahuku pekerjaaan itu adalah salah satu hal tersulit di dunia ini," tanya Fu Chen pada Dou Huang, pria itu tengah melayang di samping Fu Chen.


Isi kertas yang ia serahkan tadi adalah saran dari Dou Huang, kertas itu berisikan nilai sebuah sumberdaya yang akan Fu Chen tawarkan pada keluarga Ye jika mereka masih keberatan untuk bekerja sama.


"Aku tidak pernah dusta dalam semua kalimat yang keluar dari mulutku, jadi sebaiknya jangan meremehkan guru mu ini lagi." Dou Huang mendengus pelan.


Fu Chen hanya tersenyum canggung seraya menggaruk pipi mendengarnya, jika Dou Huang memang bisa melakukannya maka itu akan jauh lebih baik.


Setelah mencari beberapa informasi ternyata tempat organisasi Bintang Emas sedikit berjauhan dari tempat lelang beberapa waktu lalu. Bangunan yang Fu Chen datangi itu memiliki empat lantai, tempat itu biasanya di gunakan organisasi Bintang Emas untuk memperjual belikan barang mereka.


Saat Fu Chen masuk ke sana, seorang pelayan segera menghampiri dirinya. Semua orang yang datang ke tempat itu juga di perlakukan demikian, pelayan itu bertugas untuk menjelaskan sumberdaya apa saja yang mereka jual.


"Apakah Tuan sudah membuat janji? Jika memang sudah maka saya akan mengantar Tuan untuk menemuinya," ucap pelayan itu, ia meminta Fu Chen untuk menyerahkan bukti kalau memang sudah memiliki janji.


Fu Chen terdiam untuk sesaat, menemui orang penting sepertinya memang tidak semudah itu, "Lalu apa yang harus ku lakukan untuk menemui manager toko ini?"


"Untuk sekarang saya rasa tidak bisa, manager sedang sibuk mengurus beberapa pekerjaannya." Pelayan itu menjawab sambil tersenyum ramah.


Fu Chen menatap pelayan itu dalam diam, terbesit sebuah pikiran untuk membuat sedikit kekacauan di toko ini agar manager itu mau menemuinya, tapi hal itu justru akan mempersulit keadaan.


Fu Chen lantas menghela napas panjang saat menyadari wajah pelayan itu mulai masam, "Baiklah… aku akan pergi, katakan pada manager mu bahwa besok aku akan kembali."


Sebelum pergi, Fu Chen tidak lupa memberikan dua keping perak sebagai tips untuk pelayan itu. Namun, dirinya tidak sengaja berpapasan dengan seorang wanita yang ia kenal ketika keluar dari toko, mungkin wanita ini bisa membantunya untuk menemui anggota keluarga Ye.


"Kak Rong…" Fu Chen tiba-tiba meraih tangan kiri Xuan Rong, ia tidak sadar kalau dirinya sedang dalam penyamaran.


Wanita itu sontak terkejut dan segera menarik tangannya kembali, ia sedikit mengambil jarak dan menaruh tangannya di depan dada, "Apa yang Tuan lakukan?" Xuan Rong menatap Fu Chen penuh selidik.


Fu Chen menyadari kesalahannya, pemuda itu segera membungkukkan badan berkali-kali sambil meminta maaf.


"Kakak, ini aku…" bisik Fu Chen seraya mengangkat tudung yang menutupi wajahnya.


"Kau… bagaimana kau bisa sampai di sini?" Xuan Rong hampir tidak mempercayai pengelihatannya, ia sangat terkejut saat mengetahui orang tadi adalah Fu Chen.


"Ceritanya cukup panjang, bisakah kita bicarakan di dalam saja?" Fu Chen masih berbisik.


Xuan Rong tidak mengerti kenapa Fu Chen seolah menutup-nutupi wajahnya, tapi pada akhirnya wanita itu tetap memenuhi permintaan Fu Chen.


Ia membawa Fu Chen ke ruangan khusus di lantai tiga, di sana ia menanyakan kabar Fu Chen dan warga Desa atas insiden yang telah menimpa mereka. Fu Chen hanya mengatakan kalau semua baik-baik saja, jadi tidak ada yang perlu Xuan Rong khawatirkan.


"Lalu kenapa kau bertingkah seperti tadi? Andai kau tidak menyembunyikan wajahmu, aku yakin orang-orang di sini akan dengan senang hati melayani mu." Xuan Rong menggeleng pelan, ia sungguh tidak paham pemikiran anak ini.


Fu Chen tersenyum pahit, ia tidak bisa mengatakan kalau semua itu adalah penyamarannya. Fu Chen hanya mengatakan kalau itu adalah pakaian yang ia sukai, jadi ia meminta Xuan Rong untuk tidak mengatakannya pada siapapun.


"Jadi, tolong rahasiakan hal ini ya…"


Xuan Rong tertawa pelan sambil menutup mulutnya dengan satu telapak tangan, lalu berkata, "Kau memang tidak pernah berubah…"


"Hehe…" Fu Chen menggaruk lehernya yang tidak gatal, untuk sekedar basa-basi Fu Chen pun sedikit menyingung tentang hubungan Xuan Rong dengan Ye Huolang, tapi wanita itu hanya menjawabnya dengan kepala seraya menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Kakak Rong, apa kau bisa mengantarku untuk menemui manager di toko ini!"


Xuan Rong sedikit menaikkan alis mendengar pertanyaan itu, "Apa kau punya urusan dengan Tuan Kong, Chen'er?"


"Tuan Kong?"


"Orang-orang memanggilnya dengan sebutan Tuan Ye, tapi ia memintaku untuk memanggilnya demikian. Sepertinya dia sedang ada di ruangannya, memangnya kau ada urusan apa?" Xuan Rong kembali bertanya.


"Ah, aku hanya ingin menyampaikan pesan guruku."


"Baiklah, ruangannya ada di lantai empat, jadi ikuti aku…"


Fu Chen tersenyum lebar, dirinya sungguh beruntung karena dapat langsung bertemu dengan Xuan Rong sekaligus petinggi keluarga Ye.