
Pada musim kali ini sekte besar yang mengirim utusan mereka hanya sekte Ujung Selatan. Mereka yang hadir saat ini hanya utusan sekte terdekat dan beberapa kelompok yang memang cukup terpercaya.
Dan Suyu beranggapan jika sekte lainnya saat ini sedang fokus pada daerah lainya. Setidaknya terdapat beberapa Desa yang saat ini menjadi fokus pengembangan di sektor pertanian.
Tidak lama setelah semua orang memperkenalkan diri, seorang pria paruh baya memasuki ruangan mereka.
"Selamat datang Kepala Desa…" Kuron memberikan hormat, posisinya saat ini paling dekat dengan pintu.
Kepala Desa itu tersenyum canggung, "Ada apa dengan situasi tegang ini? Silahkan duduk lebih dulu tuan-tuan."
Meja panjang di tengah ruangan itu kini dipenuhi hidangan dan minuman. Kepala Desa itu mengerti orang-orang ini adalah aset yang berharga, jadi dia akan memberikan jamuan terbaik untuk mereka.
"Kepala Desa Byeong, bagaimana kabarmu?" Dan Suyu memberikan salam.
"Aku baik-baik saja Tuan Muda, bagaimana denganmu?"
"Tidak jauh lebih baik darimu…" Dan Suyu tersenyum lembut, "Baiklah, karena semua sudah hadir mari kita mulai diskusinya."
Awalnya Fu Chen berniat untuk mengamati selama diskusi berlangsung, namun arah pembicaraan ini jauh melenceng dari harapannya.
Sebagian besar orang yang hadir lebih antusias tentang pembagian hasil panen yang akan mereka dapatkan. Beberapa juga merasa kurang puas karena pembagian yang kurang adil.
Bukan berarti Desa Goryeo tidak mendapat apapun, para utusan ini telah membawa sejumlah uang yang cukup banyak untuk membeli persediaan gandum.
"Ehkem…" Fu Chen sedikit meninggikan suaranya, membuat ruangan itu mendadak sunyi. Seluruh tatapan kini tertuju padanya.
"Ada apa pendekar Chen? Apakah ada sesuatu yang mengganggu mu?" tanya Dan Suyu, ia sendiri merasa tidak nyaman dengan diskusi yang tidak searah ini.
"Sebelum membicarakan hasil yang kalian dapatkan, bukankah lebih baik kalian perhitungkan dulu bagaimana cara menghadapi para tikus itu?"
Mereka lantas saling bertatapan usai mendengar ucapan Fu Chen. Sebelum diskusi dimulai, sebenarnya mereka sempat menyetujui untuk menggunakan cara yang sama dengan musim sebelumnya, karena itu mereka tidak membicarakannya lagi.
Pada musim sebelumnya, mereka setidaknya berhasil menyelamatkan lebih dari tujuh puluh persen ladang gandum dari invasi para tikus. Itu adalah hasil yang cukup bagus menurut mereka namun tidak dengan Fu Chen.
"Pendekar Chen, kami telah meneliti wilayah Desa ini selama dua tahun belakangan, kami juga telah menandai beberapa titik yang mungkin akan banyak tikus yang muncul."
"Itu benar, kami akan berjaga di titik-titik itu selama beberapa hari ke depan, begitulah rencananya." Pria bernama Emdou Yong itu mendengus.
"Kau terlalu banyak bicara untuk seorang bocah yang baru memasuki dunia persilatan!" Lanjutnya.
"Tidakkah kalian pernah berpikir kenapa tikus-tikus itu dapat muncul setiap musim dan terus bertambah?"
Fu Chen tersenyum tipis sebelum memasukkan tangannya ke dalam jubah, kemudian mengeluarkan mayat tikus dari cincin bumi miliknya.
"I-ini…"
"Bagaimana mungkin makhluk ini sudah muncul sekarang?"
"Dari mana kau mendapatkannya? Bahkan ukuran ini jauh lebih besar dari biasanya."
Orang-orang di ruangan itu membeku, perkiraan mereka tikus ini akan muncul sekitar lima hari ke depan. Bahkan ukuran tikus ini setara dengan balita berusia satu tahun.
Ukuran itu jauh lebih besar dari yang pernah mereka lihat sebelumnya.
"Pendekar Chen, bisa kau jelaskan apa maksudnya semua ini?" Dan Suyu mencoba menenangkan yang lain.
"Aku hanya ingin mengatakan jika rencana kalian tidak akan bekerja musim ini." Ucapan Fu Chen membuat kening mereka berkerut. Dan Suyu segera menghentikan mereka ketika ada yang ingin menyahut Fu Chen.
"Silahkan lanjutkan penjelasan mu!" ucap Dan Suyu.
"Aku harap kalian sadar dengan jumlah kalian kali ini yang berbeda dengan musim lalu. Berdiam diri dan menunggu para tikus datang tidak akan efektif jika kalian kalah jumlah."
Namun dalam ingatannya, Dou Huang mampu melewati semua itu dengan taktik yang cerdas. Meskipun kemampuan Dou Huang saat itu juga menjadi kunci kemenangan mereka, namun semua tidak terlepas dari taktik yang dia mainkan.
Fu Chen kemudian menjelaskan rencana yang dia maksud. Fu Chen berniat untuk melakukan penyergapan sebelum para tikus itu bergerak. Setidaknya dengan rencana ini mereka dapat mengurangi jumlah para tikus sebelum hari invasi tiba.
Fu Chen juga mengungkapkan tikus-tikus itu memiliki induk yang bersembunyi di suatu tempat. Karena itu ia berharap beberapa hari sebelum invasi, mereka dapat membunuh induk itu agar para tikus pergi.
Dan Suyu merenungkan ucapan Fu Chen, rencana ini memang solusi terbaik untuk masalah mereka saat ini. Tapi resiko yang akan mereka hadapi juga cukup besar.
"Ini memang solusi terbaik, tapi siapa yang akan melindungi Desa ketika semua pendekar pergi berburu?" tanya Dan Suyu.
"Aku tak mengatakan semuanya akan ikut, tentu mereka yang tidak memiliki keberanian boleh tinggal di sini. Begitu juga dengan kalian yang ada di ruangan ini. Lagi pula apapun hasilnya, kalianlah yang akan merasakannya."
"Apa yang diinginkan bocah ini sebenarnya?" pikir Emdou Yong, ia menatap curiga pada Fu Chen.
"Baiklah, aku akan mempertimbangkan rencana mu. Kalau begitu siapa lagi yang mau memberikan saran?" Dan Suyu melihat semuanya hanya saling menatap dan menganggapnya setuju dengan rencana Fu Chen.
Fu Chen kemudian menunjuk lokasi yang diduga sarang para tikus. Totalnya ada tujuh lokasi yang berada di kaki gunung.
Dan Suyu kemudian membagi kelompok untuk menyergap masing-masing lokasi tersebut, dia meminta seluruh yang ada di ruangan selain Kepala Desa untuk ikut penyergapan.
Dan Suyu akan meninggalkan 30 pendekar untuk menjaga Desa. Ini adalah solusi terbaik jika seandainya rencana Fu Chen gagal.
Dan Suyu sebenarnya tidak mengerti dari mana Fu Chen mendapat pemahaman seperti itu di usia muda. Bahkan pada musim sebelumnya tidak ada yang berani mendekati bahkan berpikir untuk membunuh induknya. Mengingat jumlah tikus yang sangat banyak.
Fu Chen sangat puas dengan keputusan Dan Suyu, Fu Chen beranggapan jika Dan Suyu akan menjadi pendekar ternama di masa depan.
Dengan kemampuannya yang sudah mencapai Pendekar Raja diusia 24 tahun, bukan hal sulit untuk meraih pencapaian lainnya di masa depan.
Diskusi itu berakhir ketika hari menjelang sore, Kuron tidak banyak bicara dan hanya mengamati. Dia masih tidak menyangka anak semuda Fu Chen memiliki pandangan yang begitu luas.
"Eemmhh…" Fu Chen meregangkan tubuh, "Semua berjalan sempurna," ucapnya sambil menguap.
"Hei nak! Siapa kau-! Ah tidak, apa tujuanmu sebenarnya melakukan semua ini?" Kuron menatap Fu Chen dengan bingung.
"Hem?" Fu Chen melirik Kuron, "Tidak ada alasan khusus, bukankah kau sendiri yang mengatakan? Untuk ikut dalam penelusuran keluarga Muyong aku memerlukan sebuah kelompok."
"Jadi maksudmu?"
"Itu benar, aku perlu membangun relasi dengan seseorang untuk mewujudkan tujuanku, dan sepertinya Dan Suyu adalah orang yang tepat." Fu Chen menjawab santai.
"Kau menjalin hubungan dengan cara yang menarik." Kuron hanya menggeleng pelan sambil tersenyum kecut.
"Begitulah dunia persilatan yang ku tahu. Kita hanya bicara ketika kita punya kemampuan." Tatapan Fu Chen berubah, seolah ia telah menanamkan prinsip itu ke dalam hatinya.
Kuron dan Fu Chen terpisah dalam kelompok yang berbeda, mereka berniat untuk melakukan penyergapan ketiga matahari belum menampakkan diri.
Fu Chen sendiri berada di satu kelompok yang sama dengan Dan Suyu. Pendekar muda itu nampaknya ingin melihat kemampuan Fu Chen dengan mata kepalanya sendiri.
"Arrgh!! Apa-apaan bocah itu? beraninya dia bicara seperti itu dihadapan ku!" Emdou Yong memukul meja di penginapan hingga hancur.
Emdou Yong sangat geram karena Fu Chen mengacaukan semuanya. Awalnya Emdou Yong akan memanfaatkan posisi sekte nya yang berpengaruh untuk mengambil lebih banyak jatah gandum.
Namun Fu Chen justru memberi usulan untuk memberikan jatah gandum sesuai kontribusi yang mereka berikan. Usulan Fu Chen juga disetujui oleh Dan Suyu dan beberapa orang yang keberatan dengan aturan sebelumnya.
"Kalian! Pergi cari tahu siapa bocah tidak tahu diri itu! Bunuh dia jika memang situasinya memungkinkan." Emdou Yong memerintahkan dua pendekar di belakangnya.
Pendekar itu saling bertatapan sejenak sebelum menyanggupi perintah Emdou Yong. Mereka tidak tahu bocah yang di maksud, namun mereka akan segera mencari tahunya.
"Haha! lihat saja, meski kami bukan sekte besar tapi tidak siapapun bisa bermain dengan kami!"