
"Mungkin kau terlalu berlebih-lebihan menilai dirimu sendiri." Kata Adrine.
"Kita lihat saja nanti." Kata Arpha dengan santai.
Pada hari hari yang sebelumnya, Arpha telah mengamati dan mencari tempat yang aman untuk bertarung dan berlatih disekitar hutan. Jadi bisa disimpulkan, kalau Arpha telah mempersiapkan semuanya untuk bisa melawan Adrine. Arpha menuntun Adrine ketempat yang telah ia persiapkan. Keduanya sampai pada tempatnya, dan berada didekat bukit yang aman.
"Masuk kehutan seperti ini akan berbahaya, apalagi hewan spirit disekitar sini tingkatannya diatas hewan buas saja." Kata Adrine mengingatkan.
"Kau ini sebenarnya takut atau mengkhawatirkanku? Sudah jelas jika aku membawamu kesini berarti aku siap dengan kondisi apapun itu. Tak perlu takut, jika kau sudah tak mampu melawanku nanti, kau boleh meminta ampun kapadaku nantinya, hehe." Kata Arpha yang meledak Adrine dengan raut muka tanpa dosa. Adrine hanya tersenyum tipis melihat gaya Arpha yang sok.
"Kau mungkin masih belum jera ya saat kukalahkan dulu?" Kata Adrine yang gantian mengejek Arpha.
"Terserah kau mau bilang apa, tapi aku tak mau buang waktu. Kita mulai saja pertarungannya!" Arpha langsung memulai pertarungannya. Tetapi Arpha masih berdiri dalam posisinya dan sedang bersiap mengeluarkan sebuah teknik.
"Kau yang memulainya, kanapa kau tak maju untuk menyerang?" Kata Adrine mengolok Arpha.
"Sebuah teknik formasi, harus dibentuk terlebih dahulu. Kalau terburu buru, tekniknya akan gagal nantinya." Kata Arpha.
'Hah, teknik formasi? Apa itu? Apa simbol yang ada diatas kepala Arpha? Apa ada cara menggunakan sebuah kekuatan yang harus melalui cara dan teknik yang lain?' Pikir Adrine. Ia terkejut saat mendengar kekuatan teknik formasi.
"[Teknik Formasi Mental adalah sebuah teknik yang diharuskan membentuk sebuah simbol formasi dan akan menyesuaikan teknik mental yang telah dipersiapkan. Simbol tersebut adalah simbol yang akan menunjukkan formasi apa yang akan pengguna formasi keluarkan. Itu dinamakan dengan Simbol Formasi. Disimbol itu pula, kekuatan dari formasi muncul. Katakan saja namanya adalah kekuatan mental.]" Instruksi sistem.
"Jadi begitu ya!? Tapi kenapa aku belum pernah dengar dari sistem?" Tanya Adrine dengan menatap robot sistem dengan tatapan curiga.
"[Gelar anda masih belum cukup untuk membuka latihan Formasi Mental.]" Instruksi sistem.
"Kenapa kau malah bicara dengan robot? Lawanmu ada disini, AKTIFKAN FORMASI ALAM ES!" Arpha langsung mengaktifkan formasinya. Hal ini menyebabkan tanah sejauh 20 meter tertutup es.
'Apa ini?' Pikir Adrine.
"Ini baru tingkatan pertama. Kalau aku sudah sampai tingkatan ketiga, mungkin seluruh bukit akan tertutup oleh es milikku ini. Hahahaha." Kata Arpha dengan sombongnya dihadapan Adrine.
"Kau menggunakan formasi es, tetapi kau adalah tipe assassin. Mungkin akan menguntungkan dalam hal kecepatan, tapi tidak untuk pertahanan tubuhmu! Akan kulawan kau dengan api. Gabungkan Jiwa Golden Fire!!" Adrine langsung menggabungkan jiwa Golden Fire dengan tubuhnya. Ia tahu es dan api adalah suatu materi yang ada dialam semesta yang saling bertentangan. Seperti halnya dengan Yin dan Yang.
"Dunia pertama, Stalakmit es!!" Arpha membuka teknik dari formasi yang telah ia keluarkan. Muncul stalakmit es yang mengarah ke Adrine. Tetapi Adrine menghindari stalakmit stalakmit tersebut dengan mudahnya. Tanpa disadari oleh Arpha, Adrine sudah mengaktifkan teknik Dead Silent sejak ia menggabungkan jiwa Golden Fire.
'Kecepatan Adrine meningkat lagi. Gerakannya pun tidak bisa dibaca. Assassin seperti dia memang susah untuk dikalahkan.' Pikir Arpha.
"Heh, teknik milikmu ini mudah sekali untuk dibaca. Akan kuhancurkan es es ini. HOLY FIRE!!" Teknik pamungkas dari kekuatan Golden Fire dikeluarkan. Adrine menciptakan bola bola api emas dan menyebarkannya hingga membuat beberapa lapisan yang es dan stalakmit esnya meleleh.
"Apa kau kepanasan?" Tanya Adrine mengolok.
"Berani mengolokku. Alam kedua, Bola Kristal Es!! Muncul kristal biru raksasa diatas kepala Arpha.
"Serangan kecil, ini akan mudah. Hell Fire Domain, Blue Body Charger, Tinju Naga Api!!" Adrine langsung mengeluarkan 2 teknik sekaligus yang ditambah dengan domain Hell Fire.
"Ini tak akan mudah Adrine, ini tak seperti dulu lagi." Kata Arpha dengan begitu percaya dirinya.
"Kau salah menilai kemampuan diriku dibandingkan denganmu. Akan kubuka matamu sampai kau MENYADARINYA!!" Adrine berteriak bahkan menggunakan energi agar terdengar keras dan menambah kerusakan bantuan terhadap tinjunya.