Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.132 - Menuju Ibu Kota


Su Anna nampak begitu senang karena takdir telah mempertemukannya kembali dengan pemuda itu. Ia benar-benar tidak menyangka harapannya akan terkabul begitu cepat.


Tapi karena kali ini ia bersama orang-orang dari Desa sebelumnya, Su Anna memilih menjaga sikap, setidaknya hal itu untuk menjaga statusnya sebagai Bangsawan.


Fu Chen mendekat ke arah rombongan itu karena di panggil oleh Su Anna. Sebenarnya Fu Chen tidak mengharapkan pertemuan ini, tapi tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya.


"Apa urusanmu sudah selesai?" tanya Su Anna memulai perbincangan.


"Ya, ini lebih cepat dari dugaanku." Fu Chen menjawab sambil tersenyum sederhana, "Jadi ini rombongan yang disewakan oleh Kepala Desa?"


"Ya, bagaimana menurutmu?"


"Tidak buruk, Kepala Desa pasti mengeluarkan banyak uang untuk menyewa beberapa pendekar kelas tiga seperti mereka."


Su Anna hanya tersenyum tipis mendengarnya, Sebenarnya ia lebih penasaran dengan yang di lakukan Fu Chen, karena sepengetahuannya mantan murid sekte Pedang Suci tidak bisa berkeliaran dengan bebas.


Su Anna lalu mengajak Fu Chen untuk mengobrol sejenak, dari sana ia mengetahui bahwa tujuan Fu Chen selanjutnya adalah Ibu Kota. Entah kebetulan atau tidak tapi Su Anna tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk membangun relasi dengan Fu Chen.


Menurut Su Anna, Fu Chen adalah pemuda berbakat dan memiliki pendirian yang kuat, akan sangat menguntungkan jika pemuda ini berada di sisi keluarga Su saat ia dewasa nanti.


Fu Chen nampak sedikit merenung atas tawaran Su Anna, meskipun hal itu hanyalah gimik belaka. Berdasarkan pengalamannya bersama Xiao Jung, untuk masuk ke Ibu Kota di perlukan tanda pengenal yang jelas dan Fu Chen berniat untuk menumpang di rombongan Su Anna untuk menghindari hal itu.


"Baiklah, tapi kita akan berpisah saat sampai di Ibu Kota." Fu Chen tersenyum lembut.


"Hum, baiklah."


Tidak jauh dari posisi Fu Chen dan Su Anna tengah mengobrol, beberapa pengawal yang disewa kepala Desa nampak berkumpul dan saling berbisik satu sama lain. Pandangan mereka sesekali melirik pada kedua muda-mudi itu.


"Siapa anak itu?"


"Apa Nona Su mengidap penyakit aneh? Aku tidak menyangka seleranya adalah anak kecil seperti itu."


"Sst! Jaga mulut kalian, anak itu sudah menyelamatkan Nona Su dari para perampok, kemampuannya sudah pasti di atas kalian."


"Tapi aku tidak menyangka Nona Su bisa begitu ramah dengannya."


Fu Chen hanya tersenyum kecut mendengarnya, meski ia juga menyadari ketertarikan Su Anna pada dirinya tapi Fu Chen tidak menganggapnya ke arah sana.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan saat matahari mulai beranjak naik. Fu Chen menawarkan diri untuk menjadi kusir dari kereta kuda Su Anna, ia tidak ingin hanya menumpang tanpa melakukan apapun.


Dari perbincangannya dengan Su Anna tadi, Fu Chen menemukan bahwa wanita ini biasanya di tugaskan secara langsung oleh Menteri Kekaisaran, hal ini cukup menjelaskan kenapa banyak prajurit yang mengawalnya saat di Kota Dianxi.


Fu Chen merasa kepingan-kepingan rencananya mulai tersusun rapi. Sejauh ini ia telah menjalin hubungan baik dengan keluarga bangsawan Xiao, jika ia berhasil mendekati bangsawan Su maka membujuk keluarga Ye bukanlah hal mustahil.


Mungkin pikiran Fu Chen terlalu naif karena menganggap menjalin kerja sama dengan keluarga besar seperti mereka adalah hal mudah, tapi rencananya tidak akan berhenti sampai di sana.


Hari demi hari terus mereka lalui tanpa hambatan, dari beberapa kejadian yang mereka lalui, Su Anna mendapat fakta bahwa Fu Chen ini sebenarnya cukup perhatian namun pemuda itu enggan memperlihatkannya.


Seperti biasanya, Ibu Kota memang selalu ramai di datangi pengunjung, mereka bahkan perlu mengantri selama beberapa waktu sampai mendapat giliran..


Para penjaga gerbang kemudian memeriksa kereta kuda yang di bawa Fu Chen, betapa terkejutnya para penjaga itu saat mengetahui orang di dalam kereta kuda itu adalah seroang Bangsawan.


"Ma-maafkan kelancangan ku, Nona Su…" Penjaga yang baru saja membuka tirai kereta kuda pun lekas menundukkan kepala. Beberapa penjaga lainnya yang mendengar hal itu juga menunda untuk memeriksa rombongan itu.


"Tidak apa, akan ku maklumi," jawab Su Anna singkat, tanpa menoleh ke arah penjaga itu.


"Ah terimakasih! Tapi di mana prajurit yang mengawal nona Su sebelumnya?" Penjaga itu merasa heran karena rombongan nona Su kali ini hanya orang-orang biasa.


"Itu bukan urusanmu, sekarang biarkan aku masuk!"


"B-baik…"


Rombongan itu lalu dibiarkan masuk begitu saja, tanpa melalui proses pemeriksaan atau prosedur lainnya. Penjaga itu masih sedikit curiga, tapi ia memang tidak punya hak untuk mengetahuinya.


Fu Chen kemudian menghentikan laju kereta kuda saat mereka telah sampai di depan gerbang kediaman keluarga bangsawan. Fu Chen lekas melompat dari tempat duduk kusir dan berjalan ke arah belakang.


"Kau mau ke mana? Bukankah aku sudah berjanji akan menjamu mu di rumah nanti." tanya Su Anna dengan alis sedikit mengerut.


Mulut Su Anna sedikit terbuka, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu tapi pemuda itu sudah lebih dulu menyatu dengan keramaian. Su Anna hanya menghela napas pelan seraya memahami Fu Chen, lagipula pertemuan mereka hanya sebatas kebetulan.


Meski Fu Chen baru satu kali pergi ke Ibu Kota tapi ia sudah hafal sebagian besar jalan di Kota ini. Dengan bantuan ingatannya yang tajam Fu Chen pun mendatangi salah satu penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Fu Chen memilih penginapan dengan tiga lantai, Fu Chen memilih kamar lantai tiga yang memiliki lebih banyak fasilitas.


"Meski lumayan mahal tapi tidak ada salahnya untuk menikmati hal seperti ini." Fu Chen mendesah pelan seraya memasukkan tubuhnya ke dalam bak mandi yang diisi air hangat.


"Setelah kau selesai istirahat, sebaiknya bantu aku mencari peta benua Timur di Kota ini, Nak."


Suara Dou Huang kembali terdengar di kepala Fu Chen dan itu membuatnya sedikit merajut alis karena pertanyaan yang Dou Huang ajukan.


"Peta benua Timur? Tapi untuk apa? Aku rasa guru sudah tahu bahwa kita sekarang ada di Kekaisaran Song."


"Aku tahu itu, tapi aku tidak tahu posisi kita sekarang ada di mana. Ada satu tempat yang ingin aku kunjungi dan kau akan berlatih di tempat itu untuk naik ke tingkat pendekar Raja."


Dou Huang menghela napas pelan, sebenarnya ia dapat melihat arah melalui mata angin tapi jalan yang di lalui Fu Chen akan terlalu berbahaya.


Tempat yang dimaksud Dou Huang sebenarnya berada di pinggiran benua Timur, ia sendiri tidak yakin apakah tempat itu masih ada atau tidak mengingat ini sudah 3000 tahun berlalu sejak terakhir ia mengunjunginya.


Fu Chen terdiam untuk beberapa saat, kepalanya terus berpikir tentang pilihan yang akan dia ambil. Fu Chen sedikit mengusap keningnya, ia tidak bisa melewatkan rencananya yang baru saja di mulai ini, tapi di saat yang sama ia memang memerlukan kekuatan untuk menjalankan rencana itu.


Dou Huang yang menyadari kebimbangan Fu Chen pun mengatakan bahwa dia bisa menyelesaikan urusannya dulu lalu setelah itu pergi ke tempat yang Dou Huang katakan.


***


Seperti yang Dou Huang inginkan, Fu Chen mulai mendatangi satu persatu toko-toko yang menurutnya menjual peta. Untuk memudahkan pencariannya Fu Chen terpaksa memakai pakaian penyamaran, dirinya sempat di tolak beberapa kali karena tempat itu bukan untuk anak kecil.


Dengan menggunakan setelan serba hitam dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya, Fu Chen menelusuri setiap sudut Kota untuk mencari peta yang di inginkan Dou Huang.


Tapi setelah beberapa waktu mencari ke sana kemari, Fu Chen masih belum mendapatkan apapun. Peta benua Timur nyatanya adalah benda yang cukup di cari semua orang, terutama bagi mereka yang berbisnis di bidang tersebut.


Bahkan untuk peta Kekaisaran Song sendiri pun cukup sulit di temukan, hal ini karena pembuatan sebuah peta memang cukup rumit.


Setelah mendatangi toko ke-20 akhirnya Fu Chen menemukan peta Kekaisaran Song, itu pun dia harus membayar beberapa keping emas untuk melihatnya saja. Dan betapa terkejutnya Fu Chen saat mengetahui harga dari peta tersebut.


"10.000 koin emas?" Fu Chen menelan ludahnya, mungkin peta ini akan jauh lebih mahal jika di masukkan ke pelelangan, pikir Fu Chen.


"Nak, sebaiknya kita mencari ke tempat lain," ucap Dou Huang sambil batuk pelan, ia sendiri tidak menyangka kalau harga peta akan semahal itu.


"Huh? Lalu bagaimana dengan petanya?"


"Tidak apa, aku telah menyalin semuanya kesini." Dou Huang tersenyum tipis sambil menunjuk kepalanya.


"Tunggu, apa maksud guru-?"


"Sssh!" Dou Huang menempelkan jari telunjuknya ke bibir, "Jangan remehkan kemampuan guru mu ini. Sebaiknya kau pergi mencari kertas dan beberapa alat lukis untuk melukis ulang peta itu."


Fu Chen merajut alisnya cukup dalam, sulit untuk percaya bahwa Dou Huang dapat mengingat peta yang rumit itu hanya dalam waktu yang singkat. tapi Fu Chen cukup bersyukur akan hal itu, setidaknya ia tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan peta itu.


Tanpa pikir panjang Fu Chen pun pergi meninggalkan toko dan mengganti pakaiannya di sebuah gang sempit. Satu Koin emas yang di gunakan Fu Chen ternyata mampu membeli cukup banyak alat lukis, mungkin dirinya harus menukar beberapa koin emas dengan koin perak agar tidak terlalu mencolok kedepannya.


Fu Chen kembali ke penginapan untuk melihat apa yang akan Dou Huang lakukan pada alat-alat lukis itu. Ia sedikit terpesona saat Dou Huang mulai menggoreskan kuasnya, bagi Fu Chen itu bukanlah sekedar melukis, melainkan sebuah teknik yang mungkin Dou Huang ciptakan sendiri.


"Guru memang hebat, bagaimana kau bisa melakukan hal ini?" Fu Chen sedikit terpana, jika dia membeli kertas dengan kualitas lebih baik mungkin hasilnya akan sama dengan yang ada di toko.


"Tenang saja, aku akan mengajarimu teknik ini suatu saat."


Dou Huang kemudian memperhatikan lukisan peta yang baru saja ia buat, ia sedikit menghela napas karena peta ini bukan yang dia inginkan.


"Sebenarnya aku berharap dapat menemukan peta benua Timur, tapi untuk sementara, aku rasa ini sudah cukup."


~


Maaf ya kalau kurang enak, Othor bikinnya agak buru-buru. UAS Othor udah selesai jadi kedepannya mungkin bisa normal lagi updatenya. Yah,, meski magang tinggal ngitung Minggu sih wkwk