
"Kau…!!"
Tang Shu yang melihat anaknya di pangkuan pria tua itu pun langsung naik pitam. Qiao Wuji yang awalnya masih mengimbangi Tang Shu kini mulai terdesak, dan menerima beberapa pukulan di dadanya.
"Jangan membuatku mengulanginya sekali lagi!" Pria tua itu melepaskan aura yang dahsyat hingga membuat Tang Shu dan Qiao Wuji terdorong beberapa langkah.
Qiao Wuji dan Tang Shu yang masih bertarung pun seketika menghentikan aksi mereka. Tang Shu semakin cemas akan latar belakang orang-orang ini, ia tidak pernah mendengar jika seorang perampok dapat mengeluarkan aura yang begitu hebat.
"Uhuk…! T-Tuan…" Tubuh Qiao Wuji sedikit bergetar, secara perlahan namun pasti ia mendekat ke arah pria tua itu dengan kepala tertunduk.
"Serahkan dia padaku, kau urus saja rekanmu yang sudah mati." Pria tua itu melirik ke arah Qiao Wuji sejenak sebelum menatap Tang Shu, "Dia tidak banyak berubah."
Pria tua itu kemudian berjalan ke arah Tang Shu sambil menggendong gadis muda yang tidak lain adalah Fu Mei. Tang Shu semakin geram saat melihat lebih jelas kondisi anaknya.
"Lepaskan anakku!" ucap Tang Shu berusaha menahan amarah,
"Tenanglah, seharusnya kau berterimakasih padaku karena sudah menyelamatkannya dari seorang bajingan busuk. Tapi sangat di sayangkan, anakmu kehilangan kesuciannya di usia yang begitu muda." Pria tua itu tersenyum tipis, kemudian melemparkan Fu Mei ke udara.
Tang Shu sedikit terkejut namun dengan sigap ia segera menangkap tubuh Fu Mei sebelum terjatuh ke tanah, "Mei'er… bertahanlah," kata Tang Shu sambil memeriksa denyut nadi Fu Mei.
"Anakmu masih hidup, dia hanya perlu istirahat beberapa waktu."
Tang Shu hanya sedikit mengacuhkannya dan segera membawa Fu Mei ke samping Sin Zhou yang masih tidak sadarkan diri, "Siapa kalian sebenarnya?"
Pria tua itu sedikit menaikkan alis mendengar ucapan Tang Shu, "Apa kau tidak mengingatku, Shu'er? Huh, bagaimanapun pertemuan kita memang tidak terlalu panjang."
Alis Tang Shu semakin berkerut, tidak ada orang dari luar Desa yang mengetahui namanya kecuali orang-orang di benua Tengah. Itupun hanya mereka yang memiliki hubungan dengan klan Tang.
"Kau-! Jangan bilang…-" Tang Shu akhirnya dapat mengingat wajah pria tua itu, wajah yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
"Benar! Aku adalah Yuan Meng! Mungkin pertemuan kita sedikit kurang berkesan bagimu." Yuan Meng tersenyum lebar sambil menggeleng pelan.
Tubuh Tang Shu sektika bergetar hebat saat mendengar nama itu, ingatan 20 tahun lalu mengalir deras di kepalanya. Ya, pria tua inilah yang membunuh Patriark klan Tang saat itu, bahkan wajahnya tidak berubah sedikitpun sejak 20 tahun lalu.
"Kau membuatku sedikit kecewa, Shu'er. Kultivasimu tidak banyak berubah sejak terakhir kali aku melihatmu, apa kau hanya sibuk melarikan diri dan bersembunyi selama 20 tahun ini?" Yuan Meng mulai berjalan mendekati Tang Shu.
"Andai kau terus berlatih selama ini, mungkin aku bukan lagi ancaman bagimu saat ini. Dengan bakatmu itu bukan mustahil untuk mencapai pendekar Suci dalam waktu 20 tahun."
Tang Shu hanya diam dan menggertakkan giginya, ucapan Yuan Meng memang benar namun ia memiliki alasan tersendiri untuk tidak mengembangkan kultivasinya.
"Bagaimana kau bisa tahu aku di sini?"
"Hem? Kenapa kau bertanya demikian? Aku tidak pernah mendengar Tang Hao memiliki seorang pecundang dalam keturunannya."
"Diam! Kenapa kau melakukannya sampai sejauh ini?!" sahut Tang Shu semakin geram.
"Tujuanku masih sama Shu'er, serahkan pusaka itu dan aku akan pergi dengan damai," sudut bibir Yuan Meng sedikit melengkung.
"Pusaka, pusaka, pusaka!! Apa hanya itu yang ada di kepalamu?!" Tang Shu mulai memasang kuda-kuda dan mengalirkan qi dalam jumlah besar pada kedua tangannya.
"Seni Kera Surgawi - Pukulan Kematian!"
"Apa kau yakin dengan ini?" Yuan Meng menggeleng pelan, "Jika kau ingin bertarung, maka kematian adalah jawaban pasti untukmu."
"Tutup mulutmu keparat! Setidaknya kematianku akan memberikan luka yang tidak akan pernah kau lupakan!" desis Tang Shu sebelum kembali menggunakan jurus terbaiknya.
"Begitu ya… apa kau sudah melupakan nasib anakmu itu?" kata Yuan Meng sambil menangkis jurus-jurus yang di keluarkan Tang Shu.
"Seekor beruang harus meninggalkan anaknya agar anak itu dapat tumbuh besar di dunia yang busuk ini!"
"Hahaha!! Konyol sekali!"
Udara di sekitar mereka seolah semakin berat, aura Tang Shu dan Yuan Meng yang saling berbenturan membuat bawahan Qiao Wuji kesulitan bernapas. Meski Tang Shu telah mengerahkan seluruh kemampuannya, bagi Yuan Meng semua itu bukan apa-apa, bahkan dia masih belum bergerak dari tempatnya berdiri.
"Seorang pendekar Raja mampu mengeluarkan kekuatan sebesar ini? Siapa orang itu sebenarnya?" Qiao Wuji menelan ludahnya kasar, bahkan dirinya tidak yakin bisa memberikan perlawanan pada Yuan Meng.
Tang Shu terus menggunakan puluhan jurus dari Seni Kera Surgawi yang ia kuasai. Seni beladiri ini merupakan seni terkuat yang di kuasai Tang Shu, membuat Yuan Meng terpaksa melakukan gerakan ekstra untuk menangkis serangan itu.
"Seni Kera Surgawi - Bunga Persik!"
Tang Shu memutar tubuhnya dan menendang tepat di rahang bawah Yuan Meng. Yuan Meng yang tidak menduga serangan itu terpaksa harus menerimanya dan mundur beberapa langkah. Napas Tang Shu mulai berantakan, menggunakan Seni Kera Surgawi secara terus menerus sedikit membebani tubuhnya.
"Hahaha… baiklah, baiklah! Aku tidak akan meladeni permainanmu sekarang!" Yuan Meng menyeringai lebar kemudian mengeluarkan sebuah tongkat dan pedang dari cincin bumi miliknya.
"Gunakan pedang ini! Aku tidak ingin melawan seseorang yang tidak mengeluarkan kemampuan terbaiknya."
Tang Shu menatap pedang yang tergeletak di depannya dan Yuan Meng secara bergantian, sebelum mengatakan, "Kau akan menyesalinya!"
Tang Shu mulai memasang kuda-kuda dengan pedang yang di berikan Yuan Meng. Aliran listrik yang melapisi pedang itu terlihat sangat mengerikan, seolah dapat menelan penggunanya sendiri tapi Yuan Meng justru tersenyum lebar melihatnya.
"Ilmu Pedang Phoenix Suci - Membelah Awan!"
Aliran energi berwarna biru melesat ke arah Yuan Meng saat Tang Shu menebaskan pedangnya ke udara. Yuan Meng berusaha menahan serangan itu tapi ternyata masih ada sebagian sisi yang menembus kulitnya dan sedikit memberikan luka.
"Menarik!" Yuan Meng sedikit terkejut, namun ia justru semakin bersemangat. Umumnya tubuh pendekar Suci sangat sulit untuk di lukai, namun Tang Shu dengan kemampuannya mampu melakukan hal tersebut.
Perbedaan kekuatan antara keduanya terlihat sangat jelas. Serangan yang seharusnya dapat memberikan luka serius ternyata hanya sedikit menggores kulit Yuan Meng, sementara Tang Shu harus menerima beberapa pukulan keras di tulang rusuknya.
Qiao Wuji dan anak buahnya kini hanya bisa melihat mereka dari kejauhan, sebab Tang Shu dan Yuan Meng telah bertarung hingga keluar Desa. Tang Shu sengaja menggiring Yuan Meng untuk menjauh agar penduduk Desa tidak menjadi korban serangan mereka yang nyasar.
Tang Shu terpental sejauh puluhan meter ketika tongkat Yuan Meng mendarat di perutnya, sementara Yuan Meng sedikit berdecih karena Tang Shu masih sempat melukai pipi kirinya.
"Aku akan memberimu kesempatan sekali lagi. Berikan cincin Bumi yang di berikan kakekmu dan aku akan pergi dari sini." Yuan Meng melayang di udara kemudian mendekati Tang Shu. Serangan Tang Shu tidaklah fatal, namun teknik yang digunakan anak itu sangat mengerikan. Bahkan dirinya yang sudah mencapai puncak pendekar Suci sedikit kesulitan membaca gerakan Tang Shu.
Tang Shu memuntahkan darah segar dari mulutnya, serangan tadi telah memberikan luka dalam yang tidak ringan pada tubuhnya. Bahkan beberapa tulang rusuknya terasa retak akibat serangan Yuan Meng.
Namun, dengan mulutnya yang di penuhi darah Tang Shu masih bisa tersenyum lebar seolah dialah yang memenangkan pertarungan ini.
"Bermimpilah keparat! Orang sepertimu tidak akan pernah mendapatkannya!"