Legenda Pendekar Surgawi

Legenda Pendekar Surgawi
Ch.44 - Satu Tahun


Angin bertiup pelan, di sertai dengan kicauan burung gagak di sekitar area isatana. Cahaya matahari belum lagi terasa, meski sudah hampir di atas kepala. Aroma-aroma tidak sedap masih menyeruap di Ibu Kota kekasaiaran Meng.


Warga disana terpaksa harus menyambut Kaisar baru mereka. Gelisah, tidak nyaman dan takut terukir di setiap wajah para penduduk. Wajah mereka kusut, tidak ada yang setuju jika Pangeran Guanji menjadi pemimpin mereka.


Namun apalah daya, suara mereka tidak akan terdengar dan hanya mengundang kematian. Siang itu, sosok Meng Guanji telah menetapkan dirinya sebagai kaisar yang baru. Tepuk tangan di berikan oleh para penduduk meski dengan hati yang tidak rela.


Para Bangsawan yang sejak awal memihak Pangeran Guanji tersenyum lebar dalam hati mereka. Semua rencana untuk menjarah negerinya sendiri baru saja di mulai.


***


"Kau selalu membuatku terkagum, Chen'er…" Ucap Li Han sambil mengelus kepala Fu Chen.


Tidak terasa satu tahun telah berlalu sejak Fu Chen menjadi bagian dari sekte Pedang Suci. Usianya saat ini telah menginjak sembilan tahun, namun tubuhnya terlihat seperti anak berusia belasan tahun.


Fu Chen baru saja menyempurnakan penguasaanya dalam ilmu Tarian Bayangan tahap ketiga. Ilmu Tarian Bayangan ternyata memiliki tiga bab yang berisi jurus yang berbeda. Fu Chen awalnya tidak percaya saat Li Han mengatakan ilmu yang ia dapat adalah ilmu tingkat tinggi.


Selama satu tahun ini kegiatan Fu Chen hanya di isi dengan belajar dan berlatih. Bahkan ia hanya beberapa kali berkumpul dengan teman-temannya.


Beberapa kali dirinya juga mendapat masalah dengan beberapa murid dalam. Fu Chen menduga jika mereka hanyalah pesuruh dari Bai Chi ataupun Bai Yan. Fu Chen yang saat itu sudah mendalami ilmu Tarian Bayangan bab pertama dapat dengan mudah mengalahkan mereka aemua.


Di bawah naungan Li Han, Fu Chen terus berlatih mengendalikan energi yang meluap-lupa di tubuhnya saat bertarung. Li Han sangat terkejut dengan perkembangan Fu Chen dalam mengendalikan tubuhnya.


Pengetahuan yang seharusnya di pelajari selama beberapa tahun di serap oleh Fu Cheb hanya dalam empat bulan saja. Tidak hanya itu, Li Han juga selalu memberikan masukan ketika Fu Chen berlatih ilmu bela diri.


Namun Fu Chen masih belum memberitahu Li Han jika ia memiliki ilmu pedang tingkat tinggi dari klannya. Li Han juga masih meragasiakan jika ia telah mengetahui latar belakang Fu Chen.


Fu Chen juga banyak menyerap setiap informasi yang ada di perpustakaan. Waktunya benar-benar di habiskan untuk belajar. Ia selalu teringat pada janjinya dengan sang ayah, dia akan menjadi orang yang kuat untuk melindungi keluarganya.


"Seharusnya dengan kekuatanmu saat ini kau sudah bisa menjadi murid dalam. Tetapi ujian itu hanya dilakukan tiga tahun sekali, dan itu masih sangat lama. Aku ingin kau segera menjadi murid dalam agar bisa ku angkat menjadi muridku…!"


Li Ha memberikan saran agar Fu Chen segera menjadi murid dalam. Ada beberapa aturan yang melarang para tetua untuk menjadikan murid luar menjadi murid mereka. Karena itu Li Han tidak bisa mengajarkan banyak hal pada Fu Chen meski sangat ingin melakukannya.


Li Han sangat bergairah untuk melatih Fu Chen, melihat bakatnya yang begitu menakjubkan membuat ia tidak ingin melepaskan kesempatan sekecil apapun. Dengan usianya yang baru menginjak sembilan tahun, Fu Chen telah memiliki kekuatan pendekar kelas satu tahap awal.


Satu-satunya kalimat yang keluar dari mulut Li Han saat itu hanyalah 'mengerikan'. Kalimat itu mendeskripsikan semua yang ingin Li Han katakan. Bahkan sepanjang pengalaman hidupnya ia tidak pernah mendengar anak seusia sembilan tahun akan memiliki kekuatan setingkat pendekar kelas satu.


"Aku juga ingin segera menjadi murid dalam … tapi apa yang harus aku lakukan…?" Jawab Fu Chen sembari melakukan pendinginan usai berlatih.


Alasannya ingin menjadi murid dalam tidak lain adalah untuk mengambil misi dengan poin kontribusi lebih besar. Selama menjadi murid luar, mereka hanya bisa mengambil misi-misi ringan dengan upah yang tidak terlalu besar.


Dengan tingkat kekuatannya sekarang, sangat sulit bagi Fu Chen untuk naik ke tahap berikutnya hanya mengandalkan sumber daya pemberian sekte.


Li Han mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengelus janggutnya. "Bagaimana jika kau merebut lencana murid dalam yang biasa menggangumu? Dengan begitu kau bisa menjadi murid dalam dengan mudah…!" Saran Li Han sambil tersenyum lebar.


Fu Chen tertegun mendengarnya, ia tau sifat pak tua itu sangat sulit di tebak. Tetapi masih tidak menyangka jika ia akan memikirkan hal demikian.


Li Han justru tertawa kecil mendengarnya. "Tentu saja bukan seperti itu maksudku Chen'er…" Sahut Li Han, mendekati Fu Chen yang berbaring di rumput.


"Maksudku merebutnya dengan sebuah pertaruhan. Pertarungan ini tidak sama dengan yang biasa kau lakukan…" Fu Chen tersenyum pahit mendengarnya, "kau bisa mengajukan sebuah duel dengan melibatkan seorang tetua atau pengajar di kelasmu. Tentu saja kau juga harus mempertaruhkan hal yang setimpal dengan yang diinginkan lawanmu."


Fu Chen akhirnya paham maksud Li Han. Sekte Pedang Suci memang tidak melarang muridnya melakukan duel seperti ini, mereka bahkan kerab mendukung hal demikian.


Fu Chen tahu mengapa Li Han begitu percaya diri menyuruh dirinya untuk berduel. Dia pasti sudah melihat tingkat kekuatan anak yang menggangu Fu Chen dan yakin dengan kemenangan Fu Chen.


Fu Chen menghela nafas pelan, ia tidak tau harus bagaimana memulainya. "Aku akan memikirkannya nanti…" balas Fu Chen singkat.


Taman belakang perpustakaan adalah tempat biasa ia berlatih, ia sangat berterimakasih pada Li Han karena mengijinkannya berlatih disana.


"Keputusan ada di tanganmu… aku hanya menyarankan." Sahut Li Han. Tak berselang lama setelahnya seorang pelayan menghampiri mereka.


"Maaf, tetua… Ketua sekte meminta anda untuk ke aula utama." Tutur pelayan itu sambil memnundukkan kepala.


"Ada apa?" Tanya Li Han singkat.


"Itu… Ketua sekte ingin membahas masalah yang baru-baru ini muncul. Beliau sangat mengharapkan kehadiran anda…"


Fu Chen melirik ke arah pelayan itu saat mendengarnya. Masalah apa yang membuat Ketua sekte mengharap kehadiran Li Han?


Li Han mendesah pelan, "Jangan lupa beristiharat Chen'er! Temuilah teman-temanmu! Mungkin aku akan sedikit lama." Ujar Li Han lalu pergi mendahului sang pelayan.


Fu Chen merasa bingung karena tidak tahu apa-apa. Tidak biasanya Li Han akan mau mengikuti rapat seperti ini. Selain itu dia juga tidak memiliki informasi apapun tentang dunia luar semenjak di sekte.


Sementara itu, Bai Chi yang dulunya berada di peringkat lima besar murid inti, harus kehilangan pamornya dan di gantikan oleh seseorang yang tidak di duga sama sekali.


Meski begitu, ia tetap melimpahkan semua kekesalannya pada Fu Chen. Kebencian Bai Chi terhadap Fu Chen layaknya noda yang terus bertambah dan tidak bisa di hilangkan.


Fu Chen adalah satu-satunya orang rendahan yang berani menentangnya. Selain itu, Bai Chi juga membenci Fu Chen karena ia sangat akrab dengan Xiao Jung.


Meski memiliki dendam kesumta, ia tidak bisa menyentuh Fu Chen karena larangan pamannya. Sehingga Bai Chi meminta pesuruhnya untuk melenyapkan Fu Chen, namun sampai saat ini tidak ada yang berhasil.


~**Besok libur ya^.^


mulai tanggal 2 january, jadwal update kemungkinan akan jam 22.30 - 23.00 Wib. Jadwalnya author pilih jam segitu biar bisa menyesuaikan pas udah masuk sekolah.


jangan lupa tinggalkan like juga~_~


Selamat Tahun baru🎉🎉**