
Waktu terus berjalan, tanpa terasa pelelangan di sesi pertama telah mendekati ke bagian tiga item utama. Sejauh ini, Xiao Jung masih belum melakukan penawaran apapun. Begitu juga dengan orang-orang yang ada di dalam bilik lantai dua. Mereka seperti mengetahui jika lelang sebenarmya saat sesi ke-2.
"Senior, apa tingkat kemurnian pil sangat berpengaruh? Sejauh ini, Menara Buntang Permata selalu membanggakan kelebihan itu," ucap Fu Chen heran.
"Kemurnian pil berarti menandakan kualitas mereka, semakin tinggi tingkat kemurniannya maka pil itu akan semakin bernilai. Terlebih, di kekaisaran Song sangat sulit untuk mendapatkan tingkat kemurnian di atas 50%. Hal ini membuat pendekar-pendekar di Kekaisaran Song saling berlomba untuk mendapatkannya."
"Sejauh yang aku ketahui, hanya Menara Bintang Permata yang menjual pil dengan kualitas setinggi itu." Xiao Jung nampak tidak senang setelah mengucapkannya.
Fu Chen mengangguk paham. Mungkin inilah penyebab kenapa tubuhnya terasa kurang prima setelah menyerap pil pemberian Xiao Jung saat itu. Fu Chen lantas kembali menoleh pada Xiao Jung.
"Lalu, bagaimana dengan pil yang senior berikan padaku saat itu?" tanya Fu Chen.
"Ah… pil itu memiliki tingkat kemurnian 50%. Cukup sulit untuk mendapatkannya, karena itu manajer memberikannya padaku sebagai hadiah. Apa tubuhmu terasa tidak nyaman setelah menyerap pil itu?" Xiao Jung tersenyum masam, mungkin ini sudah terlambat untuk menjelaskannya.
Fu Chen mengangguk pelan, membenarkan ucapan Xiao Jung.
"Itu wajar, namun rasa itu hanya muncul saat pertama kali kau menyerapnya. Setelah itu, tubuhmu tidak akan merasa keanehan apapun lagi," jelas Xiao Jung.
Di samping Ye Kong saat ini telah ada sebuah kota yang tertutupi kain merah. Kotak itu terletak di atas meja dengan ukuran tidak terlalu besar.
"Kalian tentu sudah menanti-nantikan tiga item utama ini, bukan? Mari kita sambut, item utama yang pertama. Rumput Empat Warna!"
Xuan Rong menarik kain merah itu dengan anggun. Memperlihatkan sebuah kotak kaca dengan sesuatu yang ada di dalamnya.
"Sebelum memulainya, aku akan sedikit menjelaskan kegunaan dari rumput ini. Karena tentunya tidak banyak yang mengetahui fungsinya." Ye Kong tersenyum lebar.
Ucapan itu membuat orang-orang di aula menjadi penasaran. Mereka ingin tahu apa yang membuat rumput itu masuk ke jejeran item utama.
"Rumput ini kami dapatkan di puncak gunung bersalju di Kekaisaran Meng. Dari semua informasi yang kami miliki, rumput ini berguna untuk mengusir siluman berusia hingga 500 tahun! Tidak hanya itu. Aura yang di timbulkan bahkan mampu memulihkan luka-luka luar yang kalian miliki."
"Dengan keistimewaanya, sumber daya ini sangat cocok untuk dibawa saat kalian melakukan penelusuran di rentuhan-reruntuhan kuno. Dengan begitu, kalian dapat menghindari pertempuran dengan para siluman di tempat itu."
"Siapkan uang kalian! Harga di mulai dari 500 keping emas!" Ye Kong tersenyum lebar.
"750!"
"900!"
"Ini gila, bagaimana bisa Menara Bintang Jatuh melelangkan sumber daya yang berharga ini? Item utama yang pertama ini bahkan sudah sangat menggemparkan!" celetuk salah seorang hadirin.
"1500!"
"5000!" Tiba-tiba seseorang melambungkan harga dengan sangat tinggi.
Seketika itu aula menjadi hening selama beberapa saat. mereka mencari keberadaan si penawar itu.
"Ada apa? Kenapa kalian terlihat keheranan seperti itu? Wajar saja ku hargai sumber daya itu dengan cukup tinggi. Kalian para orang-orang miskin hanya bisa menelan ludah untuk mendapatkannya," ucap orang yang menawar tadi dengan angkuh.
"Dasar bocah tengik! Kau pikir hanya kau saja yang memiliki uang di sini?"
Beberapa orang di sana menjadi geram. Mereka kembali menaikkan harga dengan sangat tinggi.
Orang bernama Kun Li itu berdecak kesal, namun tak berselang lama berubah senyuman tipis. "Hahaha! Dasar sampah, kalian pikir aku akan takut dengan gertakkan itu? Bermimpilah!" Ia kembali menaikkan harga. Membuat orang-orang semakin kesal dengannya.
"Ah, Akhirnya muncul juga. Item utama memang yang paling di tunggu-tunggu." Xiao Jung tersenyum lebar menyaksikan tontonan itu. Dia sudah menanti cukup lama hingga pelelangan ini memanas.
"Apa senior mengenalnya?" Fu Chen terheran karena senyuman di wajah seniornya tidak kunjung mereda. Bahkan beberapa kali sempat melebar.
"Tidak, tapi wanita di belakang ini pasti mengenalnya." Xiao Jung menunjuk wanita di belakangnya. Wanita itu bernama Nie Mi.
Nie Mi memasang senyum pahit saat Fu Chen menatapnya dengan wajah bingung. Dia sedikit kesal karena Tuan Muda yang ia dampingi saat ini memiliki banyak informasi yang seharusnya tidak di ketahui orang luar.
"Apa maksudnya? Bukankah dia hanya pekerja di sini?" Fu Chen masih tetap bingung.
Xiao Jung tertawa kecil sambil melirik ke arah Nie Mi. Kemudian mengedipkan sebelah matanya dengan jahil. "Ini adalah semacam strategi lelang. Seharusnya dengan kepintaranmu itu kau dapat memahaminya dengan mudah."
"Hm?" Fu Chen mengerutkan keningnya, perkataan Xiao Jung tidak memberikan petunjuk apapun di kepalanya.
Fu Chen mengangguk paham, lalu melirik ke arah Nie Mi dengan wajah kagum. Tidak menyangka jika orang-orang yang mengatakan dirinya akan mendedikasikan para pelanggan akan berbuat demikian.
Nie Mi hanya tersenyum canggung menanggapinya, ia sendiri tidak memiliki hak apapun dalam rencana itu. Semua adalah siasat dari atasannya.
"20.000! Apa tidak ada yang ingin menawar lagi? Jangan hilangkan kesempatan untuk mendapatkan sumber daya ini. Meski hanya dapat mengusir siluman berusia 500 tahun, namun itu sudah lebih dari cukup untuk menjelajah dan mencari sumber daya ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi."
"Dengan sumber daya ini, kalian bahkan berkesampatan untuk mendapat sumber daya lainnya dari perburuan." Setitik keringat nampak keluar dari kening Ye Kong.
"Sial! Aku di bayar untuk menaikkan harga item itu, bukan untuk membelinya." Kun Li berkeringat dingin, dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru dengan cemas.
Orang-orang tentu akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang sebanyak itu. Meski dapat mengusir siluman berusia 500 tahun sekalipun, namun sejatinya para siluman juga merupakan sebuah sumber daya.
Mereka tentu tidak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sumber daya yang tidak terlalu berguna bagi para pendekar tingkat Jenderal Petarung ke atas.
"Hahaha! Apa yang ku katakan, orang-orang rendahan seperti kalian tidak akan mampu menyaingi kekayaanku," ucap Kun Li dengan tertawa hambar. Dia sendiri tidak memiliki uang sebanyak itu jika benar-benar harus membayarnya.
"Hei, sepertinya dia sedang kesulitan." Xiao Jung melirik Nie Mi dengan bibir melengkung. "Apa aku boleh membantunya?"
Nie Me tersenyum pahit, dia memiliki firasat buruk atas ucapan Tuan Muda Xiao itu. Namun dia juga tidak memiliki hak untuk melarangnya. "Lakukan apa yang anda suka, Tuan Muda."
Xiao Jung tersenyum lebar dan lekas menawar harga. "21.000," ucap Xiao Jung dan membuat orang-orang menoleh ke bilik nomor 10.
"Wah, ada apa ini? Apa mereka juga terpancing oleh ucapan orang itu?"
"Haha, orang sombong itu akan bungkam setelah menghadapi mereka yang ada di dalam bilik itu."
Jiwa Kuan Li seolah kembali lagi ke raganya setelah mendengar tawaran itu. Dia merasa baru saja terselematkan dari bencana. Namun, setelah beberapa saat ia berpikir, Kuan Li kembali membuka suara.
"Bahkan jika itu kalian yang ada di lantai dua, lantas kenapa? Aku tidak akan gentar untuk memberi penawaran," ucap Kuan Li lantang dengan senyum sinis. Dia kembali menaikkan harga. "24.000!"
Senyum di wajah Xiao Jung memudar setelahnya, dia kemudian memandang Nie Mi dengan malas. "Sepertinya kalian memilih orang yang salah. Aku telah berusaha menyelamatkannya, namun ia justru tidak mengambil kesempatan itu."
Nie Mi tersenyum hambar. Meski wajah Xiao Jung tampak begitu tulus dalam mengucapkannya, namun ia mengetahui jika pemuda itu sedang bersorak bahagia dalam hatinya. Dengan jatuhnya Rumput Empat Warna ke tangan orang suruhan organisasi, maka dengan kata lain rumput itu tidak terjual sama sekali.
Ini merugikan jika di perhitungan dengan cara mendapatkannya. Namun sejak awal organisasi juga telah memikirkan risiko ini.
"Nah, Taun Muda Xiao. Kurasa dua item utama berikutnya akan menarik perhatianmu." Nie Mi tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan. Kemudian dijawab dengan sebuah dengusan oleh Xiao Jung.
"24.000 ke-tiga! Rumput Empat Warna jatuh ke tangan hadirin nomor 40!" Ye Kong tersenyum pahit. Dia menghela napas berat dalam hati. "Dasar, tidak bisa di andalkan."
Wajah Kuan Li menjadi pucat setelah pengumuman itu. Dia sungguh berharap jika keberuntungan kembali datang sekali lagi, namun sepertinya itu mustahil. Seharusnya dia menyerah setelah mendapat sedikit kesempatan sebelumnya.
"Memasuki item utama yang ke-2 ini, kalian tidak akan kecewa setelah mendengarnya. Pil ini bahkan sangat di minati di Benua Tengah, dengan tingkat kemurnian yang tidak terukur membuat pil ini menjadi salah satu barang istimewa yang dimiliki Menara Bintang Permata."
Saat Xuan Rong membuka kain penutup, sebuah aura misterius langsung menyebar seisi aula. Seketika itu aula menjadi hening beberapa saat sebelum akhirnya menjadi riuh. Orang-orang saling berpandangan satu sama lain dan mempertanyakan asal muasal aura itu.
"Kalian tenang saja. Pil ini memang memiliki aura herbal yang sangat kuat karena di buat dari sumber daya berusia ratusan tahun. Kami dapat mengolahnya karena catatan yang leluhur kami tinggalkan."
"Meski tingkat kemurniannya tidak terukur, namun karena pil ini terbuat dari sumber daya berharga membuatnya tidak memiliki efek samping. Justru sisa penyulingan dari sumber daya ini dapat menjadi sebuah kelebihan."
"Mari kita sambut! Pil Air Mata Dewi!" Ye Kong mengangkat kotak kaca yang berisi pil itu tinggi-tinggi.
mulut semua orang di lantai satu sedikit terbuka setelah mendengar namanya. Mereka setuju jika pil itu di jadikan item utama karena aura yang di pancarkan cukup kuat.
"Pil Air Mata Dewi memiliki khasiat penyembuhan yang sangat luar biasa! Saat percobaan pertama kami, pil ini bahkan mampu memulihkan kondisi seseorang yang sudah sekarat. Tidak hanya itu, ia bahkan mampu memulihkan tulang yang patah dalam hitungan menit."
"Apa lagi yang kalian tunggu? Harga di mulai dari 6000 keping emas!"
Semua orang di buat sangat terkejut saat mendengar harga awal pil itu. Jika demikian, berarti mereka harus mengeluarkan 3000 keping emas hanya untuk menawarnya saja. Menara Bintang Permata sungguh tidak main-main dalam menaruh harga.
"20.000."
Suara yang terdengar pelan namun penuh penekanan itu seketika membuat seisi aula terdiam. Mereka mencari sumber suara itu dan menemukan jika bilik nomor 10 yang melakukan penawaran.
"S-senior Xiao…?"