Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.101 - Rapat Tetua


Saat hari mulai beranjak petang Fu Chen dan teman-temannya segera menyudahi latihan mereka. Fu Chen merasa sedikit bersalah karena senjata kedua temannya telah hancur, namun ia memang berencana untuk memberikan keduanya pusaka yang baru dalam waktu dekat.


"Sudah-sudah, saat kita kembali nanti akan aku ganti dengan yang lebih bagus." Fu Chen tersenyum canggung sambil berusaha menyemangati Sin Lou dan Kyoto yang terlihat hampa. Fu Chen tidak menyangka reaksi keduanya akan seperti ini.


"Kau tahu, aku mendapatkan pedang ini dengan susah payah." Bibir Sin Lou bergetar, satu-satunya pedang yang ia miliki hancur hanya karena berlatih tanding, hal itu sangat menyedihkan.


Fu Chen hanya menggaruk tengkuk lehernya sambil tersenyum canggung, tidak tahu harus menjawab apa.


Sementara itu surat yang di serahkan Xiao Jung telah di terima oleh Feng Youxin. Saat membaca surat itu Feng Youxin sedikit terkejut dan tidak percaya akan isi surat.


Ada banyak pertanyaan di kepala Feng Youxin sehingga ia meminta seorang pelayan untuk memanggil Xiao Tian ke kediamannya. Di kesempatan ini Xiao Tian pergi bersama Xiao Jung karena pemuda itu terus memaksanya.


Xiao Tian merasa tidak masalah ketika Xiao Jung ikut karena bisa saja keponakannya ini dapat membantu dalam situasi tertentu. Namun, Xiao Tian masih sedikit khawatir apakah tetua sekte yang lain mau mendengar pendapatnya setelah apa yang terjadi.


"Silahkan masuk, Tuan." Seorang pelayan menyambut kedatangan Xiao Tian dan Xiao Jung, kemudian menuntun keduanya ke ruangan Feng Youxin.


Setelah tiba, pelayan itu segera membukakan pintu, "Beliau ada di dalam," ucap Pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


Xiao Jung melirik ke arah pamannya sejenak sebelum menarik napas pelan. Wajah Xiao Tian terlihat tegang, jelas sekali jika pria itu sedang berusaha menyingkirkan rasa khawatirnya.


Saat mereka berdua telah masuk, Li Han yang baru sampai di kediamannya tadi siang ternyata juga ada di sana. Li Han tidak menyangka dirinya akan di panggil untuk menemui anak buahnya sendiri, Feng Youxin.


"Duduklah." Feng Youxin kemudian meminta Xiao Jung dan Xiao Tian duduk di dekat meja bundar di ruangan itu. Hanya ada mereka berempat di ruangan itu, meski terlihat besar sebenarnya ruangan itu telah kedap suara sehingga orang di luar tidak bisa mendengar perbincangan mereka.


Feng Youxin menyerahkan surat yang ia terima ke atas meja sebelum duduk. Suasana hening selama beberapa saat karena tidak ada yang mencoba berbicara.


"Bisa kau jelaskan isi di dalam surat ini?" Feng Youxin tidak ingin berbasa basi.


Xiao Tian mengangguk pelan sedangkan Li Han sedikit mengerutkan kening dan mengambil surat yang ada di atas meja. Li Han membuka surat tersebut sembari mendengarkan penjelasan Xiao Tian.


Xiao Tian menjelaskan semuanya secara rinci, mulai dari alasan sekte ini kemasukan penyusup hingga rencana penyerangan mereka. Xiao Tian juga menjelaskan kondisi keluarga Bangsawan Xiao yang sebelumnya mendapat ancaman untuk mencari informasi mengenai pusaka di sekte Pedang Suci tiga tahun lalu.


Keluarga Bangsawan Xiao saat itu tidak punya pilihan lain selain menurutinya. Namun karena alasan tidak puas dengan kinerja keluarga Xiao, orang yang mengancam mereka mulai muak dan memasukkan mata-mata ke sekte tanpa sepengetahuan keluarga Xiao.


Orang itu telah mengirim dua mata-mata ke sekte Pedang Suci dan masing-masing dari mereka hanya setingkat murid dalam dan murid luar. Xiao Tian tidak tahu informasi apa saja yang telah orang itu dapatkan namun Xiao Tian bisa memastikan jika tujuan mereka adalah keberadaan pusaka di sekte ini.


Peran keluarga Xiao pun berakhir saat orang itu memberikan peringatan melalui mata-mata yang dia kirim dua minggu lalu. Beruntung Patriark keluarga Xiao sebelumnya telah berhasil di sembuhkan sehingga Xiao Tian bertekad untuk membocorkan rencana penyerangan ini kepada sekte.


"Jadi kau ingin melakukan rapat tetua untuk masalah ini?" tanya Li Han pada Feng Youxin karena sebelumnya dia mendapat undangan untuk rapat tetua.


"Tidak, rapat itu sebenarnya untuk membahas hal lain namun sekarang kita harus mengutamakan yang lebih serius." Feng Youxin memijat kepalanya yang mulai terasa sakit.


Li Han hanya menggelengkan kepala pelan sambil memejamkan mata, "Sepertinya sekte ini banyak mendapat masalah," ucap Li Han sambil mengelus janggut.


Xiao Tian dan Xiao Jung saling berpandangan sejenak, mereka sejak awal sangat penasaran kenapa seorang penjaga perpustakaan bisa ada di ruangan ini. Keterkejutan mereka semakin bertambah karena Li Han terlihat tidak menaruh hormat pada Feng Youxin.


"Tolong maafkan semua tindakan yang saya lakukan selama ini, saya terpaksa melakukannya untuk menjamin keselamatan patriark keluarga Xiao." Xiao Tian bangkit dari kursi kemudian membungkukkan badanya, ia telah membuang jauh-jauh harga dirinya sebagai bangsawan saat ini.


"Aku paham situasimu," Feng Youxin menghela napas berat, "Patriark Xiao yang sekarang memiliki pengaruh besar di Kekaisaran Song, tentu kematiannya akan memberi dampak besar namun aku tidak menjamin tetua yang lain akan memaklumi perbuatanmu itu."


"Tidak perlu khawatir, sekte Pedang Suci bukanlah sekte yang lemah. Kita pasti bisa melewati masalah ini," kata Li Han.


"Tapi kita tidak bisa meremehkan mereka, mereka sangat percaya diri dengan mebiarkan informasi penyerangan ini di ketahui pihak lawan. Bukankah itu berarti mereka sudah mengukur kekuatan sekte ini dan bersiap dengan kekuatan yang lebih besar?" Xiao Tian semakin cemas, bagaimanapun juga orang yang saat itu menyusup ke kediaman keluarga Xiao juga akan turut serta dalam penyerangan nanti.


"Tetua Xiao benar, kepercayaan diri mereka memang harus di pertimbangkan tapi jika tujuan mereka hanyalah sebuah pusaka aku rasa masalah ini bisa kita selesaikan baik-baik." Feng Youxin kemudian meminta pendapat Li Han karena ia sendiri tidak tahu pusaka seperti apa yang mereka incar.


Li Han menghela napas sejenak, sejauh ini ia masih penasaran bagaimana informasi mengenai pusaka sekte Pedang Suci dapat di ketahui orang luar. Li Han sangat yakin keberadaan pusaka itu tidak di ketahui sejak ratusan tahun yang lalu.


"Pola pikirmu terlalu naif Youxin, jika mereka membawa banyak pasukan tentu saja mereka tidak akan kembali hanya dengan satu pusaka saja. Kemungkinan besar mereka akan merampas sumber daya serta ilmu kitab di sekte ini," tukas Li Han serius.


Feng Youxin terdiam mendengarnya, jika demikian situasi sekte Pedang Suci benar-benar gawat. Akan banyak korban jiwa di pihak mereka terutama untuk murid dengan kemampuan rendah.


"Maaf menyela pembicaraan kalian tapi mohon dengarkan pendapatku." Xion Jung sedikit mengangkat tangan dan membuat orang-orang di ruangan itu terfokus padanya.


"Katakan! Setiap gagasan akan membantu dalam situasi ini." Feng Youxin tersenyum sederhana sambil menatap Xiao Jung, namun matanya menjelaskan kekhawatiran yang begitu besar.


"Baik…" Xiao Jung kemudian menjelaskan pendapatnya mengenai masalah ini. Xiao Jung ingin seluruh murid dalam dan murid luar untuk di ungsikan ke tempat yang aman dengan memberikan mereka sebuah misi.


Xiao Jung mengatakan jika rombongan murid-murid itu nantinya akan di bimbing oleh beberapa murid inti dan di arahkan menuju satu tempat yang sama. Hal ini perlu di lakukan agar pengawasan berjalan lancar.


Xiao Jung kemudian menjelaskan jika pengungsian ini di lakukan secara bertahap agar mata-mata musuh tidak mencurigainya. Selain itu, para tetua dan beberapa murid inti lainnya akan tetap tinggal di sekte untuk menyambut kedatangan musuh.


Meski yakin misi ini tidak akan selancar itu namun setidaknya korban di pihak sekte Pedang Suci bisa di minimalisir. Xiao Jung cukup yakin jika musuh tidak akan repot-repot mengejar seluruh murid jika tujuan mereka hanya pusaka dan sumber daya.


"Baiklah, aku rasa memang itu pilihan terbaik, aku akan memikirkannya kembali dan mencoba membicarakannya di rapat nanti." Feng Youxin mengangguk pelan.


"Terimakasih, Ketua… tapi bolehkah saya ikut di rapat itu?" tanya Xiao Jung.


"Tentu, rapat itu akan di mulai malam nanti, aku sangat mengharapkan kedatangannmu." Feng Youxin kemudian bangkit dari kursi, "Pertemuan ini aku rasa sudah cukup, kita akan bertemu kembali nanti malam."


Xiao Tian dan Xiao Jung juga bangkit dari kursinya, mereka berdua membungkuk hormat sebelum pergi meninggalkan ruangan itu. Perasaan lega sedikit tersirat di wajah mereka, sekarang keduanya hanya bisa berharap agar para tetua mau mendegarkan penjelasan mereka.


Sementara itu Li Han hanya menghela napas pelan sebelum mendekat ke arah jendela untuk melihat halaman kediaman itu. Wajah Li Han tampak kusut dengan alis yang terus berkerut, perasaannya mulai tidak nyaman ketika membayangkan pertempuran yang akan terjadi.


Feng Youxin sedikit khawatir melihatnya, ia telah menganggap Li Han seperti gurunya sendiri karena banyak hal yang ia dapatkan darinya. "Ada apa guru?"


Li Han memejamkan matanya sebelum menarik napas perlahan, "Aku tidak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi, hampir 500 tahun lamanya sekte ini terbebas dari ancaman. Bahkan informasi mengenai pusaka sekte tidak pernah bocor ke dunia luar, bagaimana cara mereka mengetahuinya?"


Li Han mendesah pelan, mungkinkah pusaka yang selama ini mereka jaga akan berlaih ke orang asing?