Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.57 - Memeriksa Markas


Pria kekar itu melirik ke arah Xiao Jung dengan tatapan sayu, ia bahkan tidak kuat lagi untuk sekedar menggerakkan tubuhnya.


"Ucapanmu benar-benar terdengar menjijikkan di telingaku! Kau tau kenapa? Karena aku benci orang-orang naif seperti kalian!" Kata Xiao Jung pelan namun penuh penekanan sambil mendekatkan mulutnya ke telinga pria kekar itu.


Pedang yang ada di tangannya sudah mulai menggores wajah pria itu secara perlahan.


"Ini baru permulaan… jika kau masih tetap bersikukuh dengan ucapanmu. Maka jangan salahkan aku jika semua otot indahmu ini terputus…" Xiao Jung mulai mengukir beberapa goresan lainnya di tubuh pria itu dengan pedang yang ia pegang.


"Salahkan pemimpin dan anggotamu yang tidak datang menjemputmu kemari!" Desis Xiao Jung, kemudian mulai menanyakan beberapa hal yang dirasanya perlu.


Pria kekar itu hanya bisa merintih kesakitan, setiap satu pertanyaan Xiao Jung yang tidak ia jawab, maka satu jarinya akan di pertaruhkan.


Hang Xie yang berada tepat di samping mereka berdua hanya bisa meringkuk ketakutan. Andai tangannya tidak terikat maka sudah pasti ia akan menutup telingannya rapat-rapat agar tidak mendengar teriakan pria di sampingnya.


Fu Chen yang bahkan sudah cukup jauh dari sana juga masih bisa membayangkan siksaan yang Xiao Jung lakukan. Entah berapa banyak Fu Chen telah menelan ludahnya sendiri, dia tidak bisa membayangkan kehidupan macam apa yang Xiao Jung lalui hingga mentalnya cukup kuat melakukan hal itu.


Teriakan pria kekar itu bahkan sampai menggema dari kedalaman hutan. Hal itu terus berlangsung hingga pertanyaan yang Xiao Jung lontarkan telah habis.


***


Xiao Jung membuang pedang Fu Chen setelah pria kekar di depannya terkulai lemah. Xiao Jung memandangi sosok itu sejenak, tangan dan kaki pria itu tidak lagi tersisa. Semua telah di potong habis oleh Xiao Jung.


Xiao Jung kemudian menghampiri wanita yang saat ini sedang meringkuk di atas tanah. Tubuhnya terlihat sangat menggigil, bukan karena dingin. Namun karena ia sedang ketakutan dengan sosok yang saat ini mendekatinya.


Xiao Jung menarik tangan wanita itu agar dapat duduk dengan benar. Hang Xie hanya bisa pasrah dengan tubuhnya yang tidak berhenti bergetar.


Xiao Jung mengangkat dagu wanita itu agar dapat melihat wajahnya lebih jelas. "Kau terlihat lebih cerdas darinya bukan? Kau tau apa yang harus di lakukan setelah ini?" Tanya Xiao Jung sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu.


Hang Xie tidak menjawab, bukan karena tidak ingin tetapi karena ia tidak bisa melakukannya, suaranya seolah tertahan di tenggorokkan.


Xiao Jung dapat memahami maksud wanita itu hanya dengan sorot matanya saja. Wanita itu seolah ingin berkata bahwa dia akan melakukan apapun asal Xiao Jung mengampuni nyawanya.


Xiao Jung kembali mengulangi pertanyaan-pertanyaan yang tadi ia ajukan pada pria kekar sebelumnya. Hang Xie menjawab semuanya dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun, yang terpenting saat ini adalah keselamatan nyawanya.


Tidak masalah baginya jika sang kakak mendapat musuh baru, lagi pula Hang Xie sudah sangat percaya dengan kemampuan kakaknya dan yakin jika pemimpin dari kelompok Beruang Hitam itu akan memberantas musuh musuh yang berani menantangnya.


Fu Chen yang merasa suasana sudah kembali normal lekas mendekati Xiao Jung. Dia melirik ke arah pria kekar yang tergeletak di tanah selama beberapa detik, Fu Chen kemudian mencari keberadaan pedangnya.


Xiao Jung menoleh ke arah Fu Chen sejenak setelah pemuda itu membunuh pria yang tadi ia siksa, pandangannya kemudian kembali fokus pada Hang Xie.


Niat Fu Chen sebenarnya cukup baik, namun apa yang ia katakan terdengar sedikit ambigu.


Xiao Jung dan Fu Chen kembali ke rombongan setelah selesai melakukan keperluan mereka. Keduanya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, Xiao Jung juga sudah mengganti bajunya yang di penuhi darah dengan yang lain, ia tidak ingin mengundang kecurigaan dari orang-orang.


Matahari mulai menunjukkan semburat cahayanya setelah beberapa saat Xiao Jung dan Fu Chen Kembali. Mereka ikut sarapan dengan rombongan itu sebelum Xiao Jung menjelaskan jika dia dan Fu Chen akan melanjutkan perjalanan lebih dulu.


Ketua rombongan itu nampak kecewa, namun ia juga tidak memiliki kuasa untuk menahan Xiao Jung agar bersamanya lebih lama.


"Senior, bukankah misi kita hanya mencari informasi mengenai kelompok ini? Kenapa kita harus mengunjungi markas mereka?" Tanya Fu Chen saat Xiao Jung mengatakan tujuan mereka selanjutnya.


Fu Chen merasa khawatir jika ternyata orang-orang di markas yang akan mereka datangi tidak sama dengan informasi yang di berikan Hang Xie.


"Ada hal yang harus aku pastikan. Kau akan tahu saat kita sampai disana." Xiao Jung memperhatikan peta yang sebelumnya sudah di tandai oleh Hang Xie, setidaknya ada tiga buah markas kelompok Beruang Hitam di daerah itu.


Xiao Jung hanya ingin memastikan kebenaran dari ucapan Hang Xie dengan mengunjungi salah satu markas Beruang Hitam. Sebenarnya cukup berisiko untuk mengacau di satu markas saja, karena orang-orang dari markas lain pasti sudah mengira jika lokasi mereka telah di temukan saat berita itu sampai ke telinga mereka.


Xiao Jung tidak memperdulikannya karena setelah laporan ini ia berikan, maka sekte Pedang Suci akan menggerakkan anggota lebih besar untuk membumi hanguskan kelompok itu.


"Chen'er, tugasmu nanti hanya untuk membebaskan orang-orang yang di culik kelompok itu. Usahkanlah untuk tidak membunuh orang lagi, aku yakin dengan kemampuanmu saat ini kau pasti bisa melakukannya."


Xiao Jung sebenarnya sangat merasa bersalah atas apa yang Fu Chen alami akhir-akhir ini. Dengan usianya yang bahkan belum menginjak sepuluh tahun itu, Xiao Jung telah membawa Fu Chen ke medan pertempuran dan membunuh lawan-lawannya. Xiao Jung merasa yakin, jika di aliran hitam sekalipun tidak banyak anak seusia Fu Chen yang dapat melakukannya.


Xiao Jung tidak ingin Fu Chen menjadi haus darah karena terlalu sering mengikuti pertarungan yang mempertaruhkan nyawanya.


Fu Chen juga menyadari hal itu, ia tidak segera menjawab pernyataan Xiao Jung karena dia sendiri menyadari jika pertarungan sebenarnya sangat berbeda dengan latihan.


"Tapi senior, aku bisa melawan pendekar-pendekar rendahan disana. Agar anda bisa menyimpan tenaga untuk melawan musuh yang lebih kuat." Fu Chen sendiri sedikit ragu dengan ucapannya, namun ia juga tidak ingin menjadi beban bagi Xiao Jung. Dia juga tidak tau sekuat apa musuh yang menanti mereka.


"Benar juga, Chen'er sebelumnya juga cukup tenang untuk mengambil nyawa musuhnya…" Gumam Xiao Jung.


Xiao Jung sadar, cepat atau lambat Fu Chen pasti terlibat banyak pertempuran berdarah lainnya. Meski begitu Fu Chen tetaplah seorang kecil di mata Xiao Jung.