
"Aku dengar Desa Bintang Jatuh telah mengalami musibah beberapa bulan lalu, apa kau sudah mengetahuinya?"
Fu Chen terdiam untuk sesaat, ingatannya mendadak mengalir deras saat nama Desa itu disebutkan, "Begitulah…" jawabnya pelan.
Su Anna jadi merasa bersalah saat melihat wajah Fu Chen, jadi dia mencoba untuk membahas topik yang lain.
Keduanya telah melanjutkan perjalanan mereka, beruntung Fu Chen dapat menemukan jalan keluar dari hutan itu hingga mereka tidak perlu lama-lama di sana.
Fu Chen berniat untuk meninggalkan Su Anna di sebuah Kota di dekat sini, tapi Su Anna mengatakan bahwa daerah ini berada di bawah naungan keluarga Huang.
Su Anna mencoba untuk percaya dengan kecurigaan Fu Chen terhadap keluarga Huang, jadi ia lebih baik waspada sebelum memasuki Kota tertentu. Su Anna sebenarnya ingin Fu Chen mengantarkannya sampai ke Ibu Kota, tapi Su Anna masih tidak enak hati pada pemuda itu.
Mereka berdua kemudian memasuki sebuah Desa kecil yang ada di seberang jalan. Su Anna cukup percaya dengan Desa ini karena ia telah mengenalnya sejak lama.
Seperti Desa pada umumnya, di sana hanya ada beberapa penginapan dan kedai-kedai kecil. Su Anna membawa Fu Chen ke penginapan yang paling besar, mereka berniat istirahat di sana sebelum mengabari Kepala Desa.
Fu Chen memilih kamarnya sendiri, sementara Su Anna juga demikian. Sembari menunggu malam Fu Chen masih memikirkan ke mana Dou Huang pergi, tidak biasanya Roh Tua itu menghilang tanpa mengatakan apapun.
Saat malam harinya Su Anna nampak keluar dari kamarnya menuju ruang utama, di sana disediakan beberapa kursi untuk para pengunjung. Ia melihat Fu Chen sudah ada di sana dan duduk di kursi yang di dekat tembok.
"Kenapa ia selalu memilih tempat seperti itu?" Su Anna bergumam, kemudian segera menghampiri Fu Chen.
Fu Chen sedikit melirik ke arah Su Anna, wanita itu telah mengenakan pakaian yang lebih sederhana, tapi hal tersebut tidak memengaruhi kecantikan wanita itu.
"Ke mana tujuanmu setelah ini?" tanya Su Anna untuk memecah keheningan.
Fu Chen berpikir sejenak, "Sekte Pedang Suci…"
"Apa kau berasal dari sana?" Su Anna mulai penasaran, terlebih karena kabar yang menimpa sekte itu akhir-akhir ini.
"Ya…"
"Aku dengar sekte itu sedang mengalami masa-masa kritis belakangan ini akibat kekalahan mereka dalam pertempuran beberapa bulan lalu. Setelah itu, Banyak orang-orang dari aliran Hitam mulai menjarah sekte itu…"
Fu Chen mendadak mengerutkan dahi, ia memang cukup penasaran kenapa banyak orang yang membicarakan sekte Pedang Suci saat di rumah makan saat itu.
"Dari mana kau mendengar semua itu?" tanya Fu Chen dengan serius.
"Emh… Apa kau belum mengetahuinya? Orang-orang sudah banyak membicarakannya, bahkan informasi ini menjadi perbincangan hangat selama satu bulan." Su Anna sedikit heran, mungkinkah pemuda ini baru saja menyelesaikan misi atau semacamnya?
Fu Chen menegangkan rahangnya, jika informasi ini bahkan sampai menjadi perbincangan hangat maka kebenarannya sangat bisa di percaya. Tapi yang membuat Fu Chen heran adalah siapa yang mampu mengalahkan sekte itu?
Padahal Li Han dan Li Chun memiliki kekuatan cukup tinggi, yang mana tidak banyak orang-orang di Kekaisaran ini memilikinya.
'Apa orang yang membunuh ayah juga mengincar ku? Dan mereka mengira aku masih di sekte…' Fu Chen mengigit kuku jempolnya saat berpikir demikian.
"Kau baik-baik saja?" tanya Su Anna khawatir.
Fu Chen lekas menarik napas dan memejamkan mata, ia harus menelaah informasi ini lebih dulu, "Bisa kau ceritakan semua yang kau tahu tentang informasi itu?"
***
Su Anna dan Fu Chen pergi menemui Kepala Desa, ia berniat meminta Kepala Desa untuk mengantarnya sampai ke Ibu Kota. Su Anna tidak ingin merepotkan Fu Chen lebih jauh lagi, pemuda itu sepertinya ingin mengurus sesuatu lebih dulu.
Kedatangan Su Anna ke rumah Kepala Desa hampir membuat pria berusia 50 tahun itu terkena serangan jantung. Ia sungguh menyesali ketidaktahuannya atas kedatangan wanita itu.
"Nona Su, seharusnya anda memberitahuku lebih dulu agar aku dapat menyiapkan jamuan yang sesuai untukmu," kata Kepala Desa bernama Ping Kong sambil tersenyum canggung.
"Tidak apa Tuan Ping, aku datang ke sini juga tidak memiliki persiapan…" balas Su Anna.
Wanita itu berbincang-bincang sejenak dengan Ping Kong sebelum mengutarakan permintaannya. Su Anna mengatakan bahwa dirinya baru saja mengalami perampokan dan semua anak buahnya telah terbunuh, beruntung Fu Chen datang menolong dan membawanya sampai ke sini.
Su Anna ingin Kepala Desa mengantarnya sampai ke Ibu Kota karena dirinya dan Fu Chen akan berpisah di Desa ini. Su Anna berjanji akan memberikan bayaran yang tidak sedikit jika Ping Kong mau melakukannya.
Ping Kong cukup terkejut mengetahui anak buah Su Anna terbunuh, padahal ia tahu mereka bukanlah orang-orang lemah. Tapi posisinya sekarang tidak untuk menanyakan hal itu, terlebih karena Fu Chen terus mengeluarkan aura tidak nyaman sejak tadi.
"Baiklah… aku akan menyiapkan semuanya, tapi aku minta maaf jika kualitasnya tidak sebaik yang Nona harapkan."
"Tidak apa, itu sudah lebih dari cukup." Su Anna tersenyum lembut.
Setelah menghabiskan jamuan yang di sediakan Ping Kong, Su Anna dan Fu Chen pun berniat untuk kembali ke penginapan. Tapi saat di tengah jalan Fu Chen tiba-tiba memutuskan untuk segera berpisah.
"Kau tidak ingin beristirahat dulu?" tanya Su Anna.
"Tidak, ada hal yang harus aku pastikan." Fu Chen menjawab singkat, ia segera melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Su Anna.
"Aku mengerti, berhati-hatilah…" Su Anna tersenyum lembut seraya memandang punggung Fu Chen, ia sedikit menghela napas setelahnya. Sungguh perpisahan yang amat singkat, ia berharap dapat bertemu kembali dengan pemuda itu di masa depan.
***
Fu Chen melesat di antara pepohonan dengan ilmu meringankan tubuh, wajahnya nampak kusut sejak meninggalkan Desa.
Dari informasi yang ia terima dari Su Anna, sekte Pedang Suci saat ini telah menjadi tempat harata karun bagi para pendekar. Kedatangan mereka tidak lain adalah untuk mencari kitab dan sumber daya yang ada di sana.
Meski masih ada murid sekte yang selamat, tapi kekuatan mereka tidaklah cukup untuk mengusir para pendekar itu. Bahkan murid satu-satunya Li Chun yang tersisa pun kewalahan menghadapi mereka.
Hingga kejadian itu telah menyebar luas di Dunia Persilatan. Sebuah sekte aliran Putih menawarkan diri untuk menolong sekte Pedang Suci, sekte itu berjanji akan menerima semua murid sekte Pedang Suci yang tersisa dengan satu syarat.
Sekte itu meminta agar murid-murid sekte Pedang Suci melepas lencana mereka dan menggantikannya dengan sekte baru mereka. Sekte itu juga akan meng-klaim seluruh aset dan sumber daya milik sekte Pedang Suci sebagai miliknya.
Beberapa sekte aliran putih lainnya juga menawarkan hal yang sama dan itu membuat Li Wushu geram. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain untuk menjamin keselamatan murid sekte, dan dengan berat hati ia menerima tawaran salah satu sekte besar.
Setelah beberapa waktu dan menjalani proses secara resmi, akhirnya sekte Pedang Suci telah berubah nama dan menjadi bagian dari sekte Angin Pedang.
Fu Chen sebenarnya amat menyayangkan keputusan Li Wushu yang seolah terburu-buru itu, tapi jika ia ada di posisi itu mungkin dirinya juga akan melakukan hal serupa.
"Aku berjanji akan mencincang bajingan yang telah membuat situasi ini!"