
"A... Apa yang..."
Heyto bahkan hampir tak kuasa melihat Adrine dilenyapkan dengan cara yang begitu kejam. Tirani yang tidak tega melihat Adrine terpanggang, ia menutup matanya.
Sementara itu, Adrine semakin lenyap dilahap api yang begitu terang dan panas. Tubuhnya semakin tidak terlihat karena silaunya cahaya panas yang memanggang. Tetapi semakin lama, pancaran api tersebut mulai mengecil. Tubuh Adrine pun mulai terlihat. Panas yang berada disekitar telah membakar seluruh bagian stormzone.
"Aneh!! Tapi... Tapi bagaimana mungkin?"
Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Taro. Semakin Taro melihat data pada layar, semakin wajahnya nampak bahwa otaknya terisi pertanyaan yang hampir tak dimengerti.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"
Heyto yang mencemaskan Adrine menjadi ikut penasaran akan apa yang telah dilihat oleh mata Taro.
"Data pada point milik Adrine... Sama sekali tidak berkurang." Taro benar-benar sangat merasa aneh dengan apa yang ia lihat.
Dihadapan semua master yang ada diruang pengawasan, data tersebut menunjukkan keanehan yang entah bagaimana bisa terjadi begitu saja. Setiap peserte yang telah terkena serangan dan kerusakan yang berat akan dikurangi pointnya. Tetapi, hal ini tak berlaku bagi Adrine, juga tidak ter-respawn kembali setelah terkena kerusakan yang besar.
"Tak mungkin kalau Adrine masih bertahan dari serangan yang begitu dahsyat." Heyto masih merasa ketakutan melihat Adrine yang terjatuh ketanah saat pancaran api tersebut menghilang.
"Bahkan jika itu adalah nyata, aku sendiri akan terluka walaupun hanya ringan." Ujar Tiran.
"Mungkin dia masih punya kemampuan khusus untuk meregenerasi tubuhnya. Apa kalian tidak melihat, status tubuh Adrine pada data terpulihkan dengan sangat cepat?"
Kai benar-benar memperhatikan bagaimana yang terjadi dan sangat terperinci saat melakukan pengawasan. Dan sementara itu, ditempat Adrine, ia sedang dipulihkan oleh kemampuan regenerasi yang ia miliki. Walaupun Adrine tak sepenuhnya dalam kondisi sadar, tetapi entah tak tahu kapan, mata ketiga Adrine teraktifkan sendiri.
[Regenerasi telah diperkuat.]"
Kondisi Adrine sangatlah mengenaskan. Adrine yang saat itu sudah hampir tak sadarkan diri. Tetapi, sesuatu yang lain terjadi lagi. Bayangan Adrine menjadi sangatlah besar dan berwarna hitam pekat.
"[User menggunakan skill Create of self shadow.]"
Tanpa menggunakan kesadaran yang kuat, entah tak tahu bagaimana cara Adrine mengaktifkan skill tersebut. Semua pasukan Adrine yang sedang bertarung melawan iblis api tersebut, berubah menjadi bayangan yang berupa jiwa. Bayangan jiwa tersebut turun dan kembali pada tuannya yaitu Adrine. Bayangan jiwa tersebut seolah-olah menambah besarnya bayangan yang menyelimuti seluruh tanah disekitar tubuh Adrine.
Fire demon of death tidak hanya diam saat melihat musuhnya menghilang begitu saja. Iblis api itu menyemburkan api disekitarnya dan membuat seluruh kawasan disekitarnya menjadi dilahap oleh apinya. Iblis api itu juga melihat Adrine yang terbaring tak berdaya. Sekali lagi iblis api itu membentuk sebuah bola api yang bercahaya terang dan memasukannya kedalam mulutnya. Lalu iblis api tersebut memuntahkan sebuah pancaran api yang sangat terang kedua kalinya kearah Adrine. Bahkan udara yang ada mengenai pancaran api tersebut akan ikut terbakar.
"Kali ini, tak mungkin bagi Adrine untuk menghindar. Riwayatnya akan tamat kali ini." Ujar Tiran.
"Itu belum pasti. Aku melihat sesuatu yang lain didalam bocah itu. Sepertinya, bahkan alat yang telah kita bangun semua ini tak mampu melihat apa yang bocah ini rahasiakan. Ini disebut... Diluar kendali."
Bahkan Kai yang berkata hal seperti itupun tidak pasti akan kalimatnya sendiri. Karena belum ada yang bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi dan yang ada didalam tubuh Adrine.
Tak diduga, tubuh Adrine tiba-tiba bangkit dengan sendirinya. Mata jiwa ketiganya semakin terbuka lebar. Dan kedua mata jiwanya juga tiba-tiba aktif dengan sendirinya. Tangan kanan Adrine terangkat keatas dan mengarah ke pancaran api tadi. Bayangan yang sangat besar tadi, seperti sedang melilit tubuh dan tangannya. Bayangannya seolah-olah hidup dan sedang mencoba bangkit. Tiba-tiba mulut Adrine terbuka dan mengucapkan sesuatu.
"Mode Bayangan, : Ultimate Control Over the Shadow Monarch!!"
Bayangan yang berada disekitar Adrine seperti membentuk tangan yang sangat besar dan sedang menahan pancaran api yang sangat besar tersebut.
"A... Apa yang... Apa yang sebenarnya terjadi?"