Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Tak Sadarkan Diri


Shin kecil masih tetap menunggu Adrine diluar. Ia tidak pergi kemanapun karena tahu kalau disekitarnya hanyalah ada padang pasir yang luas, tidak ada hewan spirit yang kuat.


"Setidaknya sekarang disana sudah 5 sampai 7 hari. Apa Adrine sudah menemukan tempat boss-nya bersembunyi? Mungkin sudah."


Walaupun terlihat tegang, namun didalam hati Shin kecil sedang mencemaskan keadaan Adrine. Namun, ia melihat sesuatu yang menurutnya lebih menggelisahkan.


"Apa? Kenapa portalnya menutup? Apa mungkin..."


Shin kecil menjadi sangat gelisah disaat Distorsi Portalnya perlahan mulai menutup. Ia khawatir kalau Adrine akan terjebak disana dan tidak bisa keluar.


"Bagaimana ini? Aku disini sudah tak bisa masuk kalau portalnya mulai menutup."


Namun, hal mencengangkan muncul didepan mata Shin kecil. Satu tubuh utuh, keluar dari Distorsi Portal.


"Hai Shin kecil... Bagaimana kabarmu?"


Sesaat ia keluar, Shin kecil melihatnya dan langsung menanyakan kabarnya. Dan ia adalah Adrine Arnando yang berhasil keluar dari Distorsi Portal tingkat Buas kelas D.


"Tak kusangka kalau kau keluar secepat ini. Bagaimana keada..."


GUBRAK!!


Belum sempat Shin kecil menanyakan keadaannya, Adrine sudah terjatuh lemas.


"WHOAA!! KENAPA KAU?"


Shin kecil sangatlah terkejut mendapati Adrine yang baru saja datang dan langsung terjatuh tanpa sebab.


"Beberapa tulangku hancur dan patah. Aku... Juga merasakan kalau... Tulang punggungku... Retak..."


Sambil terus menahan sakit, Adrine berusaha berbicara untuk menjelaskan keadaannya kepada Shin kecil.


"Sudahlah, kau diam saja!! Kau itu sekarang sedang terluka, jangan terlalu banyak berbicara."


Shin kecil tidak memperbolehkan Adrine untuk bicara banyak lagi, karena itu bisa memperburuk keadaannya.


Setelah itu, Shin kecil mengeluarkan suatu sihir yang membuat tubuh Adrine melayang. Adrine sendiri sebenarnya terkejut merasakan tubuhnya tiba-tiba melayang.


"Tenanglah! Aku hanya mengangkatmu dengan energi mental."


Adrine mengangguk paham, ia juga bisa merasakan energi mental yang menyelimuti tubuhnya.


Hingga tak lama kemudian, Adrine tak sadarkan diri. Dan Shin kecil menggunakan teknik penciptaan ruang untuk meletakkan tubuh Adrine yang sedang tak sadarkan diri.


Lalu Shin kecil membawanya pulang dan dalam perjalanan pulang, Shin kecil melihat-lihat Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang yang diambil dari Adrine disaat tidak sadarkan diri.


"Kubus ini asli, sepertinya Adrine juga dapat barang-barang lain yang bagus."


Namun, hanya sekitar 3 jam Adrine telah sadarkan diri. Shin kecil yang menyadari hal itu, langsung membuka ruang miliknya dan mengeluarkan Adrine.


"Apa tadi teknik ruang?"


Adrine langsung bertanya tentang teknik ruang milik Shin kecil dan bukan menanyakan tentang kondisi dirinya sendiri. Shin kecil sendiri menjadi terheran dan menggelengkan kepalanya.


"Kau ini bukannya mengkhawatirkan kondisimu, malah menanyakan teknik... Iya, itu tadi memang teknik ruang."


"Dimana kita sekarang? Apa kita sudah sampai? Tapi kenapa kita masih ada digurun pasir?"


Suasananya disekitar perumahan, namun tanahnya masih banyak pasirnya seperti desa dipadang pasir.


"Ya, kita sekarang berada didesa Pasir Merah."


Adrine sedikit tak bisa melihat sekitar karena sudah malam dan gelap. Didesa tersebut seperti tidak diberikan lampu penerangan dan hanya ada beberapa rumah dan bangunan yang lampunya masih menyala.


"Kenapa kita disini? Bukannya kita seharusnya pulang keperguruan?"


Shin kecil langsung menoleh ketika ditanya oleh Adrine.


"Melewati desa ini adalah jalur tercepat untuk pulang keperguruanmu. Jika tidak, kau mau memutari desa ini?"


Jawaban Adrine sudah sangat bisa ditebak, ia langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat.


"Nah, kita disini juga bisa berkenalan dengan desa ini, atau menjalin hubungan baik."


Namun Adrine hanya berekspresi biasa-biasa saja disaat mendengar ucapan Shin kecil. Ia terus memandangi sekitar yang masih kurang jelas karena gelap.


"Desa ini terasa aneh. Walaupun malam, tapi disekeliling sangatlah sepi, tak satupun orang yang keluar berjaga atau apa."


"Benar juga, aku juga merasa begitu. Disaat aku sampai disini dan masih sore, desa ini cukup ramai. Tapi sekarang..."


Shin kecil juga merasakan sesuatu yang cukup aneh, karena suasana disekitar mereka yang sangat sepi dan sunyi.


Dan disaat mereka pergi keliling untuk memeriksa desa, bahkan memang benar-benar tak ada satupun orang yang keluar dari rumah. Bahkan, sebagian besar rumah yang ada didesa tersebut gelap dan lampunya mati.


"Sangat aneh. Untuk perumahan yang gelap memang cukup wajar, tapi disini sangatlah sepi... Aneh!!"


Tapi, tak lama setelah mereka berkeliling didesa, mereka menemukan adanya beberapa orang diatas atap rumah seseorang. Tapi gerak-gerik mereka sangatlah aneh dan mencurigakan.


"Apa mereka itu perampok? Hanya mereka yang berani keluar, dan gerak-gerik mereka cukup mencurigakan."


"Ya, aku juga merasa seperti itu. Bagaimana kalau kita diam-diam kesana dan mengamati pergerakan mereka?"


Lalu Adrine mengangguk dan diam-diam bergerak kearah sekumpulan orang tersebut. Adrine menggunakan skill Dead Silent agar gerakannya tidak terdeteksi.


Dan benar, apa yang dicurigai Adrine dan Shin kecil memanglah benar. Mereka menyusup kedalam salah satu rumah seseorang. Dan disaat mereka keluar, mereka membawa barang-barang yang cukup banyak.


"Sudah kuduga, mereka adalah perampok. Bagaimana kalau kita hajar mereka."


Shin kecil setuju dengan apa yang dikatakan oleh Adrine. Lalu mereka berdua bergerak lebih cepat dan dengan segera mengikuti pergerakan sekumpulan perampok yang barusan tadi kabur.


Mereka pun telah terkejar oleh Adrine. Sekelompok perampok tersebut nampak kaget dan menjadi sedikit kebingungan karena ketahuan.


"Siapa kalian? Kenapa kalian mengambil barang-barang dari rumah itu?"


Adrine yang sudah memergoki mereka yang merampok langsung mengintrogasi mereka ditempat.


Bersambung!!