Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.141 - Bagi Hasil


"Tuan Muda, anda baik-baik saja?" tanya Ye Kong sedikit cemas.


"Seperti yang anda lihat, Tuan Ye…" Fu Chen tersenyum canggung, pertanyaan pria ini terdengar aneh namun agaknya ia mengerti maksudnya.


"Lalu bagaimana dengan hasilnya? Apakah Patriark Ye setuju untuk bekerja sama?" Ye Kong sangat penasaran, ia yakin lelaki itu akan menerima tawaran Fu Chen karena keuntungan yang di dapatkan memang cukup menggiurkan.


"Seperti yang anda duga, Patriark Ye telah menyetujui usulan itu, ia juga menitipkan ini untuk anda." Fu Chen tersenyum penuh makna seraya menyerahkan seikat kertas pada Ye Kong. Yang kemudian membuat raut wajah pria itu langsung berubah masam saat ia membaca isinya.


"Bagaimana Tuan Ye?" tanya Fu Chen tanpa menurunkan senyuman.


Ye Kong hanya mendesah pelan seraya mengusap kening, 2500 koin emas memang masih tergolong kecil baginya, namun ia terpaksa mengambil kas dari tokonya demi membeli satu botol lagi dengan harga dua kali lipat. Ye Kong tidak menyangka jika pemuda ini telah menyiapkan keuntungan tersendiri dari kerja sama ini.


"Apa rencana mu dapat berjalan lancar?" tanya Xiao Jung yang juga penasaran, tapi saat ia melihat wajah Fu Chen yang jauh lebih cerah dari sebelumnya membuat Xiao Jung bisa menebak hasil yang diperoleh pemuda itu.


"Begitulah… hanya saja Patriark Ye perlu waktu untuk membicarakan masalah keluarga Huang pada petinggi lainnya. Jika Patriark Ye mau menerimanya, maka aku akan membagi keuntungan penjualan itu sesuai yang telah di janjikan."


Fu Chen lantas meletakkan kedua tangannya di belakang leher setelah berkata demikian, dia dan Xiao Jung segera meninggalkan kediaman itu setelah mereka memberikan salam hormat pada Ye Kong.


Xiao Jung mulai merasa kagum dengan pemuda di sampingnya ini, meski usianya baru menginjak sepuluh tahun tetapi pola pikir pemuda ini sangat luas. Xiao Jung sendiri tidak yakin dapat melakukan hal serupa meski dengan statusnya sebagai Bangsawan.


Perjanjian Fu Chen dengan bangsawan Su dan Xiao sebenarnya hanya sebatas bagi hasil dari penjualan pil yang di dapatkan Fu Chen. Jika keluarga Ye memang berniat menggantikan keluarga Huang, maka keluarga Xiao dan keluarga Su akan ikut menyuarakan usulan tersebut.


15 persen keuntungan Fu Chen akan di bagi tiga dengan keluarga Xiao dan keluarga Ye tersebut. Kedua keluarga bangsawan ini tentu tidak menolak tawaran Fu Chen, mereka hanya perlu memberikan dukungan kecil dan uang dari bagi hasil itu akan terus mengalir ke saku mereka.


Setelah mengantar Xiao Jung sampai ke gerbang kediaman bangsawan, Fu Chen lantas kembali ke penginapan sebelumnya. Selagi menunggu kabar tentang keputusan Keluarga Ye, Fu Chen memilih untuk melatih tubuhnya karena akhir-akhir ini latihannya terasa kurang.


Setelah dua hari berlalu, seorang pelayan datang ke depan kamar Fu Chen dan mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Fu Chen lekas mengelap tubuhnya yang berkeringat karena latihan dan kemudian membukakan pintu itu.


"Ada apa?" tanya Fu Chen dari ambang pintu.


Namun, pelayan itu mendadak tersedak napasnya sendiri saat ia melihat Fu Chen yang hanya mengenakan celana pendek. Usia pelayan itu masih cukup muda, jadi ia sedikit salah tingkah saat melihat Fu Chen memiliki bentuk tubuh begitu indah.


"Tu-tuan seseorang mengirimkan ini untuk anda," kata pelayan itu terbata-bata, ia bersikeras mengalihkan pandangannya namun disisi lain hatinya mengatakan untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini.


Fu Chen menerima surat itu seraya menaikkan alis, merasa heran dengan tingkah pelayan itu, mungkinkah ada yang aneh dengan penampilannya? Fu Chen pun melirik ke bawah untuk melihat tubuhnya.


"Huh?!" Fu Chen seketika melebarkan mata saat menyadari penampilannya, ia sontak menutupi tubuhnya dengan kedua tangan dan menatap pelayan itu dengan wajah kaku.


"Tu-tunggu-! Hey!!" teriak Fu Chen saat melihat pelayan tadi telah lari sambil menutupi wajahnya yang memerah, Fu Chen khawatir pelayan itu akan menceritakan kejadian ini pada rekan-rekannya.


"Argh sial! Kenapa guru tidak memberitahuku kalau aku tidak memakai pakaian?" Fu Chen mendengus kesal, andai roh tua itu mengingatkannya maka hal seperti tadi tidak akan terjadi.


"Hahaha… Jangan terlalu serius dalam hidup, itulah pepatah yang sering digunakan pria tua sepertiku." Dou Huang terkekeh pelan, melihat wajah pemuda ini memerah karena malu adalah hal langka.


Fu Chen lantas berdecak kesal seraya mengumpat dalam hati, gurunya ini memang tidak dapat diharapkan untuk beberapa hal.


Fu Chen lantas menyunggingkan senyumnya saat ia memeriksa isi surat itu. Didalamnya memuat pernyataan jika keluarga Ye sepakat untuk menggantikan keluarga Huang sebagai Bangsawan. Mereka juga akan mengambil langkah serius dan berencana melebarkan pengaruh mereka hingga ke Kekaisaran Ming.


Fu Chen merasa puas dengan hasil ini, setelah ia menyerahkan kepengurusan masalah bagi hasil sebelumnya, maka ia dapat lepas tangan dengan masalah ini.


"Sebelum kau pergi, sebaiknya tanyakanlah pada organisasi itu apakah mereka menyimpan peta Benua Timur. Setelah aku mengamati peta sebelumnya, sepertinya tempat latihan mu berikutnya berada di luar kekaisaran Song."


Saat Fu Chen mulai turun dari penginapan, beberapa pasang mata terlihat menyoroti dirinya dari berbagai sisi. Fu Chen hanya tersenyum kecut mengetahuinya, pelayan itu pasti sudah menggosipkan prihal kejadian tadi karena memang biasanya Fu Chen selalu mengenakan pakaian tertutup.


"Terserahlah… lagipula ini akan menjadi terakhir kalinya aku datang ke penginapan ini." Fu Chen menghela napas panjang, perjalanan kali ini akan jauh lebih panjang dari sebelumnya.


Saat akan memasuki kediaman para bangsawan, Fu Chen segera meminta seorang penjaga kenalannya untuk mengabarkan Tuan Su Luoru bahwa dirinya akan mendatangi kediaman keluarga Xiao. Fu Chen cukup yakin pria itu tidak akan pergi jauh dari kediamannya.


Kedatangan Fu Chen lantas disambut dengan hangat seperti biasa oleh keluarga Xiao Jung, tapi sayangnya Patriark keluarga Xiao itu sedang tidak ada di rumah. Jadi perjanjian mereka akan di wakili oleh Xiao Jung saja.


Perlu waktu hampir satu jam untuk menunggu kedatangan Su Luoru, pria itu sebenarnya juga sedang sibuk namun ia menyempatkan diri untuk urusan ini. Mereka kemudian segera berkumpul di sebuah ruangan khusus yang telah disediakan.


"Saya sungguh tidak menyangka jika anda berhasil membuat keluarga itu mengambil keputusan demikian besar." Su Luoru merasa kagum dengan keberhasilan Fu Chen, ia merasa jika dukungan keluarga Su dan Xiao juga tidak di perlukan jika semuanya berjalan semulus ini.


"Haha… saya tidak akan bisa melakukannya jika tidak mendapat dukungan dari kalian," jawab Fu Chen lalu tersenyum sederhana.


Su Luoru hanya tertawa pelan mendengarnya, "Jangan merendah, Anak Muda!"


Su Luoru sadar meski keluarganya hanya memberikan dukungan pada keluarga Ye, namun jika Kaisar Song menolak usulan mereka maka status keluarga Ye sebagai Bangsawan akan mulai menurun. Meski terlihat sepele namun sebenarnya hal ini cukup membuat mereka khawatir.


"Saya akan menyerahkan surat ini pada pihak organisasi, sehingga tidak akan ada kecurangan dari pembagian ini."


Fu Chen meminta Xiao Jung dan Su Luoru untuk menandatangani surat perjanjian yang telah ia buat. Dengan ini, pihak organisasi sendirilah yang akan membagikan hasil penjualan pil itu setiap bulannya.


Fu Chen tidak masalah meski dirinya hanya mendapatkan lima persen dari hasil penjualan itu, karena keuntungan sebenarnya yang ia dapatkan adalah karena Keringat Rubah Suci yang tidak mungkin di lepas oleh organisasi Bintang Emas.


"Chen'er, apa kau sudah mendengar kabar jika pihak Kekaisaran tengah memperkuat militer mereka secara besar-besaran belakangan ini?" Xiao Jung membuka perbincangan di saat-saat terakhir diskusi mereka.


"Itu benar, informasi ini sebenarnya hanya diketahui oleh petinggi keluarga bangsawan saja. Alasannya sendiri masih belum di ketahui, namun militer Kekaisaran telah banyak merekrut pendekar muda untuk menjadi bagian dari mereka." Su Luoru membenarkan ucapan Xiao Jung.


"Saya baru mendengarnya," sahut Fu Chen sambil menaikkan alis, meski demikian, pemuda itu nampak tidak tertarik dengan informasi tersebut.


"Aku berharap dapat mengajak mantan murid sekte Pedang Suci untuk bergabung dengan militer, aku rasa itu jauh lebih baik daripada mereka di perbudak oleh sekte itu." Xiao Jung menarik napas panjang, ia memang sudah lama berniat melakukannya namun semua terasa sulit baginya.


"Anda pasti bisa melakukannya, senior!" Fu Chen menyahut sambil tersenyum lembut, ia sendiri dapat melangkah sejauh ini karena telah berani memulai, meski tidak tahu akan seperti apa hasilnya nanti.


Xiao Jung tertegun, ia nampak merenungi kalimat itu sebelum tersenyum ramah pada Fu Chen. "Baiklah, aku akan berusaha melakukannya semampuku!"


Fu Chen hanya tersenyum lembut menjawabnya, jika Xiao Jung berhasil melakukannya mungkin Sin Lou dan teman-teman nya dari Desa Bintang Jatuh juga akan tertolong.


Fu Chen kemudian berniat untuk segera pergi saat urusan mereka telah selesai, ia masih harus mencari peta Benua Timur yang gurunya harapkan.


"Senang bekerja sama dengan kalian, Senior Xiao, Tuan Ye…" Fu Chen sedikit membungkukkan badan.


"Haha… anda juga, Tuan Muda Chen!" Su Luoru menegaskan ucapannya di akhir kalimat, ia memberikan harapan tinggi pada pemuda ini.


"Sungguh pemuda yang mengesankan, aku ingin melihat akan menjadi seperti apa anak itu nanti saat ia dewasa." Su Luoru berdecak kagum dalam hati seraya memandang Fu Chen yang mulai menjauh.


Sementara pemuda di sampingnya nampak mengepalkan tangan dengan kuat. Sebagai seorang senior, Xiao Jung seolah tertantang untuk melampaui juniornya itu, secara tidak langsung ia telah menganggap Fu Chen sebagai rivalnya.