Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.115 - Sekte Pedang Suci


Sekte Pedang Suci telah berada di ambang kekalahannya sejak Yuan Meng membantai murid-murid sekte. Separuh bangunan di sekte itu hancur sementara banyak murid sekte yang menjadi korban.


Kedatangan Yuan Meng ternyata lebih cepat dari dugaan mereka dan membuat sebagian besar murid yang belum dipindahkan harus mati. Li Han bukannya tidak mengambil langkah, ia telah menyandra Qiao Wu bersama rekannya agar Yuan Meng melepaskan murid-murid Sekte.


Namun Yuan Meng hanya tertawa lebar mendengar tawaran itu, menurutnya nyawa ratusan murid ini tidak sebanding jika di tukar dengan Qiao Wu yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengannya.


Sementara Qiao Wuji hanya bisa mengumpat dan mengutuk Yuan Meng dalam hati. Qiao Wuji meminta Yuan Meng untuk mempertimbangkannya lagi karena Qiao Wu adalah anaknya, meski Qiao Wuji sadar, Yuan Meng tidak akan pernah peduli walaupun seluruh anggota kelompoknya mati dalam pertempuran ini.


Karena tidak adanya kesepakatan pertempuran pun tidak dapat di elakkan, puluhan anak buah Qiao Wuji yang tersisa segera menyerbu murid sekte sementara dirinya akan mengurus Feng Youxin. Li Han dan Li Chun bersama beberapa tetua lainnya bergerak untuk menghadanh Yuan Meng, mereka sadar kekuatan Yuan Meng berada di level berbeda.


Dua orang pendekar Suci serta sepuluh pendekar Raja nyatanya tidak membuat Yuan Meng gentar. Beberapa tetua itu bahkan tumbang dalam sekali pukulan saja. Li Han meminta seluruh murid yang masih selamat untuk segera mundur karena Yuan Meng juga mengincar mereka.


Meski telah melakukan kombinasi serangan dengan Li Chun namun ia tidak menduga Yuan Meng akan sekuat ini. Sebelumnya Li Han telah mengintrogasi Qiao Wu dan menemukan bahwa Yuan Meng tidak berasal dari benua Timur, beberapa pendekar Suci di Kekaisaran Meng bahkan tidak berani berurusan dengannya.


Li Han khawatir Yuan Meng berasal dari benua besar seperti benua Tengah dan Utara, karena biasanya orang-orang hebat di benua itu gemar menjelajahi benua lain untuk mencari pusaka tersembunyi.


Pertempuran pun semakin memanas, Li Han serta Li Chun telah banyak menerima serangan Yuan Meng. Para tetua yang membantu mereka juga memilih mundur dan melawan anak buah Qiao Wuji. Sementara Qiao Wuji sendiri terus membabi buta demi menyelamatkan anaknya.


"Aku akan memberimu sebuah pilihan. Serahkan pusaka peninggalan leluhur sekte ini… atau mati bersama seluruh muridmu!" ucap Yuan Meng penuh intimidasi sembari melayang di udara.


Aura yang terpancar dari tubuh Yuan Meng membuat Li Han sedikit tertekan, "Dari mana kau mendapat semua informasi itu?"


Li Han sulit untuk percaya jika informasi tentang peninggalan leluhurnya telah di ketahui dunia luar.


"Jika kau adalah keturunan asli darinya seharusnya kau tahu, leluhurmu meninggalkan rekannya setelah Perang Suci ribuan tahu lalu usai…"


Yuan Meng mendapatkan informasi mengenai pusaka Legendaris itu dari sebuah catatan kuno yang ia temukan di reruntuhan klan Tang. Disebutkan pusaka itu ada dua buah dan salah satunya berada di benua Timur, Yuan Meng dapat menemukannya sejauh ini juga berkat bantuan pusaka khusus yang ia bawa.


Li Han hampir tersedak napasnya sendiri begitu mengetahui Yuan Meng terlibat dalam peperangan hebat dengan klan Tang. Li Han bahkan tidak tahu jika leluhur klan Tang adalah rekan dari leluhurnya.


Meski demikian, Li Han cukup yakin bahwa Yuan Meng tidak mungkin bisa melepas segel yang di berikan leluhurnya dari pusaka itu.


"Begitu ya…" Li Han terkekeh pelan, "Meski kau memiliki kekuatan yang luar biasa, pusaka itu tidak akan pernah memilihmu!"


Li Han dan Li Chun mendadak mengeluarkan qi sangat besar dari tubuhnya dan membuat debu-debu berterbangan. Para tetua yang di dekatnya segera menjauh karena pancaran energi itu, mereka tak kuasa menahan tekanan yang kedua sepuh itu hasilkan.


"Ck!" Yuan Meng hanya menatap datar sambil berdecak lidah, "Kau membuang kesempatan terakhirmu!"


Wajah Yuan Meng menjadi dingin, susana hatinya selalu buruk belakangan ini karena tidak mendapatkan apapun dari Tang Shu. Yuan Meng bersumpah akan menghabisi orang-orang keras kepala seperti Tang Shu dan lainnya.


Tongkat miliki Yuan Meng berputar kencang di tangannya membuat udara di sekitarnya juga ikut berputar. Yuan Meng baru akan serius, ia segera memasang kuda-kuda saat Li Han dan Li Chun telah bersiap.


"Seni Pedang Kembar - Mimpi Buruk Para Naga!"


Li Han dan Li Chun bergerak secepat kilat, api di pedang Li Chun semakin membara karena bantuan angin milik Li Han. Oksigen di sekitarnya terasa menipis sampai membuat mereka kesulitan bernapas, gemuruh di sertai udara panas bergerak cepat di udara.


Yuan Meng menarik napas dalam-dalam, tongkatnya yang terus berputar sejak tadi ternyata berhasil membuat sebuah angin ****** beliung cukup besar. Dalam satu kedipan mata Yuan Meng telah berpindah ke hadapan Li Chun.


Dua tebasan energi api berbentuk sabit bergerak ke arah Yuan Meng. Untuk membuat api sepanas itu, Lo Chun dan Li Han telah menghabiskan sebagian qi milik mereka. Bahkan sebagian orang yang di lalui energi itu merasakan kulitnya seperti dipanggang.


Yuan Meng lekas menahannya dengan ****** beliung yang telah ia buat. Api semakin membesar dan bergabung menjadi satu dengan angin ****** beliung milik Yuan Meng.


"Haha… Dasar Bodoh-!" Li Chun ingin mengutuk Yuan Meng karena kebodohanya yang membuat api itu semakin membara. Tapi mulut Li Chun segera bungkam karena api itu justru dapat dengan mudah di kendalikan Yuan Meng, membuat beberapa bangunan sekte hancur seketika dengan api yang berserakan.


"Sial!!" Li Han dan Li Chun serentak mengumpat dalam hati dan segera menghancurkan angin ****** beliung itu. Keduanya tidak menyangka Yuan Meng dapat membuat perubahan energi yang jauh lebih padat dari penggabungan milik mereka.


Awan bergerak menetupi matahari akibat terkena hembusan angin ****** beliung itu. Yuan Meng tidak membiarkan Li Han dan Li Chun bersantai, ia melemparkan tongkatnya ke arah mereka dengan kecepatan melebihi angin, sedangkan dirinya mengikuti di belakang.


Li Han dan Li Chun segera terhempas, hembusan angin dari tongkat itu membuat kulit mereka sedkit tergores. Li Han tau kekuatan Yuan Meng ada diatasnya tapi ia tidak menduga perbedaanya akan sejauh ini.


Yuan Meng mengambil tongkatnya kembali seraya menatap Li Han sambil tersenyum sinis, "Kau terlalu lemah untuk seorang keturunan dari pendekar Legendaris! Pantas saja orang itu meninggalkan leluhurmu, kalian benar-benar lemah!"


Emosi Li Chun sedikit tersulut tapi yang di katakan Yuan Meng benar adanya. Keturunan keluarga Li semakin memburuk setiap generasinya sampai tidak satupun dari mereka yang dapat mempelajari ilmu warisan leluhur.


Li Chun hanya bisa mengutuk dirinya yang terlalu bersikap santai selama ini. Kemunduran sekte Pedang Suci juga karena kebodohan generasi sebelumnya yang berniat menjelajah benua Tengah.


Sementara Li Han semakin penasaran berapa banyak informasi yang di ketahui Yuan Meng mengenai para leluhur itu.


Sedangkan di tempat lain, pertarungan Qiao Wuji dengan Feng Youxin hampir berakhir. Feng Youxin dengan di bantu beberapa tetua berhasil memojokkan Qiao Wuji yang tidak terbiasa bertarung secara terbuka.


Qiao Wuji mengumpat dalam hati sebelum kematiannya, andai saja perhatiannya tidak terpecah dan Rubah Tua yang membawanya ke dalam situasi ini mau membantunya, Qiao Wuji percaya diri dapat menyelamatkan anaknya.


Sebenarnya menyandra seseorang bukanlah gaya bertarung Feng Youxin tapi ia terpaksa melakukannya agar semua ini berakhir dengan cepat. Sambil memperhatikan pertarungan Li Han, Feng Youxin bergegas melumpuhkan sisa-sisa bawahan Qiao Wuji.


Feng Youxin dan lainnya tidak percaya ketika menemukan dampak dari pertarungan antar pendekar Suci itu. Bangunan besar dapat roboh dengan mudahnya hanya karena serangan nyasar dari Yuan Meng.


Feng Youxin yang awalnya ingin mendekat segera mengurungkan niat begitu merasakan udara yang sangat panas di sekitar sana, Feng Youxin semakin cemas karena oksigen di sana terasa menipis sementara Yuan Meng terlihat baik-baik saja.


Yuan Meng lekas menyeringai tipis saat menemukan Feng Youxin dan anggota sekte Pedang Suci lainnya yang masih bertahan berada dalam jangkauan jurusnya. Yuan Meng mengangkat tangannya ke udara, saat itu juga mendadak bermunculan pisau-pisau angin di belakang Yuan Meng.


Dalam beberapa waktu pisau angin itu berubah menjadi ribuan dan memberikan penampakan mengerikan bagi seluruh anggota sekte yang melihatnya dari bawah. Li Han yang masih tersungkur di tanah menjadi panik, apalagi jarak Feng Youxin dengannya hanya 50 meter saja.


"Pergi! Menjauh dari sini!!" Li Han berseru lantang sementara Li Chun bergegas membuat prisasi raksasa dari energi qi untuk menghalau pisau angin itu.


Tapi sebelum Feng Youxin dapat berekasi Yuan Meng mendadak melepaskan hawa membunuhnya yang begitu pekat, membuat semua anggota sekte Pedang Suci itu kesulitan bernapas.


"Aku telah memberikan penawaran untuk kalian… Dan inilah jawaban yang kalian inginkan!" Yuan Meng berkata dingin dan suaranya menggema di telinga semua orang.


Tanah bergemuruh saat tangan Yuan Meng menunjuk ke bawah. Ribuan pisau angin dua jari itu melesat layaknya sebuah hujan, cahaya matahari tidak berani menampakkan wujudnya karena tertutupi oleh awan.


"SIIAAAAL!!" Li Han dan Li Chun mengerahkan seluruh qi yang tersisa untuk membuat pelindung berlapis, sementara Feng Youxin dan lainnya hanya bisa melapisi diri sendiri dengan sisa qi mereka.


"Berbangalah! Karena kalian mati oleh jurus terhebat dari seorang calon penguasa dunia!"