
Meng Tian terperanjat dari tempat duduknya, matanya melebar dengan senyum bahagia. "Akhirnya, akhirnya item itu muncul juga."
Meng Zhi juga beraksi demikian dan membuat Pangeran Song ikut terkejut. Dia sungguh tidak mengerti apa yang di inginkan kakak beradik ini.
"Saudara Tian, ada apa, apakah kitab itu yang kau tunggu-tunggu?" tanya Pangeran Song memastikan rasa pensarannya.
"Ya, aku akan mendapatkannya apapun yang terjadi," ucap Meng Tian yakin.
Pangeran Song menaikkan alisnya, "Hmm… baiklah kalau begitu, aku tidak akan ikut campur."
Sejauh yang ia lihat, sepertinya tujuan anak ini memang karena kitab itu.
Meng Tian tersenyum lebar sambil memandang adiknya, sejurus kemudian ia segera menawar harga. "10.000!"
Di sisi lain, Fu Chen juga merasa tertarik dengan kitab itu. Hanya saja ia belum bisa menawar karena keberadaan Nie Mi di dalam bilik itu.
"Apa di dalam kitab itu juga terdapat informasi mengenai keanehan tubuhku? Aku harus memastikannya, namun akan menimbulkan kecurigaan jika aku menawar di hadapannya," pikir Fu Chen sambil melirik Nie Mi.
Jika perempuan itu sudah pergi sekalipun, pihak organisasi pasti mengetahui jika Xiao Jung telah meninggalkan bilik ini. Apapun alasannya mereka tidak akan percaya jika bocah dengan latar belakang tidak jelas seperti Fu Chen mampu mengeluarkan uang sebanyak itu.
"Tidak ada pilihan lain, sepertinya aku harus memulainya dari sini. Lagipula ini sudah di luar perkiraaanku karena senior pergi lebih dulu," ucap Fu Chen dalam hati
"Apa aku boleh pergi sekarang? Kurasa aku harus menyusul seniorku?" tanya Fu Chen. Wajahnya tersenyum canggung.
"Tentu Tuan, apakah anda tidak akan kembali lagi?" Nie Mi masih bersikap sopan.
Fu Chen berpikir sejenak, lalu berkata, "Kurasa tidak, lagipula aku tidak memiliki uang untuk ikut menawar."
"Baik kalau begitu, mari saya antar…"
Fu Chen mengikuti Nie Mi dari belakang, saat tiba di lantai satu langkahnya mendadak berhenti. Nie Mi menyadarinya.
"Ada apa, Taun?"
"Ah, kau duluan saja. Aku akan ke kamar mandi."
"Baik."
Fu Chen mempercepat langkahnya saat Nie Mi sudah tidak lagi terlihat. Ia menghampiri sebuah lorong sepi dan tertutup.
"Tunggu aku sebentar," ucap Fu Chen sambil memakaikan jubah dengan terburu-buru.
Tidak lupa ia juga memakai topeng rubah di dalam cincinya untuk menyembunyikan identitasnya. Akan sangat berisiko jika seseorang mengetahui identitasnya nanti.
Setelah selesai, Fu Chen segera bergegas menuju tribun tempat duduk hadirin di lantai satu. Dia membaur dengan sangat cepat dan tanpa di sadari oleh orang-orang di sekitarnya.
"10.000 Ke-2!"
"Haha… orang bodoh mana yang menghabiskan uangnya untuk kitab tidak berguna itu."
"Mereka yang di lantai dua itu hanya ingin memamerkan uangnya saja."
Berbeda dengan komentar yang di tunjukkan orang-orang, Fu Chen bergegas mengambil papan nomor di bawah kursinya sebelum menaikkan harga.
"20.000!" ucap Fu Chen, tidak lupa merubah suaranya menjadi sedikit serak.
"Hahaha… ternyata masih ada orang bodoh yang ingin mengabiskan uangnya."
Meng Tian mengerutkan keningnya saat Fu Chen menaikkan harga. Dia mengira jalannya akan sangat lancar untuk mendapatkan kitab itu.
"Kakak…" kata Meng Zhi khawatir.
"Tenanglah Zhi'er, sudah kakak katakan jika kakak akan mendapatkannya apapun yang terjadi." Meng Tian menggertakkan giginya.
"30.000!" ucapnya serius.
"Oh… baiklah kalau begitu, 70.000!" Fu Chen masih terlihat tenang. Kekayaan yang di tinggalkan klannya di dalam cincin bumi ini membuat Fu Chen masih percaya diri untuk mendapatkan kitab itu berapapun harganya.
"Tenanglah saudara Tian. Kau tidak bisa gegabah untuk menghadapi orang seperti itu. Aku tidak tahu berapa banyak uang yang kau miliki, namun berusahalah mengendalikan dirimu."
Meng Tian termenung setelah mendengarnya, uang di dalam cincin bumi miliknya memang sangat banyak. Namun ia tidak bisa membuangnya begitu saja karena itu adalah warisan ayahnya.
"Terimakasih, akan aku usahakan," ucap Meng Tian.
Pangeran Song tersenyum lembut. "Kalau begitu aku serahkan sisanya padamu."
Meng Tian mengangguk pelan. "80.000!"
"100.000!" Tanpa pikir panjang Fu Chen langsung menaikkan harganya dengan percaya diri.
"110.000!"
"130.000!" Fu Chen kembali menyambar.
Mulut Ye Kong sedikit terbuka karena tidak menyangka jika item yang ia kira sampah ternyata akan melecit dengan harga begitu tinggi.
Mungkinkah dua orang yang sedang perang harga itu sangat menginginkan kitab ini karena mereka memiliki tubuh istimewa itu? Jika benar, maka ini akan sangat menguntungkan, Pikir Ye Kong.
Orang-orang mulai menelan ludah mereka saat harga mulai mendekati 200.000. Bahkan beberapa tamu undangan yang sebelumnya telah mendapatkan item mereka juga sedikit terpana menyaksikannya. Jumlah itu sudah setara dengan pendapatan setengah tahun sebuah sekte kecil.
200.000!" Fu Chen masih cukup santai. Jika dugaanya benar maka mental lawannya saat pasti sudah mulai jatuh.
Orang-orang yang ada di sekitar Fu Chen juga sedikit menjauh darinya. Mereka awalnya cukup bingung karena tidak menyadari keberadaan pemuda ini.
"Kakak, bagaimana ini…" Meng Zhi cemas jika kakaknya terlalu memaksakan diri.
Meng Tian mengigit bibir bawahnya dengan geram. Uang yang ada di dalam cincinnya hanya berkisar lima juta keping emas. Ayahnya berpesan untuk menggunakan uang itu untuk menjalin hubungan dengan sekte-sekte besar dalam rangka merebut kembali Kekaisaran Meng.
Meng Tian bimbang, saat ini ia harus mencari informasi mengenai kondisi adiknya. Dii sisi lain, ia tidak bisa menghabiskan terlalu banyak uang karena pesan dari ayahnya.
Menyadari kegundahan Meng Tian, Pangeran Song mencoba untuk membantunya.
"Sudara Tian, aku akan memberikan 50.000 jika kau memerlukannya. Orang itu sepertinya masih menyimpan banyak uang."
Wajah Meng Tian sedikit cerah setelah mendengarnya. "Terimakasih Pangeran."
"200.000 pertama!"
"210.000!"
Meng Tian segera menawar setelah mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.
"230.000," sambar Fu Chen dengan cepat.
"240.000!"
"Hm… ternyata dia masih ingin melawan." Fu Chen sedikit tersenyum. "300.000."
Fu Chen seolah tidak ingin memberikan nafas pada lawannya dan menaikkan harga dengan cukup gila. Fu Chen sangat yakin jika lawannya akan segera tumbang.
"Luar biasa. Apa orang itu benar-benar memiliki uang sebanyak ini?" ucap seseorang di dalam bilik nomor 7 dengan tertawa puas.
Orang-orang juga tidak bisa untuk tidak terpukau, uang dengan jumlah itu bukan sesuatu yang biasa keluar di lelang biasa seperti ini.
Serangan Fu Chen nyatanya tepat mengenai Meng Tian, cahaya yang sebelumnya sempat muncul kini telah sirna sepenuhnya. Ia jatuh berlutut dengan tatapan kosong. "Sudah tidak ada harapan lagi…"
"Kakak!" Meng Zhi menangkap tubuh kakaknya meski sudah terlambat.
"Zhi'er… kakak harus bagaimana?" Meng Tian terlihat sudah pasrah. Jika ia terus menawar maka itu akan menghancurkan rencana-rencananya.
"Sudahlah kakak, jangan memaksakan dirimu. Aku tidak apa-apa meski kakak tidak mendapatkan kitab itu," ucap Meng Zhi, air matanya mulai keluar secara perlahan.
Pangeran Song merasa terharu dengan pemandangan ini, namun ia tidak bisa berbuat banyak karena uang yang di berikan ayahnya telah ia serahkan.