Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.73 - Xuan Rong Di Temukan


Usai menjelaskan peraturan itu Ye Kong kembali melanjutkan perkataanya.


"Lelang kali ini hanya memiliki dua sesi, akan ada 10 item yang kami tunjukkan di setiap sesinya. Sesi pertama akan kami buka dengan pil-pil terbaru dari organisasi kami-…"


"Yang benar saja, aku datang ke tempat ini untuk mencari barang-barang langka yang mereka temukan."


"Cih, mungkin setelah lelang ini berakhir mereka akan segera menjual pil-pil itu secara massal. sangat menjengkelkan…"


Aula seketika mulai berisik dengan keluhan para hadirin karena barang yang di lelang. Menara Bintang Permata terkenal karena pil yang mereka jual memiliki kualitas tinggi. Tentu orang-orang di aula itu sangat kecewa mengetahui pil yang mereka perebutkan akan di jual kembali dengan harga rendah.


Ye Kong menyadarinya namun ia mengabaikan semua itu dan kembali menjelaskan barang yang akan dilelang.


"Tanpa berbasa-basi lebih jauh, mari kita mulai pelelangan tahun ini!"


Ucapan Ye Kong menuai tepuk tangan yang tidak terlalu meriah, meski sebagian besar merasa kecewa dengan apa yang di lelang namun mereka tetap menghargai pihak organisasi sebagai penyelenggara. Mereka sendiri menyadari jika tidak mudah untuk mendapatkan barang-barang langka yang di minati banyak orang.


"Nona Muda, silahkan masuk," ucap Ye Kong.


Seorang wanita muda berusia 21 tahun memasuki aula itu dengan anggun. Dia membawa sebuah nampan perak di tangannya dengan mengenakan baju ketat berwarna merah. Orang-orang menelan air liur mereka saat memperhatikan tubuh wanita itu yang terukir indah berkat pakaiannya.


Meski sorot matanya sedikit sayu namun wanita itu terlihat cukup cantik dengan bibirnya berwarna merah merona. Ye Kong tersenyum lembut padanya saat wanita itu menaiki panggung, wanita itu membalas dengan senyuman yang sama.


"Nona Muda…" Ye Kong membantu wanita itu untuk menaiki anak tangga terakhir.


Wanita itu kemudian meletakkan nampan perak itu di atas meja yang telah di sediakan, dia tersenyum manis untuk menyambut para hadirin.


"Xuan Rong?" Fu Chen terperanjat dari tempat duduknya saat melihat wajah wanita itu. Matanya terbuka melebar memastikan jika pandangannya tidak salah.


"Ada apa, Chen'er?" tanya Xiao Jung terheran.


Wanita di belakang Xiao Jung juga merasa terkejut, apalagi saat Fu Chen menyebutkan nama wanita itu dengan tepat.


"S-senior, dia Xuan Rong! Aku yakin itu adalah dia," ucap Fu Chen sambil menunjuk ke arah wanita di atas panggung.


"Apa maksudmu?" Xiao Jung ikut memperhatikan wanita di atas panggung itu.


Setelah membebaskan para tahanan di markas Beruang Hitam saat itu. Fu Chen pernah menceritakan jika warga di Desa nya juga beberapa kali mendapat kejadian perampokan. Dan salah satunya adalah Bibi Fei, yang anaknya menghilang tanpa ada kabar sama sekali.


Xiao Jung memperhatikan wanita itu lebih teliti lagi. Dia tidak menemukan kemiripan apapun dari yang pernah Fu Chen ceritakan. Terlebih, dia tidak pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya.


"Senior, kita harus segera menemuinya." Fu Chen merasa cemas karena mengira Xuan Rong sedang di paksa untuk menjadi pelayan di tempat ini.


Namun Xiao Jung segera menahan Fu Chen saat anak itu berniat pergi. "Ada dengan denganmu? Tidak biasanya kau bertindak gegabah seperti ini, Chen'er." Wajah Xiao Jung sedikit berubah.


"Jika benar dia adalah wanita yang kau maksud maka kita dapat menemuinya setelah pelelangan ini berkahir."


Fu Chen tertegun, dadanya yang semula naik turun kini mulai kembali normal. "Tapi… aku yakin itu adalag Xuan Rong yang selama aku kenal," ucapnya lirih.


"Dinginkan dulu kepalamu, kau hanya akan membuat orang-orang di aula ini marah jika mengacau pelelangannya." Pandangan Xiao Jung kemudian terarah pada wanita yang sejak tadi hanya menyaksikan.


"Kau sudah lama bekerja disini, bukan? Apa benar nama wanita itu adalah Xuang Rong?" tanya Xiao Jung.


Wanita itu terlihat ragu, namun melihat reaksi Fu Chen yang nampak sudah mengenalnya dia merasa tidak masalah untuk memberitahukan beberapa hal.


"Itu benar, namanya adalah Xuan Rong. Apa Tuan Muda memiliki hubungan dengannya? Setahuku dia sudah tidak memiliki siapapun lagi saat pertama kali bekerja disini."


Mata Fu Chen kembali melebar usai mendengarnya, dia semakin yakin jika wanita itu adalah Xuan Rong yang ia kenal. Ia mengalihkan pandangannya kepada wanita yang sedang berdiri di atas panggung itu.


Xiao Jung kemudian kembali membuka suara karena Fu Chen hanya diam saja. "Aku tidak tahu apa hubungan keduanya, namun pemuda ini mengatakan jika mereka berasal dari Desa yang sama."


Wanita itu melirik ke arah Fu Chen sambil mengangguk pelan. "Tuan Muda tenang saja, Xuan Rong selama ini selalu di jaga oleh Taun Muda dari organisasi. Aku tidak tahu apa yang membuat keduanya dapat saling mengenal, namun mereka juga terlihat sangat dekat."


Xiao Jung mengangguk kemudian melirik ke arah Fu Chen. "Kau mendengarnya? Dia di jaga dengan baik selama ini. Jadi tidak perlu khawatir…"


Karena perdebatan itu, Xiao Jung tidak mengetahui pil pertama yang di lelang itu. Namun, di lihat dari tawarannya yang terus melambung sepertinya pil itu cukup menarik perhatian.


"500 kedua!"


"500 ketiga! Baiklah pil ini di dapatkan hadirin nomor 56!"


Buk! Buk!


Ye Kong memukul sesuatu di atas mimbar dengan sebuah palu. Dia kemudian mempersilahkan Xuan Rong untuk mengambil pil lainnya.


"Pil ini adalah pil Embun Hijau pertama di Kekaisaran Song. Pil ini dapat membantu seseorang untuk mempercepat penyerapan qi selama 2 hari."


Xuang Rong membuka kain merah yang menutupi nampan itu dengan perlahan, di dalamnya terdapat botol giok berwarna hijau. Ye Kong kemudian kembali bersuara setelah itu.


"Di dalam ini ada lima buah pil Embun Hijau, satu buah pilnya seharga 20 keping emas. Namun kami akan melelang yang di dalam botol ini sekaligus. Jadi, harga di mulai dari 100 keping emas!"


"…"


Belum ada tawaran yang keluar, orang-orang masih nampak ragu untuk membelinya. Mempercepat penyerapan qi selama dua hari tidak akan memberikan perubahan yang signifikan bagi mereka yang sudah berada di ranah Jenderal Petarung.


Mungkin target penjualan dari pil ini hanyalah mereka yang berada di ranah pendekar kelas satu ke bawah. Sebagian besar orang di aula itu menyadari, cepat atau kambat pil itu akan di pasarkan secara bebas.


Ye Kong tidak patah semangat meski belum mendapat tawaran sama sekali. Dia tersenyum tipis, kamudian berkata, "Perlu kalian ketahui, pil ini memiliki tingkat kemurnian sebesar 70%! Apa kalian pernah mendengar seseorang menjual pil dengan tingkat kemurnian yang begitu tinggi dan harga yang begitu rendah sebelumnya?"


Yr Kong tertawa kecil, "Tentu saja tidak bukan? Dengan tingkat kemurnian yang tinggi ini, kalian dapat mengkonsumsinya kembali setelah khasiat dari pil ini habis, tanpa perlu memikirkan kotoran yang tersisa dari penyerapan. Dengan begitu, energi qi yang kalian serap akan jauh lebih banyak dari yang kalian pikirkan."


"Jika satu pil ini dapat mempercepat penyerapan berkali-kali lipat selama dua hari, maka kalian pikirkan jika ke-5 pil ini di gunakan secara terus menerus." Ye Kong tersenyum lebar melihat orang-orang mulai termakan ucapannya.


"Saya ulangi sekali lagi, harga di mulai dari 100 keping emas!"


"200!"


"250!"


"300!"


Orang-orang langsung menyambar setelah Te Kong menyelesaikan kalimatnya. Dia tersenyum puas, sumber daya dan waktu adalah hal berharga bagi pendekar. Dengan pengalamannya selama ini, tentu bukan masalah baginya untuk meyakinkan orang-orang itu.


"700!"


"800!"


"Woah… pil itu bahkan hampir sepuluh kali lipat dari harga awalnya." Mulut Fu Chen sedikit terbuka melihat berapa banyak orang yang saling menwarkan uang mereka. Dia baru pertama kali melihat orang-orang berlomba menghabiskan uang mereka seperti ini.


Xiao Jung terkekeh melihat reaksi Fu Chen. "Ini baru permulaan, pertunjukkan sebenarnya adalah saat item-item utama keluar."


"Benarkah?" tanya Fu Chen tidak percaya. Mungkin uangnya juga akan cepat habis jika di gunakan seperti itu.


"Yap. Ah, benar… apa organisasi kalian juga melelang pil yang aku pesan?" tanya Xiao Jung pada wanita di belakangnya.


"Tentu saja, Tuan. Pil itu adalah salah satu item utama di sesi pertama ini," jawab wanita itu dan tersenyum sederhana.


Xiao Jung mendesah pelan. "Seharusnya kalian menjual pil itu padaku saja, lagipula akan percuma memasukkan pil itu ke daftar lelang karena akulah yang akan mendapatkannya."


Wanita itu tertawa kecil mendengarnya, "Anda sangat percaya diri dengan uang yang anda bawa, Tuan Muda. Namun seperti yang anda ketahui, organisasi kami tidak memihak pada siapapun. Aku tidak tahu dari mana anda mendapatkan informasi itu, namun semua ini adalah untuk pelanggan kami."


Xiao Jung memayunkan bibirnya, dia mengalihkan pandangannya dengan sedikit mendengus. "Aku akan mendapatkannya apapun yang terjadi," desisnya pelan.


"1200 ke-3! Pil Embun Hijau di dapatkan oleh hadirin nomor 37!"